Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN FISIKA GURU SMA SE-KECAMATAN KOTA TAMBOLAKA
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran fisika guru SMA Sekecamatan Kota Tambolaka. Penelitian ini adalah penelitian survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dengan jumlah guru fisika yang mengajar dikelas XI IPA berjumlah 5 orang sebagai responden. setiap guru memilih satu kelas untuk sampel. Pengumpulan data meggunakan instrument lembar obeservasi. Data yang telah dikumpul dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16. Dalam penelitian ini variabel yang diteliti ada dua yaitu variabel perencanaan dan pelaksanaan. Analisi data menggunakan deskriptif korelasi berdasarkan uji korelasi sederhana yang dilakukan peneliti dengan bantuan SPSS versi 16 menunjukan bahwa hasil analisis uji hipotesis korelasi data penelitian, diperoleh nilai yang tidak signifikansi antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran fisika guru SMA Se-kecamatan Kota Tambolaka sebesar 0,117 yang berarti nilai signifikansi tersebut > 0,05. Dari data analisis korelasi sehingga dapat bermakna hipotesis (Ho) ditolak, artinya tidak terdapat hubungan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran fisika guru SMA Se-kecamatan Kota Tambolaka. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Artinya ada tidak ada hubungan signifikan antara perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran fisika guru SMA Se-kecamatan Kota Tambolaka
Efektivitas Pelaksanaan Standar Proses dalam Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Fisika di SMA Kecamatan Kota Tambolaka dan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui 1) pandangan guru terhadap pelaksanaan proses pembelajaran, 2) kesesuaian perencanaan proses pembelajaran dengan pelaksanaannya dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian yang digunakan adalah guru-guru fisika yang mengajar di SMA sebanyak 11 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument wawancara, angket, dokumentasi dan observasi. Adapun hasil penelitian adalah 1) Pandangan guru terhadap pelaksanaan proses pembelajaran sangat baik, 2) Perencanaan proses pembelajaran belum sepenuhnya sesuai dengan pelaksanaannya dalam proses pembelajaran
KEPUASAN PENGGUNA LULUSAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA STKIP WEETABULA
Seberapa besar lulusan perguruaan tinggi mampu berkiprah dalam dunia kerja sesuai relevansi pendidikannya dapat dilakukan dengan penelusuran lulusan yang disebut tracer study yang bertujuan untuk melacak jejak lulusan atau alumni yang dilakukan setelah lulus. Penelitian tentang kepuasan pengguna lulusan program studi pendidikan fisika STKIP Weetebula ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pengguna lulusan program studi pendidikan fisika STKIP Weetebula. Jenis penelitian adalah penelitian survey dengan menggunakan deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran angket melalui google form, instrumen penelitian yang digunakan ini berpedoman pada lembar kerja program studi akreditasi perguruan tinggi 4.0. Populasi pada penelitian ini seluruh instansi tempat alumni bekerja sedangkan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sesuai dengan 7 aspek berdasarkan lembar kerja program studi akreditasi perguruan tinggi 4.0. pembahasan berdasarkan ketujuh aspek penilaian pengguna secara keseluruhan mulai dari aspek yang tertinggi hingga yang terendah yaitu aspek keahlian berdasarkan bidang keilmuan, aspek kemampuan kerjasama tim, aspek penggunaan teknologi informasi, aspek kemampuan pengembangan diri, aspek kemampuan berkomunikasi, aspek etika, aspek kemampuan berbahasa asing pengguna menilai puas kecuali aspek kemampuan berbahasa asing pengguna menilai cukup puas hal ini diketahui berdasarkan saran dari pengguna bahwa rata-rata alumni masih kurang dalam menguasai bahasa asing sehingga untuk aspek kemampuan berbahasa asing perlu ditingkatkan lagi
Potensi Kearifan Lokal Kudus Dalam Pembelajaran IPA Di Sekolah Dasar
Di era globalisasi ini, terdapat banyak dampak negatif terutama dalam hal kearifan lokal. Demi melestarikan dan memperkenalkan kearifan lokal kepada siswa maka cara yang paling tepat adalah dengan menghubungkan kearifan lokal dengan materi IPA di Sekolah Dasar. Menghubungkan antara kearifan lokal dengan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar ini mampu menguatkan penerapan konsep yang dipelajari dan mampu membuat kesan tersendiri bagi siswa sehingga informasi yang di dapat siswa akan tersimpan lebih lama di dalam otak mereka. Tujuan dari analisis penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif naratif. Penelitian dengan pendekatan naratif secara umum merupakan bagian menyeluruh dari suau praktik penelitian yang bersifat kualitatif sehingga diperlukan pemahaman mengenai karakteristik dari jenis – jenis penelitian yang termasuk dalam kategori pendekatan naratif sebelum melaksanakannya (Suparman, 2009). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dilakukan untuk mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan dan dijawab secara lisan pula., observasi meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dalam kelompoknya. Teknik analisis data dilakukan sepanjang penelitian mulai dari awal penelitian hingga akhir penelitian. Hal ini dilakukan karena peneliti kualitatif mendapat data yang membutuhkan analisis sejak awal penelitin bahkan hasil analisis penelitian awal akan menentukan proses penelitian selanjutnya. Terdapat tiga jalur dalam analisis data kualitatif yaitu reduksi data, pemyajian data, dan penarikan simpulan (Miles & Huberman, 1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika guru mampu menghadirkan kearifan lokal dalam menjelaskan materi IPA maka siswa akan menjadi lebih mudah dalam memahami materi, selain itu dapat membuat siswa menjadi lebih peka dengan hal-hal yang ada lingkungan sekitar. Contoh budaya yang dikembangan oleh guru dalam pembelajaran IPA adalah Batik Kudus. Selain itu batik Kudus contoh kearifan lokal yang disampaikan dalam pembelajaran yaitu Jenang Kudus. Pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat penting diterapkan dalam pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa serta sebagai media dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal di daerah, penanaman karakter positif sesuai nilai luhur
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA MENYELESAIKAN SOAL FISIKA PADA MATERI DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR MENGGUNAKAN TEORI POLYA
Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal fisika dengan menggunakan teori polya dan kesulitanyang dialami dalam menyelesaikan soal fisika. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah 8 orang peserta didik kelas XI IPA SMA St. Gerardus Mayella Kalembu Weri. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes soal dalam bentuk essay dan wawancara kepada peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan kategori tingkat kemampuan dan persentase kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan peserta didik kategori sangat tinggi 8%, kategori tinggi 29%, kategori sedang 46% dan kategori rendah 17%. Sedang aspek kemampuan siswa berdasarkan tahapan Polya yaitu siswa mampu memahami masalah dalam soal dengan persentase 38%, siswa mampu merencanakan masalah dalam soal dengan persentase 34%, siswa mampu melaksanakan rencana dengan persentase 19% dan siswa mampu memeriksa kembali jawaban dengan persentase 9%, dengan demikian kemampuan siswa SMAK St. Gerardus Mayella termasuk kategori sedang dalam menyelesaikan soal fisika. Pada tahapan memahami masalah dan membuat perencanaan sebagian besar siswa telah mampu menyelesaikannya, sedangkan pada tahapan melaksanakan perencanaan dan mengecek kembali masih banyak peserta didik yang mengalami kekeliruan dalam menyelesaikannya. Kesulitan yang dialami peserta didik adalah dalam menentukan persamaan, mengingat besaran dan satuan, serta menghitung angka yang rumit
ANALISIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA
Peneliti bertujuan untuk menganalisis model pembelajaran Problem Based Learning terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika siswa. Penggunaan model dalam pembelajaran merupakan suatu hal yang sangat berpengaruh dan yang perlu dipertimbangkan oleh guru sehingga dapat membantu siswa dalam menunjang pemahaman konsep fisika yang baik. Dalam hal ini model yang digunakan harus sesuai dengan keadaan siswa. Salah satu upaya untuk mengatasinya dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap peningkatan pemahaman konsep fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka dengan menganalisis artikel jurnal dan skripsi yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Semua artikel jurnal dan skripsi menyatakan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik. Model pembelajaran Problem Based Learning melibatkan peserta didik dalam suatu kegiatan dan memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam memecahkan masalah serta menemukan solusi dari masalah tersebut.
 
PENGGUNAAN METODE INQUIRI DALAM PEMBELAJARAN PENGKAJIAN APRESIASI PUISI KELAS A SEMESTER IV
Artikel ini mengkaji penggunaan metode inquiri dalam pembelajaran pengkajian apresiasi puisi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu mahasiswa angkatan 2015, kelas A, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana penggunaan metode inquiri dalam pembelajaran pengkajian apresiasi puisi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan anatara lain pengumpulan data reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Dari hasil analisis dan pembahasan, metode inquiri dapat memberikan kontribusi serta pengaruh positif dalam mengembangkan serta meningkatkan kemampuan keterampilan yang mencakup ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif khususnya dalam memahami serta memiliki kompetensi dalam menemukan masalah sampai pada pemecahan masalah baik dalam pembelajaran Pengkajian Apresiasi Puisi di kelas maupun di lingkungan hidup sehari-hari
TRANSPOSISI DIDAKTIS DALAM MENGATASI KECEMASAN MATEMATIS SISWA (DIDACTIC TRANSPOTION IN OVERCOMING STUDENTS’ MATHEMATICAL ANXIETY)
ABSTRAKTujuan penelitian ini, untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan transposisi didaktis sebagai sarana belajar siswa pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian studi literatur. Artinya, penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan sejumlah jurnal dan skripsi yang berkenaan dengan masalah dan tujuan penelitian, dengan pendekatan kepustakaan.Sumber data penelitian yaitu jurnal dan skripsi yang terkait dengan konsep yang diteliti, teknik analisis data menggunakan teknik analisis atau content analisis dilakukan proses memilih, membandingkan, menggabungkan dan memilah berbagai pengertian hingga ditemukan yang relevan.Berdasarkan hasil penelitian studi literatur dari ke lima belas jurnal dan skripsi yang relevan dengan judul, menyatakan bahwa pemanfaatan transposisi didaktis sebagai sarana belajar siswa pada masa pembelajaran berhasil digunakan dalam pembelajaran matematika, karena dengan menggunakan transposisi didaktis dapat mengurangi kecemasan siswa dalam pembelajaran matematika sehingga siswa lebih banyak aktif dan cepat memahami apa yang disampaikan oleh guru.Kata kunci: Pemanfaatan Transposisi Didakti
Peningkatan Keterampilan Menulis Mahasiswa Program Studi PBI STKIP Weetebula melalui Strategi POWERS
Penelitian ini berangkat dari adanya keprihatinan rendahanya kemampuan menulis mahasiswa semester tiga pada mata kuliah keterampilan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasiexperimental. Metode penelitian ini menggunakan dua grup subjek yakni grup eksperimental dan grup kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi powers sangat efektif membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan menulis mereka. Hasil ini juga bisa menjadi model bagi peningkatan keterampilan berbahasa lainnya. Data dari penelitian ini didapat dari studi lapangan di dua kelas pararel Semester III di STKIP Weetebula
Pengembangan Handout Materi Suhu Dan Kalor Berbasis Kontekstual Untuk Siswa Kelas XI IPA Sekolah Menengah Atas
Skripsi karya Herlina Umbu Pingge dengan judul” pengembangan handout materi suhu dan kalor berbasis kontekstual untuk siswa kelas XI IPA sekolah menengah atas. Program Studi Pendidikan Fisika Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Weetebula dibawah bimbingan: Melkianus Suluh, M.Pd selaku dosen pembimbing 1 dan Yulita Adelfin Lede, M. Pd selaku dosen pembimbing II. Penelitian ini di latarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan bahan ajar berbasis kontekstual untuk mata pelajaran Fisika. Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran yaitu buku teks dari penerbit. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi pengembangan bahan ajar berupa handout sebagai penunjang pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan handout materi suhu dan kalor berbasis kontekstual untuk siswa kelas XI IPA Sekolah Menengah Atas yang layak dan praktis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (R & D) dengan menggunakan model pengembangan 4-D (Four-D). Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu teknik analisis data angket hasil validasi dan data angket hasil kepraktisan handout. Hasil pengujian kelayakan produk terdapat beberapa ahli yaitu ahli materi dan ahli media dengan menghasilkan presentase ahli materi 97,5% kategori sangat layak, sedangkan ahli media presentase nilai 97,5% kategori sangat layak. Uji coba lapangan untuk mengetahui kepraktisan handout peneliti menggunakan guru dan siswa, dengan hasil presentase nilai dari guru 95% kategori sangat praktis dan presentase nilai dari siswa 88,1% kategori sangat praktis. Berdasarkan presentase tersebut dapat dikatakan bahwa handout materi suhu dan kalor berbasis kontekstual untuk siswa kelas XI IPA Sekolah Menegah Atas sangat layak dan sangat praktis digunakan dalam kegiatan belajar mengajar