E-Journal Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya
Not a member yet
711 research outputs found
Sort by
Implementasi Pembelajaran Direct Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas
In the achievement process, learning outcomes are greatly influenced by various factors. One of the main factors that is very influential in the success of learning is the presence of the teacher. At SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, Gunung Mas Regency, it was found that students were less active during the learning process and paid less attention to the material presented by the teacher, most students were busy alone with their classmates. This is because the learning methods used by teachers in delivering material have not been able to actively involve students. So students become lazy to ask questions and express their opinions, there is a lack of student understanding of the concepts used. One of the factors identified is the limited ability of teachers to deliver material and the lack of involving students in the learning process. In learning Hinduism, the method currently used is the direct learning model.
The research method used is qualitative research, and the technique for determining informants uses purposive. Data obtained by observation, interviews, and smartphones as instruments in this research. The data analysis technique goes through four stages, namely: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research were studied using humanistic theory and motivation theory.
The results of the study show that: (1) The implementation of direct learning in Hindu learning subjects at SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, Gunung Mas Regency, is carried out by teachers by first carrying out learning activities, such as presenting materials, presenting lessons to attract students' attention, providing structured exercises by strengthening the correct response to students, and motivating and evoking students' work results. Teachers also provide independent exercises to help students develop their abilities.: (2) Obstacles in the implementation of direct learning include low student absorption, lack of participation, and lack of discipline, so that the implementation of learning is not optimal because students are passive: (3) Teachers' efforts in overcoming these obstacles are by designing more specific and relavanted learning strategies so that the learning process can be well accepted by student
REVOLUSI PENDIDIKAN BERBASIS KEBEBASAN DAN DEMOKRASI DALAM PANDANGAN ALEXANDER SUTHERLAND NEILL DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP MERDEKA BELAJAR DI INDONESIA
This research explores Alexander Sutherland Neill’s views on freedom and democracy-based educational revolution and its relevance to the concept of freedom to learn in Indonesia. Neill, the founder of Summerhill School in England, championed education that values student autonomy, freedom of expression and democracy in educational decision-making. In the Indonesian context, the concept of independent learning emphasises the importance of freeing students from the shackles of conventional education. The method in this research uses a qualitative approach with a literature study to analyse Neill’s views on freedom and democracy-based education. In addition, this research also examines the policy and implementation of the concept of free learning in Indonesia. The results of this study show that Neill's views on freedom and democracy in education are compatible with the concept of independent learning in Indonesia. Neill views that education should liberate students to develop the potential of each learner, while the concept of independent learning emphasises the importance of empowering students to become independent and critical learners. So in this context, Neill's thinking and the concept of independent learning have the same principles, namely using the principle of freedom and independence in learning, so that this will allow each student to grow and develop according to their potential and interests
PELESTARIAN SENI LUKIS PADA PAMBAK DI DESA TALANGKAH
Seni lukis pada Pambak adalah sebuah lukisan yang terdapat pada dinding Pambak. Pambak merupakan sebuah banguanan kecil berbentuk rumah yang digunakan untuk menyimpan tulang-belulang orang yang telah meninggal pada acara Tiwah Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah. Namun seiring berjalannya waktu pada jaman sekarang Pambak sudah tidak dilukis lagi, yang menyebabkan pergeseran pada seni lukis Pambak bagi Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan. Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1). Apakah penyebab terjadinya pergeseran seni lukis Pambak pada Umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan, 2).Bagaimana upaya yang dilakukan umat hindu kaharingan untuk melestarikan seni lukis pada Pambak di Desa Talangkah Kabupaten Katingan. Metode pada penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori Fenomenologi dan teori Upaya. Teknik informan Purposive Sampling. Informan pada penelitian ini adalah pisor, pelukis Pambak, Ketua Majelis Kelompok Hindu Kaharingan, 2 orang Umat Hindu Kaharingan Desa Talangkah. Analisis data yang digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1). Berdasarkan hasil penelitian dari peneliti, ini terjadi karena kurangnya pemahaman dari Hindu Kaharingan mengenai makna dari seni lukis Pambak, selain itu juga kurangnya generasi penerus yang pandai melukis dan untuk para orang tua yang bisa melukis tidak ada waktu untuk membantu melukis ataupun melatih.2). Upaya melestarikan kembali seni lukis pada Pambak bagi umat Hindu Kaharingan di Desa Talangkah Kabupaten Katingan yang dilakukan oleh Umat Hindu Kaharingan yaitu melalui sosialisasi, sarana dan prasarana dan melakukan renovasi
THE THE VALUES OF HINDU EDUCATION IN THE SANGIANG HALUNUK RITUAL AMONG THE HINDU KAHARINGAN COMMUNITY IN TUMBANG JUTUH VILLAGE, RUNGAN SUBDISTRICT, GUNUNG MAS REGENCY.
This research examines the sangiang halunuk ritual in the Kaharingan Hindu community in Tumbang Jutuh Village, Rungan District, Gunung Mas Regency. The sangiang halunuk ritual cannot be carried out carelessly and is only carried out on people who have the sangiang path. Based on this description, the problem formulation is as follows: (1) What is the process of implementing the sangiang halunuk ritual in the Kaharingan Hindu Community in Tumbang Jutuh Village, Rungan District, Gunung Mas Regency. Using descriptive research methods, a qualitative approach, supported by structural functional theory. Data was obtained using observation, interviews, documentation studies, then the data was reduced in order to draw a conclusion. Based on research results, the sangiang halunuk ritual is a ritual to confirm that someone who has a sangiang latrine will become a lasang sangiang. After carrying out this ritual, people who have the sangiang path can be possessed by the sangiang ancestral spirits. Can carry out manyangiang rituals and benefit the community. If the sangiang halunuk ritual is not carried out, spirits will always be disturbed, causing illness, stress, madness and even death. The process of implementing the sangiang halunuk ritual has the following stages: (1) Preparation Stage (a) deliberation with the family, (b) visiting the ritual leader. (2) Main Stages (a) first day: preparing infrastructure, manawur narijet (b) second day: preparing infrastructure, cutting lunuk (banyan) trees, marasuk sangiang. (3) Final Stage (third day) (a) making infrastructure (b) pabuli sangiang
MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI KECAMATAN KAHAYAN TENGAH KABUPATEN PULANG PISAU (PERSPEKTIF PENDIDIKAN HINDU)
Penelitian ini dengan tema moderasi beragama dalam masyarakat multikultural di KecamatanKahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau (perspektif pendidikan Hindu). Tujuan yang dicitacitakan bersama masyarakat Indonesia yang multikultural adalah kehidupan rukun aman,damai, tentram, sejahtera dan harmonis. Seperti itulah yang diharapkan di Kecamatan KahayanTengah di dalam kehidupan masyarakat yang beragam, namun masih terjadi kesenjanganantara fenomena tindak kekerasan yang dilakukan secara non fisik dalam bentuk ajakan pindahkeyakinan, perbuatan yang tidak sejalan dengan moderasi beragama dalam masyarakat multikultural sehingga hal tersebut perlu dikaji secara mendalam bagaimana moderasiberagama di Kecamatan Kahayan Tengah hal ini peneliti lakukan untuk menghindariperbedaan pendapat atau paham yang berbeda terhadap ajaran dan tradisi keagamaan yang beragam di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau supaya terjadi keharmonisandi dalam kehidupan yang multikultur. Fokus masalah peneltian ini yaitu; 1)Bagaimanakahpenerapan moderasi beragama pada Masyarakat Multikultural di Kecamatan Kahayan Tengahperspektif pendidikan Hindu. Adapun teori yang digunakan menganalisis permasalahantersebut adalah Teori Sosial Multikultural, Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangandengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara,observasi, studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah : Pertama, penerapan moderasi beragamapada masyarakat multikultural di Kecamatan Kahayan Tengah perspektif pendidikan Hinduditemukan beberapa hal diantaranya toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan danpenerimaan terhadap tradisi lokal yang berbeda.
 
Interreligious Education Model: The Model of Religious Education of Teachers at SMAK BPK PENABUR Jakarta in Responding the Policy of Compulsory Religious Education in Indonesia
Research on compulsory religious education policies in Indonesia, criticized for their normative and pedagogically lacking nature, primarily functions as religious instruction due to their mono-religious focus (Bagir: 2011, Suhadi et al.: 2013, Yusuf and Sterkens: 2016). Consequently, the existing religious education model in Indonesia falls short in fostering tolerance and mutual respect among students of diverse faiths, particularly within the school setting. The mono-religious approach not only presents pedagogical challenges but also hinders the development of dialogue between teachers and students of differing beliefs. This paper attempts to narrate teachers' experiences in teaching religious education to students of various religions, utilizing qualitative methods such as literature review and interviews. The study focuses on Christian religion teachers at SMAK BPK PENABUR Jakarta. The findings reveal that teachers face challenges in bridging knowledge gaps between themselves and students, prompting the need for negotiation and transformation of the religious education classroom into an interreligious education space, fostering dialogue between teachers and students of different faiths.Penelitian-penelitian terkait kebijakan pewajiban Pendidikan agama banyak menuai kritik oleh para pemerhati pendidikan agama di Indonesia karena sifat aturan tersebut yang terlalu normatif serta tidak memiliki aspek pedagogi. Alhasil, aturan tersebut hanya muncul sebagai instruksi pembelajaran agama karena sifatnya yang mono-religius (Bagir: 2011, Suhadi et all: 2013, Yusuf dan Sterkens: 2016). Model pendidikan agama di Indonesia tidak cukup untuk menopang toleransi dan sikap saling menghormati antar umat beragama. Dalam penerapannya, menurut kami, Pendidikan agama model mon-religius tidak hanya menciptakan tantangan pedagogis melainkan juga tantangan dalam pengembangan dialog antar guru dan murid yang berbeda keyakinan. Dialog antara guru dan murid yang berbeda agama, sejauh amatan penulis, belum mendapat tempat dalam penelitian kebjakan pendidikan agama di Indonesia. Berangkat dari persoalan tersebut, tulisan ini bertujuan menarasikan pengalaman guru-guru dalam mengajarkan pendidikan agama pada murid yang berbeda agama. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif yakni studi literatur dan wawancara. Subjek-subjek yang akan menjadi narasumber adalah para guru agama kristen di SMAK BPK PENABUR Jakarta, tempat penulis bekerja dulu. Secara sistemaris, tulisan ini adalah sebuah upaya untuk mendeskripsikan dan menganalisa pengalaman dan strategi para guru untuk mengajarkan pelajaran Agama Kristen kepada murid-murid dari latar belakang agama lain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam penerapannya, para guru mengalami berbagai tantangan untuk mengajarkan pendidikan agama kepada para murid karena adanya kesenjangan pengetahuan dari kedua pihak. Sebagai solusi, para guru membangun menegosiasikan materi pembelajaran dan mentransformasi ruang kelas Pendidikan agama menjadi pendidikan interreligius. Pendidikan interreligious menjadi ruang dialog antar agama bagi guru dan murid yang berbeda agama
PEREMPUAN, SPIRITUALITAS, DAN PERUBAHAN SOSIAL: ANALISIS TERHADAP PERAN SARATHI DALAM MASYARAKAT HINDU KONTEMPORER
This research aims to analyse the role of women as Sarathi in Hindu religious rituals and their impact on social change in contemporary Hindu society. The focus of this research is to explore the gender dynamics contained in the involvement of women as Sarathi, as well as how this role influences spirituality and its contribution to social change. Through a qualitative approach, this research will conduct an in-depth analysis of the experiences and perceptions of women who carry out the role of Sarathi in the Hindu religious context. The research will also highlight the challenges and opportunities women face in carrying out these ritualistic roles and their impact on structural changes in contemporary Hindu society. It is hoped that the results of this research will provide a better understanding of the contribution of women in the Hindu religious context, explore the potential of women as agents of social change, and strengthen dialogue regarding gender equality in the religious realm. In addition, it is hoped that this research can provide a basis for policies and advocacy that support women's empowerment and encourage gender equality in the continuing developing Hindu religious context.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan sebagai Sarathi dalam ritual keagamaan Hindu dan dampaknya terhadap perubahan sosial dalam masyarakat Hindu kontemporer. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi dinamika gender yang terkandung dalam pelibatan perempuan sebagai Sarathi, serta bagaimana peran tersebut mempengaruhi spiritualitas dan kontribusinya terhadap perubahan sosial. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini akan melakukan analisis mendalam terhadap pengalaman dan persepsi perempuan yang mengemban peran Sarathi dalam konteks keagamaan Hindu. Penelitian juga akan menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi perempuan dalam menjalankan peran ritualistik ini serta dampaknya terhadap perubahan struktural dalam masyarakat Hindu kontemporer. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kontribusi perempuan dalam konteks keagamaan Hindu, menggali potensi perempuan sebagai agen perubahan sosial, dan memperkuat dialog mengenai kesetaraan gender dalam ranah keagamaan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan landasan bagi kebijakan dan advokasi yang mendukung pemberdayaan perempuan serta mendorong kesetaraan gender dalam konteks keagamaan Hindu yang terus berkembang
Integrasi Konsep Knowing, Doing, Caring dalam Pembelajaran Agama Hindu bagi Anak Usia Dini: Pendekatan Holistik
Pendidikan agama Hindu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya Hindu. Bagi anak-anak yang menjalankan keyakinan Hindu, pendidikan agama tidak hanya berkisar pada pemahaman teks-teks suci atau pelaksanaan praktik keagamaan, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai moral, etika, dan filsafat yang menjadi dasar agama Hindu. Dalam rangka ini, penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana konsep knowing, doing, caring diintegrasikan dalam pembelajaran agama Hindu bagi anak-anak usia dini dengan pendekatan yang holistik. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data, penelitian ini bermaksud untuk menggali dampak integrasi konsep tersebut terhadap pertumbuhan spiritual, moral, dan karakter anak usia dini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang interaktif, seperti cerita-cerita, lagu-lagu, kegiatan praktis, dan pengalaman langsung, anak-anak dapat secara aktif terlibat dalam pembelajaran agama Hindu. Pendekatan holistik memungkinkan mereka untuk memahami dan menyerap ajaran agama Hindu secara menyeluruh, sambil memperkaya pengalaman belajar mereka melalui penggunaan semua indra. Lebih lanjut, melibatkan orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran juga terbukti sebagai faktor kunci dalam keberhasilan pendekatan holistik ini. Dukungan yang diberikan orang tua dalam memperkuat pembelajaran anak-anak di rumah memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan praktik agama Hindu mereka. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi konsep Knowing, Doing, Caring dalam pembelajaran Agama Hindu bagi anak-anak usia dini dengan pendekatan holistik adalah pendekatan yang efektif dan bermakna dalam membentuk anak-anak menjadi individu yang berempati, bertanggung jawab, dan terhubung dengan nilai-nilai spiritual sejak usia dini. Hal ini memiliki dampak positif dalam pembentukan karakter dan pertumbuhan holistik anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah
IMPLEMENTASI STRATEGI PAIKEM DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISYA DI PASRAMAN SAMIAGA
Abstract
This article aims to analyze the implementation of Active, Innovative, Creative, Effective, and Fun Learning (PAIKEM) strategies in increasing the motivation of students in Pasraman Samiaga. Pasraman is a Hindu educational institution that has a crucial role in realizing a moral and intellectual young generation. However, monotonous learning, multi-grade learning system, lack of use of technology, and the gap between the material needed and received are some of the things that affect sisya's learning motivation. As one of the acarya's efforts in Pasraman Samiaga is to implement the PAIKEM strategy. This research uses a qualitative approach with data collection methods through non-participant direct observation, direct unstructured interviews, and documentation studies. Data analysis in this study was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of data analysis show that the implementation of Active, Innovative, Creative, Effective, and Fun Learning (PAIKEM) strategies in Pasraman Samiaga can increase student learning motivation. This can be seen from the increase in enthusiasm for learning, students do not feel pressured or tense, students are encouraged to be active and not bored, students are motivated to study harder, students ask teachers or friends when there is material that they do not understand, realize the importance of learning, and believe that the efforts made will not be lost.
Keywords: Strategy, PAIKEM, Learning Motivation, PasramanArtikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi strategi Pembelajaran, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) dalam meningkatkan motivasi belajar sisya di Pasraman Samiaga. Pasraman merupakan lembaga pendidikan Hindu yang memiliki peran krusial dalam mewujudkan generasi muda yang bermoral dan berintelektual. Namun pembelajaran yang monoton, sistem pembelajaran kelas rangkap, kurangnya penggunaan teknologi, dan kesenjangan antara materi yang dibutuhkan dan diterima merupakan beberapa hal yang mempengaruhi motivasi belajar sisya. Sebagai salah satu upaya acarya di Pasraman Samiaga yaitu mengimplementasikan strategi PAIKEM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung non partisipan, wawancara langsung tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini, dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil Hasil analisis data menunjukan bahwa implementasi strategi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM) di Pasraman Samiaga dapat meningkatkan motivasi belajar sisya. Hal ini terlihat dari peningkatan semangat belajar, sisya tidak merasa tertekan atau tegang, sisya terdorong untuk aktif dan tidak bosan, sisya termotivasi untuk lebih giat belajar, sisya bertanya kepada guru atau teman ketika ada materi yang belum dimen, menyadari pentingnya belajar, dan percaya bahwa usaha yang dilakukan tidak akan menghianati hasil.
Keywords: Strategi, PAIKEM, Motivasi Belajar, Pasrama
Implementasi Fitur Instagram Reels Sebagai Media Penyuluhan Ajaran Tri Hita Karana Di Era Society 5.0
The popularity of the Instagram Reels feature in the current Society 5.0 era can be considered high. This phenomenon cannot be separated from the rapid development of technology. Therefore, the Instagram Reels feature can be used positively in socializing the teachings of Tri Hita Karana. In terms of axiology, Tri Hita Karana is a noble teaching of Hinduism, especially Bali, which is useful in maintaining harmony between people in the midst of competitive times. Based on this populist phenomenon, researchers on this occasion are interested in comprehensively examining the implementation of the Instagram Reels feature as a medium for counseling the teachings of Tri Hita Karana. To support this goal, three problem formulations are presented, among others: about the popularity of the Instagram Reels feature, the virtues of the Tri Hita Karana teachings, and the implications of the Instagram Reels feature as a medium for counseling the Tri Hita Karana teachings. The method used in this research is a type of qualitative research that further uses a visual ethnography approach. This research shows that, the implementation of the Instagram Reels feature as a medium for counseling the teachings of Tri Hita Karana has the advantage of unique, creative video production, as well as in terms of more efficient and effective promotion of the noble teachings of Tri Hita Karana as a noble philosophical teaching in creating a harmonious life in the era of Society 5.0