E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    PENERAPAN HUKUM ADAT DALAM PENEGAKAN HUKUM BAGI PELAKU TINDAK PIDANA ILMU HITAM PADA MASYARAKAT DAYAK NGAJU

    Get PDF
    Melimpahnya kekayaan budaya pada masyarakat dayak ngaju salah satunya adalah kemampuan supranatural/magis yang sangat erat dengan kehidupan ritual adat tetapi kerap disalahgunakan menjadi sebuah kejahatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ilmu hitam dalam pandangan masyarakat Dayak Ngaju dan wujud sanksi adat bagi pelaku ilmu hitam dalam masyarakat Dayak Ngaju. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis sosiologis dengan melakukan pendekatan yuridis empiris dan menspesifikasikannya melalui penelitian kualitatif berdasarkan bahan-bahan yang didapatkan dari lapangan seperti hasil wawancara yang didukung dengan bahan hukum normatif serta penelitian sebelumnya yang terkait. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa masyarakat Dayak Ngaju mengenal beberapa jenis ilmu hitam, yaitu parang maya, aguh, sanggar, dan pulih dan sangat mengutuk serta membenci pelaku kejahatan ilmu hitam. Sanksi adat yang diberikan terhadap pelaku kejahatan ilmu hitam adalah bayar regan oloh artinya membayar biaya pengobatan bagi yang sakit, dan membayar biaya rukun kematian sesuai agama dan kepercayaan bagi korban yang meninggal dan sanksi sosial berupa pengucilan sosial oleh masyarakat. Sanksi adat dan sanksi sosial ini menjadi alternatif penegakan hukum di masyarakat untuk mengisi kekosongan hukum Undang-Undang KUHP terhadap pelaku kejahatan ilmu hitam. Kata Kunci: Ilmu Hitam, Penegakan Hukum, Hukum Adat

    Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Rsi Gana Di Desa Sumita, Gianyar

    Get PDF
    In Hindu society, religious routines have become part of their lives. For example, the implementation of the Rsi Gana Ceremony in Sumita Village, Gianyar District, is a religious activity carried out because of the purpose to be achieved, namely, the purification of places that are considered dirty because of new developments or because of things that are considered strange and awkward. Rsi Gana is considered important to do in order to ask for safety, purity and serenity together. Worship is aimed at Ida Sang Hyang Widhi with his manifestation as Dewa Ganapati, which is believed by Hindus to be a deterrent from all forms of sekala and niskala obstacles. So indirectly religious routines as a media for public educators can always understand the meaning, and function of the structure of the Rsi Gana Ceremony concept carried out by yajamana. From the results found by determining observation techniques, interview techniques and document study techniques that have been used as methods used to help get accurate data results in the field, it can be answered from the formulation of the existing problem, namely how is the public perception of the Rsi Gana ceremony in the village. Sumita Gianyar: The community believes that the Rsi Gana ceremony is very important to carry out to maintain harmony and balance in nature, in order to neutralize negative forces that exist on a scale and niskala. Furthermore, how the implementation of the Rsi Gana ceremony can be seen in sequence, namely: Ngaturang piuning to Hyang Guru, Kawitan and Kahyangan Tiga, ngeruwak, ring sanggah solar ceremony, land writing, prayascita, mecaru, melaspas, meat cravings and finally ngentegang linggih. For the values ​​contained in the Rsi Gana ceremony, it can be found the values ​​of tattwa, ethics, togetherness ceremonies (social) and religion.Lingkungan masyarakat Hindu, rutinitas keagamaan sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Seperti pelaksanaan Upacara Rsi Gana di Desa Sumita, Kecamatan Gianyar, merupakan kegiatan agama yang dilakukan karena adanya tujuan yang ingin dicapai yakni, penyucian tempat yang dianggap masih kotor karena adanya pembangunan baru ataupun karena adanya  hal-hal yang dianggap aneh dan ganjal, maka pelaksanaan upacara Rsi Gana dianggap penting untuk dilakukan guna memohon keselamatan, kesucian dan kerahayuan bersama. Pemujaan ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan manifestasinya sebagai Dewa Ganapati yakni yang diyakini oleh umat Hindu sebagai penghalau dari segala bentuk halangan sekala maupun niskala. Maka secara tidak langsung rutinitas keagamaan sebagai media pendidik masyarakat untuk bisa selalu memahami makna,dan fungsi dari struktur konsep Upacara Rsi Gana yang dilaksanakan oleh yajamana.  Dari hasil yang ditemukan dengan menentukan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik studi dokumen yang telah digunakan sebagai cara yang digunakan untuk membantu mendapatkan hasil data yang akurat di lapangan maka dapat di jawab dari rumusan masalah yang ada yaitu bagaimana persepsi masyarakat mengenai upacara Rsi Gana di Desa Sumita Gianyar : masyarakat berpendapat upacara Rsi Gana sangat penting dilaksanakan untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam, guna menetralisir kekuatan-kekuatan negatif yang ada secara sekala maupun niskala. Selanjutnya bagaimana pelaksanaan upacara Rsi Gana dapat diketahui runtutannya yakni : Ngaturang piuning ke Hyang Guru, Kawitan dan Kahyangan Tiga, ngeruwak, upasaksi ring sanggah surya, penulisan tanah, prayascita, mecaru, melaspas, mendem pedagingan dan terakhir ngentegang linggih. Untuk nilai-nilai yang terkandung dalam upacara Rsi Gana dapat ditemukan nilai tattwa, etika, upacara kebersamaan (social ) dan religi

    Sosio Budaya Festival Tandak Intan Kaharingan di Kabupaten Lamandau

    Get PDF
    Proses sosial budaya umat Hindu Kaharingan dalam pelaksanaan festival tandak Intan Kaharingan di mana Majelis Daerah sudah menjalin kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah, terutama terkait dengan program pengembangan umat Hindu Kaharingan. Pelaksanaan festival tandak Intan Kaharingan hampir setiap tahun dilaksanakan, dimana dalam kegiatan tersebut ada mengandung makna sosial budaya yaitu melibatkan seluruh umat Hindu Kaharingan seperti siswa-siswi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat agama Hindu untuk membantu dan mendukung dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Fungsi pestifal tandak Intan Kaharingan adalah melatih anak-anak dalam rangka persiapan untuk maju dan berkompetensi dengan peserta-peserta lain dalam lomba kegiatan pestifal tandak Intan Kaharingan nantinya.Bentuk sosial budaya umat Hindu Kaharingan pada festifal tandak Intan Kaharingan yaitu: Dengan dilaksanakannya festifal tandak Intan Kaharingan maka kehidupan sosial dan budaya umat Hindu Kaharingan akan semakin lebih baik dan berkembang. Banyak mengandung makna yaitu: a) meningkatkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa (Ranying Hatalla Langit), b) pemahaman dan melestarikan seni budaya keagamaan daerah, c) mengembangkan minat dan bakat terhadap generasi muda Hindu Kaharingan, dan d) untuk memupuk rasa hidup kebersamaan di antara sesama umat Hindu Kaharingan yang berada di wilayah Kabupaten Lamanda

    Analisis Dampak Strategi Komunikasi Non Verbal

    No full text
    Analisis Dampak Strategi Komunikasi Non Verba

    Pencegahan Paham Radikalisme Dalam Keluarga Hindu

    Get PDF
    The act of radicalism is an act that disturbs and threatens the lives of others and can divide the nation. Thanotion of radicalism is a wrong understanding, because it considers soething wrong if it is not in accordance with its ideology and beliefs. From the point of view of state law and Hindusim, this has deviated from the order of relegius and state life and is contrary to the philosophy of the Indonesian nation, namely Pancasila and Bhinneka Tunggal Ika. However, radicalism group consider the ideology of the Indonesian nation inappropriate to be applied, because it is contrary to the ideology they believe in. morally and the character of the radicalism group can be said tobe immoral, because the group uses violence in realizing its wishes. Radicalism groups are also constantly lokking for follower to increase the number of their groups. The way he does it is to influence and indoctrinate others based on a certain religion. so that to be albe to preyent acts of radicalism the role of the family is needed in caring for and nurturing children. The family is the main place for children to leam be social and develop themselves. Families must build good communication and behavior from each family member. So that it will be embedded in children the values of life norms and good personalities and have character and morals thet are not easily influenced by negative things, such as radicalism.Tindakan radikalisme sebagai perbuatan yang meresahkan dan mengancam kehidupan orang lain serta dapat memecah belah bangsa. Paham radikalisme merupakan paham yang keliru, karena menganggap sesuatu itu salah jika tidak sesuai dengan ideologi dan keyakinannya. Dari sundut pandang hukum negara dan agama Hindu, ini sudah menyimpang dari tatanan kehidupan beragama dan bernegara serta bertolak belakang dengan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila dan bhineka tunggal ika. Agama Hindu selalu mengajarkan kepada umatnya untuk tidak saling menyakiti, harus saling menolong satu sama lain dan hidup rukun berdampingan. Hal ini sesuai dengan konsep yang tertuang dalam ajaran tat twam asi, tri hita karana dan catur purusha artha. Sehingga untuk dapat melakukan pencegahan terhadap tindakan radikalisme, maka dibutuhkan peran keluarga dalam merawat dan mengasuh anak. Anak sebagai generasi bangsa harus diberikan pendidikan karakter di dalam keluarga. Sebab keluarga sebagai wadah utama untuk anak belajar besosial dan mengembangkan diri. Pendidikan karakter harus dilakukan sedini mungkin oleh keluarga atau orang tua. Orang tua harus meluangkan waktu untuk mendidk, mengontrol dan mengawasi perkembangan dan pergaulan anaknya. Keluarga harus membangun komunikasi dan prilaku yang baik dari setiap anggota keluarga. Pada akhirnya akan menjadi tontonan positif dan lingkungan yang harmonis untuk anak. Sehingga akan tertanam dalam diri anak nilai-nilai norma kehidupaan dan berkepribadian baik dan memiliki karakter dan moral yang tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif, seperti paham radikalisme

    E Eksistensi Penganut Hindu Kaharingan Dalam Menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kota Palangka Raya

    Get PDF
    The development of religious harmony is a tool to unite the nation in pluralist and pluralistic social conditions. The outline of the population of Palangka Raya City consists of various ethnicities, religions, races, between groups living side by side in an area in harmony and participating in upholding tolerance between people. The importance of maintaining harmony in a pluralistic society so that every element of society needs to play an active role in managing and realizing peaceful, harmonious and harmonious living conditions. The existence of Hindu Kaharingan adherents in Palangka Raya City, takes part in maintaining religious harmony in Palangka Raya City as a form of responsiveness in facing critical problems of a pluralistic society. Conflicts that arise due to societal differentiation can occur at any time. Therefore, the implementation of harmony in life by practicing the trilogy of religious harmony is a strategy carried out in order to create a sense of unity in the people of Palangka Raya City, which is increasingly dynamic with the times.Pembinaan kerukunan umat beragama adalah alat pemersatu bangsa dalam kondisi sosial kemasyarakatan yang majemuk dan pluralis. Garis besar penduduk Kota Palangka Raya terdiri dari beraneka ragam suku, agama, ras, antar golongan hidup berdampingan pada suatu wilayah dengan rukun dan ikut menjunjung toleransi antar sesama. Pentingnya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk maka setiap elemen masyarakat perlu berperan aktif mengelola dan mewujudkan kondisi kehidupan yang damai, harmonis, dan selaras.  Keberadaan penganut Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya salah satunya ikut ambil bagian menjaga kerukunan umat beragama di Kota Palangka Raya sebagai bentuk sikap responsif menghadapi persoalan kritis masyarakat yang majemuk. Konflik yang timbul akibat diferensiasi masyarakat tentu sewaktu-waktu bisa saja terjadi. Oleh karenanya pelaksanaan kerukunan hidup dengan mengamalkan trilogi kerukunan hidup umat beragama adalah strategi yang dilakukan demi mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Palangka Raya yang kian dinamis seiring perkembangan zaman

    Media Komunikasi Dalam Pembelajaran Online Pada Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pandemi Covid-19 terhadap guru dan peserta didik dalam menerapkan kebijakan pembelajaran secara daring menggunakan media komunikasi online, analisis SWOC dan mengevaluasi proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah mixed method. Dalam pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif, instrumen angket disebarkan secara acak ke 41 sekolah menengah di 19 kabupaten / kota di Indonesia dengan jumlah 74 guru dan 716 peserta didik sebagai responden model pembelajaran secara daring menggunakan media komunikasi online. Data kuantitatif dianalisis dengan menghitung rata-rata persentase skor tiap aspek menggunakan skala likert untuk angket guru dan skala Guttman untuk angket peserta didik yang kemudian disimpulkan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data kualitatif masalah dalam pembelajaran online menggunakan media komunikasi online dikumpulkan melalui angket dengan pertanyaan deskriptif dan dideskripsikan dengan triangulasi. Data analisis SWOC dilakukan dengan studi literatur. Data respon guru dari 5 aspek karakteristik yang terdiri dari penerapan, aksesibilitas, interaksi, minat, dan penguasaan kata sifat pembelajaran menunjukkan hasil yang tergolong dalam kategori sedang. Data respon peserta didik dari 5 aspek, 4 aspek yaitu pemahaman materi, bantuan keluarga, kemudahan sumber daya, konsentrasi, dalam kategori cukup, sedangkan aspek minat termasuk dalam kategori kurang. Permasalahan yang dihadapi guru dan peserta didik dalam pembelajaran secara daring menggunakan media komunikasi online adalah ketimpangan sarana dan prasarana pendukung seperti masalah jaringan internet dan komputer, laptop dan smart phone serta efek kebosanan peserta didik. Selain itu, masih adanya ketimpangan kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat IT serta kesulitan dalam pengkondisian pembelajaran, dan pengelolaan materi pelajaran sehingga dapat diimplementasikan secara online sehingga diperlukan pembelajaran yang blanded. Untuk itu perlu dirancang dan dibangun strategi pembelajaran untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu pembelajaran virtual yang atraktif dan pragmatis serta kerangka evaluasi yang layak

    Euthanasia Dalam Epos Wiracarita Ramayana Sebagai Jalan Pembebasan

    No full text
    Euthanasia means a gentle, comfortable and good death process, especially for patients who are full of suffering and do not have the potential to recover. Euthanasia has become a world discourse, where various groups in various scientific fields have discussed this problem, but until now it has not been completely and objectively resolved. The issue of euthanasia has always been an actual problem, and immediately caused various kinds of debate. This research is a library research, and is focused on qualitative research. Based on the results of research that has been carried out, it can be seen that euthanasia has occurred long before modern medical science developed, and is explicitly explained in Hindu literature, namely in the Rāmāyaṇa epic chapter or part of the 4th book called Kiskinda Kanda. Where the act of euthanasia carried out on Vālī, the king of the Kiskinda kingdom, was passive euthanasia or usually more accepted as "letting person to die”. The implementation of euthanasia is carried out consciously at the request and willingness of the patient to end his life. In Hinduism, every action one does consciously without attachment is the path to liberation

    Humanisme Dalam Ajaran Konfusianisme

    Get PDF
    Confucianism is the name of a school in Chinese philosophy. The founder of Confucianism was named Confucius. In an age when division, chaos and war were rampant, Confucius wanted to restore the order of heaven (Tianming) to be able to unite China and bring peace and prosperity to the people. Humanistic Confucian teachings developed into one of the most important things in Chinese civilization. The most profound teaching of Confucius lies in his emphasis on self-development or self-civilization, moral exemplary and the ability to make well-trained decisions rather than knowledge of the laws of nature. His ethics, then, is more of an ethics of virtue. The concepts of humanism introduced in Confucianism are: Zhengming (justification, upholding the name), Yi (virtue), Ren (human goodness), Xiao (respect), Li (ritual), Tianming (heavenly commandment). In Chinese terms, Confucianism refers to two meanings: Ju Chiao which refers to religious teachings and Ju Chia which refers to philosophical schools. As Ju Chiao in the religious field, the term T'ien or Tian is a major spiritual factor. In Confucian teachings about Tianming or the heavenly orders, the content is that T'ien gives the power of a country to the people he chooses, namely those who are considered capable of leading a country.  Konfusianisme adalah nama salah satu aliran dalam Filsafat Cina. Pendiri Konfusianisme bernama Konfusius. Pada zaman ketika perpecahan, kekacauan dan perang berkepanjangan merajalela, Konfusius hendak mengembalikan perintah langit (Tianming) untuk dapat mempersatukan Tiongkok dan membawa perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat. Ajaran Konfusianisme yang humanistik berkembang menjadi salah satu hal terpenting dalam peradaban Cina. Ajaran yang paling mendalam dari Konfusius terletak pada tekanannya untuk membangun diri atau pemberadaban diri, keteladanan moral serta kemampuan untuk membuat keputusan yang terlatih baik ketimbang pengetahuan akan hukum-hukum alam. Etikanya dengan begitu, lebih merupakan etika kebajikan. Konsep-konsep humanisme yang diperkenalkan dalam Konfusianisme yaitu: Zhengming (pembenaran, penegakan nama), Yi (kebajikan), Ren (kebaikan manusiawi), Xiao (respek),  Li (ritual), Tianming (perintah langit). Dalam istilah Cina, Konfusianisme menunjuk pada dua pengertian: Ju Chiao yang mengacu pada ajaran agama dan Ju Chia yang mengacu pada aliran filsafat. Sebagai Ju Chiao dalam bidang keagamaan istilah T’ien atau Tian merupakan faktor spiritual yang utama. Dalam ajaran Konfusianisme tentang Tianming atau perintah langit isinya adalah bahwa T’ien memberikan kekuasaan suatu negara kepada orang yang dipilihnya yaitu mereka yang dianggap mampu untuk memimpin suatu negara.     &nbsp

    Studi Komparasi Api dalam Teks dan Kontek Ritual; Agnihotra, dan Catur Brata Penyepian

    Get PDF
    Fire is the process of oxidizing heat, oxygen, and combustible materials. Besides producing fire, the oxidation process of these elements also produces heat and light. Related to this, Hindus in Bali recognize three types of fire or Agni, namely: Ahavaniya Agni, which is a sacred fire for cooking food, Grhapatya Agni is a fire for marriage ceremonies to maintain the sanctity of marriage, Cita Agni is a sacred fire for burning corpses. Many scripture texts discuss fire, which can be used as a reference in the practice of religious life for the Hindu community in Bali, both in reg, sama, atarwa veda, etc. In Wedaparikrama: 44-45 it is explained that fire is an introduction to the ceremony that connects humans with Sang Hyang Widhi Wasa. At the symbolic level, fire has many meanings, including: fire means spirit, fire means purification, fire also means enlightenment. In the practice of chess brata loneliness, fire is used symbolically, both outside and inside for purification purposes. This paper reveals the use of inner fire, namely the fire of self-purification, in the practice of celebrating Nyepi in Balinese tradition. Literature study on fire, found many texts, which can be used as a reference for life practices, especially in ceremonial practices for the Balinese people. The results of interviews, and observations, on the practice of celebrating the holy day of Nyepi through the implementation of chess brata sepian found that the practice of chess brata sepian is a process of self-purification through fire to increase self-purity

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇