Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Return On Investment Pada Usaha Produksi Tahu di Desa PENDEM, KEC. Junrejo, Kota Batu (Studi kasus UD. Sari kelapa)

    No full text
    Salah satu sektor yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi adalah sektor industri. Kedelai memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia karena merupakan sumber bahan baku utama dalam pembuatan tauco, tempe, tahu, kecap, dan pakan ternak. Sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kota Batu, memiliki sentra produksi tahu. Di kota ini, sebagian penduduknya mengandalkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu usaha tani yang mengolah hasil pertanian dari input menjadi barang jadi adalah UD. Sari Kelapa. Untuk menjaga agar perusahaan tetap memperoleh pendapatan dan berkembang, sektor ini memperhitungkan biaya-biaya yang terkait dengan industri tahu selain volume, pendapatan, dan laba yang diperoleh serta sensitivitas usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi UD. Sari Kelapa yang telah diketahui, untuk mengetahui laba, penerimaan, dan output UD. Sari Kelapa sebagai produsen tahu. Berdasarkan hasil penelitian, UD. Sari Kelapa memiliki nilai kelayakan usaha. Dengan total biaya sebesar Rp. 140.719.817, penerimaan sebesar Rp. 158.760.000, dan laba sebesar Rp. 18.040.183, maka usaha produksi tahu tersebut menguntungkan. Perhitungan Analisis BEP Unit menghasilkan hasil sebesar 19 papan tahu dan BEP Rupiah sebesar Rp. 519.817 per papan tahu.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) di Indonesia

    No full text
    Indonesia terletak di daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Kondisi ini menjadikan Indonesia memiliki tanah yang subur dan berbagai jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat. Oleh karena itu, Indonesia dipandang sebagai negara pedesaan, yang berarti bahwa wilayah agraris memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat secara umum. Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas strategis karena dapat meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan lahan ketika komoditas lain tidak mungkin berhasil karena rendahnya kelembaban tanah. Tanaman kacang hijau ditanam hampir di setiap provinsi di Indonesia, dan berbagai varietas telah dikembangkan. Hasil pembuatan normal hanya untuk mengatasi masalah di masing-masing wilayah dan belum ditampilkan untuk mengatasi masalah pengiriman. Di pasaran, kacang hijau kusam sangat populer, namun efisiensinya masih sangat rendah?hanya 1, 76 t/ha. Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara merupakan empat wilayah Indonesia dengan luas panen kacang hijau terluas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan produksi kacang hijau (Vigna radiata L.) Indonesia serta sejauh mana produksinya di sana. Pemeriksaan ini menggunakan strategi penyelidikan langsung yang lugas dengan mempertimbangkan informasi opsional untuk 26 tahun ke depan (2022-2048). Dari hasil prediksi, pada tahun 2022 produksi kacang hijau diperkirakan mencapai 329.233.855 dan pada tahun 2048 diperkirakan mencapai 215.568.705, penurunan jumlah produksi kacang hijau pada tahun 2048 disebabkan karena produksi kacang hijau setiap tahunnya mengalami penurunan. Apalagi dengan asumsi jumlah produksi kacang hijau di Indonesia pada tahun sebelumnya tidak berkurang dan terus meningkat, maka produksi kacang hijau di Indonesia pada tahun 2048 akan mengalami peningkatan. Dengan skenario 50%, produksi kacang hijau Indonesia diperkirakan tidak akan meningkat secara signifikan. Peningkatan produksi dengan membuat skenario kenaikan 50% menyatakan bahwa Indonesia belum memiliki peluang untuk meningkatkan nilai produksi. Dengan skenario kenaikan 50%, produksi kacang Indonesia masih sangat rendah dibandingkan negara penghasil kacang hijau dunia. Jika skenario kenaikan 50% tidak dilakukan maka yang terjadi adalah Indonesia tidak mampu memproduksi kacang hijau secara maksimal.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Pendapatan Usaha Ternak Sapi Perah (Studi Kasus di Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang)

    No full text
    Peternakan merupakan aktivitas pengembangbiakan serta pembudidayaan hewan ternak guna memperoleh manfaat dan keuntungan dari berusaha ternak. Kegiatan beternak yang dapat dijadikan usaha bagi beternak ialah peternak sapi perah, karena salah satu hasil produksi susu dengan protein tinggi yang dikonsumsi oleh Masyarakat umum. Dalam menjalankan usaha peternakan sapi perah, ada aspek yang perlu diperhatikan oleh peternak, yaitu analisis pendapatan. Karena aspek tersebut menjadi pedoman dalam mengevaluasi usaha peternakan sapi perah guna untuk mengetahui laba yang didapatkan oleh peternak. Penelitian bertujuan guna mengetahui Laba atau Rugi (L/R) dalam usaha peternakan sapi perah khususnya pada tahap total biaya pengeluaran dan pendapatan di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan metode penelitian survei (Survey research). Pengumpulan data dilaksanakan melalui observasi, wawancara (kuesioner), serta dokumentasi. Variabel pengamatan yaitu produksi susu dan pendapatan peternak, data yang akan didapat berikutnya dilaksanakan analisis dengan penggunaan metode deskriptif, perhitungan kelayakan usaha (R/C Ratio, B/C Ratio, BEP). Hasil riset diketahui yaitu Laba atau Rugi (L/R) dalam usaha peternakan sapi perah khususnya pada tahap total biaya pengeluaran tahun 2022 Rp103.426.556, tahun 2021 Rp71.878.205, serta di 2020 Rp51.517.289. Laba / Pendapatan tahun 2022 Rp290.354.444 dengan rerata masing-masing peternak sebesar Rp29.035.444, tahun 2021 Rp226.107.949 dengan rerata masing-masing peternak sebesar Rp22.610.795, serta di 2020 Rp218.097.107 dengan rerata sebesar Rp 21.809.711. Kelayakan usaha ternak sapi perah dari segi BEP layak untuk dilaksanakan, R/C ratio usaha yang dilaksanakan dengan menguntungkan ataupun efisien, serta B/C Ratio dinyatakan usaha ternak sapi perah di Desa Bocek layak diusahakan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Persepsi Petani Tebu Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kelompok Tani Lestari Makmur Kabupaten Malang

    No full text
    Salah satu komoditas penting Indonesia adalah tebu, yang dilaksanakan untuk bahan baku pembuatan gula. Untuk mencapai swasembada gula nasional, produksi tebu sangat penting. Petani menghadapi berbagai masalah terkait produksi dan tidak dapat mengantisipasi dengan tepat berapa banyak yang akan dihasilkan dari setiap fase produksi. Banyaknya sentra produksi tebu di Indonesia mendukung permintaan tebu negara ini. Dengan luas areal tebu 176.871 Ha, Provinsi Jawa Timur memiliki produksi tebu terbesar, yaitu 1.050.874 ton. Meskipun demikian, beberapa petani tidak memiliki keahlian dan pemahaman yang diperlukan untuk mengenali masalah mereka, mencari solusi, atau memilih tindakan terbaik untuk menyelesaikan konflik guna mencapai tujuan mereka. Tugas penyuluh ialah hilangkan yang menghambat ini dengan menginformasikan dan memberikan wawasan terkait permasalahan yang dihadapi. Dalam penelitian ini, skala Likert digunakan untuk analisis deskriptif sebagai pendekatan analisis data. Skala Likert ialah sebuah alat yang dilakukan sebagai parameter sikap, keyakinan, dan persepsi individu ataupun berkelompok pada suatu topik. Pengambilan sampel secara sengaja digunakan untuk menentukan sampel penelitian, dan 38 petani berpartisipasi sebagai responden. Hasil analisis peran penyuluh yang telah dilakukan pada penelitian ini menunjukan hasil yang sangat baik. Total 6 peran penyuluh yang meliputi; Fasilitator (X1), Inovator (X2), Motivator (X3), Dinamisiator (X4), Edukator (X5), dan Pengembangan Kelompok Tani (X6) sebagian besar item pernyataannya berada pada kategori sangat baik, dengan 27 pernyataan kategori sangat baik dan 3 pernyataan kategori baik.Hasil analisis Persepsi Petani Tebu Terhadap Kinerja Penyuluh di Kelompok Tani Lestari Makmur Kabupaten Malang menunjukan hasil yang sangat baik. Dari total 6 variabel meliputi; Fasilitator (X1), Inovator (X2), Motivator (X3), Dinamisator (X4), Edukator (X5), dan Pengembangan Kelompok Tani (X6) yang menjadi acuan perhitungan indeks kinerja penyuluh semua variabel berada pada kategori yang tinggi dengan skor indeks diatas 68,66%. Berdasarkan hasil perhitungan kisaran hasil perhitungan indeks berada pada 82,26 % - 90,42 %. Indeks kinerja penyuluh tertinggi berada pada dinamisiator dengan angka indeks sebesar 90, 42 % dengan kategori tinggi dan sedangkan indeks kinerja penyuluh terendah berapa pada fasilitator (X1) dengan angka indeks sebesar 82,26 % dengan kategori tinggi.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Penerapan Uji Lentur dan Lendutan Ecobrick Sebagai Lantai Dasar Saluran Irigasi

    No full text
    Salah satu bahan yang dapat bermanfaat bagi lingkungan adalah ecobrick. Tujuan dari upaya Ecobrick untuk memberikan dampak positif terhadap pembangunan adalah sama. Dalam karya ini, penulis menggunakan metodologi eksperimental. Kekuatan lentur dan lendutan pelat lantai merupakan karakteristik yang diteliti karena lantai pondasi sistem irigasi terbuat dari material ecobrick. Untuk penelitian ini, diperlukan data primer dan sekunder. Data lisan dan perilaku subjek penelitian dianggap sebagai data primer. Informasi yang diperoleh dari dokumen grafis, foto, film, rekaman video, objek, dan sumber lain yang dapat meningkatkan data utama dianggap sebagai data sekunder, menurut Siyoto dan Sodik (2015). Penelitian ini melibatkan observasi dan dokumentasi ecobrick melalui penggunaan fitur-fitur yang ditentukan dalam tinjauan teoritis. Peneliti akan mengamati ecobrick, yang secara historis merupakan bagian mendasar dari sistem irigasi. Analisis dokumentasi dan data observasi, bersama dengan teori-teori terpadu dari tinjauan pustaka yang disusun, akan memberikan parameter untuk penelitian ecobrick dan menetapkan kesesuaiannya sebagai komponen yang menyusun lantai saluran irigasi ecobrick. Temuan yang diperoleh dari evaluasi karakteristik material yang terdiri dari agregat halus dan kasar adalah sebagai berikut: Terdapat variasi 250,06% pada nilai kekuatan lentur pelat lantai antara nilai teoritis dan nilai uji, dan perbedaan 69,078% pada momen uji dari momen teoritis. Hasil tersebut berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan nilai uji kuat lentur dan lendutan ecobrick sebagai pelat lantai dasar saluran irigasi. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh momen rerata maksimum untuk 4 buah sampel benda uji pelat lantai yaitu P.teori 3,599 kg.m, P.pengujian 900 kg, dan M.teori yang diperoleh sebesar 3.387,50 kg.m, dan nilai M.pengujian yang diperoleh sebesar 234 kg.m. Analisis dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Plat Beton Murni menghasilkan hasil sebesar Rp. 142.400,00. Sedangkan perhitungan RAB Plat Beton Variasi Plastik PET menghasilkan hasil sebesar Rp. 135.200,00Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Pembelajaran Best Practice Terhadap Karakter Kedisiplinan Siswa Kelas II di SD Negeri 2 Mulyoagung Kabupaten Malang

    No full text
    Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kedisiplinan siswa kelas II SD Negeri 2 Mulyoagung dengan menggunakan metode eksperimen semu dan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran best practice berpengaruh terhadap kedisiplinan siswa kelas II SD Negeri 2 Mulyoagung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain group pretest-posttest yang tidak sebanding. Kuasi prosedur untuk pre-test, perlakuan, dan post-test. Data penelitian terdiri dari proses kuasi eksperimen, data kedisiplinan siswa dari validator dan calon pengguna, serta dokumen lainnya. Selanjutnya, data dikumpulkan dengan kuesioner (skala kedisiplinan siswa), dokumentasi, uji validitas, uji reliabilitas, dan uji t analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kuasi eksperimen meliputi tahap pre test test yang dilakukan untuk memperoleh data yang valid dari skala kedisiplinan siswa. Tahap perlakuan kelas eksperimen berupa pembelajaran best practice dan kedisiplinan siswa, sedangkan kelas kontrol hanya diberikan skala kedisiplinan siswa. Hasil validasi skala kedisiplinan siswa di SD Negeri 2 Mulyoagung terdapat 10 item pertanyaan valid dan yang biasa digunakan untuk kembali (reliabilitas) untuk memperoleh posttest di kelas eksperimen (kelas II A SD Negeri 2 Mulyoagung) dan kelas kontrol (kelas II B SD Negeri 2 Mulyoagung), validitas thitung > ttabel, thitung > 3,369 (SD Negeri 2 Mulyoagung) dan nilai posttest kelas eksperimen = 2.645, posttest kelas kontrol = 4.451. Diketahui bahwa reliabilitas skala kedisiplinan siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen = 0,743 dan kelas kontrol = 0,608 cronbach?s alpha (a) > 0,60. Koefisien Reliabilitas 0,80 ? 1.00 interpretasinya sangat tinggi dapat dilihat dari hasil posttest uji t kelas eksperimen dan kelas kontrol, Nilai signifikansi (1-tailed) posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol 0,217 (p dari kelas eksperimen, jadi dapat disimpulkan pembelajaran best practice tidak ada pengaruh terhadap kedisiplinan siswa kelas II.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga, dan Lokasi terhadap Kepuasan Pengunjung Favehotel Kota Malang (Studi Kasus pada Favehotel Kota Malang)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relatif dan pengaruh bersamaan dari kualitas layanan, harga, dan lokasi terhadap kepuasan klien di Favehotel Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan maksimum 100 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, dan uji t serta uji F digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel harga memiliki nilai koefisien regresi negatif sedangkan variabel lokasi dan kualitas layanan memiliki nilai koefisien regresi positif. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga memiliki pengaruh negatif, karakteristik yang terkait dengan lokasi dan kualitas layanan memiliki pengaruh yang menguntungkan. Koefisien determinasi yang ditemukan adalah adjusted R square sebesar 0,577 (kontribusi pengaruh 57,7%). Berdasarkan hasil uji hipotesis F simultan dan uji hipotesis t parsial, ketiga variabel bebas tersebut memiliki nilai t hitung > t tabel dan nilai F hitung > F tabel dengan signifikansi < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lokasi, harga, dan kualitas pelayanan di Favehotel Kota malang berpengaruh besar dan kecil terhadap kepuasan tamu. Pihak manajemen dan pengelola hotel harus mengutamakan kualitas pelayanan, keterjangkauan pelayanan yang diberikan, fitur keamanan, dan lokasi yang nyaman agar dapat melebihi harapan pengunjung dan menimbulkan rasa puas sehingga akan mendorong untuk menginap kembali di Favehotel Malang di masa yang akan datang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Kesiapan Guru dalam Upaya Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SD Negeri 1 Landungsari Kabupaten Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru di SD Negeri 1 Landungsari Kabupaten Malang dalam menghadapi kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka menjadi salah satu solusi dari Tanggapan yang diberikan pemerintah terhadap hilangnya makna pembelajaran adalah dengan menawarkan solusi. Keberhasilan implementasi kurikulum merdeka sangat bergantung pada kesiapan guru dan tenaga pendidikan di sekolah. Guru memiliki peran kunci dalam pendidikan, di mana kesuksesan setiap upaya pendidikan sangat ditentukan oleh guru. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun instrumen pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas II, IV dan V di SD Negeri 1 Landungsari Kabupaten Malang. Analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini merupakan analisis data yang mengacu pada model creswell. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan yang dilakukan guru SD Negeri 1 Landungsari Kabupaten Malang dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar yaitu kepala sekolah, guru kelas II, IV, dan V mengikuti berbagai pelatihan atau workshop baik yang diselenggarakan dinas pendidikan maupun sekolah. Sebelum mengimplementasikan kurikulum merdeka belajar tentunya guru SD Negeri 1 Landungsari Kabupaten Malang sudah dibekali dengan mengikuti pelatihan tentang kurikulum merdeka belajar. Guru SD Negeri 1 Landungsari Kabupaten Malang sampai sekarang terus belajar mengenal dan memahami apa itu kurikulum merdeka belajar. Dengan diterapkannya kurikulum merdeka belajar ini, guru dapat lebih kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran yang bukan gurunya saja tetapi siswanya juga.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Penyuluhan Pada Usahatani Brokoli (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Hidup Mulyo II Di Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang)

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas penyuluh pertanian dan mengidentifikasi variabel internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam memberikan layanan penyuluhan pertanian. Kinerja penyuluh dalam penelitian ini sangat dipengaruhi oleh variabel internal, atau karakteristik yang merupakan bawaan dari penyuluh. Karakteristik internal seperti usia, pengalaman bertani selama bertahun-tahun, jumlah tanggungan, dan luas lahan menjadi fokus utama. Banyaknya petani binaan di bawah bimbingan guru merupakan salah satu contoh faktor eksternal, yaitu faktor di luar penyuluh yang secara langsung memberikan kontribusi signifikan terhadap kompetensi penyuluh. Tentang kinerja guru pertanian di Desa Gunung Rejo Kecamatan Singosari kelompok tani hidup Mulyo II. Tiga puluh tiga penyuluh pertanian dari Kelompok Tani Ternak Mulyo II di Desa Gunung Rejo memberikan sampel. Kuesioner, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis regresi digunakan untuk menganalisis data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru pertanian berada dalam kisaran cukup mulai dari tahap perencanaan kegiatan, pelaksanaan, dan penilaian. Secara bersama-sama Faktor usahatani brokoli yang mempengaruhi program penyuluhan pertanian di Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dalam penelitian ini adalah variabel tujuan penyuluh (X2) dengan nilai koefisien -0.005 artinya variabel tujuan penyuluh (X2) dapat berpengaruh terhadap kinerja penyuluhan pertanian (Y). Variabel yang lain seperti variabel, kelompok tani, fasilitas kelompok, dan kegiatan penyuluh tidak berpengaruh dalam kinerja penyuluhan pertanian. Dengan nilai efisiensi sebesar 0,982 atau dengan kata lain variabel kelompok tani (X3) mempunyai pengaruh sebesar 98,2% dan mempunyai nilai signifikan sebesar 0,003 terhadap kinerja penyuluhan pertanian (Y) di Desa Gunungrejo. , Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sehingga menjadi faktor usahatani yang paling mempengaruhi kinerja penyuluh pertanian dalam penelitian ini.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Respon Mahasiswa Terkait Fenomena Pertikaian Antar Mahasiswa (Studi Kasus pada Mahasiswa Manajemen Unitri Angkatan 2020)

    No full text
    Riset ini mempunyai tujuan guna mengetahui faktor atau motif utama terjadinya fenomena pertikaian yang menyebabkan Mahasiswa Universitas Tribhwuana Tunggadewi Malang sampai Tewas ( Meninggal ). Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan metodologi kualitatif dan metode pengumpulan data sebagai berikut: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Setelah diolah, data disajikan secara deskriptif yang memungkinkan penelitian dapat diuraikan secara keseluruhan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permasalahan kecil seperti mabuk-mabukan dan kesedihan saat perayaan wisuda, miskomunikasi, dan permasalahan kecil lainnya menjadi akar penyebab konflik antara kelompok pelajar Sumba dan Atambua, serta kelompok lain tidak menerima kalau saat acara berlangsung memutuskan untuk pulang duluan. Puncak realitas konflik berkepanjangan berdampak Terhadap salah satu kelompok Mahasiswa asal Sumba meninggal dunia akibat pengkroyokan atau pertikaian sampai meninggal. Kedua pihak yang terlibat perselisihan dipertemukan dalam upaya penyelesaiannya melalui cara-cara institusional. Insiden kekerasan, perkelahian, atau pertengkaran yang terjadi di kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia belakangan ini telah menarik perhatian masyarakat umum. Peristiwa kekerasan, perkelahian, atau pertengkaran antar siswa ini jelas bertentangan dengan tujuan pembinaan sekolah yang bermoral dan berkarakter. Ada dua jenis variabel yang menjadi penyebab terjadinya perkelahian siswa: eksternal dan internal. Unsur internal tersebut muncul dari dalam diri individu siswa, sedangkan pengaruh eksternal?seperti yang berasal dari teman, keluarga, atau tempat tinggal?berasal dari luar diri seseorang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇