E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    Problematika Pernikahan Generasi Milenial Terhadap Kasta Di Bali

    Get PDF
    Catur Warna is four things that become a choice of life in the classification of society based on one's talent (expertise)/ expertise and skills (karma)/profession. But the invaders exploited the innocence of the community by giving a wrong understanding about the classification of this society. Castes is used by using varna chess which in its application is very different from the meaning in the scriptures. This misunderstanding continues to this day which causes a lot of disputes that occur in the Balinese Hindu community due to the lack of understanding and knowledge of studying the Scriptures. But as the development of civilization and technology does not make this a complicated thing, because everyone can easily get information. In this sophisticated era, there are no difficult boundaries, including those living in this era, known as the millennial era, where all groups have interconnected with one another. Related to making it easier for generations to find successful friends both online and offline, there is no limit to the distance of all easily obtained but the customs and customs that are still needed to be a challenge. There are still many who uphold the cultural heritage to this day which makes castes and varna a challenge that continues to occur today. the existence of this castes is also not a fateful thing because it has ingrained with the identity and characteristics of the area of ​​origin by not applying the principle of ruling castes.Catur varna adalah empat hal yang menjadi pilihan hidup dalam penggolongan masyarakat berdasarkan bakat (guna)/keahlian dan keterampilan (karma)/profesi seseorang. Namun para penjajah memanfaatkan kepolosan masyarakat dengan memberikan pemahaman yang salah tentang penggolongan masyarakat ini. kasta digunakan dengan menyerupai catur varna yang dalam penerapannya sangat berbeda jauh dengan makna yang ada dalam kitab suci. Kesalahpahaman ini terus berlanjut hingga saat ini yang menyebabkan banyak pertentangan yang terjadi di masyarakat hindu bali karena kurangnnya pemahaman dan ilmu mempelajari kitab suci. Namun seiring perkembangan peradaban dan teknologi tidak menjadikan hal ini menjadi hal yang terlalu rumit, karena semua orang bisa dengan mudah mendapatkan informasi. Di era yang serba canggih ini tak ada batasan-batasan yang mempersulit keadaan termasuk kalangan yang hidup di era ini yang dikenal dengan era milenial dimana semua kalangan telah saling terkoneksi satu dengan yang lainnya. Termasuk memudahkan generasi milenial dalam menemukan teman hidupnya baik online maupun offline, tak ada batasan jarak semua dengan mudah didapatkan akan tetapi adat dan istiadat yang masih berlaku terkadang menjadi hambatan. Masih banyak yang menjunjung tinggi budaya warisan hingga saat ini yang menjadikan kasta dan varna menjadi permasalahan yang terus-terusan terjadi hingga saat ini. adanya kasta ini juga bukan merupakan suatu hal yang fatal karena hal ini sudah mendarah daging dengan jati diri dan ciri-ciri daerah asal dengan tidak menerapkan prinsip yang berkasta yang berkuasa

    Eksistensi Dharmagita di Era Milenial

    No full text
    t

    Kebijakan dan Peraturan Pemerintah Pada Masa Pandemi Covid-19 Dalam Rangka Penegakan Hukum (Law Enforcement)

    Get PDF
    Artikel Ilmiah ini menganalisis mengenai langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah pada masa Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini. Melalui metode deskriptif kualitatif dimana penulis menggambarkan fakta dan fenomena yang terjadiserta menyelaraskan dengan nilai dan kaidah yang terkandung dalam makna Penegakan Hukum (Law Enforcement). Pandemi Covid-19 perlu mendapatkan  penanganan yang serius  dari seluruh lapisan baik dari Pemerintah sampai dengan masyarakat.  Pemerintah dituntut untuk seger mengambil sikap dalam rangka penanganan pandemi ini dengan meminimalisir timbulnya permasalahan baru. Masyarakat juga diharapkan memiliki budaya kepatuhan terhadap hukum sehingga penegakan terhadap kebijakan dan peraturan pemerintah bisa berjalan dengan baik dan efektif

    Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Dalam Menciptakan Pemerintahan Yang Baik

    Get PDF
    Arikel ini bertujuan untuk mengetahui kewajiban dan larangan pegawai negeri sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dalam menciptakan pemerintahan yang baik, metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif, mengkaji dari sisi peraturan perundang-undangan dan konseptual terkait kewajiban dan larangan pegawai negeri sipil dalam menciptakan pemerintahan yang baik. Kajian ini menggunakan Bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Analisis bahan hukum menggunakan teknik deskriptif analistik, agar bisa menjawab permasalahan dan bisa diambil suatu kesimpulan. Hasil penelitian ini meliputi pelaksanaan kewajiban dan larangan pegawai negeri sipil dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik dengan cara mematuhi dan menjauhi larangan pegawai negeri sipil, dan menerapkan faktor-faktor yang mempengaruhi pegawai negeri sipil dalam menjalankan kewajiban dan larangan guna mewujudkan pemerintahan yang baik dan mengguunakan managemen pegawai negeri sipil secara profesional dan akuntabel

    Etika Interaksi Pada Era New Normal Di Desa Basarang Jaya

    No full text
    Dewasa ini seluruh lapisan masyarakat dunia sedang berhadapan dengan perubahan pola hidup di masa pandemi covid 19, pemerintah mengajak semua masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Pemerintah menerapkan dan melaksanakan era baru yang disebut dengan “Era New Normal”. Permasalahan yang diajukan adalah Bagaimanakah etika interaksi sosial umat Hindu era new normal di desa Basarang Jaya? Teori yang digunakan konstruktivisme dan Interaksional Simbolik. Rancangan menggunakan metode deskriftif kualitatif, dengan data berupa kata-kata dan tindakan serta dokumen. Sumber data primer dan skunder. Informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan observasi, wawancara dan dokumen, Teknik analisis data analisis mengalir ,analisis data selama pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi atau menarik kesimpulan. Etika interkasi sosial pada masa penerapan era new normal yakni menerapkan pelaksanaan protokol kesehatan, hal ini disebabkan oleh masyarakat umat Hindu yakin masalah kesehatan menjadi hal yang penting dan prinsip. Penerapan secara maksimal akan mengurangi penularan pandemi covid 19. Etika kehidupan bermasyarakat terbentuk melalui proses interaksi dan komunikasi antar individu dan antar kelompok dengan menggunakan simbol-simbol kesehatan yang harus dapat dipahami maknanya, etika dalam berinteraksi seperti tidak melakukan jabat tangan, hanya dengan salam melipat tangan, tetap menghormati dan menghargai dengan menjaga jarak, tidak hadir dalam kerumunan, tidak menggunakan air bekas orang lain ketika mencuci tangan, menghindari makanan yang dapat menimbulkan alergi serta harus istirahat yang cukup selama penerapan era new normal dengan cara belajar dari pengalaman orang lain dan ini harus dilakukan secara berkesinambungan dalam masyarakat umat Hindu di desa Basarang Jaya

    PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: FILTRASI AKSELERASI INFORMASI DALAM BERKOMINKASI DI MEDIA SOSIAL

    Get PDF
    Di era 4.0 arus berbagai informasi media sosial semakin deras seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hadirnya media sosial bertujuan mengatasi berbagai persoalan kehidupan sosial. Tetapi kehadirannya juga disinyalir memunculkan berbagai persoalan baru yang dapat mengkoyak tatanan kehidupan sosial suatu bangsa. Penggunaan media sosial yang tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup dapat membawa penggunanya menjadi pribadi yang terikat dengan dunia maya dan bahkan menjadi individualisme. Media sosial juga dapat dijadikan lahan hanya untuk mengeruk keuntungan tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkan, seperti penipuan, prostitusi, pornografi, penjualan manusia dan lainnya. Tidak hanya itu, masyarakat media sosial juga mudah terprovokasi oleh isu-isu sensitif yang tidak hanya berdampak pada individu pengguna, tetapi mengancam keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintah sudah berupaya dengan membuat peraturan perundang-undangan untu mengatur pengguna daring termasuk pengguna media sosial, tetapi tetap saja isu-isu sensitif bertebaran baik berupa video maupun tulisan. Tidak berhenti sampai disitu pemerintah juga pernah menutup penggunaan media sosial tertentu dan memperlambat akses ke media sosial untuk meredam persoalan sosial yang terjadi ditengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa tidak hanya pemerintah, tetapi pengguna sosial perlu mendapat perhatian agar memiliki pengetahuan dan menumbuhkan rasa peduli terhadap keutuhan bangsa yang multikultural melaui pendekatan literasi media sosial, pendidikan karakter, dan pendidikan agama yang berwawasan multikultural

    Perencanaan Pembelajaran dan Pengaruhnya Terhadap Kompetensi Guru Pendidikan Agama Hindu

    Get PDF
    Learning planning is a set of plans and arrangements for learning activities, which contain objectives, materials, learning tools and infrastructure, approaches, strategies or evaluation of results and learning processes used as guidelines in learning on the achievement of learning objectives. Learning planning can provide benefits including facilitating the preparation of learning and facilitating the development of active, creative, effective and enjoyable learning so that it will improve teacher competence. The purpose of this study was to analyze how the implementation of learning planning affects the competence of Hindu religious education teachers. This study uses a qualitative research approach to the type of library research (Library Research). The results of the study show that learning planning is very important for the course of learning because it is a guide for teachers in implementing learning because with good learning planning will implement learning run well that will have an impact on increasing four teacher competencies including pedagogical competence, personality competence, social competence, and professional competence.Perencanaan pembelajaran merupakan seperangkat rencana dan pengaturan kegiatan pembelajaran, yang berisi tujuan, materi, sarana dan prasarana pembelajaran, pendekatan, strategi serta evaluasi hasil dan proses pembelajaran dijadikan pedoman dalam pembelajaran dalam usaha pencapaian tujuan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dapat memberikan manfaat antara lain memudahkan pembuatan persiapan pembelajaran dan memudahkan pengembangan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga akan meningkatkan kompetensi guru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana implementasi perencanaan pembelajaran berpengaruh terhadap kompetensi guru pendidikan agama Hindu. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian menunjukan Perencanaan pembelajaran sangat penting bagi berjalannya pembelajaran karena sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran, karena dengan perencanaan pembelajaran yang baik akan membuat pelaksanaan pembelajaran berjalan baik yang akan berdampak meningkatnya empat kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional

    SUMBER SANSEKERTA TEKS SIWARATRIKALPA

    Get PDF
    Teks Siwaratrikalpa seringkali dijadikan bahan diskusi, rujukan pelaksanaan brata siwaratri terutama oleh masyarakat Hindu di Bali maupun di Lombok. Diskusi tentang siwaratrikalpa seringkali menyisakan berbagai pertanyaan di seputar implikasi pelaksanaan brata siwaratri. Sejumlah pertanyaan  yang dimaksud antara lain: apakah dosa bisa ditebus? Apakah tokoh Lubdaka itu papa atau dosa? Apakah Mpu Tan Akung pengarang cerita Lubdaka untuk tujuan mengambil hati Ken Arok?, Apakah cerita Lubdhaka ciptaan Mpu Tanakung?; Apa fungsi cerita Lubdhaka dalam konteks hari suci Śiwaratri?; Bagaimanakah pelaksanaan brata Šiwaratri sesuai dengan tuntunan kitab suci. Sederet pertanyaan ini adalah pertanda pentingnya penelitian tentang teks Siwaratri. Guna menerangjalaskan jawaban pertanyaan di di atas, akan diteliti sejumlah sumber Sanskerta, maupun kawi terkait dengan teks Siwaratrikalpa. Penelitian ini memakai pendekatan studi teks, baik teks Purana, maupun teks berbahasa Kawi. Dua sumber ini diharapkan dapat menerangjelaskan pertanyaan di atas. Penelusuran sejumlah sumber Sanskreta menemukan, empat purana terkait dengan teks Siwaratrikalpa. Empat purana yang dimaksud adalah: Padma Purāņa, Šiwa Purāna, Skanda Purāna dan Garuda Purāna. Esensi empat purana ini menjelaskan kekejaman, kekilapan, seorang penjahat yang berujung pertobatan, dapat mengantarkan pencapaian kebenaran. Kesadaran dan pertobatan dapat mengembalikan manusia pada jalan kebenaran mencapai alam Siwa, adalah esensi ajaran brata Siwaratri.Teks Siwaratrikalpa seringkali dijadikan bahan diskusi, rujukan pelaksanaan brata siwaratri terutama oleh masyarakat Hindu di Bali maupun di Lombok. Diskusi tentang siwaratrikalpa seringkali menyisakan berbagai pertanyaan di seputar implikasi pelaksanaan brata siwaratri. Sejumlah pertanyaan  yang dimaksud antara lain: apakah dosa bisa ditebus? Apakah tokoh Lubdaka itu papa atau dosa? Apakah Mpu Tan Akung pengarang cerita Lubdaka untuk tujuan mengambil hati Ken Arok?, Apakah cerita Lubdhaka ciptaan Mpu Tanakung?; Apa fungsi cerita Lubdhaka dalam konteks hari suci Śiwaratri?; Bagaimanakah pelaksanaan brata Šiwaratri sesuai dengan tuntunan kitab suci. Sederet pertanyaan ini adalah pertanda pentingnya penelitian tentang teks Siwaratri. Guna menerangjalaskan jawaban pertanyaan di di atas, akan diteliti sejumlah sumber Sanskerta, maupun kawi terkait dengan teks Siwaratrikalpa. Penelitian ini memakai pendekatan studi teks, baik teks Purana, maupun teks berbahasa Kawi. Dua sumber ini diharapkan dapat menerangjelaskan pertanyaan di atas. Penelusuran sejumlah sumber Sanskreta menemukan, empat purana terkait dengan teks Siwaratrikalpa. Empat purana yang dimaksud adalah: Padma Purāņa, Šiwa Purāna, Skanda Purāna dan Garuda Purāna. Esensi empat purana ini menjelaskan kekejaman, kekilapan, seorang penjahat yang berujung pertobatan, dapat mengantarkan pencapaian kebenaran. Kesadaran dan pertobatan dapat mengembalikan manusia pada jalan kebenaran mencapai alam Siwa, adalah esensi ajaran brata Siwaratri

    KEGIATAN DHARMA YATRA PADA MASYARAKAT DESA LOKAPAKSA KE PURA BATUR

    Get PDF
    The awareness of human life can only be achieved if man can return to his identity as a human being who is an individual creature, a social being and a servant of God and harmonizes each of these relationships so that it continues to be in harmony and balance. In Hinduism this concept is called Tri Hita Karana. In carrying out Dharma yatra activities for the people of Lokapaksa Village to Pura Batur. This is a milestone in the spiritual awakening of Hindus who have long been shackled by customs and culture without being able to understand more deeply about the nature of dharma teachings. This research is in the form of a qualitative design in which data is collected using observation techniques, a way to collect data through direct observation. Data were analyzed using qualitative methods. Based on the analysis, the conclusions from the research results are as follows: The Lokapaksa Village community carries out Dharma Yatra activities, able to form intelligence, namely: intellectual intelligence (IQ). Emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ). These three intelligences are gifts from God Almighty that must be utilized simultaneously and optimally. In this case, the attitude of the Lokapaksa Village community is able to improve, namely: (1) Attitudes to foster social sensitivity, (2) attitudes to increase self-discipline, (3) reduce materialistic attitudes. Of these three things are the spiritual goals of life to get closer to God and religious practices or religious rituals. The educational values ​​contained in Dharma Yatra activities are: tattwa values, moral values, ceremonial values.  Kesadaran hidup manusia hanya dapat dicapai apabila manusia dapat kembali mencapai jati dirinya sebagai manusia yang merupakan makhluk individu, makhluk sosial dan hamba Tuhan dan menyelaraskan setiap hubungan itu agar terus selaras dan seimbang. Dalam agama Hindu konsep ini disebut Tri Hita Karana. Dalam melakukan kegiatan Dharma yatra pada masyarakat Desa Lokapaksa ke Pura Batur. Ini adalah tonggak kebangkitan spiritual para pemeluk Hindu yang telah lama terbelenggu dengan adat dan budaya tanpa dapat memahami lebih dalam mengenai hakekat ajaran dharma. Penelitian ini berbentuk rancangan kualitatif dimana data dikumpulkan dengan mengunakan teknik observasi, cara untuk mengumpulkan data melalui pengamatan secara langsung. Data dianalisis dengan metode kualitatif. Berdasarkan analisis tersebut simpulan dari hasil penelitian sebagai berikut: Masyarakat Desa Lokapaksa melaksanakan kegiatan Dharma Yatra, mampu membentuk kecerdasan yakni: kecerdasan intelektual (IQ). Kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Ketiga kecerdasan ini adalah anugrah dari tuhan Yang Maha Esa yang harus dimanfaatkan secara simultan dan optimal. Dalam hal ini sikap masyarakat Desa Lokapaksa mampu meningkatkan yakni: (1) Sikap menumbuhkan kepekaan sosial, (2) sikap meningkatkan disiplin diri, (3) mengurangi sikap materialistik. Dari ketiga hal tersebut adalah tujuan hidup spiritual untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan praktek agama atau ritual keagamaan. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam kegiatan Dharma Yatra adalah : nilai tattwa, nilai Susila, nilai upacara. &nbsp

    Pelestarian Ekowisata dalam perspektif Hindu di masa Pandemi Covid 19

    No full text
    Abstra

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇