E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    PERLINDUNGAN ANAK MENURUT HUKUM HINDU DAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2002

    Get PDF
    Setiap pasangan yang memasuki masa grahasta dan telah menjalani kehidupan rumah tangga tentu menantikan seorang anak dalam kehidupan mereka. Anak merupakan sebuah karunia atau anugerah dari Yang Maha Kuasa yang harus dijaga, dididik, dilindungi dan sebagainya oleh kedua orang tua maupun keluarganya. Seorang anak bersama kedudukannya mempunyai hak dan kewajiban dalam keluarga. Begitu halnya orang tua yang mempunyai kewajiban untuk membesarkan dan melindungi anaknya tanpa diiringi dengan perlakuan tidak baik yang dapat merugikan tumbuh kembang si anak. Diberbagai kitab Smerti seperti Manwa Dharmasastra, Sarasamuccaya dan Slokantara telah banyak menguraikan tentang anak. Misalnya dalam kitab Sarasamuccaya anak harus diperlakukan sebagai raja, kawan bahkan sebagai pelayan. Ini merupakan sebuah pendidikan kepada anak. Begitu halnya dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Perlindungan Anak, berbagai definisi anak, perlakuan terhadap anak, perlindungan kepada anak dan sebagainya juga dijelaskan di dalamnya. Misalnya yang dimaksud dengan anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Seorang anak ahrus mendapat perlakuan yang baik dan perlindungan dari sejak dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh dewasa. Seorang anak tidak boleh mendapat perlakuan diskriminasi dalam bentuk apapun. Tanggung jawab untuk memperlakukan anak dengan baik tidak hanya dilakukan oleh orang tua saja, melainkan masyarakat, pemerintah dan negara juga mempunyai tanggung jawab tersebut. Bagi siapapun yang yang memperlakukan anak tidak baik akan mendapatkan sanksi pidana sesuai dengan aturan yang berlaku.Setiap pasangan yang memasuki masa grahasta dan telah menjalani kehidupan rumah tangga tentu menantikan seorang anak dalam kehidupan mereka. Anak merupakan sebuah karunia atau anugerah dari Yang Maha Kuasa yang harus dijaga, dididik, dilindungi dan sebagainya oleh kedua orang tua maupun keluarganya. Seorang anak bersama kedudukannya mempunyai hak dan kewajiban dalam keluarga. Begitu halnya orang tua yang mempunyai kewajiban untuk membesarkan dan melindungi anaknya tanpa diiringi dengan perlakuan tidak baik yang dapat merugikan tumbuh kembang si anak. Diberbagai kitab Smerti seperti Manwa Dharmasastra, Sarasamuccaya dan Slokantara telah banyak menguraikan tentang anak. Misalnya dalam kitab Sarasamuccaya anak harus diperlakukan sebagai raja, kawan bahkan sebagai pelayan. Ini merupakan sebuah pendidikan kepada anak. Begitu halnya dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Perlindungan Anak, berbagai definisi anak, perlakuan terhadap anak, perlindungan kepada anak dan sebagainya juga dijelaskan di dalamnya. Misalnya yang dimaksud dengan anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Seorang anak ahrus mendapat perlakuan yang baik dan perlindungan dari sejak dalam kandungan hingga lahir dan tumbuh dewasa. Seorang anak tidak boleh mendapat perlakuan diskriminasi dalam bentuk apapun. Tanggung jawab untuk memperlakukan anak dengan baik tidak hanya dilakukan oleh orang tua saja, melainkan masyarakat, pemerintah dan negara juga mempunyai tanggung jawab tersebut. Bagi siapapun yang yang memperlakukan anak tidak baik akan mendapatkan sanksi pidana sesuai dengan aturan yang berlaku

    Upacara Tantulak Ambun Rutas Matei Pada Masyarakat Hindu Kaharingan (Persfektif Hukum Hindu)

    Get PDF
    Upacara kematian di kalangan umat Hindu Kaharingan yang disebut dimulai dengan proses perawatan jenazah, penguburan secara ritual dan proses tantulak Ambun Rutas Matei. Upacara tantulak Ambun Rutas Matei dilakukan tiga hari setelah upacara penguburan dengan tujuan untuk mengantarkan arwah Liau Haring Kaharingan dari lewu pasahan raung menuju Bukit Nalian Lanting tempat penantian bersama Nyai Bulu Indu Rangkang untuk sementara ditiwahkan dan sekaligus membersihkan keluarga duka dari sial atau rutas kapali belum artinya dari segala pantangan hidup yang mengakibatkan kematian, hidup sial, segala macam penyakit yang menimpa keluarga.  Selain itu, upacara tantulak juga bertujuan untuk memulihkan keseimbangan magis, menjauhkan segala macam marabahaya dan menghilangkan segala kemalangan atau kesialan dan hal-hal yang tidak baik yang dapat timbul pada keluarga Tarantang Nule (keluarga duka) maupun pada seluruh warga di kampung. Adanya upacara Tantulak Ambun Rutas Matei ini berawal dari proses Kematian manusia dimuka bumi ini (Lewu Injam Tingang Rundung Nasih Napui Burung) sebagai tempat sementara untuk kehidupan keturunan Raja Bunu.Upacara kematian di kalangan umat Hindu Kaharingan yang disebut dimulai dengan proses perawatan jenazah, penguburan secara ritual dan proses tantulak Ambun Rutas Matei. Upacara tantulak Ambun Rutas Matei dilakukan tiga hari setelah upacara penguburan dengan tujuan untuk mengantarkan arwah Liau Haring Kaharingan dari lewu pasahan raung menuju Bukit Nalian Lanting tempat penantian bersama Nyai Bulu Indu Rangkang untuk sementara ditiwahkan dan sekaligus membersihkan keluarga duka dari sial atau rutas kapali belum artinya dari segala pantangan hidup yang mengakibatkan kematian, hidup sial, segala macam penyakit yang menimpa keluarga.  Selain itu, upacara tantulak juga bertujuan untuk memulihkan keseimbangan magis, menjauhkan segala macam marabahaya dan menghilangkan segala kemalangan atau kesialan dan hal-hal yang tidak baik yang dapat timbul pada keluarga Tarantang Nule (keluarga duka) maupun pada seluruh warga di kampung. Adanya upacara Tantulak Ambun Rutas Matei ini berawal dari proses Kematian manusia dimuka bumi ini (Lewu Injam Tingang Rundung Nasih Napui Burung) sebagai tempat sementara untuk kehidupan keturunan Raja Bunu

    Menguak Konsep Pendidikan Eko-Religius KH. MA. Sahal Mahfudh

    Get PDF
    Meningkatnya kerusakan lingkungan hidup merupakan bencana bagi manusia secara umum. Kerusakan lingkungan juga menjadi sorotan oleh KH Sahal Mahfudh, seorang ulama’ kharismatik dari Pati Jawa Tengah. Beliau menganggap bahwa manusia adalah makhluq yang paling bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan. Penelitian ini menguak konsepsi pendidikan lingkungan hidup yang ditelurkan oleh KH Sahal Mahfudh. Dengan metodologi penelitian kualitatif dan melakukan penelitian dengan teknik interview dan observasi penelitian ini berhasil mengungkapkan bahwa  Kiai sahal memiliki konsepsi pendidikan lingkungan hidup yang perlu untuk digali lebih mendalam lagi.Konsepsi tersebut berdasarkan bahwa tujuan hidup manusia adalah sa’adah fid daroin (kebahagiaan didunia dan akherat), untuk menuju kesana, manusia perlu menjaga lingkungan sebagai masis dari kehidupan mereka. Kata Kunci: Pendidikam Eko religius, KH Sahal Mahfud

    PERAN MATA KULIAH BAHASA INGGRIS DALAM PENDIDIKAN SENI DAN KEAGAMAAN

    Get PDF
    Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap mahasiswa. Karena Bahasa Inggris mempunyai peranan dalam hal pembekalan ilmu pengetahuan untuk berkomunikasi secara global baik dalam pendidikan seni dan keagamaan. Mata kuliah Bahasa Inggris dalam pendidikan seni dan keagamaan sangatlah diperlukan. Karena mahasiswa mampu memahami Bahasa Inggris dasar seperti pemahaman membaca, menulis, berbicara dan mendengarkan dalam Bahasa Inggris. Mahasiswa dapat mengetahui penambahan kata dalam Bahasa Inggris sehingga mereka mampu membaca dan memahami bacaan Bahasa Inggris, menulis kalimat dalam Bahasa Inggris, mendengarkan dan berbicara dengan lawan bicara dengan menggunakan Bahasa Inggris.Pembekalan Bahasa Inggris dasar bagi mahasiswa Pendidikan Seni dan Keagamaan guna memajukan perkembangan seni budaya dan keagamaan secara globa

    REVITALISASI PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENGATASI KRISIS MORAL

    Get PDF
    Revitalisasi dalam konteks pendidikan maksudnya adalah memaksimalkan semua unsur pendidikan yang dimiliki menjadi lebih vital atau terberdaya lagi, sehingga sasaran dan proses pendidikan yang dilakukan bisa dicapai dan dilangsungkan dengan maksimal pula.Kearifan lokal dari dua kata yaitu kearifan (wisdom), dan lokal (local). Secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana. Ke­­­­­arifan lokal merupakan  pe­nge­tahuan atau pan­da­ngan hidup masyarakat  se­tem­pat  yang memiliki hu­bu­ngan dengan pemenuhan kebutuhan hidup  baik se­cara materi maupun sosial dimana kearifan lokal ini menjadi titik penghubungan dari generasi satu ke gene­rasi berikut karena  kearifan lokal merupakan konsep, ide dan gagasan  yang senan­tiasa di transisikan keapda generasi berikut  sehingga terbangun suatu keserasian  dalam menata hidup dan lingkungan.Kearifan local yang dimaksud yang didalamnya mengandung budaya local. Adapun kearifan budaya lokal ialah pengetahuan lokal yang sudah sedemikian menyatu dengan system kepercayaan, norma, dan budaya, serta  diekspresikan dalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang lama. Inofasi dan kearifan local sering kali dianggap bertentangan. Kebudayaan lokal merupakan kebudayaan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Namun yang terjadi pada pemuda sangat berbeda dengan apa yang kita pahami tentang kebudayaan lokal, bahkan kebudayaan itu sudah terkikis dan tergantikan oleh budaya asing yang sama sekali tidak kita pahami

    MANAJEMEN PENDIDIKAN BERORIENTASI MASA DEPAN

    Get PDF
    Perkembangan sains dan teknologi saat ini juga mempercepat laju perkembangan ekonomi dan industri, yang memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan. Salah satu dampak paling signifikan dari pertumbuhan dan perkembangan ekonomi adalah dampak kerja, baik dilihat dari kebutuhan masyarakat maupun kemampuan untuk menyediakan tenaga kerja. Masalah persiapan tenaga kerja yang ditemui di lapangan adalah rendahnya kualitas tenaga kerja, biasanya kondisi fisik, kualitas pendidikan, dan etika kerja sangat dominan dalam menentukan tenaga kerja. Hal ini penting diperhatikan untuk mewujudkan arahan Presiden Republik Indonesia dalam membangun pendidikan guna mempersiapkan generasi emas tahun 2045 yang dikhususkan, nasionalis, tangguh, mandiri dan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan. Pendidikan adalah sektor yang sangat menentukan kualitas suatu bangsa. Keberhasilan pendidikan juga secara otomatis membawa sebuah bangsa. Mengoptimalkan dunia pendidikan, yang menekankan unsur-unsur pendidikan, penting: pelajar, pendidik, perangkat lunak, manajemen, sarana dan prasarana serta pemangku kepentingan. Aset yang dibutuhkan dalam pendidikan adalah sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya berkualitas bisa berasal dari siswa, masyarakat, maupun pendidik. Setiap jenis pengetahuan termasuk pengetahuan manajemen memiliki fitur spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan manajemen terstruktur. Ketiganya saling terkait satu sama lain (sistem). Ontologi sains yang berkaitan dengan epistemologi, dan epistemologi yang terkait dengan aksiologi dan sebagainya, tidak dapat dipisahkan dan harus saling terkait dan mendukung sebagai dasar. Berdasarkan dasar ontologi dan aksiologi, maka bagaimana cara mengembangkan pondasi epistemologis yang tepat. Masalah utama yang dihadapi oleh setiap epistemologi pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhatikan aspek ontologi dan aksiologi

    ASUMSI DASAR TEORI KOGNITIF, BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK

    Get PDF
    Perkembangan kognitif berhubungan dengan kecerdasan dan pengetahuan. Kecerdasan dan pengetahuan bukan kuantitas atau sesuatu hal yang statis. Kecerdasaan adalah aktif, dinamis dan senantiasa berubah sedangakan pengetahuan adalah mengetahui dan ia adalah sebuah proses yang diciptakan melalui aktivitas pemelajar (Gredler, 2011:325). Hal ini dapat dikatakan bahwa kecerdasan dan pengetahuan seseorang selalu berubah melalui interaksi individu dengan lingkungannya. Dengan demikian interaksi dengan lingkungan sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan kecerdasan dan pengetahuan individu. Selain itu, Individu dalam menentukan perkembangan kognitifnya dipengaruhi oleh faktor esensial. Faktor esensial itu adalah lingkungan fisik, kematangan, pengaruh sosial, dan proses yang disebut sebagai penyeimbang. Teori belajar behavioristik ini berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dalam teori belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Menurut aliran humanistik, para pendidik sebaiknya melihat kebutuhan yang lebih tinggi dan merencanakan pendidikan dan kurikukum untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Beberapa psikolog humanistik melihat bahwa manusia mempunyai keinginan alami untuk berkembang, untuk lebih baik, dan juga belajar. Jadi sekoah harus berhati-hati supaya tidak membunuh naluri dengan memaksakan anak belajar sesuatu sebelum mereka siap. Jadi bukan hal yang benar apabila anak dipaksa untuk belajar sesuatu sebelum mereka siap secara fisiologis dan juga punya keinginan. Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi, bukan sebagai konselor seperti dalam Freudian ataupun pengelola perilaku seperti pada behaviorisme

    PERANAN GURU DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG KREATIF

    Get PDF
    Dalam interaksi edukatif, guru tidak cukup hanya mengetahui bahan ilmu pengetahuan yang akan dijabarkan dan disajikan kepada siswa, tetapi juga harus mengetahui filosofis dan didaktisnya, sehingga mampu memberikan motivasi di dalam kegiatan belajar mengajar. Proses belajar mengajar, guru memegang peranan penting karena bertindak sebagai pengelola dan pelaksana interaksi belajar mengajar. Guru bertindak sebagai perencana, membimbing dan mengarahkan dalam memberi motivasi, agar terjadi proses interaksi yang memungkinkan terjadinya proses belajar dengan baik. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai penyaji pelajaran khususnya di depan kelas, guru tidak hanya dituntut menyusun perencanaan pengajaran dan mentransfer pengetahuan atau isi pelajaran yang disajikan kepada para siswanya, tetapi guru juga harus mentransfer kecakapan karsa dan kecakapan rasa yang terkandung dalam materi pelajaran yang disajikan

    PEMAHAMAN KONSEP TEOLOGI HINDU (PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU)

    Get PDF
    Dalam kehidupan beragama khususnya agama Hindu yang memiliki suatu Pemahaman Konsep Teologi Hindu yang bersumber daripada Kitab Suci Veda dan Kitab Suci Panaturan, karena kitab suci sebagai pedoman umat Hindu dalam memperkuat keimanan tentang pengetahuan Ketuhanan. Agama Hindu mengembangkan ajarannya sesuai dengan desa (tempat), kala (waktu/penentuan hari baik atau buruk) dan patra (keadaan sosial ekonomi, situasi dan kondisi). Selain itu, dalam pelaksanaan ajaran agama Hindu juga selalu berpegang pada Tiga Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa (filsafat), etika (tata susila) dan ritual (upacara). Ketiga kerangka ini merupakan sebagai dasar bagi setiap  umat Hindu dalam usahanya untuk mencapai ketenangan dan ketentraman dalam keyakinanya. Aspek tattwa atau filsafat agama merupakan inti ajaran Agama Hindu, sedangkan aspek susila atau etika merupakan pelaksanaan ajaran agama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Aspek upacara atau ritual agama merupakan yadnya, persembahan atau pengorbanan suci yang tulus ikhlas kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ketiga aspek tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Karena itu ketiga kerangka dasar agama tersebut harus dipahami, mengingat ketiganya saling berkaitan. Memahami atau tidak memahami salah satu aspek, dapat mengakibatkan pemahaman terhadap Agama Hindu menjadi tidak lengkap dan bahkan bisa mengaburkan atau memberi  pengertian yang keliru terhadap Agama Hindu.. Pendidikan Agama Hindu diberikan pada peserta didik diharapkan agar menjadi orang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan Pendidikan Agama Hindu dapat menjalankan dan mengamalkan ajaran Agama Hindu sehingga terbentuknya budi pekerti yang luhur dan berakhlak yang mulia

    HARMONI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM AGAMA HINDU

    Get PDF
    Pancasila is the foundation and ideology of the state. It is a formula consisted of the essences of the values of customs, cultures, and religions which are highly valued by the Indonesian people. Radicalism, terrorism, religious intolerance, and the attempts to push religion as a new ideology is an anomalous phenomenon against the spirit of Pancasila. There is a problem of understanding of the values of Pancasila from religious perspective. This paper aims at tracking the values of Pancasila in Hinduism, as an effort to correlate the values of Pancasila with Hinduism. The theoretical frameworks and analysis used to help decipher the discussion of this paper were semiotics and content analysis. The results show that the values of Pancasila are in harmony with the values contained in the teachings of Hinduism, such as Godly values, religious tolerance, humanism and brotherhood, unity in diversity, deliberation, and social justice

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇