E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    SIKAP MODERASI BERAGAMA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL

    No full text
    Internet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Selama ini Internet hanya digunakan untuk bertukar informasi melalui email dan chatting, serta untuk mencari informasi menggunakan mesin pencari Google. Salah satu bentuk  perkembangan teknologi dan informasi  saat ini dapat dirasakan dengan hadirnya berbagai media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, WhatsApp, dan Telegram. Kehadiran media sosial  saat ini memberikan dampak dan manfaat tidak langsung bagi masyarakat baik  dari sudut pandang positif maupun  negatif.  Dampak negatif media sosial antara lain penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.  Tujuan penyebaran berita palsu bermacam-macam, namun umumnya berita palsu disebarkan di media sosial sebagai lelucon atau sekedar iseng untuk meremehkan pesaing (black campaign). Mulai dari periklanan melalui penipuan, provokasi, propaganda, atau pembentukan opini publik, hingga upaya yang ditargetkan untuk menutupi kesalahan tertentu. Dengan bersikap waspada, mengaitkannya dengan kehidupan sosial diantara kita, serta mengkategorikan dan memilih konten media sosial yang dapat diterima dan konten media sosial yang sebaiknya ditolak, kita akan dapat memfilter konten media sosial. Dan dengan penguatan kepemimpinan keagamaan melalui Kementerian Agama, kita dapat memperkuat moderasi beragama

    Peranan Guru Agama Hindu Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di Smp Negeri Se-Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan apa saja yang menjadi peranan guru agama Hindu dalam meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri se-Keacamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Penelitian ini menggunakan teori peran, Metode penelitian  menggunakan penelitian kualitatif yaitu data studi lapangan diperoleh dari wawancara, observasi, dan arsip atau dokumentasi, yang menjadi sampel penelitian yaitu SMP Negeri 1 Kahayan Tengah, SMP Negeri 2 Kahayan Tengah, SMP Negeri 3 Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Informan yang diambil terdiri dari Kepala Sekolah, Guru agama Hindu dan Siswa yang beragama Hindu yang memenuhi kriteria untuk memecahkan rumusan masalah. Hasil penelitian ini setelah dikaji menunjukan beberapa hal sebagai berikut: (1) Peranan guru bukan hanya memberikan materi pelajaran akan tetapi berperan juga sebagai sumber belajar, sebagai Fasilitator, sebagai Pengelola, sebagai Demonstrator, sebagai Pembimbing, sebagai Motivator dan sebagai Evaluator. Kata Kunci : Peranan guru, Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu, Sisw

    Disrupsi Diri Pustakawan Era Industri 4.0 Perspektif Kitab Sarasamucaya

    No full text
    Libraries as one of the institutions managing information sources keep up with the times and are dominated by shifts in science and technology. This is the influence of current trends and global developments as well as the information needs of library visitors. To achieve this, self-disruption of libraries and librarians must be implemented. The disruption referred to here is that libraries and librarians open themselves to changes caused by the very rapid development of digital technology. Apart from self-disruption, increasing the competence of librarians also plays an important role in dealing with digital technology. This study aims to describe the application of Hindu values ​​in the Sarasamuccaya book to the ethics and morals of librarians in working to face the disruption of the digital technology industry 4.0. This is contained in several sloka, namely: sloka 58, sloka 60 and sloka 62. This study is library research on research results and books that are relevant to the disruption of librarians towards digital industry 4.0. Library research is defined as a theoretical study, the object of which is references or other scientific literature such as books that are related to the study being carried out

    Interaksi Sosial Umat Islam-Hindu Di Magersari Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri

    No full text
    This article will discuss the interaction of Muslims and Hindus in Magersari Hamlet in Tarokan Village and District, Kediri Regency. This study used qualitative research methods. The purpose of this research is first, to find out the patterns of social-religious interaction; The second is to find out the factors that influence the interaction between the two religions. Based on the results of the study, the pattern of social interaction between Muslims and Hindus in Magersari Hamlet, Tarokan Village is associative and leads to cooperation, accommodation, and assimilation in the daily lives of Muslims and Hindus. Harmony, assimilation, and social capital are patterns of social interaction that exist for Muslims and Hindus. Social space to recognize human activity itself because of the activities of others. Muslims and Hindus engage in regular, harmonious and conflict-free social interactions in various economic, social and religious endeavors, thereby generating this meaning. The social interaction of Muslims and Hindus in Magersari Hamlet, Tarokan Village is influenced by various factors, including the attitude of residents who help each other and work together

    Internalisasi Kearifan Lokal Dalam Tradisi Dewa Mesraman Di Desa Paksabali Kabupaten Klungkung (Perspektif Nilai-Nilai Pendidikan)

    No full text
    Dewa Masraman is a tradition of the people of Banjar Timbrah, Pasekbali Village, Klungkung Regency which is held every six months, as a form of game and a symbol of the gods having fun. Many refer to the ceremony as the Dewa Mepalu ceremony, the god's battle ceremony. The real clash was Ida Bhatara's sulking (gathering) action because they had not seen each other for a long time. In the Masraman procession, there are 7 jolly gods who participate. The Dewa Mesraman tradition is still well guarded by the entire community of Paksebali Village as a form of internalizing local wisdom about the meaning of the tradition. In addition, the Dewa Mesraman Tradition is also full of meaning, even if examined contains various studies on Hindu Religious Education which are in line with the basic tri-framework of Hinduism as well as educational values ​​that are able to form a stable personality for all Paksebali Village people in simultaneously implementing the Dewa Masraman Tradition as a form of religious activity. which is highly respected by the people in Paksebali Village

    STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMKN DAN SMAN 1 CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

    No full text
    Status sosial ekonomi orangtua siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu dapat dikatakan sebagian besar berstatus sosial ekonomi menengah kebawah dengan rata-rata pekerjaan orangtua siswa sebagai petani kemudian karyawan swasta, wirausaha dan perangkat desa, dalam mengikuti pembelajaran siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu memiliki prestasi belajar yang sangat baik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan orangtua, sedangkan objeknya dalah status sosial ekonomi orangtua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu, Teknik pengumpulan data dengan metode kualitatif, diperoleh dari observasi, wawancara, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil yakni prestasi belajar siswa agama Hindu tidak dipengaruhi oleh status sosial ekonomi orangtua, pertama prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu seperti internal prestasi belajar siswa, fisiologis siswa, motivasi, intelegensi dan akademik, eksternal prestasi belajar siswa, kondisi ruang kelas, sarana dan sumber belajar,  kedua status sosial ekonomi orangtua terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu seperti pekerjaan orangtua, pendidikan orangtua, pendapatan orangtua, hubugan status sosial ekonomi terhadap prestasi belajar, dan ketiga minat belajar siswa terhadap prestasi belajar Pada Pendidikan Agama Hindu seperti  menumbuhkan minat belajar agama Hindu, manfaat belajar agama Hindu,  hubungan minat dalam prestasi, strategi menumbuhkan minat belaja

    SENI DALAM UPACARA DEWA YADNYA UMAT HINDU DI KOTA PALANGKA RAYA

    No full text
    Seni memiliki posisi yang sangat mendasar karena dalam upacara tidak terlepas dari seni begitu juga dengan kehidupan masyarakat tidak terlepas dari dunia seni, Seni erat kaitannya dengan kegiatan, upacara menciptakan atau mewujudkan sesuatu berupa ide, gagasan, pengalaman, pengetahuan yang perwujudannya harus memenuhi nilai estetika. Estetik atau estetika sering dihubungkan dengan cabang ilmu “filsafat” tentang keindahan yaitu teori keindahan yang menerangkan serta membahas tentang keindahan tersebut. Sedangkan seni yang digunakan oleh umat Hindu dipalangka raya banyak mengunakan berbagai seni yang berkaitan dengan Upacara dari urain latar belakang diatas penulis sangat tertarik untuk mengangkat sebuah tulisan dengan judul Seni dalam Upacara dewa yadnya Umat Hindu di Kota Palangka Raya. Sedankan Konsep Yang digunakann yang digunakan dalam tulisan ini adalah Konsep Seni, Upacara Dewa yadnya, Umat Hindu. Seni Sebagai Simbol Satyam, Siwam Sundharam dilaksanakan oleh umat Hindu yang ada di kota palangka raya maka sekecil apapun pelaksanaan ritual tidak bisa terlepas dari aktivitas seni dan budaya yang mendukungnya. Jika dicermati apa yang dilakukan umat Hindu di dalam melaksanakan aktivitas ritual keagamaan yang seolah manunggal dengan berbagai aktivitas seni dan budaya, sehingga sulit ditafsirkan mana aktivitas seni, budaya dan agama. Hal ini disebabkan oleh karena di dalam setiap aktivitas ritual keagamaan yang dilaksanakan oleh umat Hindu selalu dibarengi dengan berbagai aktivitas seni dan budaya. Jika disimak secara mendalam maka bisa dikatakan bagi umat Hindu bahwa seni dan budaya itu adalah merupakan salah satu alat atau media pelaksanaan ajaran agama yang disajikan dan dipersembahkan secara tulus ikhlas oleh umat Hindu melalui konsep “ Ngayah atau gotong Royong, jika ada seorang seniman yang mau menari, menabuh atau apapun bentuknya maka kita akan selalu mendengar kata “ Ngayah ini bisa juga di katakana persembahan suci kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa sebagai simbol kebenaran, kesucian dan keindahan ( Satyam, Siwam, Sundharam )

    Kebijakan Pemanfaatan Ruang pada Sempadan Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya

    No full text
    The purpose of this paper was to examine the policies on space utilization control at the Kahayan River border. The author has discussed several provisions related to the Kahayan River area condition which has experienced land conversion, dominated by residential buildings. The type of analysis used was interpretive descriptive. The results of this paper have included regulations regarding the determination of river boundary lines, river management, the utilization of river borders, control of space utilization through zoning regulations, permits, provision of incentives and disincentives, and penalties. Tujuan penulisan untuk menelaah kebijakan terkait pengendalian pemanfaatan ruang pada sempadan Sungai Kahayan. Penulis membahas kondisi faktual terkait kondisi kawasan Sungai Kahayan yang mengalami alih fungsi lahan, didominasi oleh bangunan permukiman. Jenis analisis yang diterapkan adalah deskriptif interpretatif. Hasil dari tulisan ini meliputi peraturan mengenai penetapan garis sempadan sungai, pengelolaan sungai, pemanfaatan sempadan sungai, pengendalian pemanfaatan ruang melalui peraturan zonasi, perizinan, pemberian insentif dan disinsentif, serta sanksi.&nbsp

    Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah Bagi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau

    No full text
    Tesis ini mengkaji Tata Kelola Keberadaan Peninggalan Bawi Ayah Bagi Umat Hindu Kaharingan Di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Fenomena yang terjadi, belum terkelola dengan baik dan maksimal peninggalan dari Bawi Ayah yang ada di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau. Berdasarkan uraian tersebut masalah yang dikaji adalah : 1. Bagaimanakah tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 2. Apa makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?, 3. Apa nilai pendidikan yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah bagi pendidikan agama Hindu di desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau?. Tujuan penelitian ini, untuk mengkaji dan menggali pengetahuan tentang tata kelola keberadaan peninnggalan Bawi Ayah, makna yang tersirat dari peninggalan Bawi Ayah dan nilai pendidikan peninggalan Bawi Ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder.Teknik penentuan informan adalah secara Purposive. Teknik pengumpulan data adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dikaji dengan menggunakan teori manajemen analisis sistem, teori fungsionalisme struktural dan teori kebudayaan. Dari hasil penelitian ini memperoleh hasil bahwa perlunya tata kelola keberadaan peninggalan Bawi Ayah bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Tangkahen Kabupaten Pulang Pisau, melalui berbagai tahap perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Peninggalan dari Bawi Ayah memiliki makna yang terkandung didalamnya dan nilai-nilai pendidikan agama Hindu pada peninggalan tersebut

    Kendala Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

    No full text
    Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap Perguruan tinggi merupakan tahap akhir opsional pada pendidikan formal. Setiap tahunnya banyak peserta didik yang melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi yang diminatinya. Oleh sebab itu, perguruan tinggi berlomba-lomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik perhatian para calon mahasiwa. Penelitian ini mengulas tentang Manajemen Pelayanan Publik dalam Penerimaan Mahasiswa Baru di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kendala apa saja yang ada pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru. Penulis menggunakan Teori Kendala Goldratt. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan metode pengumpulan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini penulis menemukan 3 kendala yang menyebabkan tidak manajemen pelayanan publik terutama dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru antara lain: (1) kendala tidak adanya Standar Operasional Prosedur, terkhususnya untuk kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (2) kendala sumber daya manusia berkaitan dengan jumlah pelaksana pelayanan publik yang terbatas dan tidak adanya lulusan yang membidangi pelayanan publik (3) kendala sarana dan prasarana tidak adanya bagan alur dan denah registrasi, kemudian pada sistem teknolgi informasi ada beberapa bagian pada promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇