E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Faktor Pembentuakan Karakter Anak Dalam Keluarga Hindu Di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotawaringin Barat: Perspektif Pendidikan Hindu
Karakter adalah keunikan, temperamen, karakteristik atau budi pekerti membuat seseoranng berbeda dengan yang lain. Karakter anak dibangun dan dibentuk sejak masih usia dini oleh orang tua atau keluarga dan sekolah. Ketika berbicara mengenai pembdentukan karakter dari usia dini, kita menjadi memiliki banyak faktor dalam membentuk karakter anak dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulitatif. Dalam jurnal ini, penulis ingin membahas mengenai faktor pembentukan karakter anak dalam kelurga Hindu di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan hasil dari wawancara dan observasi, penulis menemukan bahwa faktor pembentukan karakter anak dalam keluarga Hindu diDesa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, diawali dengan faktornya pendidikan orang tua yang lemah, selanjutnya faktor ekonomi orang tua yang tidak mencukupi, dan selanjutnya faktor dari masyarakat atau lingkungan. Tapi yang menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak dalam keluarga adalah ekonomi yang lemah
Kinerja Guru Pendidikan Agama Hindu Tingkat Sekolah Dasar Di Kecamatan Kahayan Hilir
Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sangat penting untuk menumbuhkan daya dan minat belajar bagi peserta didik, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan peserta didik sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar lebih baik. Kinerja guru sangat menentukan kualitas pembelajaran yang baik bagi peserta didik di sekolah, yaitu kualitas peserta didik yang memiliki kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan dan akhlak mulia yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Hindu. Guru pendidikan agama Hindu tingkat sekolah dasar di Kecamatan Kahayan Hilir saat ini masih memerlukan peningkatan kompetensi sebagai guru melalui pelatihan yang dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui bagaimana kinerja gurupendidikan agama Hindutingkat sekolah dasar di Kecamatan Kahayan Hilir dengan tujuan untuk melihat dan mengetahui realitas kinerja guru pendidikan agama Hindu tersebut.
Penelitian ini terdiri atas enam sampel, yaitu guru pendidikan agama Hindu SDN Mintin 1, guru pendidikan agama Hindu SDN Trisari 1, guru pendidikan agama Hindu SDN Mantaren 2, guru pendidikan agama Hindu SDN UPT Anjir Pulang Pisau, guru pendidikan agama Hindu SDN Kalawa 1, dan guru pendidikan agama Hindu SDN Buntoi 2. Jenis metode yang digunakan adalah metode campuran (Mixed Methods). Data diperoleh dari hasil observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dibagi menjadi dua, yaitu(1) pengolahan data dari informan: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, (2) pengolahan data dariangket: editing dan scoring.
Hasil analisis dari wawancara guru pendidikan agama Hindu dan kepala sekolah serta angket setelah dianalisis dengan metode campuran (Mixed Methods), yaitu penyematan data kualitatif dalam desain penelitian kuantitatif (nestingqualitative data in quantitative designs), kemudian dikonsultasikan dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) kinerja guru pendidikan agama Hindu. Hasilnya, yaitu (1) guru pendidikan agama Hindu SDN Mintin 1 masuk dalam kategori baik, dengan persentase ketercapaian 79,61%;(2) guru pendidikan agama Hindu SDN Trisari 1 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 87,07%; (3) guru pendidikan agama Hindu SDN Mantaren 2 hasilnya masuk dalam kategori baikdengan persentase ketercapaian 87,07%(3) guru pendidikan agama Hindu SDN UPT Anjir Pulang Pisau hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 73,21%;(4) guru pendidikan agama Hindu SDN Kalawa 1 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 80,65%;(5) guru pendidikan agama Hindu SDN Buntoi 2 hasilnya masuk dalam kategori baik dengan persentase ketercapaian 82,44%
Penegakan Hukum Pertambangan Tanpa Izin Berbasis Transendental
Unlicensed Mining is a criminal act. In the realm of law enforcement, it is very closely related to the social and economic problems of the poor people around mining areas, thus creating a dilemma for law enforcement officers in processing unlicensed mining cases. The research method used was juridical-normative. The presence of PETI has an impact on the loss of state treasury revenues, environmental damage, mining accidents, an unfavorable investment climate, and waste of mineral resources. The law enforcement policy is the implementation of utilitarianism policy and punishment policy as the ultimum remedium. The law enforcement officers must consider non-penal law enforcement against PETI, and the government must provide guidance and supervision so that PETI can turn into a legitimate business
Hiasan Bunga Teratai Pada Penjor Galungan Sebagai Teks Etika Sosial Penegakan Dharma
Galungan is Hindu holy day. This holy day aims to commemorate the victory of dharma (good) against adharma (evil). Celebration of Galungan uses various ritual tools, such as Penjor - commonly called Penjor Galungan. Penjor Galungan ornaments are very glorious, one of them is lotus. In the postmodern perspective, Penjor Galungan is not only contain of religious values and aesthetics, but it also contains of any aspects beyond the arts, such as social ethos in order to uphold dharma in the society. All of this leads to the achievement of the goal of Hinduism, the happy life both mundane and spiritual.Hari raya Galungan merupakan hari suci umat Hindu. Hari raya ini bertujuan untuk memperingati kemenangan dharma melawan adharma. Perayaan Galungan menggunakan berbagai peralatan ritual antara lain penjor – lazim disebut penjor Galungan. Hiasan penjor Galungan sangat meriah antara lain berwujud bunga teratai. Dalam perspektif posmodernisme penjor Galungan tidak hanya memuat nilai agama dan estetika, tetapi bisa pula mengandung aspek-aspek di luar seni, yakni etika sosial guna menegakkan dharma dalam kehidupan bermasyarakat. Kesemuanya ini berujung pada pencapaian tujuan agama Hindu, yakni kehidupan yang bahagia baik secara keduniawian maupun spiritualitas
Manajemen Penerapan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Keluarga Beda Agama Di Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja - Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam keluarga beda Agama di Kelurahan Bakunase 2 Kecamatan Kota Raja Kota Kupang. Dengan rumusan masalah bagaimana penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam keluarga beda agama? Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan teknik wawancara terhadap 3 keluarga yang nikah beda agama. Hasil Penelitian menunjukan antara lain: 1) Komitmen Kebangsaan, Penerapan komitmen kebangsaan dapat menumbuhkan keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan berbangsa; 2) Toleransi, bahwa nilai toleransi yang diterapkan dapat menumbuhkan sikap kebersamaan dan rasa hormat dengan anggota keluarga maupun orang lain karena perbedaan pandangan atapun keyakinan; 3) Anti Kekerasan, bahwa nilai anti kekerasan dalam moderasi beragama memberikan nilai untuk berpikir secara bijaksana dan tidak fanatik terhadap satu pandangan keagamaan atau kelompok namun harus meniciptakan kebaikan dan keadilan; 4) Akomodatif, bahwa nilai akomodasi moderasi beragama menjadi bagian terpenting untuk dapat memahami perilaku orang lain sehingga dapat menghindari terjadinya konflik untuk mewujudkan ketersediaan menerima nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal untuk saling menerima satu dengan yang lainya. Kesimpulan bahwa Nilai komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodasi merupakan landasan dalam menciptakan keharmonisan, dan kerukunan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat serta bernegara
Konsep Teologi Dalam Cerita Srinandi
Literature created in antiquity has various themes about human life. The stories of life that do not escape writing in the form of prose, papyrus and speech in the form of lontar are very identical to life today. The story of Srinandi in the form of spoken literature is not far from today's life, like a modern soap opera with a different era. To produce valid and reliable data, this research uses qualitative research methods. To produce logical data, this article performs several stages of data sorting in the form of: 1). Reducing data, 2). Display data, 3). Verify data and, 4). Interpret article data. Related references really support the validity of a scientific work, therefore library techniques are also used through literature exploration on Google Scholar. The story in the lontar Srinandi which tells the story of a marriage that ends in murder with a third person element is very thick with the intervention of God himself. It was his devotion to Srinandi himself that resulted in the form of heaven, because of Srinandi's life journey who was very obedient and devoted during his life.Sastra yang dibuat pada jaman dahulu mempunyai beragam tema tentang kehidupan manusia. Kisah-kisah kehidupan yang tak luput dari tulisan baik berupa prosa, lontar maupun tutur yang berupa lontar sangat identic dengan kehidupan sekarang. Kisah Srinandi yang berupa sastra tutur tersebut tidak jauh dari kehidupan sekarang bak layaknya sinetron masa kini yang berbeda jaman. Untuk menghasilkan data yang valid dan reliable, maka penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk menghasilkan data yang bersifat logis, artikel ini melakukan beberapa tahapan pemilahan data berupa : 1). Mereduksi data, 2). Mendisplay data, 3). Memverifikasi data dan, 4). Menginterpretasi data artikel. Refrensi terkait sangat menunjang validitas suatu karya ilmiah, oleh karena itu digunakan juga teknik kepustakaan melalui penjajakan literature di google scholar. Kisah dalam lontar Srinandi tersebut yang mengisahkan kisah pernikahan yang berujung dengan pembunuhan dengan adanya unsur orang ketiga sangat kental dengan adanya campur tangan tuhan itu sendiri. Bhaktinya sang Srinandi sendiri yang membuahkan hasil berupa sorga, karena perjalanan hidup Srinandi yang sangat taat dan bhakti semasa hidupnya
Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru di SMP Negeri 6 Satap Fatuleu
The purpose of this study was to determine and analyze the effect of principal supervision on teacher performance, to determine and analyze the effect of work discipline on teacher performance and to jointly identify and analyze the effect of principal supervision and work discipline on teacher performance at SMP Negeri 6 Satap. Fatuleu. The method used in this study is a quantitative method with a sample of 30 teachers while the data collection techniques are observation, questionnaires and documentation with data analysis techniques using multiple linear regression analysis to determine the effect between variables. The findings of the research are 1) the effect of Principal Supervision (X1) on Teacher Performance (Y) has a significant and strong influence between these two variables with an f value of 0.686 > 0.05 with a Sig value. 0.414. 2). The influence of work discipline (X2) and Teacher Performance (Y) has a significant and strong relationship between these two variables with an f value of 145.267 > 0.05 with a Sig value. 0, 000. 3). Based on the comparison between the variables of Principal Supervision (X1) and Work Discipline (2) and Teacher Performance (Y) has a very strong influence, namely with a value of R2 = 0.838 in other words this relationship has an effect of = 83.8%. Conclusions 1) The influence of the principal's supervision on the performance of teachers at SMP Negeri 6 Satap Fatuleu has been implemented well. This means that Principal Supervision has a significant effect on improving teacher performance at SMP Negeri 6 Satap Fatuleu. 2) The effect of work discipline on teacher performance at SMP Negeri 6 Satap Fatuleu is going well. This means that work discipline has a significant effect on improving teacher performance at SMP Negeri 6 Satap Fatuleu. 3) The effect of principal supervision and work discipline on teacher performance at SMP Negeri 6 Satap Fatuleu simultaneously has a significant effect on improving teacher performance at SMP Negeri 6 Satap Fatuleu Barat
Nilai Filosofis Simbol Nini dan Implikasinya Bagi Masyarakat Di Desa Pakraman Piling Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan
Balinese culture is essentially based on the values of Hindu religious teachings. It upholds the values of balance and harmonization between humans and God (parhyangan), human relation with other humans (pawongan), and human relation with the environment (palmahan), which is reflected in the teachings of Tri Hita Karana (three causes of well-being). The most crucial thing in every religious ritual activity is not only something physically visible, but the philosophical values implied in it are also important. The existence of ritual activities in spiritual life is a medium or symbol to get closer to Ida Sang Hyang Widhi Wasa. In general, this article aims to describe, review and explain the philosophical values contained in the symbolism of Nini and their implications for the Hindu community, especially in Desa Pakraman Piling, Penebel District, Tabanan Regency.Kebudayaan Bali pada hakikatnya dilandasi oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama Hindu dan menjunjung tinggi nilai-nilai keseimbangan dan harmonisasi antara manusia dengan Tuhan ( parhyangan ), hubungan sesama manusia (pawongan ), dan hubungan manusia dengan lingkungan ( palemahan ), yang tercermin dalam ajaran Tri Hita Karana (tiga penyebab kesejahteraan). Hal yang terpenting dari setiap aktivitas ritual keagamaan bukanlah sesuatu yang tampak secara fisik semata, tetapi juga tentang adanya nilai-nilai pendidikan luhur yang tersirat di dalamnya. Adanya aktivitas-aktivitas ritual dalam kehidupan beragama adalah merupakan media atau simbol untuk lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Secara umum tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan, mengulas dan menjabarkan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam simbolisme Nini serta implikasinya bagi masyarakat di Desa Pakraman Piling Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan
Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Hindu (Perspektif Teologi)
Moderasi beragama adalah istilah baru bagi umat Hindu di Indonesia. Moderasi beragama baru diperkenalkan oleh pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. Namun, nilai-nilai kebersahajaan telah dipraktikkan oleh masyarakat dalam kebiasaan sehari-hari. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, umat Hindu selama ini mampu bersikap moderat dalam pluralisme.Dari segi teologis, kitab suci dan sastra Hindu mengandung nilai moderasi. Khusus dalam tulisan ini mengacu pada Manawa Dharmasastra, Bhagawadgita, Nitisastra, Sarasamuccaya, dan Slokantara. Intinya, orang yang sudah mempelajari Veda harus bisa menunjukkan tata krama yang baik. Karena orang berilmu adalah panutan dalam masyarakat. Perbedaan ajaran agama tidak perlu dipertentangkan. Umat beragama harus menunjukkan sikap yang moderat. Sikap moderat penting untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Ini adalah bagian dari tujuan agama Hindu, yaitu Moksartam Jagadhita ya ca iti Dharma. Kebahagiaan sejati dan kedamaian dunia akan lebih mudah dicapai jika para pemeluk agama saling menghormati dan menghargai. Permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah: 1) Bagaimanakah nilai-nilai moderasi beragama dalam agama Hindu berdasarkan tinjauan teologis? 2) Bagaimana praktik moderasi beragama dalam agama Hindu? dan 3) Apa manfaat moderasi beragama bagi umat Hindu? Kemudian, rumusan masalah dibahas dengan metode kualitatif melalui studi literatur. Melalui tulisan ini, umat Hindu diharapkan lebih moderat dalam beragama untuk kehidupan yang damai
Nilai-Nilai Hukum Agama Hindu Dalam Mewujudkan Kesadaran Hukum Guna Pencegahan Penyebaran Covid-19
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Nilai Hukum Agama Hindu Dalam Mewujudkan Kesadaran Hukum Guna Pencegahan Penyebaran Covid-19, metode penelitian menggunakan metode penelitian normatif dengan menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil dari penelitian ini adalah Nilai hukum Agama hindu yang tercantum baik dalam kitab Weda, Panaturan maupun tercermin melalui ritual-ritual tertentu seperti semedi, puasa maupun menyepi merupakan cara umat hindu melaksanakan kewajiban agamanya kepada Tuhan yang maha kuasa. Ketaatan dan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah kepada sang mencipta merupakan sumber dari kesadaran hukum yang paling tinggi dan yang paling utama, sehingga manusia menyadari hakikatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan