Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
    168 research outputs found

    Jati Diri Masyarakat Wewewa yang Termanifestasi pada Tuturan Lisan Oka: Kajian Etnopragmatik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jati diri masyarakat Wewewa, Sumba Barat Daya, NTT, yang termanifestasi dalam kearifan lokal pada tuturan lisan Oka. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan etnopragmatik. Artinya, untuk memahami jati diri masyarakat Wewewa, terikat konteks situasi dan konteks budaya. Konteks situasi bertujuan menggali apa yang terjadi, entitas yang terlibat dalam kegiatan tersebut, keadaan, di mana, dan kapan kegiatan itu terjadi. Sementara konteks budaya mengacu pada nilai yang dianut oleh masyarakat. Objek yang dikaji adalah gambaran jati diri masyarakat Wewewa yang tercermin dalam tuturan lisan Oka. Sumber data primer adalah tuturan-tuturan lisan Oka. Sumber data primer ini diperoleh dari penutur yang menuturkan tradisi lisan Oka. Sumber data primer dijaring peneliti dari warga masyarakat Wewewa berdasarkan wawancara (percakapan etnografis). Sementara sumber data sekunder diperoleh peneliti dari dokumen-dokumen yang berkaitan langsung dengan tradisi lisan Oka. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Metode analisis data yakni padan ekstralingual yaitu metode analisis yang digunakan untuk menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada di luar bahasa. Sementara teknik analisis data yaitu transkripsi data, penerjemahan gloss data, seleksi data, identifikasi data, klasifikasi data, dan menganalisis serta menginterpretasi data sehingga dapat dilaporkan pada bagian pembahasan data. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam tuturan tradisi lisan Oka, ditemukan jati diri masyarakat Wewewa yang termanifestasi dalam tuturan tradisi lisan Oka.Kata Kunci: Tradisi Lisan, Kearifan Lokal, Jati Diri

    PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING AND EXTENDING) DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI PERTIDAKSAMAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI MIA SMAK ST. DOMINIKUS TAMBOLAKA

    Get PDF
    Banyak peserta didik cepat bosan saat mengikuti pembelajaran  matematika, tidak tertib, dan kurang aktif sehingga menyebabkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran matematika rendah. Hal yang menyebabkan masalah tersebut adalah proses pembelajaran yang ditetapkan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Penerapan Model Pembelajaran Connecting Organizing reflecting extending (CORE)  dengan pendekatan kontekstual pada materi pertidaksaman linear dua variabel untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMAK St. Dominikus Tambolaka”. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen dengan metode pre-eksperimental design. dan menggunakan desain one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan teknis tes yang dianalisis menggunakan program SPSS 20.00. Hasil penelitian  diketahui  thitung sebesar 30,323 dan ttabel sebesar 2,16 hal ini menunjukan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (30,323  lebih besar dari 2,16) pada taraf signifikan 0,05 dan derajat kebebasan  13. Karena  thitung lebih besar dari ttabel  sehingga terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari model pembelajaran CORE dengan Pendekatan Kontekstual terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMAK St. Dominikus Tambolaka 2019/202

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIA MELALUI PENDEKATAN METAKOGNITIF-DISKURSIF MENGGUNAKAN KONSEP DEBET DAN KREDIT PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT SMPK ST. PAULUS KARUNI

    Get PDF
    Kurangnya pemahaman konsep matematika dan proses pembelajaran yang kurang teratur berdampak pada hasil belajar siswa menjadi rendah. Hasil belajar yang rendah disebabkan oleh proses pembelajaran yang tidak melibatkan siswa secarah aktif di dalam kelas, sehingga dalam penyelesaian masalah ini digunakan strategi pembelajaran pendekatan Metakognitif-Diskursif menggunakan konsep Debet dan Kredit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Jenis penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPK St. Paulus Karuni yang berjumlah 10 orang.  Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupa tes yang dilakukan setelah akhir siklus dan non tes untuk mengobservasi aktivitas siswa dan guru saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian yang diperoleh dari siklus I sampai siklus II berdasarkan hasil observasi dan refleksi peneliti dan observer dijelaskan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 80% menjadi 100% berdasarkan persentase ketuntasan dan nilai rata-rata meningkat dari 72,9 menjadi 98,1. Hasil ini menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan Metakognitif-Diskursif menggunakan konsep Debet dan Kredit pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Hasil belajar, Metakognitif-Diskursif, Debet dan Kredit

    Harapan dan Tantangan Implementasi Pembelajaran IPA dalam Konteks Kompetensi Keterampilan Abad 21 Di Sekolah Menengah Pertama

    Get PDF
    Ketrampilan Abad 21 yang dianggap bisa memperkuat modal social (social capital) dan modal intelektual (intellectual capital) ini, biasa disingkat dengan 4C: communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation. Secara operasional, 4C ini dapat dijabarkan sebagai cara berpikir, termasuk berkreasi, berinovasi, bersikap kritis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan belajar pro-aktif. Juga termasuk cara bekerja, termasuk berkomunikasi, berkolaborasi, bekerja dalam tim sehungga dapa mendukung dan mengembangkan ketrampilan abad 21, yakni teknologi informasi, jaringan digital, dan literasi. Konsep 4C ini diharapkan dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah dan para peserta didik Indonesia terbekali dengan keutamaan-keutamaan tersebut, yakni komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta kreatif dan inovatif. Kegiatan pembelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertamadiharapkan mampu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk mendorong pencapaian kompetensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar. Dengan demikianguru diharapkan mampu mengimplementasikan metode pembelajaran yang inovatif (students-centered), maka peran guru tidak lagi sebagai pentransfer ilmu, melainkan sebagai fasilitator atau membantu siswa agar siswa mampu menguasai berbagai kompetensi yang diharapkan.Kata Kunci: Pembelajaran IPA, kompetensi keterampilan abad 21, Kurikulum 201

    Get PDF

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Children Learning In Science Terhadap Pemahaman Konsep Fisika

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CLIS terhadap pemahaman konsep fisika siswa kelas VII SMP Swasta Rangga Rame. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimen Design dengan populasi 50 siswa. pengambilan sampel di lakukan dengan menggunakan teknik pengambilan simple random sampling, didapatkan jumlah sampel 50 siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh rata-rata kelas kontrol 60.32 dan data kelas Eksperimen 76.32 dengan rata-rata skor 3.911. Hasil uji hipotesis pada taraf signifikan 0,000 terdapat data kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh thitung lebih besar ttabel, yaitu 3.911 > 1.71 yang berarti H1 diterima dan H0 di tolak. Berdasarkan hasil analisis dengan bantuan SPSS versi 16.00 tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa..Kata Kunci: Model Pembelajaran CLIS, Pemahaman Konse

    Komparasi Model Pembelajaran Kooperatif TipeThink Pair Share (TPS) Dengan Model PembelajaranStudent Team Achievment Devision(STAD) Terhadap Prestasi Belaja Fisika

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievment Devision (STAD). Penelitian ini merupakan penelitian komparatif, Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Siswa yang menjadi sampel penelitian adalah siswa kelas VIIIA dan kelas VIIIB SMP Negeri 8 Wewewa Timur. Instrumen yang digunakan tes pilihan ganda. Hasil analisis data dengan program SPSS 16,0 diperoleh thitung (0,590) > ttabel 2,000 pada taraf signifikan 5%. Hasil ini mennjukka tidak terdapat perbedaan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Team Achievment Devision (STAD).Kata kunci: Think Pair Share (TPS), Student Team Achievment Devision (STAD), Prestasi Belaja

    Implementasi Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas VA SD Negeri Depok 1 Kabupaten Sleman melalui implementasi metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Penelitian dilakukan di SD Negeri Depok 1 Kabupaten Sleman. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA SD Negeri Depok 1 yang berjumlah 30 orang, dengan rincian 12 pria dan 18 wanita. Objek penelitian adalah pembelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis dengan menerapkan metode CIRC. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes, berupa tes menulis karangan dan teknik nontes berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang berhasil dikumpulkan, dianalisis secara objektif dan kritis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan memberi penekanan perbandingan antara tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Indikator keberhasilan penelitian adalah 85% siswa mencapai nilai minimal sesuai KKM, yaitu 60 dan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode CIRC dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas VA SD Negeri Depok 1 Kabupaten Sleman. Keterampilan menulis siswa mengalami peningkatan setelah pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II. Rata-rata keterampilan menulis siswa pada prasiklus hanya mencapai angka 59,1 (kategori kurang). Pada siklus I mengalami peningkatan menjadi 64,8 (kategori cukup) dan pada siklus II meningkat menjadi 74,8 (kategori baik). Nilai rata-rata meningkat sebesar 15,7 dari prasiklus ke siklus II. Jumlah dan persentase siswa yang mencapai angka KKM pada prasiklus hanya 13 (43,3%). Pada siklus I menjadi 21 (70%) dan pada siklus II meningkat hingga terdapat 29 (96,7%) siswa yang mencapai angka KKM. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penelitian tindakan kelas telah berhasil dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan menerapkan metode CIRC.Kata kunci: Implementasi; Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC); Keterampilan menulis

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Materi Pokok Pangkat Tak Sebenarnya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX B SMPK St. Paulus Karuni

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa IX B SMPK St. Paulus Karuni pada Materi Pangkat Tak Sebenarnya dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dua siklus dan masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran.Pelaksanaan penelitian dilakukan pada proses pembelajaran semester genap yaitu bulan Januari 2019. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX B SMPK St. Paulus Karuni tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 27 orang yang terdiri atas 18 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang dianalisis meliputi ketuntasan belajar individu dan ketuntasan belajar secara klasikal.Hasil penelitian ini menunjukkan hasil test siklus I, 8 siswa yang tuntas mencapai 30% dan 19 siswa tidak tuntas mencapai 70%. Sedangkan pada tes siklus II, 23 siswa yang tuntas mencapai 85% dan 4 siswa tidak tuntas mencapai 15%. Dari hasil siklus I dan II hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI B SMPK St. Paulus Karuni.Kata Kunci: Model Pembelajaran Make A Match, Hasil Belajar, Pangkat Tak Sebenarnya

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIA SMA St. Alfonsus dan apakah ada perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol.Desain penelitian yang digunakan adalah Randomized Posttes-Only Control Group Design dengan populasi 74 peserta didik. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, didapatkan jumlah sampel kelas eksperimen 24 peserta didik dan kelas kontrol 24 peserta didik.Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre Solution Posing terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelasX MIA SMA St. Alfonsus, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas X MIA SMA St. Alfonsus pada materi gerak melingkar dan penerapannya. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan (2-tailed) 0,000 < taraf signifikan 0,05. Dalam penelitian ini terlihat bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi gerak melingkar dan penerapannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata kelas eksperimen 85,83, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 64,17.Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing, hasil belaja

    81

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STKIP Weetebula
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇