E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Tindak Pidana Korupsi Perspektif Filsafat Iman Kristen
The Corruption is an act that is prohibited by human law and God's law. The essence of corruption is actions that are contrary to the truth of God's Word, the values contained in corruption are sin or evil. The Methodology of corruption through misdirection, lies, fraud and other evil deeds. The Corruption according to the philosophy of the Christian faith aims to bring people to perish and destruction, The corruption is contrary to God's word and law. The prevention and eradication of corruption can only be done by strengthening the Christian faith, namely applying the law of love in human life.Korupsi merupakan perbuatan yang dilarang oleh hukum manusia dan hukum Tuhan. Hakikat dari pada korupsi yakni perbuatan yang bertentangan dengan kebenaran Firman Allah, nilai-nilai yang terkandung dalam tindak pidana korupsi adalah dosa atau perbuatan jahat. Metodelogi tindak pidana korupsi melalui penyesatan, kebohongan, penipuan dan perbuatan jahat lainnya. Korupsi menurut filsafat iman Kristen bertujuan membawa manusia ke arah kehancuran dan kebinasaan, korupsi bertentangan dengan firman dan hukum Allah. Penanggulangan dan pemberantasan tindak pidana korupsi hanya bisa dilakukan dengan cara memperkuat iman Kristen yakni menerapkan hukum kasih dalam kehidupan manusia
AJARAN KONSEP KARMA SANYASA DAN YOGA SANYASA DALAM LONTAR CANDRA BHERAWA
Masuknya agama Hindu ke Indonesia, menimbulkan pembaharuan yang besar, misalnya berakhirnya jaman prasejarah Indonesia, perubahan dari religi kuno ke dalam kehidupan beragama yang memuja Tuhan Yang Maha Esa dengan kitab Suci Weda dan juga munculnya kerajaan yang mengatur kehidupan suatu wilayah. Ajaran agama Hindu yang diwarisi secara turun-temurun dapat diketahui salah satunya melalui peninggalan berupa lontar. Salah satu lontar yang sarat dengan nilai kehidupan beragama dan nilai tattwa adalah Lontar Candra Bherawa. Lontar Candra Bherawa adalah lontar yang berisi ajaran dua tattwa yang sangat berbeda dalam pelaksanaanya. Namun tujuan dari masing-masing ajaran itu adalah kemanunggalan dengan Tuhan. Ajaran Konsep Yoga Sanyasa yaitu cara atau jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan melakukan yoga atau pengendalian pikiran sebagai jalan utama. Sedangkan Ajaran Konsep Karma Sanyasa yaitu jalan atau cara untuk mendekatkan diri terhadap Tuhan dengan memilih jalan melakukan kerja sebagi suatu persembahan, ia bebas dari ikatan kerja, serta untuk mencapai kesucian jasmani dan rohani
AKTIVITAS BELAJAR ANAK SELAMA MASA BELAJAR DARI RUMAH DI DESA MEKO
The availability of internet access by junior high school level children in Meko Village has been used to access youTube, Facebook, WhatsApp, Massenger, Twitter, Line and only a few of them use it to add references in completing assignments given by the teacher. Ownership of gadgets and Personal Computers (PC) which are limited to children from economically established families and existing internet networks have not been used to conduct online learning with accessing websites prepared by the Ministry of Education and Culture. Learning activity is done offline by giving assignments that can provide meaningful learning experiences through learning activities undertaken by children while Learning From Home. Activities undertaken by junior high school-level children during the Learning From Home in Meko Village are reading religious books, conduct discussions online, make a summary and searching for online material.Ketersediaan akses internet oleh anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama di Desa Meko selama ini dimanfaatkan untuk mengakses youTube, Facebook, WhatsApp, Massenger, Twitter, Line dan hanya beberapa yang memanfaatkan untuk menambah referensi dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Kepemilikan gawai (gadget) dan Personal Computer (PC) yang terbatas pada anak-anak dari keluarga yang mapan secara ekonomi serta jaringan internet yang ada belum digunakan untuk melakukan pembelajaran Daring dengan mengakses website yang disiapkan oleh kemendikbud. Pembelajaran dilakukan secara offline dengan memberikan penugasan yang dapat memberi pengalaman belajar yang bermakna melalui aktivitas-aktivitas belajar yang dilakukan anak-anak selama Belajar Dari Rumah. Aktivitas yang dilakukan anak tingkat Sekolah Menengah Pertama selama masa Belajar Dari Rumah di Desa Meko yaitu membaca buku agama, melakukan diskusi secara online, membuat ringkasan dan mencari materi secara online
BHAKTI MARGA YOGA: IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN PRIBADI DAN SOSIAL
Bhakti Marga Yoga is the path most people find easiest to practice compared to the other four paths. However, the path is sometimes not understood comprehensively so that some people carry it out only as a habit, not as a form of approaching oneself and the way to achieve union with Brahman and its practice is limited to bhakti service in the form of worship/ritual to God and sometimes ignore Bhakti to fellow and nature. Bhakti Marga Yoga means approaching God by fully surrendering oneself to God with full love and pure love. Implementation of Bhakti Marga Yoga, that is: 1). Studying Religi and Hinduism Susastra; 2). Performing worship to God; 3). Religious ceremony; 4). Community Service (Ngayah); 5). Bhakti to Catur Guru.Bhakti Marga Yoga merupakan jalan yang oleh Sebagian besar orang paling mudah untuk dilaksanakan dibandingkan dengan keempat jalan lainnya. Akan tetapi jalan tersebut terkadang tidak dimaknai secara komprehensif sehingga beberapa orang melaksanakan hanya sebagai sebuah kebiasaan, bukan dianggap sebagai bentuk dalam mendekatkan diri dan jalan untuk mencapai penyatuan dengan brahman dan pelaksanaanya hanya terbatas pada bhakti dalam bentuk pemujaan/ritual kepada Tuhan dan terkadang mengabaikan bhakti kepada sesama dan alam. Bhakti Marga Yoga berarti pendekatan kepada Tuhan dengan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan dengan penuh kecintaan dan kasih murni. Implementasi ajaran Bhkati Marga Yoga yaitu: 1). Mempelajari Agama dan Susastra Hindu; 2). Melakukan Pemujaan Kepada Tuhan; 3). Upacara Keagamaan; 4). Kerja Bakti (ngayah); 5). Bhakti kepada Catur Guru
PELATIHAN INTERNET SEHAT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU
Giving messages or information seems to be a habit, yet at the same time become a liaison between people each other throughout the world from one single access platform. Interactivity on internet which has more value in giving, receiving and even editing and commenting on the information rather than offline communication becomes the main attraction for the global community. Most people are using internet as it is become daily basis phenomena around the world. The flood of information about the unknown event will kindly occurs, even though the news that is displayed is only a few and bits - the slightest news will still be needed when the lack of information happen. TI is not surprising when a terror event occurs, the flood of information is so overwhelming in various media, because everyone is able to be a provider of information by post it quickly and easily everywhere, online. The purpose of this service is to provide training, giving information and at the same time sharing experiences related to the healthy internet as a learning media for teachers at SMAN-1 Kuala Kapuas. The training methods used in this service are the lecture, discussion and practice methods. Based on the results of the evaluation, all training/outreach participants are having a better understaning about the importance of using the internet in a healthy manner as a learning media
Esensi Komunikasi Pendidikan
Kemajuan yang disebut pembangunan di Indonesia belum merata (sampai kepelosok), khususnya bidang jaringan komunikasi/mendukung pemanfaatan media. Masyarakat desa terutama usia Sekolah, belajar dengan sistem daring (memanfaat jaringan internet) mengalami kendala, ditambah dengan sarana yang (laptop dan telepon genggam) yang mahal harganya. Hal yang sangat dirasakan oleh oleh setiap unsur pendidik maupun peserta didik selama ini terutama masa pandemi sekarang ini bahkan masyarakat yang berdomisili diwilayah kota pun masih banyak kendala jaringan, apabila berada dipinggiran. Pada hal komunikasi jarak jauh satu-satunya cara untuk menyelesaikan atau menyiasati kondisi saat ini agar pendidikan/pembelajaran formal tetap berlangsung. Elektronik salah satu media pendidikan yang secara umum memperjelas informasi pendidikan secara umum-menyeluruh, sama dan jelas dari sumber yang resmi atau dipercaya dan dapat dipertanggung-jawabkan. Sehingga pemberi informasi pun adalah orang-orang yang dipilih atau ditentukan. Peserta didik terutama ditempat yang terkendala sistem atau jaringan komunikasi dan informasi (elektronik), memilih waktu yang tepat untuk mengakses dan media atau perangkat pendukung yang dipandang efektiv
MAKNA UPACARA MITONI DALAM TRADISI HINDU JAWA PERSPEKTIP PENDIDIKAN HINDU DI DESA PANGKUH EMPAT KABUPATEN PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi upacara mitoni yang ada di masyarakat jawa di kabupaten Pulang Pisau dan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Hindu dalam ritual Mitoni pada masyarakat jawa yang ada di Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini adalah merupakan penelitian lapangan. Dan menggunakan pendekatan kualitatif. Dilihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif, penelitian yang menjelaskan realitas yang ada di lapangan kemudian menganalisisnya dengan cara memaparkan atau mendeskripsikan dengan kata- kata atau kalimat.
Hasil penelitian tentang Makna Upacara Mitoni dalam Tradisi Hindu jawa Perspektip Pendidikan Hindu di desa pangkuh empat kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah tersebut diantaranya adalah.1). Siraman. dimaksudkan untuk membersihkan serta menyucikan calon ibu dan bayi yang sedang dikandung, lahir maupun batin. Siraman dilakukan di tempat yang disiapkan secara khusus dan didekor indah. 2). Brojolan. Menggunakan sepasang kelapa gading yang ditato gambar Kamajaya dan Dewi Ratih. 3). Pemakaian busana. Calon ibu dibimbing keruangan lain untuk dikenai busana kain batik atau jarit. Sebelum matahari terbenam, Seluruh rangkaian upacara ini sudah selesai.
Nilai-nilai Perspektip pendidikan Hindu dalam ritual mitoni di masyarakat Hindu jawa yang berada di Pangkuh Empat adalah Bakti. Manusia diajarkan untuk selalu memohon perlindungan pada Tuhan agar diberikan keselamatan untuk anak yang masih ada dalam kandungan. Hal ini adalah perwujudan dari srada dan bakti kepada Tuhan yang maha esa.Mada .Manusia selalu di ingatkan agar tidak sombong, hal ini terbukti adanya permohonan keselamatan kepada Tuhan dan sekaligus menandakan bahwa manusia makhluk yang lemah. Mengundang seluruh tetangga, kerabat, sesepuh maupun tokoh agama dengan harapan mendoakan anak dan ibu yang mengandung. Berarti sudah menjaga tali persaudaraan dan berbuat baik. Hal ini yang selalu Agama Hindu mengajarkan kepada pemeluknya dan mendekatkan tetangga atau saudara yang jarang bertemu karena kesibukan kerja. Pelaksanaan mitoni adalah ketika berkumpul dalam acara tersebut kita akan selalu saling menghargai, tidak membedakan status dan selalu rendah hati antar manusia
Komodifikasi Tri Mandala Desa Wisata Ubud
Penelitian ini mengkaji isu komodfikasi tri Mandala desa wisata Ubud. Isu ini menarik, karena menghadapkan masyarakat desa wisata pada dua pilihan ekstrim, materialisme atau religious? Penelitian komodifikasi bapang barong, dan komodifikasi pelinggih sanggah, belum menghadapkan masyarakat pada dua pilihan ekstrim. Pertanyaan adalah: 1) Apakah komodifikasi tri mandala; 2) Bagaimana komodifikasi tri mandala terjadi?; 3) Apa makna komodifikasi bagi masyarakat? Penelitian ini bertujuan, mengetahui dinamika religious, degradasi moral masyarakat desa wisata. Ini penting, guna mendeskripsikan paradigma spiritual berbanding terbalik, dengan paradigma material. Penelusuran data dengan pendekatan kualitatif, dibantu teori Analisis Wacana Kritis, dan Teori Dekonstruksi, menemukan: tri mandala desa wisata Ubud telah dikomodifikasi, dengan menambah fungsi, mengubah bentuk dan fungsi, untuk tujuan komoditas. Komodifikasi Utama Mandala mengaburkan batas-batas sakral dan profane; komodifikasi madya mandala mengaburkan fungsi ruang privat dan ruang publik, sebagai wahana transformasi nilai-nilai ke-Hindu-an bagi generasi. Komodifikasi Nista Mandala menimbulkan alih fungsi lahan, dan memaksa masyarakat hidup tergantung kunjungan wisatawan. Jadi kesimpulannya Komodifikasi tri mandala telah mengubah cara pandang, dan karakteristik religious masyarakat desa wisata, serta membuat hidup masyarakat tergantung kunjungan wisatawan. Agar tidak terjadi ketergantugan hidup pada wisatawan, disarankan kepada pemerintah, agar mengeluarkan regulasi, kebijakan penataan komodifikasi, menegaskan, mana yang boleh, dan mana tidak boleh dikomodifikasi. Tokoh agama dan tokoh masyarakat mesti bekerja sama dengan kaum akademisi, guna memikirkan, membangun strategi menjaga religiusitas umat, dari ketercerabutan akar budaya
Esensi Perayaan Siwaratri: Konsep dan Implementasinya dalam Konstruksi Pengetahuan Keagamaan Menuju Pencerahan
Siwaratri celebration can be said to be a socio-religious construction, this is in view of the externalization element in the form of a Siwaratri concept, objectivation (institutionalization of ritual processes and self-discipline to worship God in its manifestation as a memalina), and internalization, namely the absorption of values and norms in Siwaratri Celebration. as a foundation in realizing the consolidation of hopes, beliefs, awakening mental attitude towards enlightenment and liberation.The construction process is carried out by rearranging information about Siwaratri in the form of knowledge, beliefs, beliefs, values and attitudes, traditions, and patterns of certain actions obtained in this religious practice into a powerful information structure, in a meaningful sense , based on values, integrated and always actively looking to always be reflected back. Knowledge and beliefs about Siwaratri are not objective realities that exist outside of humans, but active reconstruction in the human mind when interacting in religious life and at the same time these beliefs can rebuild certain knowledge, values, and actions that are useful for the subject (Hindus) especially in building personal, structural, and social piety.Perayaan Siwaratri dapat dinayatakan sebagai sebuah konstruksi sosial-religi, hal ini mengingat adanya unsur eksternalisasi dalam wujud sebuah konsep Siwaratri, objektivasi (pelembagaan proses ritual dan disiplin diri untuk memuja Tuhan dalam manisfestasinya sebagai pemralina), dan internalisasi yakni penyerapan nilai dan norma dalam Perayaan Siwaratri sebagai fondasi dalam mewujudkan konsolidasi harapan, keyakinan, kebangkitan sikap mental menuju pencerahan dan liberasi.
Proses konstruksi dilakukan dengan menyusun kembali informasi tentang Siwaratri baik yang berupa pengetahuan, keyakinan, kepercayaan, nilai-nilai dan sikap, tradisi-tradisi, serta pola-pola tindakan tertentu yang diperoleh dalam praktek keagamaan ini menjadi satu struktur informasi yang powerful, dalam arti bermakna, berbasis nilai-nilai, terintegrasi dan selalu aktif memandang untuk selalu dapat direfleksikan kembali. Pengetahuan dan keyakinan mengenai Siwaratri bukanlah realitas objektif yang ada di luar diri manusia, melainkan rekonstruksi aktif dalam pikiran manusia ketika berinteraksi dalam kehidupan beragama dan sekaligus keyakinan itu dapat membangun kembali pengetahuan, nilai-nilai, dan tindakan tertentu yang berguna bagi subjek (umat Hindu) terutama dalam membangun kesalehan personal, struktural, dan sosial
Relevansi Nilai Ritual Tolak Bala Lanting Bamban pada Pencegahan Dampak Pandemi COVID-19
WHO declares COVID-19 as global endemic disease and impact to people around the world. It is causes complexity impact on human being and needs people awareness to take in hand it together, as well as Hindu religion society. Based on it phenomenon, this research is using descriptive qualitative method, to find the relevance value of The Ritual Tolak Bala Lanting Bamban to prevent the impact of COVID-19 endemic, that is; 1) the honest sacrifice value as a relevant value to build the action of social care on society, and 2) the value of reality of life based on Hinduism philosophy to build spiritual awareness and help calmness mind to face up the COVID-19 epidemic.WHO mendeklarasikan COVID-19 sebagai pandemi global dan berdampak bagi masyarakat dunia. Dampak yang ditimbulkan dirasa kompleks, membutuhkan kepedulian dan peran serta semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali umat Hindu untuk pencegahan hingga penanganannya. Menggunakan metode desktiptif kualitatif, meneliti Ritual Tolak Bala Lanting Bamban sehingga menghasilkan relevansi nilai terhadap pencegahan dampak pandemi COVID-19, yaitu; 1) nilai pengorbanan tulus ikhlas yang dapat diimplementasikan dengan sikap peduli kepada sesama manusia dan lingkungan sekitar, dan 2) nilai hakikat kehidupan yang didasari filsafat agama Hindu, dapat meningkatkan kesadaran spiritual dan ketenangan umat Hindu dalam menghadapi pandemi ini