E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    Efektifitas Pembelajaran Daring (online) pada mahasiswa Pasca Sarjana IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

    No full text
    Abstra

    Upacara Manyanggar pada Suku Dayak di Kabupaten Pulang Pisau

    No full text
    Upacara manyanggar adala

    MESAIBAN: TINJAUAN KONSEP PENDIDIKAN DALAM SEBUAH TRADISI

    Get PDF
    Today's developments seem to be fast and simple in getting things done, so they also have an impact on various parts of life. Someone tends to want something quickly, so that sometimes makes less patient in achieving something. Mesaiban traditions are increasingly rarely carried out, due to the habit of buying food at stalls that are so easily found quickly. This has an effect on the lack of education gained through this, mesaiban is loaded with education. Various efforts need to be made so that this tradition can survive and be comprehended comprehensively by various groups, especially Hindus. Mesaiban / ngejot is a term commonly used to express the implementation of daily yajna sesa with banana leaves as its base, rice, salt, side dishes, freshly cooked vegetables, water and incense as a tribute. The operation of the mesaiban can be interpreted as an expression of gratitude and form of stopping (Increasing Status) to animals that die while cooking or while doing activities. Banten saiban placed on plangkiran on the bed, cooking place, a place to store water or can also be aged, in the storage of rice or rice, home yard, monument, in place of sharpening stones (where sharpening kitchen utensils), in brooms (tools to sweep the dirt), in the place to pound the spice, bladed, where the mashing and collision. Education from the implementation of mesaiban namely Religious, Always Grateful, Ethical, Compassion, Respect and Tri Hita KaranaPerkembangan zaman dewasa ini terkesan cepat dan simpel dalam mendapatkan sesuatu, sehingga juga memberi dampak pada berbagai bagian dari kehidupan. Seseorang cenderung menginginkan sesuatu dengan cepat, sehingga terkadang menjadikan kurang sabar dalam mencapai sesuatu. Tradisi Mesaiban yang semakin jarang dilakukan, yang dikarenakan oleh kebiasaan untuk membeli makanan pada warung-warung yang begitu mudah ditemui secara cepat. Hal tersebut memberi pengaruh pada kurangnya pendidikan yang diperoleh melalui tersebut, Mesaiban sarat dengan pendidikan. Perlu dilakukan berbagai upaya sehingga tradisi ini tetap dapat bertahan dan dimaknai secara komprehensif oleh berbagai kalangan, khususnya umat hindu. Mesaiban/ngejot merupakan istilah yang lazim digunakan untuk mengungkapkan pelaksanaan dari yajna sesa yang dilakukan sehari-hari dengan daun pisang sebagai alasnya, nasi, garam, lauk-pauk, sayuran yang baru dimasak, air dan dupa sebagai upasaksi. Pelaksanaan Mesaiban dapat dimaknai sebagai ungkapan syukur dan bentuk penyupatan (Peningkatan Status) kepada binatang yang mati saat memasak maupun saat melakukan aktifitas. Banten saiban diletakkan  pada plangkiran di atas tempat tidur, ditungku atau tempat memasak, tempat menyimpan air atau bisa juga disumur, di penyimpanan beras atau nasi,  halaman rumah, tugu, ditempat batu pengasah (tempat mengasah alat-alat dapur), di sapu (alat untuk meyapu kotoran), di tempat menumbuk bumbu (cobek), dipisau, di tempat menumbuk dan tumbukannya. Makna Pendidikan dari pelaksanaan tradisi Mesaiban yaitu Religius, Senantiasa Bersyukur, Etika, Kasih sayang, Rasa Hormat dan Tri hita Karana

    PEMANFAATAN BLOG MEDIA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU

    Get PDF
    Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan setiap saat, sehingga berbagai informasi dapat diakses secara luas oleh setiap orang. Pemanfaatan TIK di Indonesia mengalami pertumbuhan dibergai sektor, salah satu indikator tersebut adalah pengguna internet meningkat setiap tahunnya yang menandakan betapa internet sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyaknya orang terhubung dengan internet,dunia pendidikan juga dapat memanfaatkannya sebagai media pembelajaran.Blogadalah salah satubagain integraldari TIK yang tehubung dengan internet yang merupakan layanan murah, efektif dan interaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran secara online oleh tenaga pendidik, karena pada sebuah konten blogdapat terjadi interkasi antara pemilik konten dan pengunjung blogsehingga akan terbangun hubungan timbal balik. Tidak hanya itu, seluruh informasiyang dibuat, diunggah (disimpan) juga dapat diakses dan dijadikan sumber belajar bagi masyarakat lua

    POLA TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA HINDU OLEH SRATI BANTEN DI KOTA PALANGKA RAYA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi pola transformasi Pendidikan Agama Hindu oleh sarathi banten di Kota Palangka Raya. Latar penelitian beranjak dari realita empirik Pendidikan Agama Hindu tidak hanya dilaksanakan didalam sekolah, tetapi dilaksanakan pula di luar sekolah. Pendidikan agama Hindu di luar sekolah secara nyata tersedia dalam ruang-ruang tradisional yang dapat dipergunakan sebagai pola transformasi Pendidikan Agama Hindu. Pola-pola transformasi pendidikan inilah kemudian dimanfaatkan oleh para sarathi banten di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.  Transformasi pendidikan agama Hindu yang dilakukan oleh sarathi banten di Kota Palangka Raya berdasarkan hasil analisis adalah dengan memadukan pola modern dan tradisional. Pola modern adalah dengan memberikan pelatihan secara formal, bekerjasama dengan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah atau Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), sedangkan pola tradisional melalui pelaksanaan ngayah dan matulungan/nguopin. Secara hakikat tujuan pola ini agar pendidikan Agama Hindu dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Bahkan secara teoretik penerapan pola tersebut sejalan dengan teori belajar konstruktivisme yang dikemukakan oleh Piaget.This study aims to elaboration the transformation patterns of Hindu Religious Education by Sarathi Banten in Palangka Raya. The preliminary of the research moved from the empirical reality of Hindu Religious Education not only carried out inside the school, but also carried out outside the school. Hindu religious education in school spaces is available in traditional spaces which can be used as a transformation pattern for Hindu religious education. It is these patterns of educational transformation that are then used by the Sarathi Banten in Palangka Raya, Central Kalimantan. The transformation of Hindu religious education carried out by Sarathi Banten in Palangka Raya based on the results of the analysis by combining modern and traditional patterns. The modern pattern is to provide formal training, working with Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah or Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), while the traditional pattern is through the implementation of ngayah (mutual cooperation) and matulungann/nguopin. The purpose of copyright for Hindu religious education can be in accordance with the desired goals. Meanwhile, the theory put forward by the constructivist learning theory put forward by Piaget

    Hukum Adat Masyarakat Hindu Asal Bali Sebagai Pedoman dalam Menjalankan Kehidupan Bermasyarakat dan Beragama di Desa Sebamban III Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Sistem hukum yang berlaku di Indonesia masih pluralistis dimana masih berlakubeberapa sistem hukum dalam masyarakat. Selain hukum positif juga diakui berlakunyahukum kebiasaan atau hukum adat di seluruh wilayah tanah air begitujuga di wilayahKalimantan khususnya bagi masyarakat Bali yang bermukim di wilayah Desa Sebambam IIIKecamatan Sungai Lobam Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Hal initentunya dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat kita yang sangat heterogen sehinggamasing-masing suku dan daerah memiliki adat istiadat serta hukum adatnya sendiri-sendiriyang diakui, dipatuhi sebagai sebuah norma yang turut mengatur kehidupan sosialmasyarakat adat.Pendekatan penelitian hukum empiris (sosiologis) khususnya kepadapenelitian hukum yang tidak tertulis dengan pendekatan penelitian diskriptif kualitatif.“Pendekatan atau metode kualitatif adalah metode yang mengungkap fakta-fakta secaramendalam berdasarkan karakteristik ilmiah dari individu atau kelompok untuk memahamidan mengungkap sesuatu dibalik fenomena”.Masyarakat Hindu di Desa Sebamban III Kecamatan Sungai Loban memiliki tradisihukum adat yang sampai saat ini masih dipertahankan keberadaannya dalam lingkunganmasyarakat yang berfungsi sebagai pengendali sosial masyarakat. Bentuk hukum kebiasaanadat tertuang dalam bentuk aweg-aweg atau aturan kebiasaan masyarakat Hindu asal Baliyang ada di desa Sembanbam III.Fungsi Awig-Awig bagi Masyarakat Hindu asal ProvinsiBali dalam Menjaga Ketertiban Bermasyarakat dan Beragama di Desa Sebamban IIIKecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu.Awig-awig tumbuh dari bawah yaitudari ketulusan masyarakat adat untuk kepentingan ketentraman dan keharmonisanmasyarakat adat itu sendiri.Sedangkan penerapan sanksi mengacu kepada moto “Desa mawa cara, negara mawatata” yang memiliki pengertian bahwa setiap tempat, masyarakat dan kaum memiliki caracaratersendiri dalam segala hal. Termasuk dalam waktu pelaksanaan penerapan sanksidalam awig-awig yaitu pada saat adanya kegiatan di Pura seperti rapat, gotong royong,ngayah maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Kelihan Desa bersamaseluruh anggota masyarakat yang beragama Hindu bahkan sanksi terberat sampai pemberiandenda berupa harta.Sistem hukum yang berlaku di Indonesia masih pluralistis dimana masih berlakubeberapa sistem hukum dalam masyarakat. Selain hukum positif juga diakui berlakunyahukum kebiasaan atau hukum adat di seluruh wilayah tanah air begitujuga di wilayahKalimantan khususnya bagi masyarakat Bali yang bermukim di wilayah Desa Sebambam IIIKecamatan Sungai Lobam Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Hal initentunya dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat kita yang sangat heterogen sehinggamasing-masing suku dan daerah memiliki adat istiadat serta hukum adatnya sendiri-sendiriyang diakui, dipatuhi sebagai sebuah norma yang turut mengatur kehidupan sosialmasyarakat adat.Pendekatan penelitian hukum empiris (sosiologis) khususnya kepadapenelitian hukum yang tidak tertulis dengan pendekatan penelitian diskriptif kualitatif.“Pendekatan atau metode kualitatif adalah metode yang mengungkap fakta-fakta secaramendalam berdasarkan karakteristik ilmiah dari individu atau kelompok untuk memahamidan mengungkap sesuatu dibalik fenomena”.Masyarakat Hindu di Desa Sebamban III Kecamatan Sungai Loban memiliki tradisihukum adat yang sampai saat ini masih dipertahankan keberadaannya dalam lingkunganmasyarakat yang berfungsi sebagai pengendali sosial masyarakat. Bentuk hukum kebiasaanadat tertuang dalam bentuk aweg-aweg atau aturan kebiasaan masyarakat Hindu asal Baliyang ada di desa Sembanbam III.Fungsi Awig-Awig bagi Masyarakat Hindu asal ProvinsiBali dalam Menjaga Ketertiban Bermasyarakat dan Beragama di Desa Sebamban IIIKecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu.Awig-awig tumbuh dari bawah yaitudari ketulusan masyarakat adat untuk kepentingan ketentraman dan keharmonisanmasyarakat adat itu sendiri.Sedangkan penerapan sanksi mengacu kepada moto “Desa mawa cara, negara mawatata” yang memiliki pengertian bahwa setiap tempat, masyarakat dan kaum memiliki caracaratersendiri dalam segala hal. Termasuk dalam waktu pelaksanaan penerapan sanksidalam awig-awig yaitu pada saat adanya kegiatan di Pura seperti rapat, gotong royong,ngayah maupun kegiatan-kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Kelihan Desa bersamaseluruh anggota masyarakat yang beragama Hindu bahkan sanksi terberat sampai pemberiandenda berupa harta

    Upacara Ngelangkang Pengaus Sebagai Wujud Yajna Umat Hindu Kaharingan Suku Dayak Lawangan

    Get PDF
    Suku Dayak Lawangan yang beragama Hindu Kaharingan memiliki suatu upacara kematian yang dilaksanakan setahun setelah upacara kematian yaitu upacara Ngalangkang yang memiliki arti untuk memperingati kematian dari keluarga yang meninggal dimana upacara Ngalangkang tersebut dilaksanakan setiap tahun sebanyak tiga tahun berturut-turut dan puncaknya yaitu ditahun ketiga yang merupakan Ngalangkang Pengaus atau Ngalangkang terakhir. Upacara Ngalangkang Pengaus merupakan penerapan ajaran Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa,  Susila, dan upacara. Nilai Tattwa terlihat dalam keyakinan umat Hindu Suku Dayak Lawangan tentang struktur Ketuhanan yang ada dimana segala sesuatu berasal dari Juss Tuha Allah Taala dan akan kembali kepada-Nya. Nilai Susila yang terkadung dalam Upacara Ngalangkang Pengaus yaitu sesuai dengan ajaran agama Hindu seperti ajaran Pitra Rna, Ahimsa, Punia, tidak boleh berjudi, tidak boleh Mada dan tidak boleh Sastraghana. Nilai upacara yang terkandung dalam Upacara Ngalangkang Pengaus adalah keterampilan dalam Pander Jampa dan juga keterampilan dalam membuat sarana-sarana yang digunakan dalam upacara. Upacara Ngalangkang Pengaus pada umat Hindu Suku Dayak Lawangan dalam Panca Yajna merupakan implementasi dari semua ajaran Panca Yajna yaitu ajaran Dewa Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna dan BhutaYajna, namun yang paling utama Upacara Ngalangkang Pengaus merupakan bentuk penerapan dari Pitra Yajna. Kata Kunci: Ngalangkang Pengaus, Panca Yajna, Hindu Kaharingan Dayak Lawanga

    PENERAPAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU KELAS V DI SDN DAMPELAS

    Get PDF
    Pembelajaran yang kreatif tercipta apabila guru mampu untuk merubah paradigma pembelajaran menuju ke pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student centered learning). Proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Sekolah Dasar yaitu SDN 15 Dampelas Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah situasi dalam kelas kurang kondusif dan suasana pembelajaran terlihat tidak efektif. Guru dalam menjelaskan materi masih menggunakan metode yang konvensional yaitu ceramah, dan sangat sedikit diselingi dengan pengajuan pertanyaan dan tdak mendapat respon maksimal dari siswa. Penerapan metode Student Team Achievement Divisions (STAD), akan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Berdasarkan pelaksanaan siklus I dan II diperoleh bahwa aktifitas guru meningkat dari 75% menjadi 95,83%, sehingga pada siklus II sesuai dengan observasi yang dilakukan mengalami peningkatan sebesar 20,83%. Sedangkan pencapaian aktivitas siswa pada saat mengikuti pembelajaran siklus I mencapai 63,64%, meningkat menjadi 90,91%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 27,27%. Pada siklus II aktivitas guru dan siswa berada dalam kriteria sangat baik dimana 75% < NR ≤ 100%. Oleh karena itu penerapan metode STAD dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu khususnya materi catur guru dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V SDN DampelasPembelajaran yang kreatif tercipta apabila guru mampu untuk merubah paradigma pembelajaran menuju ke pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student centered learning). Proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu pada Sekolah Dasar yaitu SDN 15 Dampelas Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah situasi dalam kelas kurang kondusif dan suasana pembelajaran terlihat tidak efektif. Guru dalam menjelaskan materi masih menggunakan metode yang konvensional yaitu ceramah, dan sangat sedikit diselingi dengan pengajuan pertanyaan dan tdak mendapat respon maksimal dari siswa. Penerapan metode Student Team Achievement Divisions (STAD), akan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Berdasarkan pelaksanaan siklus I dan II diperoleh bahwa aktifitas guru meningkat dari 75% menjadi 95,83%, sehingga pada siklus II sesuai dengan observasi yang dilakukan mengalami peningkatan sebesar 20,83%. Sedangkan pencapaian aktivitas siswa pada saat mengikuti pembelajaran siklus I mencapai 63,64%, meningkat menjadi 90,91%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 27,27%. Pada siklus II aktivitas guru dan siswa berada dalam kriteria sangat baik dimana 75% < NR ≤ 100%. Oleh karena itu penerapan metode STAD dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu khususnya materi catur guru dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V SDN Dampela

    CARA DAN MANFAAT PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DI KELAS

    Get PDF
    Education process changes through perfection process which is done by stakeholders every certain decade. This is a concrete effort from government in order to give education service for people maximally. Why is it so? Improving quality of education at school should be in line with technology improvement which is getting sophisticated that provides both old and latest knowledge. Learning knowledge in class needs to use series of media tools of technology that makes work more effective and efficient. Using learning media as a learning support will be effective if the teacher has a creativity to use the appropriate learning method. Using learning media in class is useful for students to create fun, interesting and exciting learning therefore the students can actively study better. Learning media can represent what teacher feels less says through certain words or sentences. Even the absurdity of material can be completed by the existence of learning media. Therefore creating fun learning and omitting unpleasant process can improve learning motivation of student in class

    PERAN PENYULUH AGAMA HINDU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANTI RADIKALISME

    Get PDF
    Radicalism is a violent that act commited in an attempt to instill a certain understanding or against the government. Radicalism has adverse effect on humans till nature. Radicalism also violates human rights, as well as ini acts that use dangerous weapons, radicalism causes natural destruction. Based on fact that radicalism is extremely dangerous, the prevention of radicalism is the responsibility of all parties. In the Hindu religion community, there is a known by existence of religious counselor of Hindu. The Hindu counselor is someone who proclaimed the Vedic scriptures to the Hindus. Relevant to the goal of Hindu religion, which is to achieve a happy life for all creatures, the Hindu religious instructors are required to convey the teaching of Hindu religion that is useful to solve various problems of human life. Similiarly, in the prevention of radicalism. The participation of Hindu counselors are expected to form the character of anti-radicalism by practicing the practical teaching of Hinduism as a guide of life. Moreover, the participation of Hindu counselors are as well as a carrier of knowledge and national insight to enhance the love of the country

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇