E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Pelayanan Perpustakaan Untuk Menunjang Mahasiswa Dalam Penulisan Skripsi Di Institut Agama Kristen Negeri Kupang
Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa perpusakaan kampus IAKN Kupang menyediakan fasilitas yang dapat mendukung atau mempermudah mahasiswa dalam mencari buku secara online. Namun ada sebagian mahasiswa jarang mengunakan perpustakaan kampus IAKN kupang dengan alasan perpustakaan kampus memiliki koleksi buku yang kurang lengkap sehubungan dengan dengan masalah diatas, peneliti ingin melakukan penelitian dengan Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui kualitas pelayanan perpustakaan kampus yang mengacu kepada pemenuhan mahasiswa dalam penulisan skripsi; 2) Bagaimana dengan ketersediaan koleksi buku diperpustakaan kampus. Penelitian ini mengunakan Metode penelitian pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory dan jumlah informan sebanyak 10 orang untuk mewakili mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah pengodean terbuka, pengodean berporos dan pongodean selektif. Hasil Penelitian 1) Pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan kampus sendiri cukup memberikan pelayanan yang baik bagi setiap pengunjung perpustakaan ada beberapa layanan yang mungkin akan dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dari mahasiswa sendiri. 2) Koleksi perpustakaan merupakan bahan perpustakaan yang disediakan untuk kepentingan belajar, informasi, rekreasi cultural dan penelitian bagi semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa, harus diingat bahwa koleksi diperpustakaan harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dari mahasiswa
Kata Kunci : Pelayanan perpustakaan, Koleksi perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa perpusakaan kampus IAKN Kupang menyediakan fasilitas yang dapat mendukung atau mempermudah mahasiswa dalam mencari buku secara online. Namun ada sebagian mahasiswa jarang mengunakan perpustakaan kampus IAKN kupang dengan alasan perpustakaan kampus memiliki koleksi buku yang kurang lengkap sehubungan dengan dengan masalah diatas, peneliti ingin melakukan penelitian dengan Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui kualitas pelayanan perpustakaan kampus yang mengacu kepada pemenuhan mahasiswa dalam penulisan skripsi; 2) Bagaimana dengan ketersediaan koleksi buku diperpustakaan kampus. Penelitian ini mengunakan Metode penelitian pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory dan jumlah informan sebanyak 10 orang untuk mewakili mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah pengodean terbuka, pengodean berporos dan pongodean selektif. Hasil Penelitian 1) Pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan kampus sendiri cukup memberikan pelayanan yang baik bagi setiap pengunjung perpustakaan ada beberapa layanan yang mungkin akan dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dari mahasiswa sendiri. 2) Koleksi perpustakaan merupakan bahan perpustakaan yang disediakan untuk kepentingan belajar, informasi, rekreasi cultural dan penelitian bagi semua lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai dewasa, harus diingat bahwa koleksi diperpustakaan harus disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dari mahasiswa
 
Pengaruh Media Massa dan Literasi Media Terhadap Komunikasi Sosialisasi Covid - 19 dari Pemerintah Indonesia
Pada artikel ini akan membahas lebih jauh tentang bagaimana dan apa yang dapat menjadi solusi dari pandemi covid -19 pun juga masih sangat gamang untuk diketahui, dikarenakan kondisi dan fenomena yang terjadi sekarang ini yang walaupun sudah dapat terprediksi oleh para ahli, masih akan tetap sulit untuk dikendalikan. Sosialisasi atau pemberian informasi tentang covid – 19 merupakan salah satu hal yang sangat vital yang harus diketahui oleh pemerintah Indonesia, dikarenakan hal ini merupakan upaya pencegahan paling awal yang dapat dilakukan agar masyarakat Indonesia memahami bagaimana harusnya yang mereka dapat lakukan dalam hidup berdampingan dengan covid. Oleh karena itu, pemerintah membentuk juru bicara khusus dalam rangka menjalin relasi melalui komunikasi dengan masyarakat dalam penyampaian isu – isu covid - 19, hal ini juga menunjukkan pentingnya posisi langkah awal tersebut terhadap bagaimana implikasi covid – 19 bagi Indonesia kedepannya. Dalam hal ini, pemerintah tentunya membutuhkan media atau perantara antara pihak pemberi informasi yaitu pemerintah itu sendiri, terhadap pihak penerima informasi atau yang dalam hal ini adalah masyarakat. Disinilah media massa berperan dengan cukup besar terhadap proses relasi ini. Mengingat bagaimana media massa hingga sekarang merupakan salah satu sumber dalam mencari atau mendapatkan informasi bagi masyarakat. Namun, apakah pemanfaatan dan pemakaian dari media sudah baik? Terutama dalam bagaimana masyarakat yang dianggap sebagai “ goals “ atau tujuan dari proses komunikasi dalam penyampaian sosialisai tersebut, menerima dan memproses informasi atau pesan yang didapat melalui media yang ada atau yang biasa disebut sebagai literasi media
Proses Penyuluhan Agama Hindu Di Kabupaten Bengkayang Dan Kota Pontianak Dalam Pembinaan Umat Pada Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini menguraikan proses penyuluhan yang dilakukan dengan adanya media yang digunakan dalam bentuk pemanfaatan IT, namun dalam penerapannya banyak umat yang tidak dapat dapat mengaksesnya. Pokok permasalahannya adalah proses pembinaan umat Hindu yang ada di Kabupaten Bengkayang dan Pontianak. Metode yang digunakan kualitatif dengan teori media baru dan dalam mengumpulan datanya dengan menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah 1) Pemanfaatan IT untuk pembinaan umat hal ini dapat dilakukan dengan adanya masyarakat virtual yang dalam masa pandemic mengharuskan jaga jarak dan menggunakan media virtua berupa zoom, WA dan media social lainnya. Selain itu adanya keterbukaan informasi dari umat sehingga tidak hanya daring saja dalam pembinaan namun sekali waktu adanya pertemuan terbatas sesuai dengan protokol kesehatan. 2) Program penyuluh dan kebutuhan umat, dalam hal ini dilakukan dengan adanya pembinaan yang dibutuhkan oleh umat dan bersifat berlanjut serta adaptasi dari lingkungan dan media yang ada dalam konteks kearifan local yang ada. 3) Pembinaan dan praktik langsung di lapangan hal ini diharapkan untuk memperdalam proses pembinaan yang berlingkup tri kerangka dasar keagamaan Hindu yang berlingkup pada tattwa, susila dan acara. 4) Pelatihan dan kompetensi penyuluh sebagai kunci dalam pemahaman penyuluh sebagai garda terdepan umat untuk pembinaan umat dengan tetap menghormati situasi, kondisi dan keadaan
DINAMIKA RITUAL BEBANTAN LAMAN PADA MASYARAKAT DAYAK TOMUN DI KECAMATAN DELANG KABUPATEN LAMANDAU
Upacara Bebantan Laman yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat Dayak Tomun tentunya memiliki fungsi dan makna bagi kehidupan mereka sehingga terus dilaksanakan sampai saat sekarang. Sebagian kalangan menganggap upacara tersebut sebagai keyakinan atau agama, sehingga nilai sakralnya sangat dominan. Sebaliknya, mereka yang berada di luar ruang lingkup tradisi tersebut memahami biasa, hanya memandangnya sebagai adat istiadat warisan leluhur, atraksi budaya atau bahkan hanya sekedar tontonan rekreasi semata. Walaupun masih dilaksanakan secara turun temurun sampai hari ini, namun tidak imun terhadap perubahan dan perkembangan kemajuan jaman, sehingga dapat mengalami dinamika atau gerak perubahan dari waktu ke waktu oleh masyarakat penganutnya.
Bebantan Laman adalah upacara memberi sesajian untuk pelindung kampung yaitu Tuhan Sang Hyang Duwata beserta para manifestasinya. Upacara Bebantan dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap kegiatan pokok dan tahap akhir upacara yang langsung dipimpin oleh Betaro. Dinamika yang dimaksud dalam upacara Bebantan Laman ini adalah gerak perubahan upacara Bebantan Laman ini dari waktu ke waktu oleh masyarakat penganutnya, sehingga keberadaan upacara ini mengalami perubahan, perkembangan dan kesinambungan
Metode Belajar Kelompok dengan Tutor Sebaya dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Hindu di SMPN 1 Basarang Kabupaten Kapuas
The use of learning methods that are less varried students saturation in learning. This has an impact on the acquisition of unsatisfactory students learning outcomes, Therefor the application of vafious learning methods need to be applied. Learning Hindu religious education at SMPN 1 Basarang still uses conventional methods so that students become less active and the minimun completeness criteria have not fully achieved by students. One solution that can be applied by teachers is to improve learning through the application of peer tutor learning methods. After conducting classroom action research with peer tutor learning methods, the results showed that there was an increase in learning outcomes and student activities in learning Hindu religious education. This can be seen from the final test of the first cycle, namely students who completed as many as 10 students from 18 students who took the test with the percentage of students' classical learning mastery scores reaching 55.56%, and classical absorption reaching 67.83%. While in the second cycle there was an increase, from 18 students who took the test only two students who did not meet individual absorption with classical learning mastery of 84.67% and classical absorption of 83.33%. In the first cycle the student's activity reached 74.38%, while in the second cycle the student's activity increased to 97.50%.Penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariatif akan menimbulkan kejenuhan siswa dalam belajar. Hal tersebut berdampak pada perolehan hasil belajar siswa yang kurang memuaskan. Oleh karena itu penerapan metode pembelajaran yang beragam perlu diterapkan. Pembelajaran Pendidikan agama hindu di SMPN 1 Basarang masih menggunakan metode konvensional sehingga siswa menjadi kurang aktif dan kriteria ketuntasan minimal juga belum sepenuhnya dapat dicapai oleh siswa. Salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh guru adalah dengan memperbaiki pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran tutor sebaya. Setalah dilaksanakan penelitian tindakan kelas dengan metode pembelajaran tutor sebaya diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Pendidikan agama hindu. Hal tersebut tampak dari tes akhir siklus I yaitu siswa yang tuntas sebanyak 10 siswa dari 18 orang siswa yang mengikuti tes dengan persentase nilai ketuntasan belajar klasikal siswa mencapai 55,56%, dan daya serap klasikal mencapai 67,83%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan, dari 18 siswa yang mengikuti tes hanya dua orang siswa yang belum memenuhi daya serap individu dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 84,67% dan daya serap klasikal sebesar 83,33%. Pada siklus I keaktifan siswa mencapai 74,38%, sedangkan pada siklus II keaktifan siswa meningkat menjadi 97,50%
The Women Poet: Exploring the Existence of Women and Feminist Values from the Song of Songs 3:1-5
Aren't humans created equally? in every situation, they are equal whatever the situation. Humans are social creatures who always depend on groups and cannot live alone to the fullest. Biologically, humans are classified based on sex in two forms, namely male (male) and female (female). Both men and women, humans still have the same awareness to express their existence in society. However, the awareness to accept existence (existence) is based on several conditions. The Bible is a place to describe the existence of women in society in terms of religion (Christianity). Women have always been objects and do not have the same existence as men, which was once based on public awareness (which was very patriarchal). One of the love poems, the Song of Solomon, records the existence of women and describes it clearly that women had a unique existence in society at the time of the writing of the Bible even before Jesus. This paper aims to explain the existence of women in Kidung Agung using a feminist literary criticism approach as a writer. The author would like to emphasize that the poem “Dream of the Bride” in Song of Solomon 3:1-5 was written by a woman. In the end, this paper will provide moral values for women today
IMPLEMENTASI PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM PEMERINTAHAN DESA UNTUK MENCEGAH PENYALAHGUNAAN DANA DESA
The purpose of this paper is to find out the application of good governance principles in village government. This paper uses a normative legal research method, namely by applying a statutory and conceptual approach. The legal source used are primary legal source, secondary legal source and tertiary legal source. Analysis of legal source using descriptive analysis. The result of this paper is that the implementation of authority in the village government must be based on the principle of good governance which pays attention to legal certainty, expediency and justice in order to achieve the ideals of the state in the welfare of the peopleTujuan tulisan ini untuk mengetahui penerapan prinsip good governance dalam pemerintahan desa. Tulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yakni dengan menerapkan pendekatan perundang-undagan dan konseptual. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Analisis bahan hukum menggunakan deskriptif analistik. Hasil dari tulisan ini yakni pelaksanaan kewenangan pada pemerintahan desa wajib berdasarkan prinsip good governance yang memperhatikan kepastian hukum, kemanfaatan dan keadilan guna tercapainya cita-cita negara dalam mensejahterakan rakyat
Mitologi Hindu Sebagai Upaya Untuk Mempertahankan Relasi Simbolik Pura Luhur Natar Sari, Desa Apuan, Kabupaten Tabanan
penguger dan tapakan barong serta rangda penguger, sangat erat. Hubungan keterkaitan Pura Luhur Natar Sari dengan pura penguger dapat dilihat dari dua ritual, yaitu pada saat Tapakan Ida Bhatara Sakti lunga ke jaba kutha dan pada saat memendak Bhatara Tirtha. Sementara hubungan keterkaitan Pura Luhur Natar Sari dengan tapakan barong dan rangda penguger dapat dilihat pada saat pelaksanaan piodalan ageng di Pura Luhur Natar Sari. Pada saat piodalan ageng, tapakan barong dan rangda penguger mendapatkan peran dan nyejer selama pujawali berlangsung. Keterkaitan pura, tapakan barong dan rangda penguger dengan Pura Luhur Natar Sari didasarkan pada cerita rakyat (mitos) yang diterima para penyungsung secara turun-temurun. Mitologi (cerita) yang dimiliki oleh masing-masing penyungsung pura, tapakan barong dan rangda penguger terkait relasi simbolik dengan Pura Luhur Natar Sari tersebut berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Bentuk mitologi masing-masing pura, tapakan barong dan rangda penguger tersebut memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam meningkatkan sradha dan bhakti para penyungsung untuk menjaga kelangsungan hubungan keterkaitan (relasi simbolik) tersebut
Upacara Nyambuhul Dalam Masyarakat Hindu Kaharingan di Desa Tumbang Banjang
Pelaksanaan Upacara Nyambuhul adalah merupakan salah satu jenis upacara manusia yajna yang sering dilaksanakan oleh uamat Hindu Kaharingan di desa Tumbang Banjang Kabupaten Katingan. Upacara ini dilakukan untuk permohonan seseorang yang kurang umur/tapas tehaseng, agar di berikan petuah rejeki, umur panjang, sehat dan bahagia oleh Tuhan Yang Maha Esa/Ranying Hatala. Ini merupaka salah satu bentuk pemujaan yang sering dilakukan oleh umat Hindu Karingan.
Dalam mengkaji fenomena ini dan dampaknya bagi masyarakat. Maka perlu di ketahui, bentuk, fungsi, dan makna pelaksanaan Upacara Nyambuhul, untuk mengetahui terhadap upacara tersebut, maka akan menyadarkan kepada masyarakat bahwa Upacara Nyambuhul sangat penting dilakukan karena mengandung makna bersifat Religius dengan tradisonal yang kental, juga berpedoman pada ajaran kitab suci Panaturan sebagai landasannya.
Sedangkan secara umum adalah untuk mengetahui bentuk, fungsi, dan makna terhadap nila-nilai luhur yang menjadi latar belakang dalam pelaksanaan Upacara Nyambuhul agar mengetahui dengan jelas tata cara pelaksanaan upacara bagi masyarakat Hindu Kaharingan yang ada di desa Tumbang Banjang Kabupaten Katingan.
Upacara Nyambuhul menurut agama Hindu Kaharingan sudah dilaksanakan sejak Ranying Hatala menciptakan Raja Uju Hakanduang dan langsung berfirman dan memberikan tugas pada mereka diantaranya ke tujuh (7) itu adalah Raja Tutung Tahaseng, bertugas untuk melihat dan memelihara serta mengendalikan napas kehidupan manusia yang kurang, demikian pula jika manusia meminta umur panjang kepadanya dan atas petunjuk Ranying Hatala/Tuhan Yang Maha Esa
Estetika Tradisi Melayangan Masyarakat Agraris di Bali
Tradisi melayangan merupakan tradisi masyarakat agraris di Bali yang awalnya lahir hanya untuk kesenangan saja dan untuk mengisi waktu luang petani di Bali. Namun seiring perkembangannya, tradisi melayangan ini ditujukan untuk kepentingan praktis serta untuk memperoleh tenaga gaib guna keperluan masyarakat agraris di Bali. Kepercayaan masyarakat agraris di Bali terhadap Sang Hyang Rare Angon sebagai manifestasi Dewa Siwa yang bertugas membantu petani dalam mengatasi hama sehinnga menyebabkan hasil panen melimpah ruah semakin menjadikan tradisi melayangan ini dipertahankan dan dilestarikan hingga kini oleh masyarakat agraris di Bali. Dalam tradisi melayangan tidak hanya terkandung nilai kepercayaan, namun juga terkandung nilai estetika. Satyam (kebenaran), sivam (kesucian), dan sundaram (keindahan) merupakan 3 konsep yang menjadi landasan penting dalam estetika Hindu. Ketiga konsep ini tercermin dalam tradisi melayangan masyarakat agraris di Bali. Konsep satyam tercermin dari bagaimana kejujuran, ketulusan, dan kesungguhan para pelaku tradisi melayangan di Bali dalam mempertahankan dan melestarikan tradisi ini. Kepercayaan masyarakat agraris di Bali terhadap Sang Hyang Rare Angon dan pelaksaan ritual pada layang-layang sakral merupakan cerminan konsep sivam dalam tradisi melayangan. Sementara sundaram (keindahan) dalam tradisi melayangan tercermin dari bentuk, warna, dan proses memainkan layang-layang dalam tradisi melayangan di Bali.
Kata Kunci: Tradisi Melayangan; Masyarakat Agraris di Bal