Repository Universitas Katolik Darma Cendika
Not a member yet
    1705 research outputs found

    PEMASANGAN METERAN AIR PDAM SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH PADA AREA TAMAN WARGA PERUMAHAN BABATAN PILANG

    Get PDF
    Lahan terbuka hijau sangat diperlukan oleh sebuah kota terlebih kota besar yang padat akan penduduk. Banyaknya pemukiman dalam bentuk kampung ataupun perumahan membuat area resapan air dan RTH semakin berkurang terlebih saat ini juga banyak terbangun apartemen hingga pusat perbelanjaan (mall, ruko) dalam skala besar yang semakin menjamur. Untuk itu kota Surabaya perlu menjaga keseimbangan dalam pemanfaatan dan peruntukan lahan agar luasan RTH tetap terjaga tetap bahkan bisa bertambah. Saat ini masih belum ada sistem penyiraman yang baik dan efisien untuk area taman dilingkungan Perumahan Babatan Pilang RT.003 karena proses penyiraman masih menggunakan air selokan yang tepat berada di samping area taman. Hal ini membuat sulit dan tidak higienis dalam proses perawatan tanaman pada taman warga. Metode yang digunakan yakni analisa sosial yang diikuti dengan pencarian masalah melibatkan diskusi dengan warga. Dari hasil diskusi tersebut maka disimpulkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pemasangan meteran PDAM sebagai sumber air bersih sangat diperlukan untuk kegiatan penyiraman di area taman warga. Pemasangan meteran PDAM dilakukan untuk memberikan kemudahan keterjangkauan dalam proses penyiraman air bersih. Warga nantinya dapat secara bergantian melakukan proses perawatan taman dengan penyiraman ataupun pembersihan lokasi yang bersumber dari meteran PDAM. Dalam proses perawatan warga juga perlu untuk menata dari fungsi taman atau lahan hijau tersebut agar tanaman tetap tumbuh subur

    PEMENUHAN ALAT BERMAIN SEBAGAI ARENA PENERAPAN PEMBELAJARAN ANAK PADA AREA TAMAN WARGA

    Get PDF
    Perilaku anak lebih cenderung menyukai hal-hal yang baru serta memiliki keinginan untuk terus bereksplorasi dalam berbagai hal. Hendaknya anak tidak diajarkan dengan sebuah sistem pembelajaran yang memberatkan karena secara harafiahnya anak harus diberikan kebebasan bermain untuk mengasah kecerdasan dan interaksi dengan sesama. Banyak orang tua cara mendidiknya masih salah yakni dengan memberikan pembelajaran akademik, seperti les maupun kursus meskipun itu sejak usia dini. Perilaku ini banyak dipraktekkan oleh para orang tua karena mereka takut akan ketidaksiapan anak dalam menghadapi pendidikan formal akademik kedepannya. Hal ini dapat menghambat tumbuh kembang anak yang seharusnya sejak dini memiliki waktu yang lebih banyak dengan cara bermain. Karena pembelajaran bagi anak sejak usia dini yang terbaik adalah dengan cara bermain, sehingga penerapan bermain sambil belajar merupakan hal yang wajib di berikan oleh orang tua kepada anak. Untuk mendukung itu semua perlu penambahan dan pembaruan sarana infrastruktur bagi anak yang memadahi terutama dilingkungan pemukiman. Namun wadah dalam bentuk arena bermain yang murah dan gratis masih kurang secara fisik, sehingga perlu dibangunnya sebuah taman bermain yang ramah akan anak di lingkungan Perumahan Babatan Pratama. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu observasi dengan cara pencarian sampling. Diharapkan banyak orang tua yang sadar akan pentingnya bermain bagi anak untuk mengasah tumbuh kembang kecerdasan mereka. Selain itu juga dilakukan pemenuhan infrastruktur berupa pemenuhan alat bermain anak pada area taman sebagai arena penerapan pembelajaran sejak dini dalam bersosialisasi maupun berekspresi

    PENGARUH PERCEIVED QUALITY, PRICE SENSITIVITY, DAN STORE IMAGE TERHADAP PURCHASE INTENTION (STUDI KASUS PADA TOKO BUDPROJECT ROYAL PLAZA SURABAYA)

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of perceived quality, price sensitivity, and store image on purchase intention at BudProject store in Royal Plaza Surabaya. The research sample consisted of 80 respondents who were customers of the store. The research employed a survey method using questionnaires. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The results of the study revealed that perceived quality has a positive and significant influence on purchase intention. This indicates that the better the perceived quality of the products by the customers, the higher their purchase intention. Furthermore, price sensitivity also has a positive and significant impact on purchase intention. Customers who are more sensitive to price tend to have higher purchase intention. Lastly, store image also has a positive and significant effect on purchase intention. Customers who have a positive perception of the store image tend to have higher purchase intention. Therefore, BudProject store in Royal Plaza Surabaya can enhance customers' purchase intention by considering these factors. This study provides new insights in the context of BudProject store in Royal Plaza Surabaya and can serve as a basis for effective marketing strategies to increase customers' purchase intention

    Public Participation in Bus Transit Policymaking: The Case of Semarang, Indonesia

    Get PDF
    Semarang, Indonesia, a city facing congestion and the adoption of the bus rapid transit (Trans Semarang) system. The study identifies a gap in Indonesian transportation regulations that lack public participation in decision-making processes, limiting public engagement. Mayors play a crucial role in shaping transportation development, especially in the absence of inclusive participation from outside entities. To foster interactive community engagement, the City Government of Semarang must enact regulations that include the general public, transportation entities, and other relevant groups. Strategies include robust budgetary allotments and enforcement of local regulations to provide transport subsidies. Encouraging a more inclusive paradigm and transparent regulations can lead to the effective and sustainable execution of public transport, addressing the community's demands and aspirations. The findings pertaining to the mayor's role, as identified in this study, should be interpreted within the specific context of Semarang and may not be universally applicable across all regions in Indonesia. The extent to which the mayor assumes such a role is contingent upon their individual perspective on public transportation as a populist cause warranting dedicated efforts

    ANALISIS PENGARUH CASH FLOW, PROFITABILITY,COMPANY GROWTH, DAN DEBT COVENANT TERHADAP ACCOUNTING CONSERVATISM PADA PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI PRIMER NON-CYCLICAL TAHUN 2018-2021

    Get PDF
    Pandemi Covid-19 menimbulkan ketidakstabilan perekonomian di berbagai negara, khususnya Indonesia. Masyarakat cenderung membeli banyak barang konsumsi primer dikarenakan rasa takut dalam menghadapi kondisi tersebut. Kondisi tersebut memaksa perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga perusahaan akan memperoleh laba yang besar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh cash flow, profitability, company growth, dan debt covenant terhadap accounting conservatism. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perusahaan barang konsumsi primer non-cyclical tahun 2018-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 172 sampel. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan pada Bursa Efek Indonesia. Metode analisis data pada penelitian ini adalah statistik deskriptif, regresi linier berganda, uji F, uji R , dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel cash flow tidak berpengaruh karena adanya hubungan negatif dengan nilai akrual. Profitability juga tidak berpengaruh karena terdapat faktor lain yaitu political cost. Company growth berpengaruh secara negatif karena perusahaan lebih memilih mengelola laba dengan manajemen laba. Debt covenant berpengaruh secara positif karena kreditor memberi persyaratan untuk menerapkan prinsip accounting conservatism pada penyusunan laporan keuangan

    Pengaruh Perputaran Kas, Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2019-2021”

    Get PDF
    Modal kerja sangat dibutuhkan oleh seluruh sektor di perusahaan manufaktur untuk kepentingan aktivitas perusahaan. Modal kerja sendiri terdiri dari beberapa komponen yang paling likuid yaitu kas, piutang dan persediaan. Terdapat hubungan antara efisiensi pengelolaan modal kerja dengan profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persedian terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dan data yang digunakan merupakan data sekunder yang diakses melalui website Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini terdapat 218 populasi perusahaan manufaktur. Terdapat 64 perusahaan yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa uji-f pada variabel perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh terhadap profitabilitas. Hasil uji-t pada variabel perputaran kas terhadap profitabilitas, berpengaruh positif dan tidak signifikan sebesar 0.430 dengan nilai koefisien 0.000. Perputaran piutang terhadap profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan sebesar 0.182 dengan nilai koefisien 0.001. Perputaran persediaan terhadap profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan sebesar 0.182 dengan nilai koefisien 0.010. Hasil koefisien determinasi memberikan hasil bahwa perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persedian berpengaruh sebesar 0.080 atau 8% terhadap profitabilitas, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    PENGARUH PEMAHAMAN PERATURAN PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN FISKUS, SANKSI PAJAK, DAN TAX AMNESTY TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS KPP PRATAMA SAWAHAN)

    Get PDF
    Pajak menurut Pasal 1 UU No.28 Tahun 2007 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Orang yang membayar pajak bisa dikatakan sebagai waajib pajak, Setiap wajib pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan wajib pajak dan akan diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam penyampaian administrasi perpajakan yang digunakan sebagai identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan populasi yaitu KPP Pratama Sawahan Surabaya yang telah memiliki NPWP dan berusia minimal 17 tahun dengan jumlah responden sebanyak 100 responden. Sample yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Teknik non probality sampling dengan pedekatan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program SPSS 25, Diperoleh hasil bahwa variabel Pemahaman Peraturan Perpajakan dan Kualitas Pelayanan fiskus tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajb pajak orang pribadi, sedangkan Sanksi Pajak dan Tax amnesty berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi secara signifikan dengan pengambilan uji t kurang dari 0,05, maka dapat dikatakan berpengaruh secara signifika

    Pioneering Challenges: Exploring Multifaceted Obstacles in Agricultural Mechanization in Tamil Nadu, India

    Get PDF
    Aim: To comprehend the identified constraints spanning various categories, including economic challenges, environmental issues, extension-related limitations, infrastructural obstacles, informational barriers, operational challenges, technological impediments, and capacity-building constraints faced by farmers utilizing farm mechanization. Study Design: This study adopted a comprehensive approach. Place and Duration of study: This study was conducted in two distinct regions within Tamil Nadu, specifically Coimbatore and Ramanathapuram, representing high and low irrigation intensity zones, respectively. Methodology: The study actively involved 120 farmers, with an equal distribution of 60 participants from each district, who participated by responding to questionnaires. The study meticulously applied the Rank-Based Quotient (RBQ) methodology to assess the most prominent constraints hindering effective farm mechanization. Results: The study identified constraints spanning multiple categories, including economic challenges such as the absence of credit facilities and heightened investment costs, environmental issues like pesticide usage and increased fossil fuel emissions, extension-related limitations including restricted interaction between extension officials and farmers in remote areas, infrastructural obstacles like the unavailability of service centers, informational barriers involving inadequate knowledge of government subsidies, operational challenges such as frequent machinery repairs, policy-related issues like the inadequate implementation of government support programs, situational challenges including farmers' hesitance to embrace mechanization, technological impediments such as a lack of familiarity with advanced technologies, and capacity-building constraints, including insufficient training for both farmers and skilled workers. Conclusion: These findings emphasize the urgency of targeted policy interventions, increased awareness, enhanced access to training, and the establishment of support mechanisms to surmount these obstacles. Addressing these constraints holds the potential to empower farmers to optimize machinery utilization, augment productivity, and make substantial contributions to agricultural development, providing valuable insights for other developing nations grappling with similar challenges in advancing their agricultural sectors

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA KEPUTUSAN BERBELANJA ONLINE MENGGUNAKAN APLIKASI SHOPEE

    No full text
    Advances in technology make it easier for consumers to make online transactions.Consumers can buy goods in various marketplaces. Shopee is the marketplace with the highest traffic in Indonesia. One of the top 10 best selling product categories on Shopee is mother and baby equipment. This study discusses one of the online stores in the Shopee marketplace, namely the Kasur Bayi Hitz. The purpose of this study was to determine the effect of advertisements, product photos, and product reviews on the purchase decision of Kasur Bayi Hitz on the Shopee marketplace. The population in this study were all consumers who had made a purchase at the Kasur Bayi Hitz online store by 6.354 consumers, where the number of samples was 98 respondents. The sampling technique of this study used the Simple Random Sampling method. Based on the results of data processing using IBM SPSS Statistics version 22, it can be said, all statement items are said to be valid, and all variables are declared reliable. The results of the classical assumption test can be said, all classical assumption tests consisting of normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test are declared fulfilled. In the coefficient of determination test seen from the Adjusted R Square value, it can be said that the contribution of advertising variables (X1), product photos (X2) and product reviews (X3) is 0.336, so the contribution is low. The results of hypothesis testing, it can be said that the advertising variable (X1) and product reviews (X3) have a significant effect on purchasing decisions (Y) for Kasur Bayi Hitz on the Shopee marketplace. While the product photo variable (X2) has no effect on purchasing decisions (Y) Kasur Bayi Hitz on the Shopee marketplace

    PENERAPAN ISAK 35 PADA YAYASAN RELAWAN KEMBANG JOYO DI PATI

    Get PDF
    Financial reporting serves as a means for a fund-utilizing organization to be accountable to its fund providers. Similarly, nonprofit organizations also bear a similar responsibility in the form of creating financial statements as a means of accountability to donors. The aim of this research is to apply ISAK 35 in preparing the financial statements of the nonprofit organization Yayasan Relawan Kembang Joyo, in Pati, in accordance with the applicable standard, which is ISAK 35. This study focuses on Yayasan Relawan Kembang Joyo located in Pati, Central Java, as the research subject. The methodology employed in this research is qualitative, utilizing secondary data. To gather the necessary information, interviews were conducted with the treasurer of Yayasan Relawan Kembang Joyo in Pati. Within the scope of this study, it was discovered that Yayasan Relawan Kembang Joyo has not yet implemented the designated standard, ISAK 35, in presenting its financial statements. The foundation relies on simplistic record-keeping methods for their financial reporting, essentially documenting cash inflows and outflows. Based on the findings of this research, it is recommended that Yayasan Relawan Kembang Joyo adopt standardized financial reporting practices recommended for use in Indonesia, specifically ISAK 35. It is anticipated that by adhering to this standard, Yayasan Relawan Kembang Joyo will be able to produce more detailed and clear financial statements

    1,616

    full texts

    1,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Katolik Darma Cendika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇