E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    Criminal Action Of Corruption in The Hindu View

    Get PDF
    Corruption is a crime that is likened to a chronic disease, difficult to eliminate. Hindus perceive acts of corruption as violating the Tri Kaya Parisudhaconcept of thinking, saying and doing good. Acts of corruption are also part of the Panca Ma, namely five actions that can keep people from the path of dharma. Panca Maconsists of Madat(addict), Memunyah(drunk), Memotoh(gambling), Madon(playing woman), and Mamaling(stealing/corruption). In addition, corruption also violates the concept of Catur Purusa Artha, namely the four goals of human life consisting of dharma/truth, artha/treasure, kama/desire and moksa/Brahmannature. Where corruption has violated the dharmato get wealth. The act of corruption is caused by the fact that it has entered Kaliera, one of which is corruption everywhere. Another cause is the inability of humans to control Sad Ripu, namely six enemies within themselves, which consist of Kama(desire), Lobha(greedy), Krodha(angry), Moha(confused), Mada(intoxicated), and Matsarya(spiteful). The impact of acts of corruption such as an unhappy and ordeal life will be felt by the perpetrator, his family and his offspring. Moksaas the ultimate goal of human life certainly will not be achieved. All that is the work of the law of karmaor the law of cause and effect, the size of an action will bear fruit

    Aborsi dalam Pandangan Norma Agama Hindu

    Get PDF
    Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi di era global, yang membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat di Bali, baik dampak negatif maupun dampak positif. Salah satu sisi negatif yang ditimbulkan oleh perkembangan zaman tersebut adalah tindak pidana Aborsi yang marak dilakukan oleh remaja dan wanita dewasa baik yang menikah maupun belum menikah. Kelahiran anak yang seharusnya dianggap sebagai suatu anugerah yang tidak terhingga dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai sang pencipta justru dianggap sebagai suatu beban yang kehadirannya tidak diinginkan. Melakukan Aborsi dan  membuang bayi merupakan pilihan bagi perempuan dan atau laki-laki guna menutupi aib karena hamil diluar pernikahan. Tindakan ini tidak hanya karena niat menutupi aib tetapi berkaitan  pula dengan budaya kematian. Dalam artian ada konfrontasi antara harapan agama yang menghargai kehidupan dengan kenyataan yang berlangsung dalam masyarakat yakni manusia dengan mudah menghilangkan nyawa orok atau bayi yang tidak berdosa, bahkan nyawanya sendiri guna manutupi aibnya

    PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT HINDU DALAM PENEGAKAN KEGIATAN BANJAR ADAT DI DESA SIDOREJO KECAMATAN TAMBAN CATUR KABUPATEN KAPUAS

    Get PDF
    Abstract The purpose of this research was to explain the social behavior of Hindu community in the midst of Banjar Adat’s life. Community life between members of the community and its social groups affects each other. Members of the community are required to live peacefully together with the development of the times that are coupled with social changes as a result of modernization. Social norms and legal norms are expected to accompany the current development in the pattern of community relations. Social action theory was used to analyse the social behavior of the community with its attention on goal-oriented action and the motivation of the subject. Systems theory was used to analyse that life was a system, both in the context of micro (microcosm/ human) and macro (macrocosm/ the universe). Qualitative methods were used to reveal and understand something behind the phenomenon that occured. Social behavior of the community was held on the activities of Banjar Adat with Hindu community activities conducted by social interaction in the form of mutual assistance and cooperation which was also influenced by the rules imposed such as customary rules that people often knew with the name Awig-Awig to maintain the balance of human life both among human beings, between society and with natural environment. Every social behaviour of community members affected the social interaction of Banjar Adat. The pattern of relationship in the community was conducted based on mutual agreement that contained in the Awig-Awig norm.Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perilaku sosial masyarakat Hindu di tengah-tengah kehidupan Banjar Adat. Kehidupan bermasyarakat antara anggota masyarakat dengan kelompok sosialnya saling mempengaruhi. Anggota masyarakat dituntut untuk hidup bergaul secara damai seiring perkembangan jaman yang dibarengi dengan perubahan-perubahan sosial sebagai akibat adanya modernisasi. Norma sosial dan norma hukum diharapkan mampu mengiringi perkembangan jaman dalam pola hubungan hidup masyarakat Teori tindakan sosial digunakan menganalisis perilaku sosial masyarakat dengan perhatiannya tertuju pada tindakan yang berorientasi tujuan dan motivasi pelaku. Teori sistem digunakan untuk menganalisis bahwa kehidupan ini adalah sebuah sistem, baik dalam konteks mikro (mikrokosmos/manusia) maupun makro (makrokosmos/alam jagad raya). Metode Kualitatif digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang  terjadi. Perilaku sosial masyarakat tersalurkan pada kegiatan Banjar Adat dengan aktivitas masyarakat Hindu dilakukan dengan interaksi sosial dalam wujud gotong royong dan kerjasama yang juga dipengaruhi oleh aturan yang diberlakukan seperti aturan adat yang sering kita kenal dengan nama Awig-Awig untuk menjaga keseimbangan hidup manusia baik antar manusia, antar masyarakat dan dengan alam lingkungan. Setiap perilaku sosial anggota masyarakat mempengaruhi interaksi sosial yang ada pada Banjar Adat. Pola hubungan dalam masyarakat dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama terwadahi dalam norma awig-awig

    KOSMOLOGI HINDU DALAM TEKS PURWA BHUMI KAMULAN

    Get PDF
    Pengetahuan tentang penciptaan alam semesta atau Kosmologi banyak terdapat dalam karya sastra Jawa Kuna yang sangat penting dikaji agar umat Hindu mengetahui secara mendalam mengenai Kosmologi yang terdapat dalam karya sastra Jawa Kuna.  Salah satu karya sastra Jawa Kuna yang mengandung pengetahuan Kosmologi adalah Purwa Bhumi Kamulan. Purwa Bhumi Kamulan termasuk kelompok lontar Tattwa. Lontar ini berisi ajaran tentang penciptan dunia yang diuraikan secara mitologis. Seluruh ajarannya bersifat siwaistik. Proses penciptaan yang diuraikan pada Purwa Bhumi Kamulan dimulai dari Bhatari Uma lahir dari pergelangan kaki Bhatara Guru. Dari kekuatan yoga Bhatara dan Bhatari, lahirlah para Dewata, Panca Rsi, Sapta Rsi sebagai isi dunia ini. Setelah itu barulah dunia ini diciptakan. Pemeliharaan (stithi) dalam teks Purwa Bhumi Kamulan ketika manusia harus senantiasa harus melakukan pemujaaan-pemujaaan kepada Bhatara-Bhatari agar terjadinya keseimbangan dalam dunia ini dan peleburan (pralina) dalam teks Purwa Bhumi Kamulan ketika Selain itu Bhatari Durga juga memakan manusia sebagai upah telah menciptakan dunia ini akan tetapi tidak semua manusia yang ada di dunia ini yang dimakan oleh Bhatari Durga. Adapun manusia yang dimakan dengan enaknya oleh Bhatari Durga, tidak lain yang dimakan adalah orang yang lahir pada Wuku Carik, yaitu orang yang lahir pada Wuku Wayang, lahir kembar siam (kadana-kadini), bersaudara lima, tunas tunggul (tunggak wareng), unting-unting

    ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DAPAT MENYEBABKAN SEORANG BERPOTENSI MELAKUKAN BUNUH DIRI

    Get PDF
    Mental disorders are psychological or behavioral patterns that are generally related to mental disorders or mental disorders that are not considered as a normal human development. Mental disorders according to the Islamic religion the development of self-potential in humans in the context of devotion to Allah SWT and his religion to get a calm and happy soul with the perfection of faith in worship. Therefore our aim is to conduct research 1) to find out the cause of an increase in mental illness cases 2) to find out the causes and factors in mental disorders 3) to provide solutions in cases of mental disorders

    Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Terhadap Perolehan Hak Atas Tanah Adat

    Get PDF
    Atikel ini bertujuan untuk mengetahui pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat terhadap perolehan hak atas tanah adat. metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif, menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik analisis bahan hukum yakni deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini meliputi, pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat telah sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia yang berdasarkan UUD 1945, baik dari sisi filosofis, sosiologis dan yuridis. Peran pemerintah daerah untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat dalam bidang pertanahan meliputi membuat peraturan daerah yang berhubungan dengan masyarakat hukum adat, melakukan harmonisasi peraturan daerah yang bertentangan dengan kepentingan pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat, dan mencabut atau merubah peraturan daerah yang bertentangan dengan tujuan politik hukum masyarakat ada

    MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER

    Get PDF
    Manajemen merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Unsur manusia berkembang menjadi suatu bidang Ilmu Manajemen yang disebut dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Pendidikan Karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan karakter. Pendekatan Pendidikan Karakter. Pengembangan Karakter, dikembangkan melalui tahapan pengetahuan, pelaksanaan, dan kebiasaan. Pengembangan Karakter yakni mengembangan moral knowing, kemudian moral feeling, dan moral action, maka akan semakin membentuk karakter yang baik atau unggul/tangguh

    PROSES PENYUSUNAN SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI KALIMANTAN TENGAH

    Get PDF
    Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan tentang isi dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Pendidikan yang berkualitas adalah salah satu cara untuk meningkatkan daya saing sebuah bangsa yang kita sadari pendidikan memiliki peran sangat penting. Proses Penyusunan Soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional adalah sebuah evaluasi yang dilakukan pemerintah Indonesia, dituangkan pada sistem pendidikan nasional dengan aturan penilaian yang jelas, digunakan untuk penentuan kelulusan peserta didik pada satuan pendidikan. Proses penyusunan soal ujian nasional, pemerintah melalui kementerian pendidikan dengan ketetapan aturan pada Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN) telah ditetapkan bahwa 25 % soal dibuat oleh pusat dan 75 % soal buat didaerah. Aturan ini merupakan aturan yang baku, dimana daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi bekerjasama dengan Kementerian Agama Provinsi dalam penyususan dan perakitan soal pusat. Daerah dibantu oleh Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) baik itu ditingkat SMP dan SMA/K, dengan memperhatikan Kisi-kisi soal yang telah ditetap oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Setelah tersusun, soal akan dimasukan ke aplikasi server dinas pendidikan Provinsi/Kabupaten berlanjut ke tutor masing-masing disetiap satuan pendidikan. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Pendidikan Agama Hindu merupakan sistem pelaksanaan ujian yang dielenggarakan berdasarkan aturan POS UN, jenjang yang melaksankan ujian ini yaitu Tingkat Sekolah Dasar, Tingkat Menengah, dan Tingkat Menengah. Kalimantan Tengah merupakan salah satu dari beberapa provinsi di Indonesia yang menerapkan pelaksaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, dikelola langsung oleh dinas pendidikan provinsi Kalimantan Tengah, salah satu pembelajaran yang diujikan yaitu pendidikan agama Hindu

    PERAN DAN TANTANGAN ORANG TUA DALAM MENGAJARKAN TAT TWAM ASI PADA ANAK DI DESA LEMBAH MUKTI

    Get PDF
    Ajaran agama yang didapat dalam lingkungan sekolah dan keluarga belum sepenuhnya dapat melahirkan karakter dan tingkah laku siswa yang baik karena lingkungan masyarakat juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan anak. Akan tetapi orang tua dalam lingkungan keluarga memegang peranan yang sangat penting agar anak dapat mengimplementasikan ajaran Tat Twam Asi. Oleh karena itu dibutuhan upaya yang maksimal agar orang tua memiliki waktu dalam mengarahkan dan membimbing anak. Peran yang telah dilakukan oleh orang tua di Desa Lembah Mukti sehingga anak-anak dapat menerapkan ajaran Tat Twam Asi yaitu Orang Tua Sebagai Pengasuh Dan Pendidik Anak, Orang Tua Suri Tauladan Dalam Keluarga, orang tua sebagai pembentuk Disiplin Anak. Tantangan yang di hadapi orang tua agar anak dapat menerapkan ajaran Tat Twam Asi adalah Minimnya waktu bercerita dengan anak, Pengaruh Lingkungan Sekitar, Dampak Negatif IPTE

    Strategi, Peluang dan Tantangan Membangun Kerukunan Pemuda Di Era Milenial

    Get PDF
    Abstract; Harmony becomes important in people's lives, especially in conditions of heterogeneous societies such as Indonesia, living in harmony in the community becomes a mandatory thing that must be in the midst of society. Indonesia, which consists of various tribes, religions and cultures, has tremendous potential for conflict if each individual cannot mature in understanding the reality of diversity. This research uses qualitative research methods, namely researchers conduct observations directly in the field, using various methods in data mining in the field such as interviews, observation, documentation, and data analysis. The object of research in this study is the East Java Inter-Religious Youth Communication Forum (FORKUGAMA), the interfaith youth forum that is interesting to study in the midst of the condition of the community that is being intensely examined with various SARA issues in recent years. In this study there were several findings that researchers found in the field including the strategies carried out by youth in building harmony, there were 4 points namely, strengthening social media networks, building interfaith youth discussion forums, instilling tolerance values ​​early and multiplying moderate narratives in religious. To realize this strategy, the community has important capital in building harmony, namely cultural factors, national factors, the role of religious elites, the role of politicians and the government, but there are also inhibiting factors in building harmony between the factors of political competition, the establishment of synagogues, abuse of religious symbols, deviant religious ideas, economics and public welfare and excessive modernization.Abstrak; Kerukunan menjadi hal penitng dalam kehidupan masyarakat, terlebih dalam kondisi masyarakat yang heterogen seperti Indonesia, hidup rukun bermasyarakat menjadi hal wajib yang harus ada di tengah-tengah masyarakat. Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama dan budaya memiliki potensi konflik yang luar biasa jika masing-masing individu tidak bisa dewasa dalam memahami realitas keberagaman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni peneliti melakukan observasi ke lapangan secara langsung, dengan menggunakan berbagai metode dalam penggalian data diantarnaya seperti wawancara, observasi, dokumentasi, serta analisa data. Adapun objek penelitian dalam penelitian ini adalah Forum Komunikasi generasi Muda Antar Umat Beragama (FORKUGAMA) Provinsi Jawa Timur, forum pemuda lintas agama ini menarik untuk diteliti di tengah-tengah kondisi masyarakat yang sedang intens diuiji dengan berbagai isu SARA d alam beberapa tahun terakhir ini. Dalam penelitian ini ada beberapa temuan yang peneliti temukan di lapangan diantaranya terkait dengan strategi yang dilakukan oleh pemuda dalam membangun kerukunan, ada 4 point yakni, perkuat jaringan media sosial, membangun forum diskusi pemuda lintas agama, menanamkan nilai toleransi sejak dini serta perbanyak narasi moderat dalam beragama. Untuk mewujudkan strategi tersebut masyarakat telah memiliki modal penting dalam membangun kerukunan, yakni faktor budaya, faktor berbangsa, peran elit keagamaan, peran politisi dan pemerintah, akan tetapi ada pula faktor penghambat dalam membangun kerukunan diantarnya faktor persaingan politik, pendirian rumah ibadat yang sering ricuh, penyalahgunaan simbol agama, faham keagamaan yang menyimpang, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dan modernisasi yang berlebihan

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇