Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
    168 research outputs found

    Dilema Cinta Rambu Sebuah Studi Sosiologi Sastra

    Get PDF
    Sastra yang adalah sebuah produk sosial budaya masyarakat, sesungguhnya menyuguhkan kepada para pembaca sebuah fenomena entah itu untuk diketahui atau juga untuk dikritisi. Mengapa demikian? Jawabananya adalah karena sastra sebenarnya ditulis untuk membangun atau menggedor kesadaran para lakon hidup dari mereka-mereka yang sedang diceritakan dalam sastra itu. Dalam arti ini sastra menjadi potret sekaligus cermin reflekasi kehidupan sosial dari sebuah masyarakat. Memang benar dikatakan bahwa sastra adalah sebuah hasil imaginasi, sebuah karya fiksi, tetapi fiksi itu sendiri tidak pernah lepas dari apa yang sedang dihidupi, yang sedang dilakonkan dan yang sedang dijiwai oleh sebuah komunitas masyarakat. Maka dalam arti ini,salah satu misi utama dari sebuah karya sastra adalah ikut menginisiasi, memprovokasi percepatan perubahan sebuah masyarakat yang dalam hemat penulis sendiri perlu diubah. Fungsi sastra dalam arti ini adalah menginovasi kehidupan masyarakat (sifat inovatif). Sastra tidak berhenti sekedar sebagai sebuah dokumen zaman, tetapi juga mempunyai daya ubah karena mengajak orang untuk sadar dan bergerak. Cerita pendek yang berjudul Dilema Cinta Rambu adalah sebuah hasil penelitian kecil di Sumba Timur yang mau mengangkat sebuah fenomena karakter feodalistik yang masih kuat menghinggapi sebagian orang yang dikatakan sebagai kelompok umbu, para bangsawan di Sumba Timur. Tetapi pemberontakan Rambu dalam cerpen ini adalah sebuah tiupan peluit untuk segera berpikir kembali terkait dengan fenomena dan budaya feodalistik ini. Keyword: Feodalism

    Kontribusi Persepsi Siswa Tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Hiliserangkai

    Get PDF
    Berdasarkan hasil studi pendahuluan penulis, ternyata hasil belajar siswa SMKN 1 Hiliserangkai masih rendah. Hasil belajar ditentukan banyak faktor, diantaranya adalah persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan cara belajar. Penelitian ini betujuan untuk mengungkap kontribusi persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan cara belajar terhadap hasil belajar siswa SMKN 1 Hiliserangkai. Tiga hipotesis yang diuji dalam penelitian ini, yaitu: (1) persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan berkontribusi terhadap hasil belajar, (2) cara belajar berkontribusi dengan hasil belajar, (3) persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan cara belajar secara bersama-sama berkontribusi terhadap hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMKN 1 Hiliserangkai yang berjumlah 404 orang, dan sampel sebanyak 101 orang diambil dengan menggunakan teknik stratified proposional random sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengumpilan data adalah angket model skala Likert yang telah diuji kesahihan dan keandalan.  Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan berkontribusi 11,6% signifikan terhadap hasil belajar, (2) cara belajar berkontribusi 12,5% signifikan terhadap hasil belajar, (3) persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan cara belajar secara bersama-sama berkontribusi 12,3% signifikan terhadap hasil belajar. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa tentang Sekolah Menengah Kejuruan dan cara belajar adalah dua faktor penting yang berkontribusi terhadap hasil belajar siswa SMKN 1 Hiliserangkai. Oleh karena itu, disarankan kepada pihak-pihak yang terkait untuk dapat memperhatikan kedua faktor ini agar hasil belajar siswa SMKN 1 Hiliserangkai dapat lebih meningkat

    Bentuk, Fungsi dan Makna Tuturan Adat Perkawinan Dadang Nulang Lunung Tapu pada Masyarakat Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah

    No full text
    Penelitian ini berjudul bentuk, fungsi dan makna pidato pernikahan adat Dadang Nulang Lunung Tapu pada masyarakat Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi dan makna pidato pernikahan adat masyarakat Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, dokumentasi, perekaman (video), dan wawancara. Hasil yang diperoleh dalam menganalisis bentuk, fungsi dan makna pidato pernikahan adat Dadang Nulang Lunung Tapu di Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, yakni fungsi dari tuturan yang ditemukan adalah untuk menyampaikan isi hati, mempermudah urusan adat, fungsi nasehat, fungsi tanggung jawab, dan penyederhanaan urusan bisnis. Makna dari tuturan-tuturan tersebut adalah makna bertanggung jawab, kebersamaan, dan religius

    Model Gaya Berkomunikasi Dan Variasi Bahasa Penghuni Asrama Kepulauan Yappen/Papua

    Get PDF
    Ethnography is one of the oldest methods of qualitative social research. This method is appropriate to examine the question of language and culture, and usually always chosen as the field of social research methods, especially anthropology. This article will explain the Model Style communicate and variations Language boarder Yappen Islands / Papua and the methods used is descriptive qualitative. Keywords: language, communication and culture model

    Manajemen Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Di Sekolah Menengah Atas Kolese De Britto Yogyakarta

    No full text
    The research aimed to know the clinical supervission management to improve teacher’s professionalism in Senior High School of Kolese De Britto Yogyakarta.This research was conducted in Senior High School of Kolese De Britto Yogyakarta. The collecting data method were interview, observation and documentation. The informan in this research were principal, teachers and supervisor. The data validity were done by triangulation techniques. The data were analyzed by interactive analysis model.Results of the research showed that: (1) Clinical supervision management to improve teachers professionalism in Senior High School of Kolese De Britto Yogyakarta was successful. Supervission management in grew continuously and systematically. Supervisors understand and know about clinical supervision properly, help and guidance teachers with aims for learning emendation. (2) Professional competence of teachers which felt needs to understood and well known at Senior High School Kolese De Britto are competences of professional teachers based on vision and mission in school. The competences mentioned is suitable with school vision and mission based on leadership competence. (3) Senior High School Kolese De Britto as educational institutions, support Ignatian spirituality. The term of this spiritual is risen from the knowledge about contexts, action, reflection, and evaluation. The learning quality is not only just about transfer of knowledge, but also about values. (4) Supporting factors in the management of clinical supervision include a culture and school management, initiative and transparency of a teacher, and human resources that support, institution staffs and foundation give PKG and FDG socialization, and evaluation activities. (5) Constraints factors in implementation of clinical supervision management are: erroneous paradigms about clinical supervision (supervision is still looked and understood as an assessment for a teacher performance), time for teaching is demanding schedule, there are unnatural situation and action in the class, there are some teachers don’t have openhanded when under strict, there are psychology constraint, and achievable of using technology based on IT

    Lesson Study For Learning Community Dalam Model Pembelajaran Motoric

    Get PDF
    Artikel ini memuat analisis pelaksanaan pembelajaran Sains dalam setting Lesson Study for Learning Community (LSLC) dengan menerapkan model pembelajaran MOTORIC. Tujuannya adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan dampak penerapan LSLC dalam pembelajaran model MOTORIC terhadap peningkatan kualitas proses belajar Sains. MOTORIC adalah sebuah model pembelajaran yang terdiri dari 7 tahapan pembelajaran yaitu Motivation, Observation, Talking, Orientation, Reflection, Implementation dan Confirmation.Implementasi model MOTORIC dalam pembelajaran dilakukan dalam setting Lesson Study for Learning Community (LSLC) dengan tahapan plan, do dan see. Open lesson dilakukan pada mata pelajaran Sains siswa kelas VII SMPN 13 Kupang sebagai salah satu sekolah mitra dalam pengembangan LSLC di Kota Kupang yang menerapkan Kurikulum Tahun 2013. Guru modelnya adalah ibu Maria Y. Giri, S.Pd salah satu guru Sains SMP N 13 Kupang.Berdasarkan hasil observasi dan analisis, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran MOTORIC dalam setting LSLC efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran Sains sebagaimana yang diharapkan oleh konsep LSLC, yakni semua siswa berhak untuk belajar, siswa belajar kolaboratif dan menyenangkan, antara siswa saling mendukung untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki masing-masing siswa. Aktivitas siswa pada akhir siklus menunjukkan sebanyak 53.49% berada dalam kategori sangat aktif dan terkategori cukup aktif sebesar 30.93%. Kata Kunci: LSLC, model pembelajaran, MOTORIC, Sain

    Kajian Sastra Feminisme terhadap Citra Perempuan Adonara dan Ketidakadilan Gender dalam Novel “Ikhtiar Cinta dari Adonara” Karya J. S. Maulana

    No full text
    This study aims to describe the image of Adonara women and the types of gender injustice experienced by female characters in the novel "Ikhtiar Cinta dari Adonara" by J. S. Maulana. This study uses a literary approach based on literary studies of feminism and gender. The object of research is the description of Adonara women and gender injustice found in the novel "Ikhtiar Cinta dari Adonara" by J. S. Maulana. The source of data in this study is the novel “Ikhtiar Cinta Adonara’ by J. S Maulana. The novel written by J. S. Maulana consists of 320 pages. Published by Kaysa Media (Puspa Swara Group) in 2014. The data analysis technique was done by reducing data, presenting data analysis and interpreting the data and summarizing the results of research in order to obtain a picture of the image of women in the novel "Ikhtiar Cinta dari Adonara" by J. S. Maulana. In this study, researchers analyzed two female figures to describe the image of women in the novel. The results obtained are (a) The image of a woman, namely the figure of Syarifah, is a Muslim who is devout in worship and always submits to God, a woman who is educated, tough, has positive thoughts, is courageous and principled, is humble, and a woman who loves sincerely. (b) Fatimah's self-image, namely women who are willing to sacrifice, are brave and have principles, (c) gender injustice is found, namely marginalization, subordination, stereotypes, violence, and workload

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemerolehan Bahasa Kedua

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data untuk membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua adalah metode kajian pustaka, wawancara dan observasi. Studi pustaka digunakan untuk mengkaji buku-buku teks dan bahan informasi dari internet serta jurnal  yang relevan dengan topik kajian. Metode wawancara dan observasi digunakan untuk mendapat data-data sebagai bukti adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa faktor usia, lingkungan dan kebiasaan, struktur bahasa pertama terhadap pemerolehan bahasa kedua dan motivasi sangat mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua

    Pemanfaatan Panas Pada Elemen Peltier Untuk Membuat Charger Handphone

    Get PDF
    Handphone merupakan sebuah perangkat elektronik yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Keberadaannya sangat mempermudah berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Untuk kestabilan pengoperasian handphone membutuhkan energy dalam bentuk baterai yang dapat digunakan untuk menghidupkan handphone.Charger handphone merupakan sarana yang dipergunakan untuk pengisian daya pada baterai. Adakalanya di daerah yang kekurangan aliran listrik (PLN), penggunaan handphone untuk akses informasi dan komunikasi menjadi terhambat. Berdasarkan kondisi ini maka dirancang sebuah alat charger sederhana yang dapat dipergunakan mencas handphone dengan memanfaatkan energy dari alam seperti panas api dan panas uap air yang dirancang dengan bantuan elemen peltier sebagai penghantar panas untuk menghasilkan tegangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh elemen peltier pada charger yang dirancang.Keywords: Charger handphone, elemen peltie

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI SUMBER DAYA ALAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER SISWA KELAS IVA

    Get PDF
    Abstract: Tujuan penelitian adalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Materi Sumber Daya Alam Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together Siswa Kelas IVa SDK Bali Loura. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, peneliti menyiapkan perangkap pembelajaran yang sesuai dengan model pembelajaran Numbered Head Together. Selanjutnya tahap pelaksanaan, disesuaikan dengan langkah-langkah model pembelajaran Numbered Head Together. Pada tahap pengamatan observer melihat aktivitas guru dan siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan indikator pada lembar pengamatan. Pada tahap refleksi tim observer menganalisis hasil tes pengamatan guru dan siswa setiap siklus, analisis nilai yang digunakan yaitu analisis nilai kulitatif.Hasil penelitian pada siklus I, siswa yang mencapai kriterial ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 13 orang (48,15) sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM berjumlah 14 orang (51,85). Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I adalah 62,96. Pada siklus II, siswa yang mencapai KKM berjumlah 24 orang (88,89) sedangkan siswa yang tidak mencapai KKM berjumlah 3 orang (11,11). Nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus II adalah 80,37. Hasil observasi guru dan siswa siklus I berada pada kategori baik, sedangkan hasil observasi guru dan siswa pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together juga dapat meningkatkan aktivitas (kinerja) guru dan siswa dalam proses pembelajaran Keywords: Hasil Belajar, Numbered Head Together, IP

    81

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP Weetebula
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇