Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Pemanfaatan Bicomat dan POP Bolga Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Musim Tanam Kedua

    No full text
    Terong ungu (Solanum melogena L.) merupakan komoditas pertanian yang penting di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan komposisi gizi yang cukup lengkap. Salah satu jenis sayuran yang cukup digemari oleh masyarakat setempat adalah terong ungu. Badan Pusat Statistik Jawa Timur (2017) melaporkan bahwa produksi tanaman sayuran, khususnya tanaman terong, turun sebesar 71.114 ton pada tahun 2014 dan 63.057 ton pada tahun 2017 . Produksi tanaman terong pada semester pertama tahun 2019 di jawa timur sebesar 679.565 kwintal dan 4.019 ha, menurut Badan Pusat Statistik (2021). Namun, pada tahun 2020, produksi mencapai 730.091 kwintal dan 4.017 ha lahan. Banyak penelitian telah dilakukan dengan menggunakan Bicomat untuk mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Tujuan penelitian ialah terdapat kombinasi dosis bicomat dan POP bolga yang tepat dalam meningkatkan produksi Terong ungu. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial. Perlakuan 1 : Bicomat (B) yaitu: B0 = Kontrol (0 ton/ha), B1 = 10 ton/ha, B2 = 20 ton/ha. Perlakuan 2. POP Bolga (G) yaitu : G0 = Kontrol (0 ton/ha), G1 = 10 ton/ha, G2 = 20 ton/ha. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, umur berbunga, jumlah bunga, berat buah pertanaman, diameter buah, panjang buah dan hasil. Selanjutnya data diuji ANOVA pada taraf 5% dan 1%, apabila nyata maka diuji BNT 5%. Hasil penelitian residu bicomat pada musim tanam kedua parameter panjang buah dan hasil menunjukkan terjadi interaksi bicomat dan pop bolga pada, sedangkan tinggi tanaman,jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, umur berbunga, jumlah buah, diameter buah dan berat buah per tanaman terong masih belum memberikan pengaruh yang signifikan, sehingga pertumbuhan terbaik pada interaksi bicomat dan pop bolga yaitu B2G2 (bicomat 20 ton/ha) dan pop bolga dengan nilai rata-rata 18,45 cm. Hasil pertumbuhan tanaman terong terbaik pada musim tanam kedua ada pada perlakuan B2G2 dengan nilai rata-rata 4,87 ton/ha dibandingkan pada musim tanam pertama memiliki hasil lebih tinggi yaitu 5,92 ton/ha pada bicomat B2 (20 ton/ha).Yayasan Bina Patria Nusantar

    Perancangan Tata Letak Storyboard Game Petualangan Croft Untuk Memperkuat Alur Cerita

    No full text
    Perkembangan digital sudah banyak mengalami dampak dan pengaruh dalam perkembangan berbagai aspek dan juga industri. Salah satu industri yang turut berkembang pada era digital adalah industri kreatif seperti video game atau advergame. Advergame adalah media iklan yang bertujuan untuk melakukan promosi dari suatu produk, brand atau jasa dengan menempatkan hal tersebut menjadi fitur utama dalam sebuah game. PT. Meta Semesta Pariwara memiliki produk berupa aplikasi PIJI adalah salah satu contoh bentuk dari advergame yang sukses menggabungkan pemilik bisnis dengan pelanggan melalui permainan interaktif. Salah satu game pada aplikasi ini yaitu ?Petualangan Croft?. Game petualangan croft adalah game petualangan berbasis edukasi yang menggabungkan elemen hiburan dengan pesan edukasi satwa endemik yang di Indonesia. Dalam game pembuatan wireframe sangat penting dilakukan guna membantu memvisualisasikan tata letak storyboard, karena tidak adanya wireframe yang merupakan perancangan tata letak menyebabkan storyboard atau tampilan pada game petualangan croft yang dihasilkan kurang menarik dan efisien dalam penggunaan oleh pemain. Maka penelitian ini berfokus pada pentingnya tata letak storyboard yang baik dalam pengembangan game ?Petualangan Croft?. Storyboard yang terstruktur membantu dalam visualisasi alur cerita, pengembangan karakter, dan perancangan adegan. Tata letak yang optimal memungkinkan pemain merasakan dinamika cerita yang kuat. Metode penelitian melibatkan studi kasus pada pengembangan ?Petualangan Croft?, analisis literatur, penggunaan aplikasi miro, serta observasi dan wawancara dengan tim pengembang. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa tata letak storyboard yang baik dapat meningkatkan visualisasi alur cerita, mengembangkan karakter, merancang adegan, meningkatkan komunikasi tim, serta memudahkan dan memperlancar proses pengembangan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa perencanaan tata letak yang terstruktur dalam pengembangan game berbasis cerita, terutama dalam mempermudah perencanaan visual, mengurangi kesalahan komunikasi, dan mempercepat proses pengembangan game secara keseluruhan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Hubungan Model Asuhan Keperawatan Profesional Tim Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Panti Waluya Malang

    No full text
    Pelayanan bermutu seperti Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) semakin dibutuhkan baik untuk pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta. Standar asuhan keperawatan juga harus ditingkatkan oleh tim yang mempengaruhi kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan model asuhan keperawatan profesional di fasilitas pelayanan kesehatan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 34 perawat dan 39 pasien rawat inap yang dipilih dari populasi yang ada. Variabel bebas penelitian adalah Tim Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) dan variabel terikatnya adalah kepuasan pasien. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Tim Model Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) dan kuesioner kepuasan. Analisis uji Spearman menunjukkan bahwa 64,1% perawat telah menggunakan model perawatan keperawatan profesional secara efektif. Mayoritas pasien rawat inap (66,7%) berada dalam kategori puas. Nilai p sebesar 0,001 < 0,05 dan nilai r sebesar 0,491 menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kepuasan pasien dan model perawatan keperawatan profesional. Jenis layanan kesehatan, aspek lain dari Tim MAKP, dan kepuasan pasien diharapkan menjadi subjek penelitian di masa mendatang.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas untuk Menilai Kinerja Keuangan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PERSERO)

    No full text
    Penelitian ini menggunakan ukuran likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas untuk menguji kinerja keuangan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) dari tahun 2020 hingga 2023. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan data primer dari laporan keuangan pada periode waktu tersebut untuk menggambarkan inefisiensi kinerja keuangan dalam beberapa hal. Walaupun terdapat kekuatan dalam manajemen persediaan dan efisiensi penagihan piutang, perusahaan mengalami kesulitan dalam menjaga likuiditas, mengelola utang, dan menghasilkan pengembalian dari aset dan ekuitas yang diinvestasikan. Diperlukan perbaikan signifikan dalam strategi keuangan dan operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan dan memastikan keberlanjutan bisnis. Manajemen PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk perlu meningkatkan likuiditas dan efisiensi penggunaan aset. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi pengelolaan kas yang lebih baik, pengurangan ketergantungan pada utang, dan optimalisasi penggunaan aset untuk meningkatkan pendapatan. Selain itu, perusahaan harus mempertahankan efisiensi dalam manajemen persediaan dan piutang. Memperkuat strategi investasi dan operasional dapat membantu perusahaan mencapai pengembalian yang lebih tinggi dari ekuitas dan aset yang diinvestasikan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengaruh Struktur Moda, Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Telekomunikasi di Bursa Efek Periode Tahun 2017-2023

    No full text
    Dengan menggunakan data dari 35 laporan keuangan selama tahun 2017?2023, penelitian ini mencoba untuk menguji bagaimana struktur pembiayaan, kinerja keuangan, dan ukuran perusahaan mempengaruhi operasi bisnis telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Uji parsial, yang didasarkan pada temuan uji statistik, menunjukkan bahwa struktur modal memengaruhi keberhasilan organisasi secara signifikan. Lebih jauh, telah ditunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh ukuran dan keberhasilan finansialnya. Kinerja bisnis telekomunikasi di BEI dipengaruhi oleh ketiga faktor ini secara bersamaan. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja keuangan, skala operasional, dan manajemen struktur keuangan merupakan komponen penting yang memungkinkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan telekomunikasi.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Efisiensi Pemasaran Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus) Pada UKM Tiram Q di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis efisiensi pemasaran Jamur Tiram putih (Pleurotus Ostreatus) pada UKM tiram Q di Kelurahan Purwantoro Kecamatan Belimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dan bersumber dari data primer dan sekunder, kemudian populasi yang diambil dalam yaitu petani, pengepul, pedagang dan konsumen akhir dan semua populasi dijadikan sampel ditentukan menggunakan teknik snowball (bola salju) sebanyak 15 orang terdiri dari 1 responden budidaya, 2 responden pengepul, 2 responden pedagang, dan 10 responden konsumen akhir. Metode analisis data menggunakan analisis margin pemasaran dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukan margin pemasaran terdapat tiga pola saluran pemasaran untuk UKM jamur tiram Q yang dianalisis. Margin Pemasaran pola saluran pemasaran I adalah yang paling efisien untuk petani karena tidak ada biaya tambahan dan memberikan keuntungan maksimal. Namun, pola II dan III menawarkan alternatif yang mungkin lebih praktis bagi petani meskipun dengan mengorbankan margin keuntungan. Farmer's Share menunjukkan persentase dari harga yang dibayar konsumen yang diterima oleh petani. Saluran I, farmer's share mencapai 100%, artinya bahwa petani sepenuhnya mendapatkan hasil penjualan. Saluran II, farmer's share adalah 75%, dan pada saluran III, 70%. Hal ini mencerminkan bahwa semakin banyak perantara yang terlibat, semakin kecil bagian yang diterima petani. Efisiensi Pemasaran secara indeks efisiensi teknis saluran I indeks efisiensi 2,59 artinya pola saluran pemasaran I sangat efisien, dengan biaya pemasaran yang rendah dan jarak tempuh yang singkat, memberikan keuntungan maksimal kepada petani. Saluran II indeks efisiensi 2,88%, menunjukkan efisiensi yang terjaga meskipun ada perantara. Saluran III indeks efisiensi 0,85%, mencerminkan penurunan efisiensi akibat biaya tambahan dari perantara. Indeks efisiensi ekonomis menunjukkan bahwa pola saluran pemasaran I memiliki efisiensi tertinggi dalam hal biaya, tetapi tidak menghasilkan keuntungan karena tidak ada margin. Saluran II dan III menunjukkan peningkatan efisiensi, dengan saluran II memiliki indeks efisiensi teknis 2,88% dan saluran III 0,85%. Efisiensi ekonomis juga menunjukkan bahwa saluran II dan III menghasilkan keuntungan yang signifikan, dengan saluran II mencapai 579% dan saluran III 2521%.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Konsumen terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis E-Commerce pada Aplikasi Penjualan Online (Studi Kasus pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang)

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang mempengaruhi kecenderungan konsumen dalam mengadopsi sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce pada aplikasi penjualan online, khususnya bagi mahasiswa program studi akuntansi. Populasi penelitian ini adalah 636 mahasiswa akuntansi angkatan 2021, 2022, dan 2023. Sebanyak 90 responden dipilih dengan metode purposive selection sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dampak dari manfaat yang dirasakan, kegunaan, kompleksitas, dan norma subjektif terhadap minat dalam menggunakan sistem informasi akuntansi berbasis e-commerce diperiksa menggunakan pendekatan analisis regresi linier berganda. Temuan menunjukkan dampak positif dan substansial dari manfaat yang dirasakan, norma subjektif, dan kemudahan penggunaan. Di sisi lain, kompleksitas memiliki dampak yang merugikan tetapi dapat diabaikan. Manfaat, kemudahan penggunaan, dan variabel sosial semuanya memengaruhi minat dalam memanfaatkan sistem. Pengembang aplikasi penjualan online harus memprioritaskan kegunaan dan kenyamanan penggunaan sistem. Mereka juga harus memperhatikan lingkungan sosial pengguna untuk menumbuhkan sikap yang baik.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Intensitas Serangan Hama dan Penyakit Pada Tanaman Apel (Malus Sylvestris)

    No full text
    Pertumbuhan produksi dan penanaman pohon apel menjadikan Kota Batu sebagai pusat produksi apel Indonesia. Karena kondisi agroklimatnya yang sering kali tinggi dan kering, Kota Batu menjadi episentrum produksi apel Indonesia, berkat pohon apelnya yang terkenal. Ada dua musim panen yang berbeda, dan penanaman apel berlangsung sepanjang tahun. Petani semakin bergantung pada pupuk kimia dan pestisida sebagai konsekuensi dari "Revolusi Hijau". Akibatnya, sebagian besar produsen apel sangat bergantung pada pupuk kimia dan pestisida dan menggunakan metode penanaman yang cukup intensif. Selain mengonsumsi sejumlah besar bahan organik dan nutrisi tanah, metode pertanian intensif akan menurunkan kesuburan tanah dan merusak lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat keparahan serangan hama dan penyakit pada pohon apel. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Penelitian ini dilakukan mulai awal Juni 2024 dan berlangsung selama tiga minggu. Proporsi serangan hama dan penyakit diteliti menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima kali ulangan. Selain itu, dibuat lima subplot yang masing-masing diharapkan dapat mewakili seluruh populasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pada pengamatan serangan hama lalat buah pada tanaman apel terlihat bahwa persentase rata-rata serangan hama lalat berbeda beda pada setiap plot pengamatan dengan jumlah tanaman yang berbeda. Rata-rata intensitas serangan dengan persentase serangan paling sedikit ditunjukan pada plot dengan jumlah pohon paling banyak yaitu 83 pohon dengan persentase 4,46 %. Hal ini menunjukan bahwa jumlah populasi tanaman yang banyak akan menekan serangan hama, sebaliknya jika populasi tanaman semakin sedikit maka persentase serangannya juga lebih besar. Hasil penelitian pengamatan serangan penyakit bercak daun pada tanaman apel menunjukan adanya pengaruh nyata. Hal ini dilihat pada Tabel 2. Dimana persentase rata-rata serangan penyakit berbeda-beda pada setiap plot dengan jumlah populasi tanaman yang berbeda. Terlihat persentase serangan penyakit paling sedikit ditunjukan pada populasi tanaman 83 pohon dengan persentase 4,67 % dan berbeda dengan yang lainnya. Pada Hasil pengamatan serangan penyakit embun tepung pada tanaman apel menunjukan bahwa adanya pengaruh nyata terhadap intensitas serangan penyakit embun tepung dengan rata-rata persentase serangan paling sedikit yaitu pada petak dengan jumlah tanaman paling banyak yaitu 83 tanaman dengan persentase 2,42%. maka Dari itu kesimpulan di atas menunjukkan bahwa besar kecilnya serangan pada pohon apel tidak pengaruh karena banyaknya jumlah pohon dan sedikitnya jumlah pohon. Karena penyakit itu sendiri muncul karena jamur.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Analisis Pertanggungjawaban Laporan Keuangan pada TK Dharma Wanita Persatuan Tlogomas dan TK Dharma Wanita Persatuan 1 Landungsari

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana TK Dharma Wanita Persatuan 1 Landungsari dan TK Dharma Wanita Persatuan Tlogomas menganalisis akuntabilitas laporan keuangan. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif. Kepala TK Dharma Wanita Persatuan 1 Landungsari dan TK Dharma Wanita Persatuan Tlogomas, serta salah satu bendahara TK Dharma Wanita Persatuan Tlogomas diwawancarai untuk diambil datanya. Laporan keuangan masing-masing TK periode 2024 juga dikumpulkan. Dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pendekatan analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sistem informasi akuntansi akuntabilitas laporan keuangan di TK Dharma Wanita Persatuan Tlogomas dan TK Dharma Wanita Persatuan 1 Landungsari belum terlaksana dengan baik. Prosedur pembuatan laporan keuangan dengan menyalin catatan laporan keuangan di buku akuntansi ke microsoft excel. Bentuk sistem informasi akuntansi yang disediakan yaitu daftar pengeluaran dan pemasukan, serta laporan laba rugiYayasan Bina Patria Nusantar

    Identifikasi Keragaman Gulma Pada Lahan Bekas Padi Sawah

    No full text
    Jenis dan kandungan gulma pada tanaman padi dapat bervariasi berdasarkan beberapa variabel, termasuk rotasi tanaman, metode irigasi, jenis tanah, tingkat populasi gulma, musim pertumbuhan, strategi pengelolaan, dan taktik pengendalian. Mengetahui gulma mana yang tumbuh di sawah irigasi dan mana yang mendominasi adalah dua tujuan utama penelitian ini. Petani harus mampu mengidentifikasi gulma yang lazim di sawah untuk memilih pendekatan pengelolaan yang paling sesuai dan efisien. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisi kesenjangan dalam pemahaman kita saat ini tentang jenis dan frekuensi gulma dalam sistem budidaya padi konvensional dan organik. pengakuan bahwa kesimpulan penelitian ini akan membantu dalam menentukan taktik pengelolaan gulma yang terbaik dan paling praktis. Kecamatan Dau Kabupaten Malang menjadi lokasi penelitian. Daerah penelitian merupakan bekas wilayah persawahan dengan ketinggian ?600 hingga 2.100 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan curah hujan tahunan rata-rata 1.297 hingga 1.925 mm. Letaknya pada 7.91433?S 112.58534?E LS. Tanggal penyelesaian penelitian ini adalah Juni 2024. Ada penggunaan metodologi kualitatif (survei gulma) dan kuantitatif (identifikasi). Setiap lokasi sampel tanah di setiap bagian lahan bekas sawah memiliki pengamatan vegetasi gulma diagonal (3 titik) yang diselesaikan dengan menggunakan pendekatan kuadran. Setiap lokasi sampel tanah memiliki tiga lokasi kuadran yang diambil. Tujuan dari sampel tanah adalah untuk melakukan pengambilan sampel tanah. Itu mengambil ruang satu meter kali satu meter. Penting untuk mengidentifikasi, menghitung, dan menghitung berat kering setiap jenis gulma di plot. Data yang dikumpulkan dari hasil identifikasi kerangka kerja digunakan untuk mengkarakterisasi tingkat keanekaragaman gulma menggunakan indeks keanekaragaman dan nilai esensial, sementara dominasi gulma pertama-tama ditentukan dengan menghitung rasio dominasi total (SDR) dan berat kering.Yayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇