E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    Persepsi Mahasiswa Jurusan Pariwisata Budaya Terhadap Twitter Sebagai Sarana Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris

    No full text
    This study aimed at finding out the perception of students in tourism program towards Twitter as vocabulary learning media. Twitter has become one of the learning media in this 4.0 era. It is undeniable that Twitter existence becomes one of the social media that students choose to use when they are learning english subject material. This situation can be used by the teacher to have a specific learning technique when teaching the students about vocabulary via social media especially Twitter. The teachnique used in this study was survey in which all students become the sample of this study considering that all the students have access to Twitter. Survey was conducted by using questionnaire with 15 statements to gain their perception towards Twitter,. Then the data was processed in order to gain the result in the form of percentage. Fro

    Upacara Bamula Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Di Desa Ajung Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan

    No full text
    Kalimantan Selatan menyimpan permata untuk dikagumi. Kalimantan Selatan juga dikenal sebagai Suku Dayak Meratus yang sangat menjunjung tinggi tradisi leluhur salah satunya Suku Dayak Kaharingan, Bentuk adat atau upacara adat pada suku Dayak Hindu Kaharingan tidak sama dengan pada agama Hindu di Jawa atau Bali. Hal ini dikarenakan Hindu Kaharingan memiliki identitas dan sejarah yang berbeda jika ditelaah dari adat, tradisi dan budaya. Salah satu bentuk pengembangan wisata budaya adalah Upacara Bamula di Desa Ajung, upacara ini bertujuan sebagai ucapan terima kasih kepada Bahatara Sri yang telah memberikan limpahan dalam bertani. Selain fungsi sakralnya, upacara ini juga sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan lokal karena memiliki dua fakta yang bertolak belakang, yaitu kegiatan ritual sakral dan minimnya komunikasi antar generasi. Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka peneliti merumuskan 3 masalah yaitu (1) Bagaimana Prosesi Upacara Bamula? (2) Bagaimana Bentuk Upacara Bamula ?(3) Bagaimana Dampak dari Upacara Bamula ?. Permasalahan di atas dikaji dengan beberapa teori. Teori yang digunakan adalah teori religi, komodifikasi dan dampak pariwisata. Selain itu, beberapa metode yang digunakan untuk memperoleh data yaitu metode observasi, wawancara dan studi pustaka dan diuraikan dengan metode deskriptif, sehingga diperoleh kesimpulan yang komprehensif. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pelaksanaan Upacara Bamula yang, a) tempat upacara disebut Balai, b) sasaji upacara terdiri dari kemenyan, nasi hanyar (baru), ayam bakar, lamang, ketupat, cucur, gayam, pais, nasi lamak, telur ayam, suling, sumur habang, sumur hijau, sumur kuning, pisaat, buah-buahan, dan tumbuhan, c) Pemimpin dalam pelaksanaan upacara disebut Balian. Rangkaian pelaksanaan Upacara Bamula terdiri dari musyawarah, mangayu, membeli makanan, membuat sesaji, acara inti, dan penutupan. Bentuk Upacara Bamula sebagai paket wisata budaya di Desa Ajung terdiri dari a) Proses Produksi b) Proses Distribusi c) Proses Konsumsi. (3) Dampak Upacara Bamula terdiri dari a) Dampak ekonomi b) Dampak sosial budaya c) Dampak lingkungan Kata kunci: Upacara Bamula, Daya Tarik Wisata, Buday

    Legalitas Persidangan Perkara Pidana Di Pengadilan Secara Elektronik

    No full text
    The effects of the pandemic made digital technology into the courtroom. In connection with this research, the thing that wants to be studied is, firstly for the mechanism of applying event law to online trials in criminal cases in Indonesia, secondly how online trials accommodate the process of proof in criminal cases in Indonesia. The research method used in this research is to use a type of normative legal research, namely research that in its study refers to and bases on the norms and rules of law, applicable laws and regulations, legal theories and doctrines, jurisprudence, and other literature materials relevant to the research topic discussed. The result of this study is, the first mechanism for the application of event law in online trials in criminal cases as stipulated in Supreme Court Regulation No. 4 of 2020 on Administration and Criminal Trial in The Court Electronically provides 2 (two) alternatives to conduct trials in criminal cases, namely offline and online. This is not previously regulated in the Criminal Procedure Law (KUHAP) or other legal regulations. Second, with regard to the process of proving in criminal cases at online trials basically still follow the provisions in the criminal event law and have the same value or power of proof as trials conducted offline

    Eksistensi Hukum Adat melalui Penerapan Singer (Denda Adat) dalam Perceraian Suku Dayak Ngaju

    No full text
    Perceraian yang terjadi dalam proses berumah tangga, merupakan sesuatu hal yang tidak diinginkan oleh setiap pasangan yang telah berjanji sehidup semati dalam prosesi sakral perkawinan. Tetapi dalam faktanya, perceraian masih marak terjadi dimana salah satunya pada masyarakat adat Dayak Ngaju. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi kepustakaan, yang meelaborasi data dan informasi dari sumber-sumber ilmiah baik cetak maupun elektronik. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa perceraian masyarakat suku Dayak Ngaju tidak dapat terpisahkan dari janji perkawinan adat yang telah dibuat. Singer sebagai denda adat dalam perceraian masyarakat adat Dayak Ngaju yang termuat dalam 96 Pasal Hukum Adat Tumbang Anoi yaitu Pada Pasal 3 Singer Hatulang Belum atau denda dalam perceraian sepihak dan Pasal 4 Singer Hatulang Palekak Sama Handak atau denda perceraian karena kehendak bersama, diterapkan kepada pasangan yang melakukan perceraian sebagai salah satu bentuk eksistensi dan penerapan hukum adat serta bertujuan menjadi pengontrol dan pengingat dalam upaya mempersukar perceraian yang terjadi pada masyarakat adat Dayak Ngaju

    Bentuk Dan Fungsi Balai Basarah Hindu Kaharingan Di Desa Pangi Kecamatan Banama Tingang Kabupaten Pulang Pisau

    No full text
    A holy place is a place that must be owned by every religious community. Hindu holy place is a place which is very sacred and sacred for Hindus. Faceted sacred place of Hindus in Indonesia built in accordance with desa, kala and patra. There is a tangible temple, temple, statues, and balai Basarah. Balai Basarah is a kind of holy place of Hindu Kaharingan located in Central Kalimantan. Balai Basarah have a different shape in every district in Central Kalimantan are shaped, house, and meru. Balai Basarah have other functions, in addition to the main functions, namely as a place of worship. Another function, namely as a place of education, the implementation of a religious ritual, and celebration of holy days of religious. See the forms and functions of the balai Basarah, researchers are interested to study the characteristic form of balai Basarah because it has reliefs and artistic regionalism that need to be preserved. The functions of the balai Basarah have some function other than as a place of worship, it is very interesting to be dissected in depth so as to present a piece of writing that is interesting about the form and functions of the balai Basarah Hindu Kaharingan.  Tempat suci merupakan sebuah tempat yang harus dimiliki oleh setiap umat beragama. Tempat suci Hindu adalah sebuah tempat yang sangat disucikan dan disakralkan bagi umat Hindu. Ragam tempat suci Hindu di Indonesia dibangun sesuai dengan desa, kala, dan patra. Ada yang berwujud pura, candi, arca, dan balai Basarah. Balai Basarah merupakan jenis tempat suci Hindu Kahaingan yang berada di Kalimantan Tengah. Balai Basarah memiliki bentuk yang berbeda disetiap kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah ada yang berbentuk, rumah, dan meru. Balai Basarah memiliki fungsi lain, selain fungsi utama yaitu sebagai tempat persembahyangan. Fungsi lain tersebut yaitu sebagai tempat pendidikan, pelaksanaan ritual keagamaan, dan perayaan hari suci keagamaan. Melihat bentuk dan fungsi balai Basarah, peneliti sangat tertarik untuk meneliti ciri khas bentuk balai Basarah karena memiliki relief dan artistik kedaerahan yang sangat perlu dilestarikan. Fungsi balai Basarah memiliki beberapa fungsi selain sebagai tempat persembahyangan, hal ini sangat menarik untuk dibedah secara mendalam sehingga dapat menyajikan sebuah tulisan yang menarik tentang bentuk dan fungsi balai Basarah Hindu Kaharingan

    Monoteisme-Panteistik: Oposisi Biner Etalase Kepercayaan Umat Hindu di Bali (Suatu Tinjauan Fenomenologi Berbasis Pustaka Suci)

    No full text
    ABSTRACTThis research is a qualitative research based on the religious phenomenon of Hindus in Bali in carrying out the teachings of Hinduism through existing beliefs. The beliefs that are currently developing in Bali are monotheism and pantheism/pantheistic beliefs. This study seeks to examine more deeply the conception of belief that developed in Bali as a result of the emergence of various polemics in society about the conception of belief carried out by Hindus in Bali. Based on this urgency, the researchers attempted to conduct research using a phenomenological approach and supported by several data analysis techniques, namely literature and document studies. The data that the researchers obtained were then analyzed by using the Miles and Huberman analysis method. To support this research method, the researcher uses several theories, namely Symbolic Interactionalism theory and Hermeneutics theory. The researcher uses Symbolic Interactionalism Theory to find out the interpretation of Hindus in Bali in understanding God through interaction with worship media that act as symbols of God. Then the researcher uses the Hermeneutic theory to understand more deeply the religious phenomenon of Hindus in Bali based on the perspective of Vedic-based Hinduism sacred literature, both lexically and semantically. Through these methods and theories, researchers get a new paradigm that the belief that grows naturally in the religious civilization of Hindus in Bali is monotheism-pantheistic. A paradigm of belief as a result of binary opposition which accommodates the notion that there is only one God and He permeates all forms of His creation (everything is God).Keywords: Monotheism, Pantheism/Pantheistic, Binary Opposition.ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didasarkan pada fenomena religi umat Hindu di Bali dalam menjalankan ajaran agama Hindu melalui aliran-aliran kepercayaan yang ada. Kepercayaan yang berkembang saat ini di Bali adalah kepercayaan monoteisme dan panteisme/panteistik. Penelitian ini berupaya untuk menelaah lebih dalam konsepsi kepercayaan yang berkembang di Bali sebagai akibat dari timbulnya berbagai polemik di masyarakat tentang konsepsi kepercayaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali. Berdasarkan urgensi inilah peneliti berupaya melakukan penelitian dengan pendekatan fenomenologi dan didukung dengan beberapa teknik analisis data yaitu studi pustaka dan dokumen. Data yang peneliti peroleh kemudian peneliti analisis melalui metode analisis Miles dan Huberman. Untuk mendukung metode penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teori yaitu teori Interaksionalisme Simbolik dan teori Hermeneutika. Teori Interaksionalisme Simbolik peneliti gunakan untuk mengetahui intepretasi umat Hindu di Bali dalam memahami Tuhan melalui interaksi dengan media-media pemujaan yang berperan sebagai simbol Tuhan. Kemudian teori Hermeneutika peneliti gunakan untuk memahami lebih mendalam fenomena religi umat Hindu di Bali berdasarkan pada perspektif pustaka-pustaka suci Hinduisme berbasis Vedic, baik secara leksikal maupun semantik. Melalui metode dan teori tersebut peneliti mendapatkan sebuah paradigma baru bahwa kepercayaan yang tumbuh secara alamiah dalam peradaban religi umat Hindu di Bali adalah monoteisme-panteistik. Sebuah paradigma kepercayaan sebagai hasil oposisi biner yang mengaakomodir paham bahwa hanya ada satu Tuhan dan Beliau meresap kesegala bentuk ciptaan-Nya (everything is God). Kata kunci: Monoteisme, Panteisme/Panteistik, Oposisi Biner

    Dualitas Harapan dan Ketakutan Dalam Hidup Manusia : Sebuah Telaah Filosofis

    No full text
    Humans are creatures who do not stop to hope. That is, when one hope has been achieved, another hope will appear again. And so on that is done by humans. However, on the other hand, due to changes that are constructive or destructive and this becomes an inseparable part of human life, every change will cause humans to have to make personal decisions as a consequence of human interaction with the world around them. Human failure to find orientation amid countless possibilities has the potential to create fear which becomes one of the threats to the meaning of human life. So hope and fear often appear together. By using descriptive-analytical methods and library research, the results of this study indicate that hope in principle contains components of willpower and way power to achieve goals. The two components cannot be separated from one another, complement each other, and are also positively correlated. Expectations are influenced by three things, namely: social support, religious beliefs, and also control. Meanwhile, fear is something that arises when a person's ability to achieve expectations is lower. The duality between hopes and fears is important for humans to understand by using ratios because by managing hopes and fears through ratios, humans will be able to achieve what they want to become a reality.Manusia adalah makhluk yang tidak berhenti untuk berharap. Artinya, Ketika sudah tercapai harapan yang satu, maka akan muncul lagi harapan yang lainnya. Begitu seterusnya yang dilakukan oleh manusia. Namun, di sisi lain karena adanya perubahan yang bersifat konstruktif ataupun destruktif dan hal ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia, maka setiap terjadinya perubahan akan menyebabkan manusia harus mengambil keputusan pribadi sebagai konsekuensi dari interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Kegagalan manusia dalam menemukan orientasi di tengah kemungkinan yang tidak terhitung banyaknya berpotensi menimbulkan ketakutan yang menjadi salah satu ancaman terhadap kebermaknaan hidup manusia. Sehingga harapan dan ketakutan sering muncul secara bersamaan. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis serta library research, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harapan pada prinsipnya berisikan komponen willpower dan waypower untuk mencapai sebuah tujuan (goals). Kedua komponen tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, serta saling melengkapi dan juga berkorelasi positif. Harapan dipengaruhi oleh tiga hal yakni: dukungan sosial, kepercayaan religius dan juga kontrol. Sedangkan ketakutan merupakan suatu hal yang muncul apabila kemampuan seseorang dalam mencapai harapan lebih rendah. Dualitas antara harapan dan ketakutan penting dipahami oleh manusia dengan menggunakan rasio, karena dengan mengelola harapan dan ketakutan melalui rasio, maka manusia akan mampu mencapai apa yang diinginkan menjadi suatu kenyataan

    IMPLEMENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PAHAM RADIKALISME

    No full text
    Religious moderation is one way to maintain the unity and integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) from a socio-religious perspective. The harmony of social and religious life can be seen from how far the values ​​of religious moderation apply. Religious moderation becomes a magnet that can attract various religious adherents, that all are in the same environment and a sense of unity that will be able to maintain security and peace in the life of the nation and society. By implementing religious moderation as well as an indication of compliance or legal awareness of the community in participating in maintaining harmony. Because without legal compliance and awareness embedded in each individual, bad influences will easily influence him, call it radicalism. For those who are led in the notion of radicalism, it will be easy to carry out radical actions that ultimately lead to terrorism. The emergence of radical actions will certainly lead to division, far from the words tolerance and harmony. Meanwhile, the Indonesian people are wrapped in a frame of diversity that must be maintained and maintained as one of the characteristics of this nation. So it is important to implement the values ​​of religious moderation to increase public legal awareness in order to prevent entering the circle of radicalism.Moderasi agama merupakan salah satu jalan untuk menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari perspektif sosio-religius. Keharmonisan kehidupan bermasyarakat maupun beragama dapat dilihat dari seberapa jauh menerapkan nilai-nilai moderasi beragama. Moderasi beragama menjadi magnet yang dapat menarik berbagai pemeluk agama, bahwa semua berada pada lingkungan yang sama dan rasa persatuan yang akan dapat menjaga keamanan dan ketentraman kehidupan berbangsa maupun bermasyarakat. Dengan mengimplementasi moderasi beragama juga sebagai salah satu indikasi kepatuhan atau kesadaran hukum masyarakat dalam turut serta menjaga keharmonisan. Karena tanpa ada kepatuhan dan kesadaran hukum yang tertanam dalam diri setiap individu, maka pengaruh-pengaruh yang tidak baik akan mudah mempengaruhinya, sebut saja paham radikalisme. Bagi mereka yang tergiring dalam paham radikalisme, maka akan mudah sekali melakukan tindak-tindakan radikal yang pada akhirnya mengarah pada terorisme. Munculnya tindakan-tindakan radikal tentu akan memunculkan perpecahan, jauh dari kata toleransi dan keharmonisan. Sedangkan masyarakat Indonesia terbungkus oleh bingkai kebhinekaan yang harus terus dipelihara dan dijaga sebagai salah satu ciri bangsa ini. Sehingga pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai moderasi agama untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat guna mencegah masuk dalam lingkaran paham radikalisme

    Konstruksi Internalisasi Perubahan Budaya Pernikahan Melalui Media Sebagai Pertarungan Modal Sosial Kelas Ekonomi Menengah

    No full text
    The purposed of this research is to find how the construction of wedding cultural change phenomenon of middle low economic class society in Palangkaraya internalized through media. This research applies Pierre Bourdieu's reproduction of culture, Berger-Luckman’s construction of social reality, Veblen's emulation and global media concept as the framework. The Paradigm used in this research is constructionism and qualitative research which held in Palangkaraya. Depth interview and observation are used as data collection technique. This research has succeeded to explain the connection between social construction of reality on marriage and social struggle in the field of wedding with the influence of mass media in the wedding cultural change phenomenon for middle low economic class in Palangkaraya

    Penyelesaian Sidang Adat Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pada Masyarakat Hindu Kaharingan (Perspektif Hukum Hindu)

    No full text
    This reaserch about harsness in Tumbang Mantuhe, Manuhing Raya District, Gunung Mas Regency which have been made by the people in Tumbang Mantuhe village who violate the law number 23 of 2004. This phenomenon occurred based on observations that had occurred in the households of the Hindu Kaharingan community in Tumbang Mantuhe Village which were resolved by Hindu customary law. Based on research, suspicion of wife, lack of communication, lack of affection, lack of harmony, economy, and infidelity are the factors of domestic violence. Meanwhile, violation of law, psychological violence, biological violence, and not providing for the wives. Then the settlement process, through deliberation and consensus which is completed by the customary mantir, witnesses, community leaders, religious leaders, and the families of the parties to the dispute by carrying out various processes, namely the existence of reports, mediation and customary hearings as well as customary sanctions

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇