E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    MEMBANGUN KARAKTER GURU AGAMA HINDU YANG PROFESIONAL DAN DINAMIS DALAM KERANGKA PANCASILAIS NUSANTARA (PERSPEKTIF FILSAFAT HINDU)

    Get PDF
    Guru agama Hindu berperan untuk mengajarkan materi agama Hindu terkait dengan karakter luhur, karakter mulia, karakter tanggungjawab, karakter pendidikan, karakter ekonomi, karakter spiritual, karakter sosial, karakter taat hukum, karakter rajin belajar, karakter saling menolong, dan sebagainya. Guru agama Hindu dituntut untuk tekun belajar, selain tekun mengajar. Guru agama Hindu tidak bisa tanpa belajar yang tekun. Perkembangan dan kemajuan proses pendidikan peserta didik ada di tangan guru agama Hindu. Pendidikan karakter kepada para guru agama Hindu sesungguhnya upaya pembangunan di bidang nonfisik. Perlunya penyeimbangan antara pembangunan fisik dan nonfisik secara berkelanjutan sampai ke masa depan. Selain pendidikan karakter juga penting diteguhkan mengenai materi Pancasila, agar kehidupan bangsa Indonesia mencapai hidup yang sejahtera, bahagia, dan berkeadilan. Membangun nilai-nilai karakter sesuai filsafat Hindu dan sekaligus menanamkan nilai luhur Pancasila sebagai upaya positif guna menjadikan para guru agama Hindu sebagai pelopor dan pengabdi yang akan melahirkan generasi Hindu yang berkualitas, bertanggungjawab, dan memiliki ketahanan mental, moral spiritual, dan kepribadian yang mantap. Pendidikan karakter sesuai filsafat Hindu dimaksudkan untuk membangun kecintaan, ketulusan, kesetiaan, dan kesinambungan dedikasi dan loyalitas umat Hindu kepada agama Hindu sekaligus juga loyalitas kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia

    UPACARA MANENUNG MENURUT AGAMA HINDU KAHARINGAN DI DESA PETAK BAHANDANG KECAMATAN KURUN KABUPATEN GUNUNG MAS

    Get PDF
    Emosi keagamaan yang menyebabkan manusia mempunyai sikap dan perilaku yang serba religius merupakan suatu getaran yang menggerakkan jiwa manusia. Sistem keyakinan dalam suatu religius terwujud pikiran, moralitas dan gagasan manusia yang menyangkut keyakinan. Sistem ritus dan upacara dalam religi terwujud tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiannya terhadap Tuhan, Dewa-Dewi Nenek Moyang atau makhluk lainnya. Dalam sistem ritus dan upacaranya biasanya digunakan sasaran dan peralatan upacara. Upacara ritual merupakan bentuk dari kebudayaan yang telah mengalami perkembangan dan beradaptasi, tetapi  tidak mempengaruhi makna dan tujuan yang merupakan local genius atau kebudayaan setempat. Upacara ritual yang dilakukan dengan harapan apa yang menjadi keinginan dapat tercapai. Upacara Manenung yaitu melalui beberapa  tahapan, yaitu (1) Tahap pertama diawali dengan mendatangi Basir atau rohaniawan pelaksana upacara ritual Manenung dan dengan membawa  berbagai alat yang digunakan dalam proses upacara ritual tersebut. Ritual tersebut mengandung nilai pendidikan agama Hindu yaitu Tattwa , Susila, dan Upacara. Kendala yang dihadapi dalam menanamkan Nilai Pendidikan Agama Hindu dalam Upacara Manenung  menurut Umat Hindu Kaharingan di Desa Petak Bahandang Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas  yakni : (a) Adanya anggapan dari luar atau non Hindu bahwa Bahwa upacara-upacara ritual yang dilakukan sebagai adat budaya sehingga upacara Manenung  dikatakan sebagai adat budaya

    UPAYA GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN PENGENDALIAN DIRI SISWA DI SMK BHAKTI MULYA SAMPIT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

    Get PDF
    Penomena menggambarkan bahwa upaya remaja untuk mencapai moralitas dewasa dalam mengendalikan dirinya menghadapi gejolak keremajaannya sangat sulit. Salah satu yang sangat berperan adalah guru khususnya guru agama. Dimana guru agama harus berperan sebagai pembimbing dimana dia harus membimbing siswa-siswanya agar menjadi lebih baik dalam pergaulannya dimasyarakat sehingga anak didiknya dapat mencapai kedewasaan yang optimal. Guru agama harus mampu mencurahkan segala perhatiannya kepada anak didiknya di sekolah dalam hal mengatasi segala permasalahan yang dialami anak didiknya, sehingga siswa dapat tersadarkan bahwa pergaulan yang salah akan berdampak negatif bagi dirinya. Berangkat dari permasalahan diatas, maka yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah sistem pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, untuk mengetahui tentang upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh guru agama Hindu dalam meningkatkan pengendalian diri siswa serta untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat terhadap peningkatan pengendalian diri siswa di SMK Bakti Mulya Kabupaten Kotawaringin Timur

    KOMODIFIKASI PEMENUHAN JALAN HADAT PADA PERKAWINAN SUKU DAYAK NGAJU

    Get PDF
    Tulisan ini memiliki masalah pertama tentang Komodifikasi Pemenuhan Jalan Hadat pada Perkawinan Suku Dayak Ngaju dan kedua Dampak Komodifikasi Pemenuhan Jalan Hadat pada Perkawinan Suku Dayak Ngaju pada Generasi penerus, dengan mengunakan teori yang dikemukakan oleh Piliang tentang komodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komodifikasi yang terjadi pada pemenuhan Jalan Hadat pada Perkawinan suku Dayak Ngaju dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor masyarakat pendukung, faktor ekonomi dan faktor budaya dari ketiga faktor ini, dilakukan oleh pihak-pihak masyarakat dianggap kurang tepat, karena akan menimbulkan dampak negatif yang signifikan pada kehidupan generasi selanjutnya, walaupun juga terdapat dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat  yang bekerja dibidang penindustrian. Dampak negatif ini secara tidak sadar kita telah memutus tali pengetahuan generasi kedepan untuk mengetahui nilai-nilai luhur yang ada dalam simbol pemenuhan Jalan Hadat pada perkawinan suku Dayak ngaju.  Yang sepatutnya dijunjung tinggi karena menyimpan nilai budaya yang luhur yang patut dilestarikan bahkan dikenal dikalangan luar.  Sehingga dalam hal ini masyarakat harus sadar dan kuat untuk selalu berjalan dengan tradisi, budaya yang sejak dulu sudah ada hingga nilai dan unsur sejarah yang asli tetap menjadi terpelihara

    IMPLEMENTASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU

    Get PDF
    Seorang guru agama Hindu agar mampu menciptakan siswa yang berahlak mulia, memiliki pengetahuan dan sikap yang agamis,  mampu mempraktekannya dalam berkehidupan bermasyarakat. Terwujudnya guru agama Hindu yang mampu menerapkan manajemen pembelajaran meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan  dan pengevaluasian kegiatan yang berkaitan proses membelajarkan siswa. Guru agama Hindu perannya merencanakan pembelajaran, menyusun dan merancang perencanaan pembelajaran dengan baik dan tepat sasaran, membuat rumusan tujuan yang ingin capai, mampu menyusun materi dan membuat bahan pelajaran, menerapkan alat dan media yang tersedia, serta menentukan cara mengevaluasi. Perannya sebagai pengorganisasian pembelajaran mempunyai tugas untuk merancang dan berkreativitas mencari, mencipta, membuat sumber belajar dan digunakan dalam metode atau strategi pembelajaran. Perannya sebagai pelaksanaan pembelajaran mampu menjalankan dan melaksanakan kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Mampu menelaah keadaan siswa baik fisik dan Psikis siswa, menerapkan strategi dan metode pembelajaran dengan situasi dan kondisi tertentu, serta mampu menerapkan evaluasi yang baik dan benar sebagai umpan balik. Perannya sebagai mengevaluasi pembelajarannya, sehingga dapat mengetahui hasil belajar siswa agama Hindu yang sebenarnya, menjadi acuan mengetahui berhasil dan belum berhasilnya pembelajaran. Efek yang diharapkan bahwa guru agama Hindu mampu menganalisis system pembelajaran yang nantinya digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapka

    PESAN MORAL DALAM MITOS PERKAWINAN LELUHUR DAYAK NGAJU

    Get PDF
    Mitos perkawinan leluhurnya zaman dulu, bagi umat Hindu Dayak Ngaju sekarang dijadikan sebuah ilustrasi dalam menyikapi hidupnya sehari-hari guna mendekati kesempurnaan hidup. Atas kesadarannya sendiri umat Hindu Dayak Ngaju sampai sekarang, apabila   melangsungkan upacara pengesahan perkawinannya mengikuti tata cara yang telah ada atau menjadi tradisi setempat yakni yang dikenal dengan istilah pelek rujin pangawin. Pelek rujin pangawin ini tumbuh dan berkembang terutama dalam komunitas Hindu  Kaharingan terutama suku Dayak Ngaju dalam hal menata tatanan sosial dan membina masyarakatnya agar menjadi umat, individu yang berkarakter baik, memiliki religiusitas yang tinggi. Dengan memahami ide, makna cerita dalam mitos tersebut umat/masyarakat penganutnya memiliki kesadaran, menempatkanya sebagai umpan balik (put back), cerminan atau sebuah pembelajaran bahwa apabila melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan ( baik yang bersumber dari ajaran agama dan adat istiadat) akan mengakibatkan hal yang tidak baik pula, dan peneyesalan tidaklah mengubah hasil yang didapat. Agar mendapatkan sesuatu tentu harus dilakukan dengan cara yang baik pula. Petunjuk Tuhan yang Maha Esa (Ranying Hatalla) memerintahkan kepada umatnya agar melakukan perbuatan yang sesuai dengan firman-Nya, khususnya bagi orang yang menikah sejak awal merencanakan perkawinan dan selama menjalani hidupnya

    PENGGUNAAN AYAM DALAM UPACARA BHUTA YADNYA

    No full text
    One form of religious ritual and tradition in Balinese society that is still being carried out is the use of chicken animals in religious ritual activities. The use and function of chickens in various types of religious ceremonies is a kind of symbolization that is full of quite deep meanings. Symbolizing chickens in religious ceremonies is a religious culture that has been rooted in tradition for centuries. This is marked by a deep love of Balinese society for chickens as one of the animals that are considered to have sacred values. The presumption of the sacredness of chickens raises forms of intimacy that are not only metaphorical, but are filled with the value of relationships that are religious or sacred. Based on the explanation above, this research is directed to answer various formulations on how to use chicken in Bhuta Yadnya Ceremony and the meaning of using chicken in Bhuta Yadnya Ceremony. In general, this study aims to examine and understand the Bhuta Yadnya ceremony. This research uses qualitative research methods, while the data collection method used is the interview or interview method and the method of recording documents. And analysis of the data with descriptive analysis method with induction and argumentation techniques

    Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Hindu di Era Revolusi Industri 4.0

    Get PDF
    Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memaparkan pentingnya manajemen kinerja dalam penerapan pendidikan agama Hindu sebagai pendidikan yang menghasilkan pendidikan berkarakter. Pendidikan agama Hindu merupakan norma-norma yang digunakan sebagai dasar dalam menuntun umat manusia dalam bertingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran agama Hindu dengan selalu berbhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan penuh cinta kasih. Dari hasil paparan artikel ini didapat bahwa penerapan manajemen kinerja melalui pendidikan agama hindu dengan cara peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menerapkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran yang inovatif dan kreatif di era revolusi industri 4.0 &nbsp

    PEMANFAATAN SAINS DAN TEKNOLOGI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SUMBER DAYA UMAT HINDU

    Get PDF
    Perkembangan sains dan teknologi dewasa ini telah menuju pada suatu pendekatan akanperanan sains dalam menjelaskan fenomena spiritual. Toudam Damodara Singh Ph.D, seorangsaintis dan juga rohaniawan menyatakan dalam bukunya berjudul The Scientific Basic of KrishnaConsciousneess, menyebutkan bahwa ,”Hendaknya sains dijadikan sarana untuk menjelaskankeberadaan Tuhan (Krisna) dan bukannya menjadi semakin jauh dengan prinsip kesadaranmutlak”. (T.D. Singh. 2006). Kenyataannya, dalam beberapa bidang pengetahuan, ilmupengetahuan modern telah menemukan fakta-fakta yang sebelumnya sudah ada dalam literaturVeda ribuan tahun yang lalu.Perkembangan sains dan teknologi dewasa ini telah menuju pada suatu pendekatan akanperanan sains dalam menjelaskan fenomena spiritual. Toudam Damodara Singh Ph.D, seorangsaintis dan juga rohaniawan menyatakan dalam bukunya berjudul The Scientific Basic of KrishnaConsciousneess, menyebutkan bahwa ,”Hendaknya sains dijadikan sarana untuk menjelaskankeberadaan Tuhan (Krisna) dan bukannya menjadi semakin jauh dengan prinsip kesadaranmutlak”. (T.D. Singh. 2006). Kenyataannya, dalam beberapa bidang pengetahuan, ilmupengetahuan modern telah menemukan fakta-fakta yang sebelumnya sudah ada dalam literaturVeda ribuan tahun yang lalu

    ESENSI TRI HITA KARANA PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA HINDU

    Get PDF
    Tri Hita Karana merupakan konsep dasar yang mengharapkan manusia untuk menjaga hubungan diantara ketiga unsur sehingga dapat mencapai kebahagiaan. Ketiga unsur tersebut yaitu antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Parhyangan), antara manusia dengan sesamanya (Pawongan), antara manusia dengan lingkungannya (Palemehan). Kecenderungan manusia dewasa ini hanya mengejar materi dan itu dimaksudkan untuk dapat memenuhi kebahagiaan di dunia, sehingga hakekat dari kehidupan yang sejati sudah mulai tersingkirkan oleh ego untuk pemenuhan hal yang bersifat maya. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai hakekat penyebab kebahagiaan dan kedamaian dengan terus belajar dalam mengembangkan hal-hal yang mampu mengantarkan pada kebahagiaan dan kedamaian. Bahagia atau tidaknya seseorang tergantung dari pikiran dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi baik jasmani maupun rohani. Oleh karena itu Pikiran hendaknya selalu diarahkan dan dilatih serta dikontrol agar selalu berpikir yang baik. Beberapa esensi Tri Hita Karana sebagai aspek pembelajaran pendidikan agama hindu yaitu Esensi spiritual (Parhyangan) yaitu untuk selalu tulus ikhlas serta bersyukur atas apapun yang dialami; Esensi sosial (Pawongan) yaitu memupuk rasa cinta kasih dalam kehidupan masyarakat; Esensi Alam Lingkungan (Palemahan) yaitu menjaga lingkungan sekitar sehingga memberi manfaat bagi kehidupan mahluk

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇