Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN KETERAMPILAN BERTANYA PADA PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS V SD
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya pada proses pembelajaran di kelas V SD Negeri Lokokaki. Subjek penelitian ini adalah guru-guru yang mengajar di kelas V SD Negeri Lokokaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah analisis deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menerapkan keterampilan bertanya termasuk dalam kategori baik. Perolehan skor rata-rata pada guru yang mengajar di kelas V diantaranya subjek I memperoleh skor rata-rata 87,5 dengan kategori sangat baik, subjek II memperoleh skor rata-rata 83,33 dengan kategori sangat baik, subjek III memperoleh skor rata-rata 83,33 dengan kategori sangat baik, dan subjek IV memperoleh skor rata-rata tertinggi yaitu 88,88 dengan kategori sangat baik. Simpulan dari penelitian ini adalah guru sudah menguasai keterampilan bertanya dengan baik, namun terdapat beberapa komponen dari bertanya yang belum dikuasai dan dilaksanakan secara optimal
PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD KELAS V PADA MATA PELAJARAN PPKN DI SDN POGO LEDE.
Oleh: Yultini Wonggor NIM. 83821701157. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kedisiplinan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VB di SDN Pogo Lede tahun ajaran 2021/2022. Kecamatan kota tambolaka NTT. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif. Jumlah siswa kelas V/B ada 18 orang. Sumber data dari siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi yang dilakukan secara langsung oleh peneliti, dan dokumentasi sebagai pendukung. Teknik analisis data yang digunakan ada dua, 1) teknik analisis hasil observasi kedisiplinan belajar siswa, 2) dan hasil belajar siswa pada pelajaran PPKn.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar siswa kelas V/B di SDN Pogo Lede aspek kedisiplinan belajar dengan nilai sebesar 71% (baik), kedisiplinan di dalam kelas dengan nilai sebesar 50% (cukup), kedisiplinan waktu dengan nilai sebesar 96% (sangat baik), kedisiplinan perbuatan dengan nilai sebesar 100% (sangat baik).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar PPKn yaitu: tiga siswa yang tidak tuntas pada hasil belajar, yaitu satu siswa memiliki nilai hasil belajar sebesar 63 (tidak tuntas), dan nilai hasil observasi sebesar 66% (baik), dan dua siswa memiliki nilai hasil belajar sebesar 67 (tidak tuntas), dan nilai hasil observasi sebesar 62% dan 71% (baik)
Identifikasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Melalui Pendekatan Open-Ended Problem
Penelitian yang berjudul “Identifikasi Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa Melalui Pendekatan Open-Ended Problem” ini didasarkan pada salah satu tuntutan kecakapan hidup manusia Abad 21 yaitu keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS). Keterampilan berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan menganalisis, kemampuan mengevaluasi dan kemampuan menciptakan. Dalam konteks pendidikan, keterampilan berpikir tingkat tinggi diperoleh peserta didik melalui proses pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru-guru yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi. Guru yang memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi akan mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didiknya. Upaya mengidentifikasi keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa calon guru merupakan langkah yang sangat mendasar dalam merancang strategi pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Agama Katolik STKIP Weetebula Tahun Ajaran 2020/2021. Masalah penelitian ini adalah bagaimana tingkat keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan berpikir tingkat tinggi mahasiswa calon guru. Teknik pengumpulan data adalah tes uraian dengan pendekatan open ended problem. Data dianalisis dengan cara memberikan kode dan skor untuk setiap jawaban yang diberikan mahasiswa berdasarkan rubrik penilaian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi sebagian besar mahasiswa berada pada kategori Kuran
Kii Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Kelas IXA SMP Kristen Waimangura
Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan peserta didik di SMP Kristen Waimangura dalam menyelesaikan soal-soal literasi numerasi bertipe PISA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IXA SMP Kristen Waimangura dengan jumlah siswa 31 orang. subjek yang dipilih untuk dideskripsikan hasilnya yaitu 6 subjek, kelima subjek dipilih berdasarkan kriteria baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali, masing-masing kategori dipilih untuk diwawancarai. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dari hasil tes literasi numerasi siswa. Data dianalisis berdasarkan tahapan polya dan indicator literasi. Analisis data dilakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil analisis data kemampuan literasi numerasi peserta didik pada tahap memahami masalah 30,6% termasuk kategori kurang sekali, pada tahap merencanakan 14,5% termasuk kategori kurang sekali ,pada tahap melaksanakan rencana 13,4% termasuk kategori kurang sekali, sedang pada tahap melihat kembali 0%, termasuk kategori kurang sekali. Sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa untuk soal bertipe PISA masih tergolong rendah.
Kata kunci: kemampuan literasi numerasi, poly
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA KELAS XI BUDAYA DI SMAK St. FRANSISKUS ASISI LARANTUKA
The purpose of this study is to determine the ability to understand the mathematical concept of students of class XI Culture SMAK St. Francis of Assisi Larantuka. The data are collected by the results of students’ ability test in understanding of mathematical concepts and unstructured interviews. The test questions used to measure students’ abilities in understanding mathematical concepts consist of 2 questions in the form of descriptions with matrix transpose material and matrix multiplication. The test results are analysed based on indicators of mathematical understanding, namely: 1) the ability to explain a definition in their own words according to essential traits/characteristics, 2) the ability to make examples in mathematical concepts, 3) the ability to use concepts in solving problems. Population in this study are students on eleventh culture class of SMAK St. Francis of Assisi Larantuka with two sample of students. The results show that there are the differences in the ability to understand mathematical concepts between students through Problem Based Learning.Keywords: Mathematical concepts understanding, Problem Based Learning, matrix
Membandingkan Nilai Percepatan Gravitasi Bumi di Beberapa Tempat dengan Menggunakan Bandul Sederhana di Kabupaten Sumba Barat Daya
Tujuan penelitian ini untuk menghitung besar nilai percepatan gravitasi bumi pada beberapa tempat dan mengetahui perbedaan nilai gravitasi bumi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (true experimental) yaitu metode eksperimen yang paling mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen. Pengambilan data dilakukan di setiap titik sampel yang tersebar di sepuluh kecamatan di wilayah kabupaten Sumba Barat Daya yang telah di tentukan berdasarkan teknik sampling yakni cluster sampling. Hasil yang di peroleh adalah rata-rata nilai gravitasi bumi di Kabupaten Sumba Barat Daya sebesar 9,98 m/s2
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatakan Hasil Belajar Siswa SMPK. St. Paulus Karuni Kelas VIII B pada Materi Hukum Newton
Model pembelajaran Problem based learning dikemukakan oleh Joyce dan Weil adalah suatu model yang merangsang kemampuan peserta didik untuk menganalisis suatu masalah, memperkirakan jawaban,mencari data,menganalisis data dan menyimpulkan jawaban terhadap masalah. Salah satu model yang saat ini sedang menjadi perhatian kalangan pendidik adalah model problem based learning yaitu model pembelajaran yang di dalamnya melibatkan peserta didik untuk berusaha memecahkan masalah dengan beberapa tahap metode ilmiah sehingga siswa diharapkan mampu untuk mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan masalah tersebut dan sekaligus siswa di harapkan mampu memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah. penelitian eksperimen merupakan penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment (perlakuan) tertentu terhadap hasil dalam kondisi yang terkendalikan
Analisis Penerapan Model Pembelajaran Mean Ends Analysis pada Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis model pembelajaran Mean Ends Analysis dalam peningkatan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data berasal dari sumber resmi sekunder berupa artikel jurnal dan skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Yang berarti mengambarkan masalah yang harus dirumuskan sehingga memudahkan peneliti untuk menganalisis data hasil pengamatan atau rata-rata serta presentasenya. Berdasarkan hasil kajian dari jurnal dan skripsi yang relevan bahwa kemampuan siswa dalam proses belajar menciptakan pembelajara yang aktif dan menyenangkan. Sesuai indikator keberhasilan bahwa pemahaman siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Mean Ends Analysis dapat disimpulkan bahwa dapat meningkatkan hasil belajar siswa
EFEKTIVITAS POLA PEMBENTUKAN SIKAP SPIRITUAL MELALUI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK PADA SISWA-SISWI KELAS V SDK WEE LIMA KECAMATAN WEWEWA TIMUR
“Efektivitas Pola Pembentukan Sikap Spiritual Melalui Pendidikan Agama Katolik pada Siswa-Siswi Kelas V SDK Wee Lima Kecamatan Wewewa Timur”. Skripsi, Tambolaka: Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Weetebula.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model, pendekatan atau cara pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa melalui mata pelajaran Agama Katolik di kelas V SDK Wee Lima Kecamatan Wewewa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dangan pendekatan diskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembentukan sikap spiritual siswa selalu diberikan dan dibentuk oleh para guru di SDK Wee Lima baik dalam jam pelajaran maupun di luar jam pelajara, dikarenakan pembentukan sikap spiritual siswa sangat penting di masa perkembangan beranjak dewasa. Kemudian sebelum sikap spiritual siswa dibentuk, guru terlebih dahulu memberikan contoh kepada siswa berkaitan dengan pola pembiasaan. Misalnya: Membiasakan diri untuk berdoa, rajin masuk gereja, dan mengikuti berbagai kegiatan rohani. Jika terdapat siswa yang melanggar biasanya sekolah memberikan sanksi yang bertujuan untuk memberikan efek jera kepada siswa tersebut namun tidak melanggar norma pendidikan agama tetapi memberikan contoh didikan yang baik
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Himpunan di Kelas VII SMP Negeri 3 Kota Tambolaka Tahun Ajaran 2020-2021
Abstrak: Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuanberpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi himpunan dikelas VII SMP Negeri 3 Kota Tambolaka. Metode Penelitian menggunakankualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data guru dan siswa. Metodepengumpulan data metode pokok yaitu metode tes dan metode bantu meliputi:observasi, wawancara dan dokumentasi. Data analisis secara analisis kualitatifmelalui 3 alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Darihasil penelitian ada 28 siswa yang mengikuti tes analisis kemampuan berpikirkritis, Ada 1 siswa yang berkemampuan berpikir kritis tinggi, 8 siswa yangberkemampuan berpikir kritis sedang dan 19 siswa yang berkemampuan berpikirkritis rendah.Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis pada tahapan indikator menurut Perkinsdan Murph