Jurnal STKIP Weetebula
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Pendidikan Perdamaian Bagi Calon Guru Sekolah Dasar Di Stkip Weetebula
Indonesia merupaka negara yang memiliki kecenderungan terjadinya konflik yang tinggi dikarenakan keadaan masyarakat yang plural dan memiliki berbagai karakteristik. Agar konflik tidak mengakibatkan kekerasan yang berujung pada perpecahan sosial dan rusaknya tataran sosial, maka konflik perlu dikelola dengan tepat dan terkontrol sehingga tercipta kedamaian. Menyikapi hal tersebut Sekolah Tigggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Weetebula mempersiapan calon guru dengan kemampuan mengelola konflik sebagai dasar untuk menciptakan dan mengajarkan pendidikan perdamaian. Adapun masalah penelitian adalah: apakah isi matakuliah Manajemen Konflik pada program studi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) di STKIP Weetebula berkaitan erat dengan tujuan pendidikan kedamaian?. Tujuan penelitian untuk mengkaji isi matakuliah Manajemen Konflik pada program studi PGSD di STKIP Weetebula dari aspek: pertama, posisi matakuliah manajemen konflik dalam kurikulum program studi PGSD; Kedua, pokok-pokok materi perkuliahan dalam setiap pertemuan, ketiga metode perkuliahan, media dan sumber rujukan matakuliah manajemen konflik. Data dihimpun dengan cara observasi, wawancara dan dokumantasi. Pengolahan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian dan pengambilan kesimpulan sebagai keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matakuliah manajemen konflik dipelajari oleh mahasiswa pada semester dua dan masuk dalam kelompok matakuliah keahlihan berkarya (MKB). Ada lima belas topik materi yang dipelajari mahasiswa dengan metode perkuliahan yang bervariasi dan dosen yang mengajar berlatar belakang pendidikan bimbingan dan konseling dan Manejem Pendidikan.
Kata Kunci: Calon Guru, Sekolah Dasar, Pendidikan Perdamaia
Hubungan Antara Minat Belajar Dengan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMA Se-Kecamatan Kota Tambolaka Tahun Ajaran 2016/2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA SMA se-Kecamatan Kota Tambolaka tahun ajaran 2016/2017.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA se-kecamatan Kota Tambolaka, dengan mengambil sampel 55 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis dilakukan dengan perhitungan statistic korelasi product moment. Hasil dari uji validitas soal tes hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika diperoleh 30 butir soal yang dinyatakan valid dari 35 butir soal yang diujicobakan. Hasil dari uji reliabilitas diperoleh nilai r11 sebesar 0,77.Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan statistik parametrik yaitu uji-t diperoleh hasil 29,73 1,673 pada taraf signifikan 5% yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara minat belajar dan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMA se-Kecamatan Kota Tambolaka tahun ajaran 2016/2017
Penerapan Model Pembelajaran Perubahan Konseptual Dengan Teknik Analogi Penghubung Dalam Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VIII SMP Swasta Diakui Adhyaksa 2 Kupang
Abstract: Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan pemahaman konsep fisika yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali.Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Swasta Diakui Adhyakasa 2 Kupang dengan sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen (kelas VIII A) atau siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung dan kelas kontrol (kelas VIII B) model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali.Dari hasil analisis data penelitian menggunakan uji t. Uji hipotesis pertama menggunakan uji dua pihak, sedangkan uji hipotesis kedua menggunakan uji t satu pihak yaitu uji pihak kanan. Uji hipotesis pertama diperoleh dan dengan taraf signifikan ( = 0,05 dan derajat kebebasan (dk) = 36. Oleh karena maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis satu (H1) diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan pemahaman konsep fisika siswa yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung, dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali. Sedangkan uji hipotesis kedua diperoleh dengan taraf signifikan dan derajat kebebasan (dk) = 48. Oleh karena maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis satu (H1) diterima. Hal ini berarti pemahaman konsep fisika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik analogi penghubung lebih tinggi daripada siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual dengan teknik anomali. Kata kunci : Model Perubahan Konseptual, Teknik Analogi Penghubung, Pemahaman konse
Pembelajaran Berbasis Proyek: Mendesain Poster Untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan perangkat Model Pembelajaran Berbasis Proyek (MPBP) terhadap Kreativitas Siswa SMA N.1 Wewewa Timur dan SMA Swasta Manda Elu, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi NTT melalui pembelajaran berbasis proyek dengan produk poster. Penelitian ini menggunakan lembar penilaian produk berupa poster dengan melihat aspek-aspek kreativitas. Untuk memperoleh persentase keefektivan MPBP yaitu jumlah skor yang di peroleh di bagi dengan skor maksimal dikali dengan 100%. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati produk siswa berdasarkan aspek-aspek yang terdapat pada lembar pengamatan. Hasil yang diperoleh untuk keefektifan pembelajaran berbasis proyek terhadap kreativitas siswa adalah 62% berada pada kategori efektif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dengan produk poster dapat mengefektifkan kreativitas siswa
Kebijakan Pengembangan Kurikulum di Sekolah Dasar (Sebuah Tinjauan Kurikulum 2006 hingga Kebijakan Merdeka Belajar)
Curriculum development is very important for curriculum developers in primary schools to improve the quality of educational processes and outcomes. The aim of this research is to find out how curriculum development in primary schools in the KBK, KTSP, Curriculum 2013, and the independent learning policy. This research method is descriptive qualitative. Literature review method is taken to collect the data from relevant resources. The research found out that curriculum development of the primary school occurs in the span of Indonesian history. The primary school curriculum is a competency-based curriculum designed in the KBK, KTSP, Curriculum 2013, and independent learning. The characteristics of the primary school curriculum in KTSP are a separated curriculum for grades IV-VI and thematic curriculum for grades I-III. The characteristics of the primary school curriculum in the 2013 curriculum are a cross curriculum or integrated curriculum for all grades with a scientific approach and authentic assessment. The primary school curriculum in independent learning needs to pay attention to curriculum simplification, national exams, simplifying lesson plans, the teaching profession. Meanwhile, the implementation of independent learning must include objectives, flexibility, and benefits of the curriculum
PENGEMBANGAN LKS BERBASIS TEORI APOS UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS matematika ideal pada materi barisan dan deret aritmetika yang didasarkan dari teori APOS yang praktis dan efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model ADDIE. Subyek penelitian ini yaitu pengembangan LKS berbasis teori APOS pada materi barisan dan deret aritmetika. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kevalidan adalah lembar validasi LKS, untuk mengukur kepraktisan LKS adalah angket respon siswa, untuk mengukur keefektifan LKS adalah lembar penilaian skor siswa dalam menyelesaikan LKS, dan tes hasil belajar siswa untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi siswa pada materi barisan dan deret aritmetika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat validitas LKS berada pada kategori valid, tingkat kepraktisan LKS berada pada kategori tingkat kepraktisan tinggi, dan tingkat keefektifan LKS berada pada kategori efektif, dan adanya peningkatan prestasi belajar sebesar 64,24 % dengan rata-rata nilai siswa sebesar 83,6. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa LKS yang dikembangkan sudah dikatakan layak untuk digunakan dalam meningkatkan prestasi siswa pada materi barisan dan deret aritmetika
Contextual Teaching Learning (CTL) dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Puisi Pada Siswa SMA Kelas X
This article aims to describe the contextual approach in learning poetry writing skills in high school students in class X. The method used in this study is the literature review method. Research data are presented informally using their own sentences which are supported by references that are relevant to this article. From the results of the discussion shows that the contextual approach is able to give effect to a class of learning, especially learning to write poetry skills. With this approach students are expected to be able to learn to exchange opinions in the form of group discussions which then mastery of learning materials can be achieved properly in accordance with predetermined learning objectives. Therefore, teachers expect to be able to manage meaningful learning processes.
Keywords: contextual approach, poetry writing skill
Pengembangan Charger Handphone Menggunakan Panel Surya Sebagai Sumber Tenaga di Rumah Diskusi STKIP Weetebula
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan charger handphone menggunakan panel surya sebagai sumber arus di rumah diskusi STKIP Weetebula. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah charger handphone panel surya ini praktis digunakan. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur yang digunakan dimulai dari mencari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba pemakaian, revisi produk, uji coba produk, revisi desain, revisi produk, dan produk massal. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna charger handphone panel surya di rumah diskusi STKIP Weetebula. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa charger handphone panel surya yang dikembangkan memiliki validasi dalam kategori sangat baik dan praktis digunakan.Kata kunci: Charger Handphone; Panel Surya; Sumber tenag
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LOURA MATERI OPERASI ALJABAR PADA FUNGSI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Loura materi operasi aljabar pada fungsi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Loura Tahun Ajaran 2018/2019 dengan sampel kelas X IPS B sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning dan kelas X IPS A sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian yang digunakan adalah tes dan observasi. Hasil analisis hipotesis dengan menggunakan uji t (independent sample t test) diperoleh nilai sig.(2 tailed) lebih kecil dari 0,05 (0,008 lebih kecil dari 0,05), nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,769 lebih besar dari 2,060), dan rerata hasil belajar (posttest) siswa yang menggunakan model pembelajaran discovery learning lebih besar dari rerata hasil belajar (posttest) yang menggunakan model pembelajaran konvensional (85,52 lebih besar dari 81,60). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional ditinjau dari hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Loura materi operasi aljabar pada fungsi Tahun Ajaran 2018/2019 Kata kunci: Discovery Learning, Hasil Belajar
Pemahaman Siswa Tentang Equal Sign Dalam Menyelesaikantugas Matematika
Equal sign is a sign that is used as a link in a sentence of equality. Equal sign translated into three sections, among others, as operational namely the equal sign to show results, the equal sign as basic relationalis expressed similarity operating results, and the equal sign as substitution of implying the replacement of one representation to another. Observations indicate that the students glued to view only the equal sign as operational, it is seen from a mistake appears to the statement continued, eg 3 + 4 = 7 + 2. In response, researchers conducted a study to describestudents understanding of the equal sign to solve mathematical tasks. This study was included in the qualitative descriptive study. In this study, the data collected is the data of students work and verbal data (the interview). The subjects were six students of 7th class of MTs Attariqie Malang 2014/2015 (Junior High School), with details of two high-ability students, two students capable of being, and two low-ability students. Students' understanding of the equal sign examined further by providing tests and interviews in six research subjects. Interviews were conducted individually after the students work on the problems individually. The mathematical task load arithmetic and algebra problems. Based on the results of the study, all subjects were able to understand the equal sign as operational and the equal sign as substitution. For equal sign as the basic relational, only high-ability students were able to understand it. Understanding of medium and low student capable entrenched in operational pattern that is equal sign as operational cause confusion to understand equal sign as the basicrelational, eg,14+11=25+8where students only pay attention to the results of operations that 14 plus 11 is 25 without notice relationo f addition of 8.Keywords: equal sign, operational, basic relational, substitution, mathematic, arithmetic, algebra