E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
RITUAL WARA DALAM PERSPEKTIF PANATURAN DI KECATAMAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR
Tujuan dari ajaran agama Hindu yaitu tercapainya kebahagiaan lahir dan batin di dunia maupun di akhirat. Untuk mencapai tersebut, maka setiap umat Hindu dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan Sradha dan Baktinya kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Setiap umat Hindu dimanapun berada memiliki tujuan yang sama, begitu juga umat Hindu di Kalimantan Tengah.Bagi pemeluk agama Hindu Kaharingan khususnya Dayak Lawangan, bahwa Ritual Wara merupakan suatu kegiatan yang sudah turun-temurun sehingga menjadi suatu kewajiban yang harus dijalankan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek yang dilakukan pada penelitian ini yaitu masyarakat di Kecamatan Dusun Tengah. Objek penelitian yang digunakan yaitu masyarakat Hindu Kaharingan di Kecamatan Dusun Tengah. Adapun teknik pengumpulan datanya terdiri dari teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil dari penelitian ini sesungguhnya proses pelaksanaan wara yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan di Kecamatan Dusun Tengah terdapat kesamaan tujuan dari pelaksanaannya seperti yang tertulis dalam Kitab Suci Panaturan, antara lain Wara merupakan suatu upacara ritual kematian bagi agama Hindu Kaharingan yang ada di wilayah Kalimantan Tengah terdapat pada suku Dayak Lawangan, Dusun, Taboyan dan Pasir Kanilu. Dengan tujuan untuk mengantar roh yang meninggal ke Gunung Lumut (tempat roh orang yang meninggal tahap pertama sebelum mencapai alam leluhur atau Lewu Tatau; menjadi Ju’us Kelalungan Aning Kalalio) yang dilaksanakan para balian wara. kaitannya pada kitab suci panaturan sama dengan Ritual Tantulak Ambun Rutas Matei dan Ritual Tiwah pada suku Dayak Ngaju
Optimalisasi Manajemen Perintisan Pendidikan Non Formal Lembaga Kursus Little Josua di Desa Pagarbatu Tapanuli Utara
Dalam penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Studi kasus, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, studi dokumen, wawancara dilakukan dengan informan yaitu pengelola bimbingan belajar. Observasi dilakukan dengan cara ikut serta hadir terus-menerus di tempat penelitian dengan mengamati aktivitasoptimalisasi manajemen perintisan pendidikan non formal lembaga kursus Little Josua Instrumen pengambilan data selain peneliti sebagai instrument kunci, juga menggunakan alat perekam serta kamera untuk mengambil foto-foto dalam wawancara. Dalam penelitian ini telah terjawab bahwa optimalisasi manajemen perintisan tetap dilakukan dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi dengan mengedepankan toleransi atau perlakuan khusus terhadap segala keterbatasan yang diaktualisasi dalam tindakan manajemen
Fungsi Manajemen Pengembangan Kapasitas dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Perspektif Manajemen Pendidikan
Manajemen merupakan proses dalam membuat suatu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian serta memimpin berbagai usaha dari anggota organisasi dan juga menggunakan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Pengembangan Kapasitas Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei, Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan, (Perspektif Manajemen Pendidikan Hindu). Jenis penelitian yang dipakai menggunakan penelitian kualitatif. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, para guru, siswa, orang tua murid dan kepala desa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa kepala SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei sudah menjalankan aspek-aspek Manajemen Pengembangan Kapasitas Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan diantaranya yaitu Pertama, peran sebagai perencanaan mutu kepala SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei melakukan koordinasi kepada seluruh staf karyawan dan juga dewan guru dalam melakukan kegiatan, melibatkan seluruh komponen, menjelaskan tujuan yang akan dicapai, membentuk panitia-panitia, mengadakan monitoring dan mengadakan kegiatan. Kedua, peran sebagai pengendalian mutu kepala SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei dilakukan dengan mengadakan evaluasi kinerja, membandingkan kinerja aktual dengan target, mengadakan rapat pertahun, memberikan reward dan punishment, memberikan arahan kepada pegawai, dan selalu memberikan motivasi kepada staf karyawan maupun dewan guru. Ketiga, peran sebagai perbaikan mutu dalam hal ini kepala SMPN Satu Atap Desa Tumbang Kajamei mengadakan perbaikan terus menerus, mengadakan supervisi setiap persemester, memberikan pelatihan dan pendidikan kepada guru, mengadakan bimbingan belajar siswa pada jam luar sekolah dan bekerja sama dengan orang tua muri
Penegakan Hukum Tindak Pidana Pertambangan Sebagai Implementasi Perlindungan Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya Alam Yang Berkelanjutan
Keberadaan dan kelestarian sumber daya alam adalah tanggung jawab bersama, karenanya sumber daya alam yang ada harus dapat dilindungi dan dikelola dengan sebaik mungkin, sehingga generasi mendatang dapat turut serta merasakan dan menikmati keberadaan sumber daya alam yang melimpah. Dalam rangka pemanfaatan sumber daya alam yang bertanggungjawab, maka perlu dilakukan perlindungan terhadap sumber daya alam dalam berbagai perspektif. Salah satunya perlindungan terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang diimplementasikan melalui penegakan hukum pidana terhadap tindak pidana dibidang pertambangan. Penerapan sanksi pidana dalam penegakan hukum pidana merupakan ultimum remedium. Artinya upaya hukum terakhir karena tujuanya adalah untuk memproses secara hukum pidana. Implementasi perlindungan terhadap pemanfaatan sumber daya alam melalui penegakan hukum pidana merupakah instrument represif yang digunakan untuk dapat menjawab tantangan antara kebutuhan investasi dan pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan, yang berjalan secara efekktif, efisien dan bertanggungjawab guna memberikan kesejahteraan bagi masyarakat serta untuk mencegah eksploitasi yang berlebihan dalam upaya mendukung pembangunan nasional yang berkesinambunga
FILSAFAT RIEK LIAU: MENILIK FENOMENA PERJUDIAN PADA RITUAL WARA DI KABUPATEN BARITO UTARA
One of the processions in the Wara Ritual, knowns as Riek Liau, is often identified as gambling by people in North Barito Regency, even though it is clear in the Criminal Code article 303 that gambling is not justified in any form. Gambling on the Wara Ritual is a phenomenon that has generated controversy in society. One of the contributing factors is the general public's lack of understanding of Riek Liau's philosophy. Based on this phenomenon, further research related to Riek Liau's philosophy is important to do. This research was conducted in Lahei District with qualitative methods with a research time of 6 (six) months using observation and interview techniques, as well as using supporting data from related literature sources. This research then finds Riek Liau's mythology, implementation and philosophy of the gambling phenomenon in the Wara Ritual, that gambling is accordance to Riek Liau's philosophy as a game of holy spirits. Likewise, the Wara Ritual is a sacred death ritual for Hindu Kaharingan people and a symbol of belief in Almighty God.Salah satu prosesi dalam Ritual Wara yaitu Riek Liau kerap diidentikkan sebagai perjudian oleh masyarakat di Kabupaten Barito Utara kendati telah jelas dalam KUHP pasal 303 bahwa perjudian tidak dibenarkan dalam bentuk apapun. Perjudian pada Ritual Wara tersebut merupakan fenomena yang menimbulkan kontroversi di masyarakat. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat awam tentang filsafat Riek Liau. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian lebih lanjut terkait filsafat Riek Liau penting dilakukan. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Lahei dengan metode kualitatif dengan waktu penelitian selama 6 (enam) bulan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara, serta menggunakan data-data penunjang dari sumber pustaka terkait. Penelitian ini kemudian menghasilkan mitologi, pelaksanaan dan filsafat Riek Liau terhadap fenomena perjudian dalam Ritual Wara, bahwa perjudian bertentangan dengan filsafat Riek Liau sebagai permainan arwah yang suci. Demikian halnya Ritual Wara merupakan ritual kematian umat Hindu Kaharingan yang suci dan simbol keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa
The Ethical Dimension of Land as Mother in the Perspective of Yawa Unat Indigenous Communtiy
Since ancient times, Yawa Unat have indigenous community revered the land as Mother. The land is a precious and vital resource for indigenous peoples. Nevertheless, the area considered sacred has a very significant economic worth for survival. Realizing that they had lost their land rights and their relationship with the land during the preceding decade, the Yawa Unat sold the land. The land is not simply a mother whose womb gives birth to and enriches the lives of the Yawa Unat Tribe's people. So far, study on Yawa Unat has focused mostly on the economic and religious significance of land as mom. Consequently, the struggle of the Yawa Unat tribe to defend their land is viewed as concentrated solely on their own interests. Furthermore, in this research, utilizing Carolyn Merhant's feminist approach, we suggest that land as a mother has a significant value for the balance of the ecosystem of life for both Yawa Unat and the people of Papua and the natural world of Papua holistically. Therefore, the ethical aspect of Yawa Unat's battle has a significant global impact on the human-nature interaction in Papua. Lastly, this research is limited to ethical considerations and does not yet address features of local religious politics and religious liberty that are crucial to this topic.Tanah telah dianggap sebagai Ibu oleh suku Yawa Unat sejak zaman dahulu. Bagi masyarakat adat, tanah adalah sumber daya yang sakral dan penting untuk kehidupan sehari-hari. Namun, tanah yang dianggap keramat itu memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi untuk kelangsungan hidup. Masyarakat Yawa Unat menjual tanah tersebut setelah menyadari bahwa mereka telah kehilangan hak atas tanah dan hubungan mereka dengan tanah selama satu dekade terakhir. Tanah tak hanya ibu yang rahimnya melahirkan masyarakat Suku Yawa Unat dan membuat hidup mereka sejahtera.Sejauh ini, penelitian terhadap Yawa Unat baru mencakup kepada makna tanah sebagai mama dalam relasinya dengan ekonomi dan sakralitas tanah. Alhasil, perjuangan suku Yawa Unat membela tanahnya terlampaui dilihat berpusat pada kepentingan Yawa Unat semata. Lebih lanjut, dalam penelitian ini, melalui pendekatan feminis Carolyn Merhant, kami berpendapat bahwa tanah sebagai ibu memiliki nilai penting bagi keseimbangan ekosistem kehidupan baik Yawa Unat mau pun orang-orang Papua dan alam papua secara holistik. Oleh karena itu, sisi etis dari perjuangan Yawa Unat memiliki dampak universal yang penting bagi relasi alam dan manusia di Papua. Akhir kata, penelitian in dibatasi pada aspek etika dan belum mencakup aspe politik agama lokal dan religious freedom yang juga penting bagi topik ini
Penegakan Hukum Dalam Menangani Pencemaran Lingkungan di Pesisir Pantai Bali
Mengkaji dan memahami bagaimana hukum lingkungan hidup digunakan untuk memitigasi degradasi lingkungan di wilayah pesisir Bali adalah tujuan dari penelitian ini. Metodologi penelitian penelitian ini adalah penelitian normatif, dengan fokus pada peraturan perundang-undangan yang dikumpulkan dengan teknik penelitian hukum. Teknik deskriptif yuridis kualitatif digunakan untuk mengkaji bahan-bahan hukum yang dibedakan menjadi sumber hukum utama dan sumber hukum sekunder. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini, bahan hukum dievaluasi dan dipelajari dari berbagai sumber hukum secara metodis dan logis. Temuan studi ini menunjukkan bahwa ada dua cara untuk menegakkan hukum lingkungan hidup: secara preventif dan represif. Tujuan dari penegakan hukum preventif adalah untuk mengawasi kepatuhan terhadap peraturan sebelum mengambil tindakan. Sebaliknya, penegakan hukum yang represif terjadi ketika suatu peraturan dilanggar. Ketiga perangkat hukum yaitu hukum administrasi, perdata, dan pidana digunakan oleh penegak hukum untuk melindungi hukum lingkungan hidup. Kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam mengatasi degradasi lingkungan di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir Bali. Perundang-undangan ini hanya merupakan dokumen hukum dan tidak mempunyai dampak praktis terhadap permasalahan lingkungan jika tidak ada kerjasama yang sungguh-sungguh.Mengkaji dan memahami bagaimana hukum lingkungan hidup digunakan untuk memitigasi degradasi lingkungan di wilayah pesisir Bali adalah tujuan dari penelitian ini. Metodologi penelitian penelitian ini adalah penelitian normatif, dengan fokus pada peraturan perundang-undangan yang dikumpulkan dengan teknik penelitian hukum. Teknik deskriptif yuridis kualitatif digunakan untuk mengkaji bahan-bahan hukum yang dibedakan menjadi sumber hukum utama dan sumber hukum sekunder. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengatasi permasalahan yang ada saat ini, bahan hukum dievaluasi dan dipelajari dari berbagai sumber hukum secara metodis dan logis. Temuan studi ini menunjukkan bahwa ada dua cara untuk menegakkan hukum lingkungan hidup: secara preventif dan represif. Tujuan dari penegakan hukum preventif adalah untuk mengawasi kepatuhan terhadap peraturan sebelum mengambil tindakan. Sebaliknya, penegakan hukum yang represif terjadi ketika suatu peraturan dilanggar. Ketiga perangkat hukum yaitu hukum administrasi, perdata, dan pidana digunakan oleh penegak hukum untuk melindungi hukum lingkungan hidup. Kolaborasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam mengatasi degradasi lingkungan di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir Bali. Perundang-undangan ini hanya merupakan dokumen hukum dan tidak mempunyai dampak praktis terhadap permasalahan lingkungan jika tidak ada kerjasama yang sungguh-sungguh
Memaknai Filosofi Tri Mada Untuk Mencegah Perilaku Mabuk Umat Hindu
Kehidupan manusia mengalami gejolak diri berupa kondisi tidak sadar. Kondisi tidak sadar diri salah satu faktor penyebab adalah mabuk. Pustaka suci Hindu ada mengajarkan faktor penyebab mabuk. Ada tiga penyebab mabuk yang dinamai Tri Mada. Mengenai Tri Mada pembagiannya adalah Sura, Guna, dan Dhana. Sura artinya mabuk karena minuman keras. Guna artinya mabuk karena kepandaian atau mabuk karena ilmu pengetahuan. Dhana artinya mabuk karena kekayaan. Ada juga widya, dhana, dan Abhijana. Widya artinya mabuk karena ilmu pengetahuans. Dhana artinya mabuk karena kekayaan atau mabuk karena membanggakan artha benda. Abhijana artinya mabuk karena keturunan bangsawan. Kemudian ada krodha, lobha, dan wisaya. Krodha artinya mabuk karena kemarahan. Lobha artinya mabuk karena kelobaan atau mabuk karena ketamakan. Wisaya artinya mabuk karena kesenangan.Akhirnya tri mada ada Stri, Bhoga, dan Aiswarya. Stri artinya mabuk karena wanita. Bhoga artinya mabuk karena makanan minuman atau mabuk karena ilmu konsumi makanan minuman yang berlebihan. Aiswarya artinya mabuk karena kekuasaan. Tiga penyebab mabuk yang diuraikan mesti dikendalikan secara bijaksana agar tidak mabuk
Komunikasi orang tua terhadap anak dalam npencegahan dampak negatif penggunaan gadget
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengertian gadget, untuk mengetahui pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini serta mengetahui bagaimana cara untuk mencegah pengaruh buruk dari gadget terhadap anak usia dini. Gadget adalah sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus.dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. teknologi jelas mempengaruhi perkembangan anak. Karena sebuah perangkat teknologi merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Karena kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas anak, jika pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. dengan terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting