Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Pada Analisis Kemampuan Berpikir Lateral Siswa Kelas VIII SMPK. St. Paulus Karuni Dalam Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir lateral siswa kelas VIII SMPK. St. Paulus Karuni dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIIIc SMPK St. Paulus Karuni dengan jumlah 28 siswa. Subjek yang dipilih untuk dideskripsikan hasilnya yaitu 3 subjek, ketiga subjek ini dipilih berdasarkan 3 kategori yaitu tinggih, sedang, dan rendah. Masing – masing kategori dipilih 1 subjek untuk diwawancarai. Data dianalisis berdasarkan aspek berpikir lateral. Analisis data dilakukan melalui tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil analisis data kemampuan berpikir lateral siswa pada kategori tinggi 2 (7%) mampuh memenuhi aspek berpikir lateral, pada kategori sedang 5(18%) cukup mampuh memenuhi aspek berpikir lateral. dan pada kategori rendah 21 (75%) belum mampuh memenuhi aspek berpikir lateral. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan berpikir lateral siswa masi tergolong rendah.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Lateral Siswa, Soal SPLD
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I Melalui Media Kartu Huruf
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDK Pero. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Prosedur penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah murid kelas I SDK Pero Kecamatan Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya sebanyak 29 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar penilaian membaca permulaan, lembar observasi guru dan siswa. Teknik pengumpulan berupa tes, pengamatan, dan wawancara. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini dikatakan berhasil jika ketuntasan persiswa memperoleh nilai KKM 71 dengan ketuntasan klaksikal 80%. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan membaca permulaan siswa mecapai 31,03 % yang terdiri dari 9 siswa yang mencapai nilai KKM 71. Hal ini belum dikatakan berhasil karena siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal 71 dengan ketuntasan klaksikal 75%, lembar observasi guru siklus I mencapai skor 61,36 dengan kategori cukup, sedangkan hasil observasi siswa mencapai skor 40 dengan kategori kurang. Hasil penelitian siklus II menunjukkan bahwa ketuntasan membaca permulaan siswa pada siklus ini mencapai 86,206 % yang terdiri dari 25 siswa yang mencapai nilai kriterian ketuntasan minimal 71, hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II mengalami peningkatan terhadap hasil belajar siswa berdasarkan indicator keberhasilan. Sedangkan lembar observasi guru mencapai skor 84. 09 dengan kategori sangat baik dan lembar observasi siswa mencapai skor 85,55 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang diperoleh peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan permulaan siswa kelas I
Kodi Analisis Proses Penyelesaian Soal Matematika Bertipe PISA Di SMP Negeri 1 Kodi
Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana proses penyelesaian soal matematika soal bertipe PISA di kelas IXA SMP Negeri 1 Kodi. Subjek penelitian adalah SMP Negeri 1 Kodi dengan jumlah 16 orang. subjek yang di pilih untuk di deskripsikan hasil yaitu 6 orang subjek, keenam subjek di pilih berdasarkan kriteria baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali. Masing-masing kategori di pilih untuk di wawancara. jenis data yang di kumpulkan berupa data deskriptif kualitatif dari hasil tes proses penyelesaian soal matematika bertipe PISA. Data di analisis berdasarkan tahapan polya. Analisis data di lakukan berdasarkan tahap reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Hasil analisis data termasuk dalam kategori kurang siswa yang mampu memahami diperoleh presentase 29%. siswa yang mampu menyusun rencana proses penyelesaian soal di peroleh presentase 28%, siswa yang mampu melaksanakan proses penyelesaian soal diperoleh presentase 18%, sedangkan proses penyelesaian soal melihat kembali di peroleh presetase (0%). Sehingga dari hasil tersebut menunjukan bahwa analisis proses penyelesaian soal matematika bertipe PISA masih dalam kategori kurang.
Kata Kunci: Proses Penyelesaian Soal Matematika Bertip PISA, Poly
Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Soal Pada Materi Koordinat Kartesius Siswa Kelas VIII SMP Kristen Karuni
Dalam penyelesaian soal-soal matematika, seringkali terjadi kekeliruan dan kesulitan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep matematika. Masalah tersebut dapat berupa penalaran konsep matematika maupun dalam pemecahan soal-soal yang berkaitan dengan rumus matematika. Salah satunya adalah kesalahan dalam menentukan letak titik dan menggambar bidang koordinat kartesius, pada mteri koordinat kartesius jenjang sekolah menengah pertama. Kesalahan-kesalahan ini dapat berupa kesalahan dalam mengidentifikasi soal, memahami maksud dan tujuan soal, penyusunan jawaban yang tidak sistematis serta penarikan kesimpulan jawaban. Bentuk kesalahan ini dapat ditemukan ketika siswa menyelesaikan soal dalam menentukan titik dan menggambar bidang koordinat kartesius, materi koordinat kartesius. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi koordinat kartesius dengan subjek siswa kelas VIII SMP Kristen Karuni. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa, yaitu kesalahan konsep, kesalahan prosedur dan kesalahan fakta. Kesalahan konsep merupakan kesalahan siswa dalam membaca dan memahami pengertian atau definisi sebuah soal. Kesalahan prosedur merupakan kesalahan siswa dalam menyusun jawaban secara sistematis atau terurut. Sedangkan kesalahan fakta merupakan kesalahan yang dilakukan siswa ketika menyelesaikan soal berupa kesalahan penulisan lambang, simbol, kata dan rumus. Kesalahan-kesalahan ini disebabkan karena siswa kurang teliti dalam membaca soal, kurang memahami cara menentukan titik ketika menggambar grafik koordinat kartesius bahkan salah dalam menuliskan atau mengoperasikan rumus. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan cara analisis pada soal dan jawaban hasil pekerjaan siswa dan juga metode wawancara, sehingga ditemukan beberapa kesalahan yang menjadi penghambat bagi siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya, atau ketika menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan koordinat kartesius
Analisis Level Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Bertipe PISA di SMP Seminari Sinar Buana Weetebula Kabupaten Sumba Barat Daya
Dalam artikel ini mengkaji level kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal bertipe PISA. Sejak Indonesia bergabung pada tahun 2000, capaian Indonesia selalu berada pada level bawah dalam indeks PISA. Terbukti pada tahun 2018, Indonesia berada pada peringkat 74 dari 79 negara partisipan untuk kemampuan membaca, peringkat 73 dari 79 negara partisipan untuk kemampuan matematika, dan peringkat 71 dari 79 negara partisipan untuk kemampuan sains dalam PISA. Dengan hasil pencapaian yang konsisten di peringkat bawah indeks PISA, Indonesia di bawah ke konsekuensi pemikiran bahwa pendidikan tidak sesuai dengan standar umum/global dan berada di bawah Negara-negara lain di dunia. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui level kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika bertipe PISA di SMP Seminari Sinar Buana Weetebula. Metode yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif dan jenis penelitian mixed metodh (metode gabungan).
Kata kunci: kemampuan matematis siswa, level soal PIS
PAHAM DAN UPACARA KABOLO DALAM ALIRAN KEPERCAYAAN MARAPU SEBAGAI WADAH EVANGELISASI IMAN KRISTIANI DI SUMBA-NUSA TENGGARA TIMUR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan paham dan upacara Kabolo dalam kepercayaan Marapu sebagai Wadah Evangelisasi Iman Kristiani di Sumba-Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif etnografis (deskriptif). Dimana peneliti secara etnografis menceritakan apa yang terjadi di tengah masyarakat Kodi Sumba Barat Daya, khususnya dalam kaitan benturan praktek pastoral antara Agama Katolik dan Budaya lokal, budaya Sumba. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa hampir semua ritual adat marapu masih dijalankan oleh masyarakat desa karang indah kecamatan kodi balaghar kabupaten sumba barat daya. Alasan utama masyarakat masih melaksanakan ritual adat adalah alasan keselamatan dan untuk memperoleh berkat. masyarakat menyakini bahwa penting menjaga keharmonisan dengan alam, sesama dan jiwa leluhur. Dampak dari ketidakharmonisan adalah penyakit, gagal panen dan hewan yang mati atau tidak berkembang. Ini berarti bahwa ritual adat Marapu tersebut berkaitan dengan keselamatan
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sekola Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran audio visual terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Poma pada materi pembelajaran IPA cara tubuh mengolah udara bersih. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quazi Eksperiment Design jenis Non-Eqiuvalent Control Group Design ini merupakan metode yang memberikan pre-test terlebih dahulu tanpa memilih secara random baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat. Subjek penelitian yaitu seluruh siswa kelas V SDN Poma.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yang dianalisis menggunakan program komputer SPSS for windows 20. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data diperoleh nilai 8,390 > ttabel 2,021 menunjukkan bahwa media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Poma pada Materi IPA Cara Tubuh Mengolah Udara Bersih.
Berdasarkan hasil pembahasan keseluruhan dapat disimpulkan bahwa media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN Poma dengan nilai sig 0,000 < 0,05 sebagaimana dasar pengambilan keputusan hipotesis dikatakan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak dan menyatakan adanya pengaruh antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) yang diteliti
PENDAMPINGAN IMAN ANAK REMAJA MELALUI KEGIATAN SEKAMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP HASIL BELAJAR AGAMA KATOLIK KELAS IX SMPK ST. PAULUS KARUNI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Dampak Pendampingan Iman Anak Remaja Melalui Kegiatan SEKAMI Terhadap Hasil Belajar Agama Katolik Kelas IX SMPK St. Paulus Karuni, dengan menggunakan metode penelitian campuran kuantitatif dan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar dan wawancara, serta teknik analisis data melalui proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara serta mengorganisasikan data kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyususn dalam pola, memilah mana yang penting dan yang akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. Hasil penelitian ini adalah melalui tahapan mengajar dengan 2 kali petermuan (pertemuan I dan II). Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes dan instrumen wawancara. Tes hasil belajar yang diperoleh dengan melakukan analisis secara deskriptif kualitatif yaitu menunjukkan nilai hasil belajar siswa yang mengikuti kegiatan SEKAMI lebih tinggi dengan nilai rata-rata yaitu 79,21 dibandingkan nilai dari siwa yang tidak mengikuti kegiatan SEKAMI dengan nilai rata-rata yaitu 69
Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran yang Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Topik Trigonometri Kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Depok Tahun Ajaran 2016/2017
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menciptakan pembelajaran yang aktif pada topik trigonometri bagi siswa kelas X MIPA 3 SMA N 1 Depok dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw; dan (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Depok dalam pembelajaran yang menerapkan model kooperatif tipe Jigsaw pada topik trigonometri. Hasil penenlitian ini menunjukkan bahwa model kooperatif tipe jigsaw ditinjau dari hasil belajar siswa kelas X MIPA 3 hasilnya sudah baik. Hal ini diperlihatkan melalui persentase penilaian kecakapan akademik hasil belajar yaitu 80,65% hasil belajar siswa sudah mencapai ketuntasan dengan 74,2% siswa tergolong kriteria sangat baik dan 9,68% tergolong
baik
Meningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Menggunakan Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman dengan Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC). Jenis penelitian ini adalah penelitian studili teratur sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah sumber data pelengkap dalam penelitian yang berfungsi dalam data primer. Sehingga sumber data dalam penelitian ini merupakan internet, jurnal dan skripsi dan beberapa refrensi lainnya yang berkaitan dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC). Untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Teknik yang digunakan adalah teknik pustaka.
Hasil penelitian dari 8 jurnal 2 skripsi, model Pembelajaran Model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar sangat efektif dalam kegiatan keterampilan membaca pemahaman siswa karena salah-satu karakteristik model pembelajaran model Cooperatif Integrated Reading And Composition (CIRC) ini pembelajaran yang diarahkan pada keterampilan membaca pemahaman dalam konteks kehidupan siswa atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan alamiah. Keterampilan membaca pemahaman siswa di sekolah dasar saat ini mengalami berbagai masalah sehingga harus atasi dengan model pembelajaran model Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) yang efektif. Model pembelajaran model Cooperatif Integrated Reading And Composition (CIRC) merupakan model pembelajaran khususnya mata pelajaran bahasa indinesia dalam rangkah membaca dan menemukan ide pokok, atau sebuah wacana pembelajaran. Berdasarkan hasil dalam kajian literatur dari jurnal dan skripsi terbukti bahwa keterampilan membaca pemahaman model pembelajaran model Cooperatif Integrated Reading And Composition (CIRC) untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa sekolah dasar