E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    TINJAUAN HINDU TERHADAP TELAAH OLEH SIGMUND FREUD (1856-1939) “AGAMA SEBAGAI OEDIPUS COMPLEX”

    Get PDF
    Sigmund Freud in his psychoanalytic theory of religion states that religion as Oedipus is complex. Freud's view downgraded the religion and dignity of its adherents. Hinduism in daily worship practices (worship) uses a lot of rituals, symbols and sacrifices (totem in Freud's terminology), also many based on ethics or rules (taboo), with yuan sacred strands. This study is a qualitative study that examines historical-factual figures, using the hermeutics method to study psychoanalysis of religion specifically as a complex oedipus according to Sigmund Freud as a formal object and formal Hindajahbag teaching. Hinduism as a religion that is universally challenged and answers something with a religion (justification of religion with inclusive dogmas), where Hinduism answers all challenges to its theology with the approval and arguments of the Vedas.Sigmund Freud dalam teori psikoanalisa agamanya menyatakan bahwa agama sebagai Oedipus complex . Pandangan Freud ini menurunkan derajat agama dan martabat penganutnya. Agama Hindu dalam praktik peribadatan sehari-hari (persembahyangan) banyak menggunakan ritual-ritual, simbol dan korban suci (totem dalam terminologi Freud), juga banyak didasarkan pada etika atau aturan-aturan (taboo), dengan tujuan untuk menyelaraskan antara yang profan dengan yang sakral. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif kajian tokoh historikal-faktual, dengan menggunakan metode hermeutika untuk mengkaji psikoanalisa agama khususnya agama sebagai oedipus complex menurut Sigmund Freud sebagai objek formal dan ajaran Hindu khusunya telaah atas Bhagavadgita sebagai objek formal. Agama Hindu sebagai agama yang terbuka dan universal berusaha meninjau dan menjawab sesuatu dengan sebuah apologi (pembenaran agama dengan dogma-dogma inklusif), dimana agama Hindu menjawab segala tantangan terhadap teologinya dengan pernyataan dan argumentasi yang logis-ilmiah yang bersandar pada pengetahuan yang ilmiah dan ajaran Veda

    DESA PAKRAMAN SEBAGAI LEMBAGA ADAT DAN LEMBAGA AGAMA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT HINDU DI BALI

    Get PDF
    Desa Pakraman as a customary law community unit in Bali which has a unity of tradition and social life manners of the Hindu community has descended descendantly in the "Kahyangan Tiga" or "Kayangan Desa" that has a certain area and its own assets and has the right to manage its own household, of course, has a role which is very strategic in maintaining the customs and culture of Bali. We must support the large role carried by Desa Pakraman in various forms of reinforcement. Strengthening the existence of Desa Pakraman is not only from its institutions but also from various supporting fields. Given the enormous role of Desa Pakraman in the successful development of Balinese society. Desa Pakraman as the bearer of the main task in preserving Hindu cultural and religious values ​​in Bali needs to be maintained and fostered in line with developments in technology and the current modernization. In addition, Desa Pakraman also has the right to manage its own household. This means that the Desa Pakraman has full autonomy in carrying out the parhyangan, pawongan and palemahan based on awig-awig Desa Pakraman village and is technically operationally regulated by perarem

    JIPEN (DENDA ADAT): ALTERNATIF UNTUK MEMINIMALISIR PERCERAIAN DI MASYARAKAT DAYAK KALIMANTAN TENGAH

    No full text
    This article is motivated by the prevalence of divorce in the community. One of them is motivated by the disagreement over the pre-marriage agreement that was agreed upon before the marriage took place. Even though in essence there is a marriage agreement with the aim of maintaining the sustainability of the household and also to maintain the commitment in the marriage itself. The rules regarding this marriage agreement also apply in Central Kalimantan. Jipen (customary fine) is applied to married couples who decide to divorce. This is still being implemented with the aim of minimizing the divorce rate, especially for the Dayak tribe. This article uses a library research method using book reviews and references from journals that discuss pre-marriage agreements and customary fines in marriage. The conclusion is that the enactment of jipen in the Dayak customary community is a policy of the damang (customary leader) to minimize the high divorce rate and give high respect for the sacred value of marriage as a commitment to maintaining the integrity of the household and its enforcement in the legal system in Indonesia does not violate and also in accordance with the demands of Religion which views marriage as a sacred bond that must be properly maintained by both partners.Artikel ini dilatarbelakangi karena maraknya perceraian yang terjadi di kalangan masyarakat. Salah satunya dilatarbelakangi oleh ketidaksetujuan atas perjanjian pra-nikah yang telah disepakati sebelum terjadinya pernikahan. Padahal hakikatnya ada perjanjian pernikahan dengan tujuan untuk menjaga keberlangsungan rumah tangga dan juga untuk menjaga komitmen dalam pernikahan itu sendiri. Aturan tentang perjanjian nikah ini juga berlaku di Kalimantan tengah. Jipen (denda adat) ini diberlakukan bagi pasangan suami istri yang memutuskan untuk bercerai. Hal ini masih diberlakukan dengan tujuan meminimalisir tingkat perceraian terutama bagi suku dayak. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan telaah buku dan referensi dari jurnal-jurnal yang membahas tentang perjanjian pra nikah dan denda adat dalam pernikahan. Kesimpulan yang diperoleh yakni berlakunya jipen di masyarakat adat dayak merupakan kebijakan dari damang (ketua adat) guna meminimalisir tingkat perceraian yang tinggi dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada nilai suci dari pernikahan sebagai komitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangga dan keberlakuannya dalam tata hukum di Indonesia tidak menyalahi dan juga sesuai dengan tuntutan Agama yang memandang bahwa pernikahan merupakan ikatan syakral yang harus dijaga dengan baik oleh kedua pasangan tersebut

    DIVESTASI SAHAM TERHADAP PENANAMAN MODAL ASING DALAM SEKTOR PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui payung hukum tentang divestasi saham terhadap penanaman modal asing di sektor pertambangan mineral dan batubara dan juga untuk mengetahui akibat hukum dari sanksi yang diberikan apabila penanam modal asing tidak melakukan divestasi sahamnya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menginventarisir peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai divestasi saham terhadap penanaman modal asing dalam sektor pertambangan mineral dan batubara, identifikasi masalah dan menganalisa secara kualitatif. Menurut hasil dari penelitian skripsi ini menunjukan bahwa: Pertama, terdapat ketidakjelasan regulasi yang mana hingga saat ini belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kondisi perusahaan seperti apa yang dapat dinasionalisasikan;  Kedua, akibat hukum seperti apa yang dapat diberikan dari sanksi administratif masih belum diatur secara jelas sehingga dapat menyebabkan ketidakjelasan regulasi terkait akibat hukum itu sendiri.   Kata Kunci : Divestasi saham, Penanaman Modal Asing, Pertambangan, Mineral dan Batubar

    Keterkaitan Sisi Negatif Era Milenial Dengan Ramalan Keadaan Kali Yuga

    Get PDF
    Abstract Speaking about the Millennial era today, will not be separated from the term generation Millennial generation ages productive with typical born in the world with the development of science and technology has been growing rapidly. In the teachings of Hinduism itself, the present period is referred to as, a term of Kali Yuga the dark ages which is estimated to have started about 5000 years ago. In the age of Kali, the condition of the world was no longer certain, full of chaos, and the application of religious teachings only received a modest portion. So, mankind, especially the younger generation at this time, began to forget God because it was considered taboo. If we look at it more deeply, the Millennial era goes hand in hand with the Kali Yuga that is happening now. From this, looking at the Millennial era perspective to understand it more deeply from the perspective Vedic as a way of life for Hindus is the subject of this paper. This is done by searching for literature related to this with the aim of finding a link between the development of technology use in the Millennial era and the dark nature of Kali Yuga.  Keyword: Millennial Era, Vedic, Kali YugaAbstrak Berbicara mengenai era Milenial saat ini, tak akan bisa lepas dari istilah generasi Milenial sebuah generasi yang berumur produktif dengan ciri khas lahir di dunia dengan perkembangan sains dan teknologi yang sudah semakin pesat. Dalam ajaran Agama Hindu sendiri, kurun waktu sekarang disebut sebagai Kali Yuga sebutan zaman kegelapan yang diperkirakan sudah dimulai sekitar 5000 tahun yang lalu. Di zaman Kali, keadaan dunia sudah tidak lagi menentu, penuh kekacauan, dan penerapan ajaran agama hanya mendapatkan porsi sekadarnya. Sehingga, umat manusia utamanya generasi muda pada zaman ini, mulai melupakan Tuhan karena dianggap tabu. Jika dilihat secara lebih mendalam, kurun waktu era Milenial berjalan beriringan dengan Kali Yuga yang terjadi pada waktu sekarang. Dari kaca mata tersebut, memandang era Milenial untuk memahaminya secara lebih mendalam dari perspetif Veda sebagai pedoman hidup Umat Hindu adalah pokok pembahasan dalam tulisan ini. Hal ini dilakukan dengan cara mencari literatur-literatur yang berkaitan dengan hal tersebut dengan tujuan menemukan keterkaitan antara perkembangan penggunaan teknologi di era Milenial dengan sifat gelap Kali Yuga. Kata Kunci: Era Milenial, Veda, Kali Yug

    PERKAWINAN NYAI ENDAS BULAU LISAN TINGANG DAN RAJA GARING HATUNGKU DALAM WACANA SEKSUALITAS ERA KEKINIAN

    Get PDF
    Tulisan ini membahas ritual perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku dikaitkan dengan isu seksualitas. Dalam hubungan tersebut perlu disadari ada bentuk upacara yang termuat dalam Kitab Panaturan sebagai pedoman bagi pelaksanaan perkawinan bagi masyarakat yang setia menganut ajaran leluhur, yakni penganut Hindu Kaharingan. Konteks kekinian telah melunturkan esensi pelaksanaan perkawinan yang sakral dan suci dengan pengaruh gaya ke-Barat-an. Apabila perkawinan diartikan sebagai aktivitas atau kegiatan seksual yang bebas dengan tujuan pemenuhan seksual semata. Ironi memang jika pasangan yang sudah menikah salah kaprah dalam memahami esensi perkawinan, tanpa kontrol, berbuat semaunya tentu perlahan-lahan nilai-nilai keluhuran yang ada dalam perkawinan menjadi tidak bermakna. Namun, bagi penganut Hindu Kaharingan bukan hal yang berlebihan dalam memandang tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan leluhur (tatu hiang) melalui ritual, mitos, legenda, tuturan, tata etika sebagai ajaran yang harus dipedomani, dilaksanakan, dan dilestarikan. Usaha ini tentu perlu dukungan mengingat Perkawinan antara Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku sebagai pengejawantahan ajaran suci yang diyakini langsung bersumber dari Ranying Hatalla untuk dilaksanakan penganut Kaharingan dalam merefleksikan sradha dan bhaktinya. Tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam perkawinan Nyai Endas Bulau Lisan Tingang dan Raja Garing Hatungku untuk dapat digali, diangkat, selanjutnya dijadikan pedoman hidup menuju kehidupan berumah tangga ke arah yang lebih bai

    Analisis Perlindungan Hukum Nasabah Investasi Melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Studi pada Putusan Nomor : 78/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst

    Get PDF
    Tulisan ini menganalisis aturan mengenai permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang sebagai langkah dalam memberikan Kepastian Hukum saat terjadi permasalahan dalam kegiatan investasi, terkait dengan mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan maupun praktek di lapangan. Metode yang digunakan dalam menganalisis judul tulisan ini adalan yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap masalah dengan memerhatikan aturan-aturan hukum yang terkaid dan erat dengan kepustakaan sebagai bahan penunjang dalam penulisannya. Hasil penelitian dalam tulisan ini adalah proses permohonan para investor reksadana yang mengalami kerugian gagal bayar terhadap dana investasi yang telah jatuh tempo untuk memohon PKPU terhadap perusahaan investasi dalam hal ini sebagai manajer investasi yang merupakan pihak yang mengelola dana nasabah yang dinilai tidak prudensial, dilakukan secara orang perorangan melalui kuasa hukum dapat dikabulkan oleh majelis hakim karena pembuktian utang dan dapat ditagih dapat dibuktikan secara sederhana. Dengan demikian pihak perusahaan investasi berkewajiban untuk membayar dana nasabah dan diberikan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utangoleh Pengadilan Niaga.Tulisan ini menganalisis aturan mengenai permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang sebagai langkah dalam memberikan Kepastian Hukum saat terjadi permasalahan dalam kegiatan investasi, terkait dengan mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan maupun praktek di lapangan. Metode yang digunakan dalam menganalisis judul tulisan ini adalan yuridis normatif, yaitu penelitian terhadap masalah dengan memerhatikan aturan-aturan hukum yang terkaid dan erat dengan kepustakaan sebagai bahan penunjang dalam penulisannya. Hasil penelitian dalam tulisan ini adalah proses permohonan para investor reksadana yang mengalami kerugian gagal bayar terhadap dana investasi yang telah jatuh tempo untuk memohon PKPU terhadap perusahaan investasi dalam hal ini sebagai manajer investasi yang merupakan pihak yang mengelola dana nasabah yang dinilai tidak prudensial, dilakukan secara orang perorangan melalui kuasa hukum dapat dikabulkan oleh majelis hakim karena pembuktian utang dan dapat ditagih dapat dibuktikan secara sederhana. Dengan demikian pihak perusahaan investasi berkewajiban untuk membayar dana nasabah dan diberikan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utangoleh Pengadilan Niaga

    Peranan kinerja pendidik terhadap prestasi peserta didik di institut agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

    No full text
    Pendidik dalam proses belajar mengajar selain sebagai pengajar dan pendidik, juga mempunyai tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan antara lain sebagai tenaga pendidik dalam suatu lembaga pendidikan, penentu kualitas hasil pendidikan dengan mencetak peseta didik yang berkualitas serta sebagai pembimbing peserta didik. Kinerja pendidik di IAHN-TP Palangka Raya yang dapat mempengaruhi prestasi peserta didik antara lain merumuskan RPP, melaksakan pendekatan pembelajaran saintifik, menggunakan media pembelajaran, pengawasan dan bimbingan secara rutin yang dilakukan kepada peserta didik maupun kepada pendidik, serta menggunakan penilaian otentik untuk mendapatkan hasil proses belajar peserta didik

    MEMBANGUN BUDAYA KERJA INOVATIF DI PERPUSTAKAAN

    Get PDF
    Budaya kerja inovatif di perpustakaan merupakan  budaya kerja seorang pustakawan yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kepustakawanan dengan menemukan ide-ide baru di bidang pengelolaan dan pelayanan informasi kepada pengunjung perpustakaan, serta ide-ide baru di bilang pelestarian informasi, seperti menerapkan teknologi informasi di bidang layanan, pencarian informasi dan pengelolaan serta pengolahan informasi. Penerapan budaya kerja inovatif memberikan manfaat bagi perpustakaan yaitu  (1) untuk mencapai visi dan misi perpustakaan (2) mewujudkan perpustakaan sebagai pusat informasi dan berinklusi sosial (3) perekat hubungan persaudaraan sesama pegawai (4) sebagai controlling dalam pengawasan pegawai (5) menyatukan tujuan dan persepsi seluruh pegawai yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda (6) membentuk perilaku dan karakter pegawai (7) sebagai dasar dalam penyusunan rencana dan tujuan organisasi kedepan (8) alat komunikais yang baik dengan semua komponen baik internal maupun eksternal

    IMPLEMENTASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN

    Get PDF
    Pembelajaran merupakan aktivitas terencana yang disusun guru agar siswa mampu belajar dan mencapai kompetensi yang diharapkan, oleh karena itu sebelum melaksanakan pembelajaran guru harus menyusun perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran sangat penting karena menjadi pedoman dan standar dalam usaha pencapaian tujuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi perencanaan pembelajaran berpengaruh terhadap kinerja guru dan proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Implementasi perencanaan pembelajaran akan membuat empat kompetensi guru berjalan dengan baik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Dan perencanaan pembelajaran yang baik akan membuat pelaksanaan pembelajaran akan berjalan baik pula

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇