Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Analisis Tes Butir Soal Buatan Guru Fisika SMP
Yuslianti Bayo. Analisis Tes Butur Soal Buatan Guru Fisika SMP Se-kecamatan Loura untuk ujian Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2015/2016 Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Fisika. Di bimbing oleh Dr. Amiruddin, M.si, dan Desak Made Anggraeni, M.Pd.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas butir soal buatan guru fisika SMP Se-kecamatan Loura untuk ujian akhir semester genap tahun ajaran 2015/2016, jika ditinjau dari aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda.Hasil analisis tersebut menggambarkan bahwa soal-soal tersebut didominasi pada analisis validitas, untuk SMPK St. Paulus Karuni dengan presentase yang diperoleh 50% (sangat rendah), 20% (rendah), 20% (cukup), dan 10 % (sangat tinggi). Untuk SMP Satap Gokat dengan presentase yang diperoleh 30% (sangat rendah), 20% (rendah), 15% (cukup) dan 35% (tinggi). Sedangkan untuk SMP Satap Katewel dengan presentase yang diperoleh 35 % (sangat rendah), 20% (rendah), 15% (cukup) dan 35% (tinggi) jadi secara umum memiliki tingkat kesukaran yang belum berimbang, reliabilitas dengan memiliki kategori tinggi untuk SMPK St.Paulus Karuni dengan nilai 9,303, untuk SMP Satap Gokata 0,976 sedangkan SMP Satap Katewel 0,850. Tingkat kesukaran untuk SMPK St.Paulus Karuni, dengan memiliki kategori sedang 65% dan sukar 35%, SMP Satap Gokat memiliki kategori sedang 80% dan sukar 20%, untuk SMP Satap Katewel memiliki kategori sedang 95% dan sukar 5%, daya pembeda untuk SMPK St.Paulus Karuni memiliki kategori jelek (50%), 15%(baik) dan 35% (baik sekali), SMP Satap Gokata memiliki kategori jelek (30%), 40% (cukup), 5% (baik) dan 25% (baik sekali). Berdasarkan hasil peneliti bahwa guru mata pelajaran Fisika yang menyusun soal-soal ujian akhir semester genap tahun ajaran 2015/2016, soal-soal tersebut cukup berkualitas.Kata kunci : analisis butir soa
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS XI IPA SMA SEMINARI SINAR BUANA TAHUN AJARAN 2019/2020
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING TERHADAP KE MAMPUAN BERPIKIR LOGIS SISWA KELAS VIII SMPK. ST. PAULUS KARUNI
Persoalan mendasar yang seringkali terjadi di sekolah, adalah siswa malas untuk berpikir, mereka menghafal konsep atau rumusan yang diberikan guru tanpa berusaha untuk memahami dengan baik makna yang terkandung dalam konsep, hal ini berakibat rendahnya hasil belajar siswa, oleh karena itu penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Learning dengan Metode Pre- Experimen Terhadap Kemampuan Berpikir Logis Siswa Kelas VIII B SMPK St. Paulus Karuni Tahun Ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre- Experimen dengan desain The One Group Pretes posttest Design. Data penelitian yang terkumpul dan telah dianalisa mengindikasikan bahwa model quantum learning memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir logis siswa. Kata kunci: Berpikir Logis,Quantum Learnin
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP KREATIVITAS BERPIKIR METAFORIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS VIII MTS BAHRUL ULUM NW TELAGA BAGIK TAHUN PELAJARAN 2018/2019
Pelaksanaan pembelajaran matematika di kelas VIII MTs. Bahrul Ulum NW Telaga Bagik Tahun Pelajaran 2018/2019, ditemukan permasalahan bahwa kreativitas berpikir metaforis dan kemandirian belajar siswa masih rendah, sumber belajar yang sering digunakan masih kurang mengintegrasikan materi dengan fenomena dalam kehidupan sehari-hari, konsep dan pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga kreativitas berpikir metaforis dan kemandirian belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran sinektik terhadap kreativitas berpikir metaforis dan kemandirian belajar siswa kelas VIII MTs Bahrul Ulum NW Telaga Bagik. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dengan desain posttest only control group desaign. Penelitian yang dilaksanakan di MTs Bahrul Ulum NW Telaga Bagik menggunakan sampel yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh dari keseluruhan populasi siswa kelas VIII. Kelas eksperimen yang ditentukan yaitu kelas VIII A (24 siswa) yang dibelajarkan dengan model sinektik, sedangkan kelas VIII B (24 siswa) sebagai kelas kontrol dibelajarkan dengan sumber belajar konvensional pada materi teorema pythagoras. Teknik pengumpulan data kreativitas berpikir metaforis menggunakan tes essay dan kemandirian belajar menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata keterampilan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen pada pertemuan ke-1 sebesar 65,5388 dan pertemuan ke-2 sebesar 72,65625, dan rerata keterampilan berpikir kreatif kelas kontrol pada pertemuan ke-1 sebesar 60,15625, pertemuan ke-2 sebesar 67,70833, dan rerata kemandirian belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis kreativitas berpikir metaforis menggunakan uji t (paired sample t-test) dengan bantuan SPSS 16 diketahui bahwa thitung (0,000) lebih besar dari α (0,05) sehingga hipotesis alternative (Ha) diterima. Artinya, terdapat pengaruh pembelajaran sinektik terhadap kreativitas berpikir metaforis dan kemandirian belajar siswa. Kata kunci : Sinektik, Kreativitas Berpikir Metaforis dan Kemandian
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, And Repetition Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI SPLDV SMPK SANMADELO RADA LOKO TAHUN AJARAN 2018/2019
PENGARUH PENDEKATAN RESOURCE BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI MENENTUKAN NILAI OPTIMUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE UJI TITIK POJOK KELAS XI IPA SMA SEMINARI SINAR BUANA
Hasil belajar matematika siswa pada kenyataannya masih mengalami masalah, rendahnya hasil belajar siswa menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk terus melakukan perubahan dalam pembelajaran. Sehingga peneliti melakukan penelitian untuk melihat pengaruh pendekatan resource based learning terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi menentukan nilai optimum dengan metode uji titik pojok. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang menggunakan metode pre-experimental dan menggunakan desain one group pretest-posttest desaign dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPA SMA Seminari Sinar Buana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yang dianalisis menggunakan program SPSS 16.00. Berdasarkan hasil analisis deskiptif diperoleh rata-rata hasil belajar pre-test siswa = 45,29 dan rata-rata hasil belajar post-test = 84,29 dengan rata-rata selisih (gain) pre-test dan post-test = 38. Selanjutnya data hasil belajar (pre-test dan post-test) dilakuan uji normalitas sebagai uji prasyarat dan dari analisis data menunjukan bahwa data-data tesebut berdistribusi normal. Berdasarkan analisis data uji-t pada taraf signifikan 0,05, diperoleh (9,446) lebih besar dari (1,943) maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan resource based learning terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi menentukan nilai optimum dengan metode uji titik pojok kelas XI IPA SMA Seminari Sinar Buana
Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Prestasi Belajar Fisika Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jawaban mengenai ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Se-Kecamatan Kota Tambolaka. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode penelitian korelasional.Subyek dalam penelitian ini berjumlah 95 siswa yang diambil secara random sampling dari seluruh siswa kelas VIII SMP Se-Kecamatan Kota Tambolaka Tahun ajaran 2018/2019. Kecerdasan Emosional ini diukur dengan skala kecerdasan emosional model Likert berdasarkan indikator-indikator kecerdasan emosional yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial yang diambil dari buku Orientasi Baru dalam Psikologi Pembelajaran karya Hamzah B. Uno dan dikembangkan sesuai kebutuhan penelitian. Dalam pengumpulan data kecerdasan emosional diambil dari hasil pembagian angket kecerdasan emosional kepada siswa, dan untuk mengukur prestasi belajar siswa dengan mengambil nilai fisika dari tiap-tiap sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar fisika siswa Kelas VIII SMP Se-Kecamatan Kota Tambolaka (SMPK Seminari Sinar Buana, SMPK Plus Kasimo, SMP Manda Elu, dan SMPK Aloysius Weetebula). Hal ini dapat dilihat dari hasil perolehan analisis data dengan rumus product moment, yang memperoleh nilai ???????????? sebesar ????????????????????????? > ???????????????????????? dari masing-masing sekolah yaitu = 0,841 > 0,514, = 0,599 > 0,413, = 0,694 > 0,396, = 0,539 > 0,349 dengan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa SMP Se-Kecamatan Kota Tambolaka dapat diterima.Kata Kunci : Kecerdasan Emosional, Prestasi Belajar Fisik
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajarfisika Peserta Didik SMA Se-Kecamatan Kota Tambolaka Tahun Ajaran 2016/2017
Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar fisika peserta didikSMA se-Kecamatan Kota Tambolaka. Subjek penelitian yaitu peserta didikkelas X SMA se-Kecamatan Kota Tambolaka Tahun Ajaran 2016/2017 yangberjumlah 60 peserta didik. Metode pengumpulan data dengan metodekuesioner dan dokumentasi. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasiProduct Moment dari Pearson. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan rumusAlpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson dan teknik analisis korelasi yang dilanjutkan dengananalisis regresi dengan tingkat signifikansi hasil analisis ditentukan sebesar5%. Data prestasi belajar yang diambil dari hasil tes butir soal prestasi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antaraminat belajar dan hasil belajar peserta didik SMA se-Kecamatan KotaTambolaka tahun ajaran 2016/2017. Dimana dalam penelitian ini, terdapat 3SMA yang diteliti yakni: SMA Alfonsus, SMA Marapati, dan SMA PGRI. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis data dengan menggunakan uji-t ternyata (dengan taraf signifikan 5%) dimana t hitung = 70.97 dan t tabel= 1.671.Kata Kunci : Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Fisik
Perbandingan Standar Sarana Dan Prasarana SMP Swasta Dan SMP Negeri
Manajemen sekolah merupakan sebuah prosedur untuk menertibkan sekolah agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari Manajemen Sekolah dimana di dalamnya terdapat beberapa bagian yang memfasilitasi berjalannya proses pembelajaran. Berdasarkan kondisi ini, kami melakukan perbandingan pelaksanaan manajemen sekolah di dua sekolah yang berada di Sumba Barat Daya yaitu SMP Seminari Sinar Buana dan SMPN 1 Loura dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan manajemen sarana dan prasarana yang tersedia di kedua sekolah tersebut. Berdasarkan hasil wawancara kami memperoleh informasi bahwa kedua sekolah tersebut memiliki perbandingan sarana dan prasarana yang cukup baik. Dimana diperoleh hasil sebagai berikut: kedua sekolah tersebut merupakan dua dari sekolah favorit jenjang SMP dalam kategori sekolah swasta dan sekolah negeri yang ada di SBD. SMP Negeri 1 Loura memiliki jumlah siswa yang sangat banyak. Namun, disisi lain SMP Seminari Sinar Buana memiliki jumlah siswa yang sedikit lantaran sekolah ini merupakan sekolah khusus calon imam. SMP Seminari Sinar Buana memiliki suatu keunggulan dimana mata pelajaran yang terdapat pada sekolah tersebut berbeda dengan sekolah lain seperti SMP Negeri 1 Loura, karena merupakan sekolah khusus sekolah ini menambahkan mata pelajaran Bahasa Latin, Liturgi, Ekaristi dan juga memiliki sarana laboratorium MIPA, laboratorium Bahasa dan Laboratorium komputer yang memadai berjalannya proses pendidikan di sekolah ini. Disisi lain SMP Negeri 1 Loura memiliki jumlah siswa yang banyak, namun fasilitas ruang kelas, ruang lab dan mebeler yang ada pada SMP Negeri 1 Loura tersebut masih sangat kurang dan perlu ditambahkan, serta belum memiliki laboratorium bahasa. Dengan kondisi ini, nampak bahwa walaupun berstatus sekolah negeri pada kenyataannya sekolah ini masih kurang lengkap fasilitasnya ketimbang sekolah swasta. Untuk itu menurut pandangan peneliti, sekolah ini haruslah membenahi sistem manajemen yang berlangsung di sekolah terseut agar tidak kalah unggul dari sekolah lainnya. Sebab, dengan manajemen yang baik sebuah sekolah akan lebih terjamin dalam hal pelaksanaan proses pendidikan dan mutu pendidikanny