Repository Universitas Katolik Darma Cendika
Not a member yet
    1705 research outputs found

    UNVEILING FUTURE PATHWAYS IN ESG AND SUSTAINABILITY: A BIBLIOMETRIC EXPLORATION OF EMERGING TRENDS AND RESEARCH GAPS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peluang riset masa depan dalam bidang sustainability dan ESG melalui analisis bibliometric terhadap artikel Scopus periode 2014-2024, di bidang bisnis, manajemen dan akuntansi. Hasil menunjukkan bahwa topik dominan adalah pembangunan berkelanjutan, CSR, dan tata kelola, sementara investasi ESG, kinerja keuangan, dan teknologi baru masih kurang dieksplorasi. Didorong oleh ekspektasi pemangku kepentingan, regulasi dan kebutuhan legitimasi adopsi ESG, selaras dengan teori pemangku kepentingan, teori legitimasi, dan pandangan berbasis sumber daya alam (NRBV). Studi ini menyoroti perlunya pengembangan metrik ESG yang terstandarisasi, peningkatan keragaman regional, serta integrasi lintas disiplin untuk memperkuat pemahaman dan penerapan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan riset, mengidentifikasi tren yang muncul, dan menyusun peta jalan ESG serta mengembangkan strategi keberlanjutan yang lebih efektif

    Forecasting Sea Cucumber Catches Using the ARIMA Method

    Full text link
    Sea cucumbers are marine resources that have a significant ecological role and important economic value. UD. Matahari Jalan Sukolilo Baru II, Bulak District, Surabaya is an MSME that processes sea cucumber catches and sells them to various distributors, including trading abroad. The catch of sea cucumbers obtained by fishermen in uncertain quantities, every subsequent period. Therefore, the results of sea cucumber fishing are known to be influenced by several factors, one of which is climatic factors such as temperature, humidity and tides. The research was conducted to predict the uncertain catch of sea cucumbers with the ARIMA method to obtain effective modeling and equations. Forecasting can help determine the right period by using one of the methods that correspond to the sequence of time. The ARIMA method is an approach used in time series analysis to model and forecast data arranged in a specific order. Predict the catch of sea cucumbers by looking at the smallest error, and the catch of sea cucumbers after forecasting in the next period. The result of the selection of the best ARIMA model from the humidity variable is (1,1,1) more significant and effective for sea cucumber fishing in the short term (1.2 days) in the rainy season, with the smallest error of 271.11. The forecast results in April 2024 for the 107 period are 268.42 kg, the forecast data is close to the actual data in the previous period. Keywords: Forecasting; ARIMA; Sea Cucumber

    Tectonics, Structure And Floor Plan Of Taneyan Lanjhang Traditional Houses In Modern Madura Residential Houses

    Full text link
    Traditional houses are an important cultural asset in society. The Taneyan Lanjhang traditional house, a traditional house located in a certain area, has been the object of research in this study. This research aims to examine the tectonic and structural aspects of the Taneyan Lanjhang traditional house, including the geological characteristics that influenced its construction. The research method used in this study involves field surveys, primary and secondary data collection, as well as 3D rendering and qualitative descriptive explanations. Primary data was obtained through direct observation of the Taneyan Lanjhang traditional house, while secondary data was obtained through a study of related literature. Research shows that the Taneyan Lanjhang traditional house is supported by tectonic structures typical of the area. This structure plays an important role in the strength and stability of the traditional house. Some of the structural elements found include wooden columns, types of connections, and roof shapes

    Penentuan Interval Waktu Optimal Perawatan Preventif Komponen Kritis di Mesin Kiln Putar Industri Ubin Keramik

    Full text link
    PT Katingan Inmas Sarana adalah industri manufaktur penghasil ubin keramik. Dalam proses produksinya, mesin utama yang dipakai adalah kiln putar sebanyak 4 unit sebagai tungku pemanas. Selama ini, perawatan kiln ini dilakukan secara korektif (corrective maintenance) yaitu saat kerusakan telah terjadi. Kelemahan metode perawatan ini adalah resiko ketidaktersediaan teknisi, sparepart, atau alat pembantu teknis lainnya saat mesin mendadak rusak yang menyebabkan waktu downtime lebih lama sehingga kapasitas produksi turun. Untuk itu, dibuatlah perencanaan perawatan pencegahan (preventive maintenance) yang menjadwalkan terlebih dahulu kapan proses perawatan akan dilakukan, baik perbaikan maupun penggantian komponen. Komponen yang dijadwalkan adalah komponen kritis dengan persentase downtime kumulatif selama ini mencapai lebih dari 80%. Untuk kiln IA, IB, dan IIB, komponen kritis adalah roll dan bearing, sedangkan untuk kiln IIA, komponen kritisnya adalah roll, bearing, dan burner. Penjadwalan preventive maintenance dilakukan melalui mencari interval waktu (tp) antar perawatan yang akan menghasilkan total biaya perawatan per satuan waktu minimum. Artinya komponen kritis di tiap kiln untuk tiap jenis kerusakan akan dirawat setiap periode waktu tp sekali. Melalui uji distribusi waktu antar kerusakan komponen, dan perhitungan biaya secara iteratif diperoleh hasil waktu optimal antar preventive maintenance untuk roll kiln IA adalah 199,25 jam dan 558,5 jam, bearing kiln IA adalah 204,25 jam; roll kiln IB adalah 187,5 jam dan 587 jam, bearing kiln IB adalah 262,5 jam; roll kiln IIA adalah 605,5 jam, bearing kiln IIA adalah 749 jam, burner kiln IIA adalah 518 jam; roll kiln IIB adalah 710 jam, dan bearing kiln IIB adalah 598,75 jam

    The Moderating Role of Empathic Leadership in Job Crafting and Employee Engagement Among Millennial Workers Under Job Stress

    Full text link
    Introduction/Main Objectives: This study aims to examine the role of job stress and employee engagement of millennial workers mediated by job crafting and moderated by empathetic leadership. Background Problems: Leadership is one of the factors that will affect workforce management. The right leadership is seen to help reduce job stress and increase employee engagement. Novelty: Many studies have attempted to examine the relationship between job stress and employee engagement. Gap research, based on the inconsistency of the results of the research that has been done, is the basis for this study. The existing inconsistency makes this research add the role of job crafting and empathic leadership. Research Methods: This study involved 304 nonmanagerial workers in Surabaya City, Indonesia, who belong to the Millennial generation category. Finding/Results: The results obtained are that job stress has no effect on job crafting. Empathetic leadership moderates job stress and job crafting. Job crafting does not affect employee engagement. Job stress has a negative effect on employee engagement. Job crafting does not mediate the relationship between job stress and employee engagement, and empathetic leadership moderates the relationship between job stress and employee engagement. Conclusion: Practical implications, leaders need to determine the right leadership model according to the context of workers

    BAZAR MINI MEMBERIKAN PENINGKATAN EKONOMI TAMBAHAN UMKM LOKAL PADA MASA RAMADHAN BAGI WARGA PERUMAHAN BABATAN PILANG

    Full text link
    Di era modern dengan seluruh lapisan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari harus pintar dalam melakukan kegiatan yang dapat menunjang perekonomian. Dari waktu ke waktu persaingan usaha semakin sulit dan kebutuhan hidup semakin meningkatkat sehingga perlu terobosan bagi warga masyarakat untuk bertahan hidup dengan konsep melakukan perputaran uang melalui usaha. Selain itu masyarakat juga dapat meningkatkan jiwa Entrepreuner dalam membuka lapangan usaha baik untuk kepentingan pribadi ataupun masyarakat. Dimana bagi kepentingan pribadi mendapatkan perputaran roda perekonomian melalui kegiatan berjualan sementara bila diteruskan dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat sekitar. Warga masyarakat yang tinggal di Perumahan Babatan Pilang RT. 003 memiliki inisiatif bersama untuk memulai membangun UMKM di sektor lokal. Kegiatan bazar mini yang dilaksanakan pada waktu puasa Ramadhan sebelum Hari Raya Idul Fitri 1446H dapat menarik perhatian animo masyarakat perumahan ataupun warga yang bukan penduduk setempat. Kegiatan bazar mini diisi dengan menjual berbagai jenis makanan untuk berbuka puasa. Metode yang digunakan yaitu analisa sosial dengan melihat kejadian dan kebutuhan warga selama menghadapi permasalahan ekonomi yang melanda hampir di seluruh Indonesia maupun dunia. Warga dapat memanfaatkan waktu luang dengan misis kegiatan berdagang untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan peningkatan ekonomi bagi warga masyarakat perumahan Babatan Pilang yang membuka usaha tambahan sebagai bentuk perwujudan pertumbuhan UMKM lokal dan dapat diteruskan pada waktu waktu tertentu sehingga menjadi kegiatan yang rutin

    Penentuan Interval Waktu Optimal Perawatan Preventif Komponen Kritis di Mesin Kiln Putar Industri Ubin Keramik

    Full text link
    PT Katingan Inmas Sarana adalah industri manufaktur penghasil ubin keramik. Dalam proses produksinya, mesin utama yang dipakai adalah kiln putar sebanyak 4 unit sebagai tungku pemanas. Selama ini, perawatan kiln ini dilakukan secara korektif (corrective maintenance) yaitu saat kerusakan telah terjadi. Kelemahan metode perawatan ini adalah resiko ketidaktersediaan teknisi, sparepart, atau alat pembantu teknis lainnya saat mesin mendadak rusak yang menyebabkan waktu downtime lebih lama sehingga kapasitas produksi turun. Untuk itu, dibuatlah perencanaan perawatan pencegahan (preventive maintenance) yang menjadwalkan terlebih dahulu kapan proses perawatan akan dilakukan, baik perbaikan maupun penggantian komponen. Komponen yang dijadwalkan adalah komponen kritis dengan persentase downtime kumulatif selama ini mencapai lebih dari 80%. Untuk kiln IA, IB, dan IIB, komponen kritis adalah roll dan bearing, sedangkan untuk kiln IIA, komponen kritisnya adalah roll, bearing, dan burner. Penjadwalan preventive maintenance dilakukan melalui mencari interval waktu (tp) antar perawatan yang akan menghasilkan total biaya perawatan per satuan waktu minimum. Artinya komponen kritis di tiap kiln untuk tiap jenis kerusakan akan dirawat setiap periode waktu tp sekali. Melalui uji distribusi waktu antar kerusakan komponen, dan perhitungan biaya secara iteratif diperoleh hasil waktu optimal antar preventive maintenance untuk roll kiln IA adalah 199,25 jam dan 558,5 jam, bearing kiln IA adalah 204,25 jam; roll kiln IB adalah 187,5 jam dan 587 jam, bearing kiln IB adalah 262,5 jam; roll kiln IIA adalah 605,5 jam, bearing kiln IIA adalah 749 jam, burner kiln IIA adalah 518 jam; roll kiln IIB adalah 710 jam, dan bearing kiln IIB adalah 598,75 jam

    Improving Eco Enzyme Product Quality with Seven Tools and 5W+1H Methods

    Full text link
    Eco enzyme adalah produk fermentasi bahan organik yang bermanfaat bagi lingkungan, tetapi sering mengalami cacat dalam produksinya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas eco enzyme menggunakan metode Seven Tools dan 5W+1H. Seven Tools mengidentifikasi penyebab cacat, sedangkan 5W+1H merumuskan strategi perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat warna atau jamur hitam adalah masalah utama dengan persentase 46,15%. Faktor penyebabnya meliputi kualitas bahan baku yang kurang baik, keterampilan tenaga kerja yang rendah, serta metode pengolahan yang tidak optimal. Perbaikan dilakukan dengan pemilihan bahan organik segar, komposisi sayuran tanpa daun 20%, perendaman 30 menit, serta pengadukan yang lebih optimal. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dan mengurangi tingkat kecacatan dalam produksi eco enzyme

    Transformasi Digital Kampung: Pengembangan Blog Sebagai Media Informasi Bagi Masyarakat Rw 05 Maspati Bubutan Surabaya

    Full text link
    Transformasi digital menjadi langkah strategis dalam mendukung pengelolaan informasi komunitas di era modern. Kampung Maspati RW 05 Bubutan Surabaya, yang memiliki potensi budaya dan arsitektur lokal, menghadapi tantangan dalam menyebarluaskan informasi secara digital. Melalui program pengabdian masyarakat, dikembangkan sebuah blog berbasis platform Kompasiana sebagai media informasi yang dapat dikelola secara mandiri oleh warga. Kegiatan ini mencakup tahap sosialisasi, pelatihan teknis dan konten, implementasi blog, serta promosi dan evaluasi dampak. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa meskipun jumlah peserta pelatihan tidak maksimal, warga yang terlibat mampu memproduksi dan mengelola lima artikel yang mendokumentasikan profil, budaya, dan kegiatan kampung. Blog tersebut mendapat respons positif, terbukti dari jumlah kunjungan yang mencapai lebih dari 1200 pembaca dalam dua bulan pertama. Blog juga menjadi sarana warga untuk mengekspresikan identitas kampung serta memperkuat literasi digital berbasis lokalitas. Keberhasilan program ini menjadi contoh praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat melalui teknologi informasi. Untuk menjaga keberlanjutan, diperlukan dukungan tambahan dalam bentuk fasilitas digital bersama dan pendampingan lanjutan. Blog kampung ini diharapkan mampu terus berkembang sebagai media edukatif dan promosi budaya yang dikelola secara partisipatif dan berkelanjutan

    Pelatihan Lean Hospital di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya

    Full text link
    Hospitals should improve services to patients. The concept of Lean Management can be used as an approach to improve hospital efficiency. The purpose of the training is to provide an understanding of Lean Management in hospitals (Lean Hospital) to hospital leaders and employees and be able to identify waste. The training was conducted with partners, namely Surabaya Gotong Royong Hospital. The training methods are the presentation of Lean Hospital and group discussions. Through this training, the knowledge of leaders and employees of Gotong Royong Surabaya Hospital about Lean Hospital can be improved. In group discussions, various types of waste and the order of priority for improvement were identified. This training has been able to increase the understanding of leaders and employees of Gotong Royong Surabaya Hospital about Lean Hospital. This can be seen from the ability of participants in the discussion to identify and assess the priority number of waste and provide suggestions for improvement. This activity can be followed up with research or community service on improving efficiency at Gotong Royong Surabaya Hospital with the Lean Management approach

    1,616

    full texts

    1,705

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Katolik Darma Cendika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇