E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
    711 research outputs found

    Aktualisasi Ajaran Tat Twam Asi Dalam Moderasi Beragama Sebagai Wujud Kesadaran Hukum Kehiduapan Beragama

    No full text
    Tujuan dari penulisan artikel ini adalah utuk mengungkapkan bahwa dalam moderasi beragama ada nilai-nilai ajaran tat twam asi yang menjadi pedoman untuk berprilaku toleransi. Toleransi antar umat beragama sebagai bentuk sikap menghargai berbagai keragaman dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan atau library research. Dimana data-data yang diperoleh bersumber dari buku referensi, hasil penelitian sebelumnya, artikel dan jurnal yang terkait dengan masalah yang ingin dipecahkan. Analisis yang digunakan dalam penilitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Dari analisis yang dilakukan dapat diperoleh hasil yaitu mewujudkan kesadaran hukum masyarakat tidaklah mudah, apabila setiap individu yang terbingkai dalam keberagaman tidak mematuhi norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kesadaran hukum akan menciptakan suatu kehidupan yang harmonis dan toleran. Salah satu yang dapat diterapkan untuk mewujudkan semua itu adalah ajaran tat twam asi. Karena pada prinsipnya ajaran tat twam asi menginginkan adanya keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama serta berbangsa

    Memerangi Tindak Pidana Kekerasan Seksual

    No full text
    Sexual violence is the most common case experienced by women when compared to physical and psychological violence that occurs in 2022. It is not uncommon for sexual violence to occur in educational environments, one of which is in universities. Several regulations were made in an effort to prevent and handle sexual violence, including Permendikbudristek Nomor 30 of 2021 concerning Prevention and Handling of Sexual Violence in Higher Education Environments, the Criminal Act on Sexual Violence, and supported in the Criminal Code Number 1 of 2023 This article was written with the aim that it is important to have knowledge and insight regarding the existence of comprehensive legal regulations as a legal umbrella in dealing with criminal acts of sexual violence. The issues raised in this article include legal regulations that can accommodate the needs of victims of sexual violence, how law enforcement officials respond in understanding cases of sexual violence, and legal analysis of the three regulations regarding sexual violence. The normative research method used in this paper is to identify the legal rules written in Law No. 12 of 2022 concerning Crimes of Sexual Violence, Criminal Code Number 1 of 2023, and Minister of Education and Culture Regulation Number 30 of 2021. The results of this research show that the UUTPKS accommodates the restoration of the rights of victims of sexual violence that were previously denied to the victims. Difficulty in describing sexual violence is an inhibiting factor in law enforcement in the field by law enforcement officers. Thus, it is very important to provide information to the public about criminal acts of sexual violence. Victims of sexual violence receive protection, treatment and assistance in efforts to restore their rights

    SANKSI ADAT BAGI PANYAPA DALAM HUKUM ADAT DAYAK NGAJU

    No full text
    Panyapa tidak memiliki istilah atau pengertian khusus dalam Hukum Adat Dayak Ngaju maupun dalam 96 Pasal Perjanjian Tumbang Anoi 1894, namun seseorang yang sering kali memaki orang lain dan membuat tersinggung perasaan orang lain dikenal dengan sebutan Panyapa oleh masyarakat adat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur pemberian sanksi adat Dayak Ngaju bagi Panyapa dan upaya memberikan efek jera bagi panyapa dalam Hukum Adat Dayak Ngaju.  Dari hasil penelitian prosedur penyelesaian dilakukan di tingkat kelurahan terlebih dahulu oleh Mantir Adat lalu dibawa ketingkat kecamatan yang di selesaikan oleh Damang Kepala Adat. Upaya Damang Kepala Adat Dalam Memberikan Efek Jera Bagi Panyapa di  Wilayah Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau dengan cara melibatkan dan disaksikan oleh perwakilan masyarakat setempat dalam penerapan sanksi adat sehingga memberikan sanksi moral pada pelaku untuk tidak mengulangi lagi dan masyarakat bisa belajar untuk tidak mencontoh perbuatan tersebut.Tidak ada istilah atau pengertian khusus dalam Hukum Adat Dayak Ngaju maupun dalam 96 Pasal Perjanjian Tumbang Anoi 1894, namun seseorang yang sering kali mengatai orang lain dan membuat tersinggung perasaan orang lain dikenal dengan sebutan Panyapa oleh masyarakat adat setempat. Dari hasil penelitian Upaya Damang Kepala Adat Dalam Memberikan Efek Jera Bagi Panyapa di  Wilayah Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau dengan cara melibatkan dan disaksiskan oleh perwakilan masyarakat setempat dalam penerapan sanksi adat sehingga memberikan sanksi moral pada pelaku untuk tidak mengulangi lagi dan masyarakat bisa belajar untuk tidak mencontoh perbuatan tersebut. &nbsp

    AJARAN AGAMA HINDU DALAM ERA DIGITAL: MENDORONG PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI DENGAN TEKNOLOGI

    No full text
    Era digital telah membawa transformasi mendalam dalam cara kita berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi. Ini memengaruhi juga bagaimana agama dan nilai-nilai prososial dapat disampaikan dan dipahami oleh anak-anak usia dini. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam menyebarkan ajaran agama Hindu kepada anak-anak usia dini dan sejauh mana hal ini dapat mendorong perilaku prososial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi terhadap kelompok anak usia dini yang mendapatkan ajaran agama Hindu melalui aplikasi dan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memiliki potensi besar dalam membantu anak-anak usia dini memahami ajaran agama Hindu dan menginternalisasi nilai-nilai prososial yang terkandung didalamnya.Melalui aplikasi dan platform digital, anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Mereka dapat mengakses cerita, gambar, dan video yang memperjelas konsep-konsep agama Hindu. Selain itu, teknologi memungkinkan anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas kolaboratif, seperti diskusi kelompok daring, yang mendorong mereka untuk berbagi pengalaman dan merenungkan nilai-nilai agama.Namun, penelitian ini juga menyoroti tantangan dan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam menyebarkan ajaran agama Hindu kepada anak-anak. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam penggunaan teknologi.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran ajaran agama Hindu dan mendorong perilaku prososial pada anak usia dini. Namun, perlu ada pendekatan yang seimbang antara teknologi dan interaksi sosial dalam pendidikan agama Hindu untuk memastikan bahwa nilai-nilai agama dan prososial dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak

    HARMONI KEBERAGAMAAN: ANALISIS KEBERAGAMAAN INKLUSIF DALAM BHAGAWADGĪTĀ DAN IMPLIKASINYA PADA KEHIDUPAN MANUSIA DALAM KONTEKS GLOBAL

    No full text
    This research is a literature study or library research. The method of data analysis uses a hermeneutical approach conducted reflectively through philosophy. This study articulates that inclusive religiosity is crucial in the current global era to create a peaceful, secure, and harmonious life. Inclusive religiosity views all religions as having the same position, truth, and purpose, originating from the Supreme God. Plurality is a necessity as different paths to reach the same truth, as each seeker of truth has unique characteristics. Based on the research findings, it is revealed that inclusive religiosity in the Bhagavadgītā has at least three implications: first, it opens up a space for interreligious dialogue grounded in awareness of the Nirguṇa and Saguṇa Brahman dimensions. The consciousness between these two opens up an inclusive space with a shared understanding that each religion has its own characteristics and conceptualizations that cannot be forced into uniformity, but rather the substance of truth in each religion is eternal (directed towards the One God). Second, it builds a shared consciousness (global ethics) through collective ethical awareness of love and non-violence, crucially established to address the current crises of justice and peace. Third, it strengthens unity among humans through brotherhood irrespective of race and religion, as a unity of the family of the universe.Penelitian ini adalah studi kepustakaan atau library research. Metode dalam analisa data menggunakan pendekatan hermeneutika yang dilakukan secara reflektif filosofi. Dalam penelitian ini diuraikan bahwa keberagamaan inklusif merupakan hal yang sangat penting dilakukan pada era global ini, untuk menciptakan kehidupan yang rukun, damai, aman, dan harmonis. Keberagamaan inklusif memandang semua agama memiliki kedudukan, kebenaran dan tujuan yang sama, yang bersumber dari Tuhan Yang Esa. Pluralitas adalah keniscayaan sebagai jalan yang berbeda untuk mencapai kebenaran yang sama, karena setiap pencari kebenaran memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa keberagamaan inklusif dalam Bhagavadgītā, setidaknya memiliki 3 implikasi, yakni: pertama, membuka ruang dialog antar agama yang dilandasi dengan kesadaran akan dimensi Nirguṇa dengan Saguṇa Brahman. Di mana kesadaran di antara keduanya ini, akan membuka ruang inklusivitas dengan sebuah pemahaman bersama bahwa setiap agama memiliki karakteristik dan konseptualisasinya masing-masing yang tidak dapat dipaksakan untuk seragam, tetapi sebaliknya substansi kebenaran dari agama tersebut bersifat abadi (tertuju pada Tuhan Yang Satu). Kedua, membangun kesadaran bersama (etika global), melalui kesadaran etis bersama tentang rasa cinta dan nir kekerasan, yang penting dibangun untuk menjawab krisis keadilan dan kedamaian saat ini. Ketiga, memperkuat persatuan antar umat manusia melalui rasa persaudaraan antar sesama manusia tanpa memandang ras dan agama, sebagai kesatuan keluarga semesta

    Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya

    No full text
    Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan

    Upacara Ngelangkang Bagi Umat Hindu Kaharingan Dalam Persfektif Hukum Hindu di Desa Tewang Manyangen Kabupaten Katingan

    No full text
    Kalimantan Tengah merupakan   daerah yang sangat luas dan kaya akan sumber daya alam, flora dan faunanya, dan juga kaya akan tradisi, adat istiadatnya. Tradisi-tradisi ini di wariskan secara turun-temurun oleh nenek moyangnya.  Tradisi-tradisi yang ada   mengandung  tentang ajaran moral yang masih sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Salah satu tradisi yang masih ada sampai saat ini adalah tradisi hapantan, yaitu sebuah tradisi penyambutan para tamu oleh masyarakat Dayak khususnya bagi masyarakat Hindu kaharingan di DAS Katingan. tradisi hapantan ini di laksanakan  dalam sebuah upacara tiwah .  hapantan merupakan bagian dari sebuah religi. Penelitian ini membahas mengenai tradisi penyambutan tamu (hapantan) dilihat dari konsep religi yang diajukan oleh Koentjaraningrat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan  metode yang digunakan adalah  wawancara, observasi dan studi Pustaka.  Hasil; latar belakang pelaksanaan hapantan, pada dasarnya adalah bahwa setiap manusia memiliki rasa ingin membantu yang lahir dari sebuah emosi keagamaan yang membawa manusia selalu bersikap sacral atau sesuai dengan tuntunan agama

    Reinterpreting Buddhist Environmental Ethics Through the Lens of Agential Realism

    No full text
    The reality of climate change and other environmental crises calls for a cooperative effort to ensure a more effective effort toward environmental sustainability. Buddhist environmental ethics sets an interesting departure to talk about environmental awareness because of its attention toward all living beings. However, there are critics accusing Buddhist environmental awareness of being too biocentric and ignorant to the socio-political aspect of environmental ethics. This article will give another perspective on Buddhist environmental ethics, by incorporating an onto-epistemological paradigm constructed by Karen Barad, which she calls Agential Realism. Further exploration on Buddhist environmental ethics from the Agential Realist perspective shows that the incorporation of multiple aspects in environmental struggle is possible, and even necessary

    PROBLEMATIKA SUMBER BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMPN 1 PERMATA KECUBUNG

    No full text
    In Permata Kecubung Subdistrict or even in Sukamara Regency, educators and students encounter obstacles in obtaining learning resources, especially printed teaching materials, such as Vedic Scriptures, Modules, Hand Outs, LKPD, LKS, lesson companion books and so on. This research uses a qualitative approach with a narrative method. In this study the authors used field texts, such as stories, journals, field notes, letters, conversations, interviews, photos (and other artifacts), and personal experience, as an analysis unit to research and understand how the problems of learning resources and problem solving in learning Hindu Religious Education at SMP Negeri 1 Permata Kecubung. This study aims to describe the problems of learning resources and problem-solving strategies for Hindu Religious Education at SMP Negeri 1 Permata Kecubung. The results showed that the only available learning resources were teachers and package books without other printed teaching materials, the number of computer units in schools was inadequate. The problem-solving strategy carried out is for educators to develop printed teaching materials in the form of Student Worksheets (LKPD), teaching modules and prayer spell teaching materials as well as compiling learning media assisted by YouTube and Ms PowerPoint. Due to the limited number of computers, the school requested computer assistance from the Sukamara District Education and Culture Office.Di Kecamatan Permata Kecubung atau bahkan di Kabupaten Sukamara, pendidik maupun peserta didik menemui kendala dalam memperoleh sumber belajar terutama bahan ajar cetak, misalnya Kitab Suci Weda, Modul, Hand Out, LKPD, LKS, buku pendamping pelajaran dan sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teks lapangan, seperti cerita, jurnal, catatan lapangan, surat, percakapan, wawancara, foto (dan artefak lainnya), dan pengalaman pribadi, sebagai unit analisis untuk meneliti dan memahami bagaimana problematika sumber belajar dan pemecahan masalah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Permata Kecubung. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan problematika sumber belajar dan strategi pemecahan masalah Pendidikan Agama Hindu di SMP Negeri 1 Permata Kecubung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar yang tersedia hanyalah guru dan buku paket tanpa disertai  bahan ajar cetak lainnya, jumlah unit komputer di sekolah yang tidak memadai. Strategi pemecahan masalah yang dilakukan adalah pendidik mengembangkan bahan ajar cetak berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), modul ajar dan bahan ajar mantra sembahyang serta menyusun media pembelajaran berbantuan youtube dan Ms PowerPoint. Berkaitan dengan terbatasnya jumlah komputer, pihak sekolah memohon bantuan komputer kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukamara

    REGENERASI BALIAN WARA HINDU KAHARINGAN DAYAK LAWANGAN KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR

    No full text
    The activities of the religious life of the Hindu Kaharingan people of the Dayak Lawangan tribe in carrying out religious ceremonies require personnel or individuals who are ready to use, in this case the implementation of the wara ritual religious ceremony. Energy or people to carry out the wara existence ritual is needed, especially nowadays the number is very limited. The Wara Ritual is passed down by the ancestors to generations in a traditional manner, a form of accountability to the ancestors to the next generation. The theory for analyzing using constructivism seeks to build and rearrange to return to the way it was.Balian wara regeneration research is a socio-religious research. The design uses a qualitative descriptive method. Types of qualitative data, primary and secondary data sources. Data collection techniques carried out simultaneously, observation, interviews. Data Analysis Techniques using a flow analysis model divided into four stages of activity. Analysis is a series of research activities to support understanding (understanding).The results of the research process of regeneration of Balian Wara of the Hindu Kaharingan tribe of Dayak Lawangan consist of: a) own will, a candidate has a high desire and commitment to learn. b) studying, a candidate for balian wara seeks a teacher using oral tradition methods to gain meaning. c) ngawit nginte, acquiring balian knowledge by means of a balian wara tuha transferring balian knowledge to a candidate for balian wara. d) ngayak ngajun, a balian wara tuha demands and directs a balian wara candidate. And e) suntutus, a candidate for balian wara does repetitions when using the sacred mantra balian or asks his teacher for an explanation

    302

    full texts

    711

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇