Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
    168 research outputs found

    Pengaruh Model Pembelajaran SFAE Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Relasi dan Fungsi SMKN1 Tambolaka

    Get PDF
    Pokok permasalahan dalam penulisan ini adalah apakah penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) ada pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa di kelas x pertanian SMK Negeri 1 Kota Tamboaka. Untuk menjawab pertanyaan tersebut peneliti melakukan penelitian eksperimen, dimana penelitian eksperimen adalah penelitian yang membandingkan antara dua kelas. Dengan tujuan membandingkan model pembelajaran Studen Facilitator And Explaining dengan model pembelajaran konvensional pada materi relasi dan fungsi di kelas x pertanian SMK Negeri 1 Kota Tambolaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Instrumen Tes dan teknik instrumen non tes. Teknik Analisis Data yang digunakan adalah analisis parametrik, dalam analisis parametrik ada uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, ketika data berdistribusi normal dan homogen maka akan dilanjutkan teknik uji t. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa menggunakan model pembelajaran SFAE ada pengaruh yang positif terhadap hasil belajar dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar pada kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran SFAE di peroleh nilai rata-rata 77,64 dan pada kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di peroleh nilai rata-rata 63,52. Berdasar data tersebut dari nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SFAE berhasil atau ada pengaruh terhadap hasil belajar.Kata kunci: SFAE, Hasil Belajar, Relasi dan Fungs

    ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IX DI SMP SWASTA RANGGA RAME PADA MATERI STATISTIKA TAHUN AJARAN 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal statistika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IXA SMP Swasta Rangga Rame dengan jumlah 24 siswa, dan subjek yang mendapat tindakan/treatment lebih lanjut yaitu 6 subjek, keenam subjek ini dipilih berdasarkan Kemampuan Awal Matematika kategori tinggi, kategori sedang dan kategori rendah. Masing-masing kategori dipilih 2 subjek yang akan mewakili 24 siswa tersebut. Jenis data yang dikumpulkan berupa data kualitatif yaitu hasil tes kemampuan berpikir kritis dan hasil wawancara. Data dianalisis berdasarkan indikator berpikir kritis yang telah ditetapkan oleh peneliti yang meliputi klarifikasi, assesmen penarikan kesimpulan, strategi dan taktik. Analisa data yang dilakukan melalui tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil analisis data diperoleh 8,69% siswa termasuk dalam kategori tinggi dengan kemampuan merinci pokok-pokok permasalahan, menggunakan rumus dengan benar dan tepat dalam menyelesaikan soal dan membuat kesimpulan dari jawabannya. 13,04% siswa termasuk dalam kategori sedang dengan kemampuan merinci pokok-pokok permasalahan, mampu menggunakan rumus dengan tepat dan benar. Sedangkan 78,26% termasuk dalam kategori rendah karena hanya mampu merinci pokok-pokok permasalahan. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siwa masih tergolong rendah. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Statistik

    Profil Literasi Sains Dasar Dan Kecenderungan Berpikir Kritis Siswa Smp Di Kabupaten Sumbawa Barat

    Get PDF
    Literasi sains dasar dan kecenderungan berpikir kritis merupakan kompetensi yang penting untuk dipetakan sejak dini. kedua kompetensi siswa tersebut harus dianalisa perkembangannya dan senantiasa harus selalu dikembangkan karena sangat diperlukan oleh siswa kita agar mampu bersaing pada abad 21 nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil tingkat kemampuan Literasi sains dasar dan kecenderungan berpikir kritis siswa SMP di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan literasi sains dasar dan kecenderungan berpikir kritis siswa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. 347 siswa dijadikan subjek penelitian untuk pengukuran tingkat literasi sains dasar dan 333 siswa dijadikan subjek penelitian dalam pengukuran kecenderungan berpikir kritis. Data dikumpulkan menggunakan tes literasi sains dasar dan tes kecenderungan berpikir kritis. Untuk mengetahui profil literasi sains dasar dan kecenderungan berpikir kritis siswa, data penelitian dianalisis secara deskriptif, sedangkan data mengenai hubungan antara tingkat literasi sains dasar dengan kecenderungan berpikir kritis siswa dianalisis Pearson Product-Moment Correlation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) kemampuan literasi sains dasar siswa SMP di kabupaten Sumbawa Barat, NTB berada pada kategori rendah sedangkan kecenderungan berpikir kritis termasuk pada kategori kuat, dan 2) terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi sains dasar dengan kecenderungan berpikir kritis siswa.Keywords: profil, literasi sains dasar, kecenderungan berpikir kritis

    The Application Of Model 7Ps Marketing Mix At STKIP Weetebula

    Get PDF
    This paper describes the marketing planning of STKIP Weetebula to increase the number of STKIP Weetebula students according to the Medium and Long Term Development Strategy of STKIP Weetebula.The first part of this paper explains about marketing, marketing model management, stakeholder analysis and continues with explanations about STKIP Weetebula.In the second part, the key stakeholders are defined using the stakeholder matrix. Once key stakeholders are determined, the next step is to make marketing planning for key stakeholders. There are several marketing planning models that can be used by education institutions to develop a marketing planning. STKIP Weetebula choose the 7 P marketing mix because it is a marketing planning model that is quite widely used in higher education organizations and considered suitable for educational institutions such as STKIP Weetebula

    Kalsifikasi Tulang dan Proses Regenerasi Ekor Ikan Wader (Rasbora Lateristriata)

    Get PDF
    Skeleton merupakan alat gerak pasif yang berfungsi sebagai penopang tubuh dan memberi bentuk tubuh. Morfologi makhluk hidup bagian luar salah satunya dibentuk oleh bentuk skeleton, sehingga dapat dibedakan antara spesies yang satu dengan yang lain. Morfologi atau kenampakan bentuk skeleton berbeda dalam setiap perkembangan, karena mengalami diferensiasi.Pada ikan genus Rasbora, perkembangan skeleton dan perbedaan skeletonnya masih sangat sedikit dikaji, terlebih lagi pada spesies R. lateristriata.Kekhasan lain yang ingin diamati adalah bagaimana ikan ini mampu beregenerasi. Hampir semua organisme hidup mempunyai kemampuan beregenerasi. Kemampuan regenerasi masing-masing organisme tidak sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati proses kalsifikasi tulang pada Ikan Wader (Rasboralateristriata) dan mengidentifikasi regenerasi ekor ikan wader (Rasbora lateristriata). Hasilnya menunjukan bahwa ikan wader telah mengalami proses osifikasi atau penulangan sehingga pada hasil pengamatan dilihat hampir seluruh tulang ikan wader terwarnai merah yang berarti tersusun atas tulang keras. Sedangkan bagian kecil pada bagian ekor ikan terdapat warna biru yang menunjukan bahwa bagian tersebut tersusun atas tulang rawan.Ekor ikan wader yang telah dipotong utuh siripnya kembali tumbuh mulai hari ke 6 secara perlahan hingga hari ke 21 telah kembali seperti semula.Pada pengamatan ini menunjukan bahwa pada bagian ekor ikan wader terdapat stem sel sehingga ekor ikan dapat mengalami regenerasi.Kata kunci: Ikan Wader (Rasboralateristriata), Kalsifikasi, Regenerasi

    Tuckman and Tom Edison model of team developments applied by STKIP Weetebula team for implementation of SPS (Seminar-Practice-School).

    Get PDF
    The first part of this paper explains the team development of Tuckmans and Edisons models including the differences between these two models. The paper starts with Tuckmans model, which is known as a traditional model of team development. In 1965, Tuckman stated that an organization that would like to accomplish its goal through teamwork followed four main stages of team development, which he named as forming, storming, norming and performing. In 1977, Tuckman and Mary Ann Jansen added a fifth stage named adjourning. In 2011, Edison assessed that Tuckmans model could be further developed. Tuckman's traditional model is needed for understanding a team's basic functional stages, but his model needs to be expanded for greater understanding of team development, especially during a team's dysfunctional phases. This articleidentifies one phase of team development that complements the classic five phases developed by Tuckman. To reach the objectives of a project team, it is important to understand and review thedysfunctional phases (conforming and deforming) that a team encounters so that appropriate corrective actions can be taken to aid a team in becoming high-performing.Based on the analysis of those two models, this article explains the integration of these models when applied by STKIP Weetebula team when working on improving the learning process. The main goal of the team is developing and implementing a new subject on the curriculum of all study programs of STKIP Weetebula, Sumba, Indonesia. The new subject is named as SPS (Seminar-Praktek-Sekolah/Seminar-Practice-Schools). The team has started to work from August 2016 to August 2017. The team has designed an action planning for SPS and has implemented it in March 2017. The team consists of 2 pedagogical advisors/facilitator from Germany, 6 STKIP lecturers, and 1 staff member. This article shows how SPS team works to reach its goals by integration of team development stages of Tuckmans and Edisons models

    Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru Bahasa Indonesia SMA di Bawah Naungan Yayasan Pendidikan Nusa Cendana Sumba Barat Daya

    Get PDF
    Abstrak: Kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional merupakan dua kompetensi guru yang sangat erat hubungannya dengan tugas profesi seorang guru. Kompetensi pedagogik yaitu kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran sedangkan kompetensi profesional yaitu kompetensi guru dalam melaksanakan tugas kependidikan yang berkaitan dengan bidang studi. Tulisan ini menyoroti kemampuan penguasaan pedagogik, penyusunan perangkat pembelajaran (RPP), keterampilan mengajar, dan pengetahuan profesional guru Bahasa Indonesia SMA di Bawah Naungan Yayasan Pendidikan Nusa Cendana Sumba Barat Daya Tahun 2017. Peneliti menggunakan metode kuantitatif deskriptif dalam mengungkapkan data yang terkumpul melalui teknik tes, teknik observasi, dan studi dokumenter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru termasuk dalam kualifikasi Baik sedangkan tingkat penguasaan dalam penyusunan perangkat pembelajaran, keterampilan mengajar, dan pengetahuan profesional guru termasuk dalam kualifikasi Kurang. Artinya, perlu adanya upaya peningkatan khususnya pada penyusunan RPP, keterampilan mengajar, dan pengetahan profesional guru Bahasa Indonesia.Kata kunci: Kompetensi pedagogic; kompetensi professional; guru bahasa Indonesia

    Paham dan Upacara Kematian dalam Agama Marapu sebagai Wadah Evangelisasi Iman Kristiani di Sumba-Nusa Tenggara Timur

    Get PDF
    Agama apapun dalam karya pewartaan dan misinya selalu dihadapkan dengan budaya lokal, yang di dalamnya ada agama lokalnya juga. Misi tradisional agama-agama modern selama ini cenderung memusnahkan agama dan budaya lokal karena dianggap sebagai penghalang penyebaran agama-agama modern itu. Fakta menunjukkan bahwa ada banyak resistensi dari masyarakat lokal (insider) terhadap tuntutan agama modern seperti itu. Mereka merasa tercabut dari akar kehidupan mereka. Akibat lebih lanjut adalah iman mereka pun dangkal-dangkal saja, selain misi ditolak. Banyak orang memeluk agama-agama modern hanya karena tuntutan sosial dan administrasi pemerintahan, bukan karena suatu pengakuan akan iman agama-agama modern. Cara bermisi seperti inilah yang saya lihat kurang pas. Penelitian ini mencoba menggunakan paham-paham dan upacara-upacara budaya khususnya dalam hal kematian sebagai wadah misi (evangelisasi), dan tidak dilihat sebagai penghalang. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dalam mengumpulkan data, sementara pembahasannya menggunakan metode kualitatif etnografis (deskriptif). Tujuan jangka panjang dari hasil penelitian ini adalah menjadi pedoman pastoral untuk evangelisasi iman kristiani di Sumba. Sementara target khusus yang ingin dicapi dari penelitian ini adalah memberi pemahaman baru dan juga sekaligus solusi berpastoral yang selama ini dianggap berat dan sulit karana benturan budaya yang sulit ditembusKata Kunci:Evangelisas

    ANALISIS KAPASITAS MASYARAKAT UNTUK IDENTIFIKASI TEKNOLOGI SANITASI DI KAWASAN SPESIFIK DAERAH KERING (STUDI KASUS DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA NTT)

    No full text
    One of the specific areas that have received less attention from the government is a specific area with a semi-arid climate conditions, where low rainfall and high evapotranspiration potential causes NTT especially Southwest Sumba Regency has a problem providing sanitation facilities, especially in the domestic waste water infrastructure. Therefore in this study wanted to know the state of the capacity of communities and the factors that affect the sustainability of the waste water sanitation technologies that can be determined in accordance with regional technology studies. Some of the factors that capacity factors examined include institutional, economic, environmental, technical, and socio cultural. To know this, do data collection using questionnaires and field observations. Next, will be analyzed by descriptive, crostab, and Analytical Hierarcy Proscess (AHP) to determine the priority factors and sub- factors that affect the sustainability of sanitation to obtain the most suitable sanitation technologies from the descriptive analysis showed that 50 % of respondents do not have sanitation facilities and conduct defecation gratuitous (BABS) in the garden and clean themselves using leaf litter. Crostab analysis can be seen that there is a relationship between level of education and income against WC ownership, how to clean themselves, and acceptance of the technology offered. AHP analysis which provides results that the most influential factor in the choice of sanitation technology is a technical factor. But the results of advice most appropriate technology for a specific area of dryland communities is cubluk, cubluk twin, and ecosan.From the overall results of the analysis obtained on sanitation technologies for arid areas is cubluk one hole with dry system.Keywords: community capacity analisys, specific dry areas, sanitation technolog

    Pengaruh Entrepreneurship Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif entrepreneurship kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, dimana peneliti menggambarkan fenomena yang diamati dengan lebih detail menggunakan data-data berupa data kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri di Kota Mataram yang berjumlah 295 guru. Sampel penelitian ini adalah sebagian dari jumlah guru SMK Negeri di Kota Mataram yang berjumlah 75 guru dengan menggunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif entrepreneurship kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Negeri di Kota Mataram sebesar 11,8% yang dibuktikan dengan dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,003 lebih kecil dari level 0,05.Kata kunci: Entrepreneurship, Kepala Sekolah, Kinerja Guru

    81

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP Weetebula
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇