Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
4319 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepemimpinan, Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Insentif terhadap Kinerja Pegawai pada Kantor Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang
Di Kantor Kota Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dibentuk organisasi yang bertujuan untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang meliputi administrasi publik; Oleh karena itu, penting untuk mengadakan pameran aset lancar, terutama perwakilan, untuk melaksanakan tujuan tersebut. Tujuan dari investigasi ini adalah untuk memastikan apakah dan sejauh mana pelaksanaan perwakilan di Kantor Kota Dalisodo, Daerah Wagir, Pemerintahan Malang dipengaruhi oleh inisiatif, kompensasi, tempat kerja, dan motivator. semacam tes kuantitatif. Seluruh perwakilan dan personel di Kantor Kota Dalisodo yang berjumlah 32 orang menjadi populasi yang digunakan dalam penelitian ini. Strategi pengujian yang digunakan adalah pemeriksaan menyeluruh. Alat eksplorasi memanfaatkan survei. Sementara pengujian spekulasi menggunakan uji t dan uji F, investigasi menggunakan banyak kekambuhan langsung. Akibat beberapa kali relaps langsung, keempat komponen independen mempunyai koefisien relaps positif, dan koefisien jaminan (R2) sebesar 0,708 (dengan pengaruh komitmen sebesar 70,8%). Hasil uji t menunjukkan bahwa thitung variabel sangat signifikan terhadap seluruh variabel dengan tingkat signifikansi 0,05. Uji F menghasilkan Ftabel Fhitung dengan nilai masif sebesar 0,05. Oleh karena itu, besar kemungkinan bahwa aspek inisiatif, kompensasi, tempat kerja, dan motivator sangat mempengaruhi pelaksanaan perwakilan di Kantor Kota Dalisodo, Daerah Wagir, Rezim Malang, baik sampai batas tertentu maupun secara keseluruhan. Perintis di Kantor Kota Dalisodo, Daerah Wagir, Rezim Malang mungkin berkonsentrasi pada faktor-faktor seperti otoritas, kompensasi, tempat kerja, dan motivator yang dianggap semakin memperluas pelaksanaan perwakilan.Yayasan Bina Patria Nusantar
Prospek Pengembangan Usahatani Tanaman Pinang di Hutan Bongok Desa Jetak Kecamatan Montong Kabupaten Tuban
Pembangunan pertanian mencakup beberapa sektor yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti subsektor tanaman pangan, sub sektor hortikultura, subsektor tanaman perkebunan, dan subsektor kehutanan. Tujuan pengembangan sektor pertanian adalah untuk meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tanaman perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian pertanian dan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Salah satu sektor pertanian yang mempunyai potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani adalah usaha kehutanan yaitu pada produksi pinang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kelayakan budidaya pinang di Hutan Bongok yang terletak di Kecamatan Montong Kabupaten Tuban. Analisis kelayakan finansial pada penelitian ini mencakup beberapa hal antara lain Rasio Biaya Manfaat Kotor (Gross B/C), Rasio Biaya Manfaat Bersih (Net B/C), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), Break Even Point (BEP), dan Internal Rate of Return (IRR). Melihat penurunan harga jual pinang sebesar 10%, terlihat bahwa budidaya pinang yang sedang berjalan di Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban sangat terdampak. Berdasarkan temuan penelitian, diketahui bahwa perhitungan sensitivitas menghasilkan penurunan harga jual sebesar 10% pada tahun ke-10. Ada kemungkinan penurunan ini disebabkan oleh melimpahnya panen yang terjadi pada tahun tersebut. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa budidaya pinang masih merupakan pilihan yang layak bagi perusahaan. Rasio manfaat-biaya kotor adalah 4.983, namun rasio manfaat-biaya bersih mencapai 316.649.686. Waktu pelunasan uang tunai saat ini sebesar Rp 900.209.719 adalah Rp. 6. Harga jual yang diperlukan untuk mencapai titik impas adalah Rp. 102.000, dan jumlah yang diproduksi sebanyak 2.379 Kg. Nilai sekarang bersihnya berjumlah Rp. 493.878.274, dan kami memiliki tingkat pengembalian internal sebesar 54%. Hutan Bongok yang indah dan terletak di Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, mempunyai potensi besar bagi keberhasilan pengembangan pertanian pinang.Yayasan Bina Patria Nusantar
Analisis Strategi Pengelolaan Keuangan untuk Meningkatkan Pendapatan pada UKM Keripik CV. Cita Mandiri Kota Batu
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hambatan pertumbuhan penjualan pada UKM CV. Cita Mandiri Keripik Kota Batu serta strategi pengelolaan keuangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data sekunder yang digunakan adalah wawancara dengan tiga pemilik UKM, satu orang staf keuangan, dan statistik keuangan tahun 2023. Pendekatan analisis data yang digunakan adalah prosedur pembuatan laporan keuangan, interpretasi data wawancara, dan perumusan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM CV. Cita Mandiri Keripik Kota Batu dapat menurunkan penjualan dengan membuat laporan keuangan yang meliputi laporan akuntansi, laporan keuangan terkomputerisasi, laporan laba rugi, dan dokumen yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan pendapatan adalah dengan menetapkan target penjualan minimal Rp5.000.000.000, memperluas pasar dengan menitipkan produk ke toko oleh-oleh, bekerja sama dengan beberapa hotel untuk menyediakan paket kurma bagi tamu hotel, dan melakukan penjualan online melalui marketplace. CV Cita Mandiri Keripik Kota Batu mendapat tekanan hebat dari para pesaing di sektor yang sama untuk menggunakan strategi manajemen keuangan guna memangkas biaya, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan laba dan penjualan. Selain itu, barang dagangan dikembalikan dari toko konsinyasi jika tidak laku, penjualan daring melalui platform seperti Shopee dan Tiktok Shop masih di bawah rata-rata, dan musim jenis buah mengakibatkan kelangkaan bahan baku.Yayasan Bina Patria Nusantar
Pola Pelaksanaan Manajemen Kinerja Pegawai di Kantor Desa Kepuharjo
Pola adalah cara pengoperasian, bentuk, dan sistem kerja yang merupakan bagian dari suatu rancangan (pedoman) dan dipraktikkan melalui tindakan dan aktivitas pekerja di dalam suatu organisasi. Manajemen kerja karyawan adalah metode yang digunakan pekerja dalam suatu organisasi untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam lingkungan yang mencakup berbagai elemen terkait pekerjaan. Pada dasarnya semua bisnis memerlukan pola penerapan manajemen kinerja untuk memastikan strategi yang telah ditetapkan selaras dengan kinerja. Teknik pengumpulan data meliputi pencatatan, wawancara, observasi, dan penggunaan purposive sampling. Teknik yang digunakan dalam analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen kinerja di Kantor Desa Kepuharjo. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa Kantor Desa Kepuharjo mengikuti petunjuk kepala desa dan peraturan perundang-undangan setempat dengan tetap menerapkan pola manajemen kinerja pegawai yang efisien. Pemahaman pegawai terhadap setiap pekerjaan dan porsi tanggung jawabnya serta standar pendidikan pegawai yang tinggi merupakan faktor pendukung dalam pola penerapan manajemen kinerja. Namun, hambatannya adalah terlalu banyak instruksi yang membebani sistem dan mencegah fungsi komponen yang sudah ada untuk bekerja secara maksimal.Yayasan Bina Patria Nusantar
Pengaruh Beauty Advisor terhadap Market Share Kosmetik Wardah Kota Malang
Meningkatnya pangsa pasar kosmetik Wardah mungkin terutama disebabkan oleh atribut yang terkait dengan konsultan kecantikan, termasuk kemampuan mereka untuk menutup transaksi, pemahaman tentang produk, dan praktik perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan dampak pengetahuan produk, kemampuan menjual, dan perawatan diri terhadap pangsa pasar konsultan kecantikan kosmetik Wardah di Malang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif. Proses seleksi menyeluruh yang mencakup seluruh populasi digunakan untuk memilih 35 spesialis kecantikan kosmetik Wardah yang berbasis di Malang untuk sampel penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan informasi. Regresi linier berganda adalah teknik analisis data yang digunakan, dan perangkat lunak SPSS 25 digunakan. Nilai t studi sebesar 7,432 menunjukkan bahwa keterampilan penjualan memiliki dampak yang cukup besar pada pangsa pasar. Pengetahuan produk dan perawatan diri memiliki dampak terbesar, dengan nilai t masing-masing sebesar 4,229, 4,767, dan 4,729. Temuan gabungan menunjukkan bahwa perawatan diri, pengetahuan produk, dan keterampilan penjualan memiliki dampak besar pada pangsa pasar, dengan nilai F sebesar 13,284 atau 56,2%. Temuan ini menunjukkan bagaimana strategi penjualan, keahlian produk, dan perawatan diri semuanya membantu dalam upaya pertumbuhan pangsa pasar.Yayasan Bina Patria Nusantar
Analisis Produksi Wortel dan Lobak di Indonesia
Sektor pertanian terdiri dari banyak subsektor, termasuk hortikultura, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan tanaman pangan. Bagian penting dari kemampuan suatu negara untuk menyediakan sumber daya mentah dan memastikan ketahanan pangan adalah sektor pertanian. Di Indonesia, kata "wortel" sering dikaitkan dengan "lobak." Ini karena kedua sayuran tersebut memiliki nilai gizi yang signifikan bagi kesehatan manusia dan karenanya biasanya disebutkan bersamaan saat membahas wortel. Wortel ditanam di beberapa negara, termasuk Indonesia, sementara lobak dibudidayakan di seluruh dunia sebagai tanaman pangan dan tanaman obat. Menganalisis dan mengukur produksi wortel dan lobak di Indonesia merupakan tujuan dari penelitian ini. Lebih dari 720.090 ton wortel diproduksi di Indonesia, yang merupakan rekor bagi negara tersebut. Produksi wortel telah meningkat secara signifikan. Jumlah yang dihasilkan tumbuh sebesar 10,64% dari 650,85 ton tahun sebelumnya. Ada sedikit penyebutan tentang produksi lobak dalam literatur, yang sebagian besar terkonsentrasi pada produksi wortel.Yayasan Bina Patria Nusantar
Evaluasi Inseminasi Buatan Semen Sexing X Pada Nilai Pregerency Rate dan Service Per Conception Pada Sapi Perah di Desa Wiyurejo, Pujon
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode inseminasi buatan dengan semen X-sexed terhadap tingkat kebuntingan (PR) dan service per concept(SPC) sapi perah di Desa Wiyurejo, Pujon. Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung prosedur inseminasi di lapangan dan wawancara dengan peternak menggunakan teknik studi kasus dengan sampel tiga puluh ekor sapi perah Friesian Holstein yang telah melahirkan minimal satu kali dan maksimal tujuh kali. Kartu akseptor inseminasi yang memuat informasi keberhasilan kebuntingan dan penggunaan IB memberikan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan kebuntingan sapi perah pasca inseminasi sangat baik, dengan Service per Conception (S/C) sebesar 1,2%. Mayoritas sapi yang diinseminasi berhasil bunting, ditunjukkan dengan tingkat kebuntingan (PR) sebesar 83,33%. Relevansi praktis penelitian ini adalah semen X-sexed dapat digunakan dalam inseminasi buatan untuk memperluas populasi sapi perah dengan jenis kelamin yang diinginkan secara efisien dan meningkatkan produksi ternak secara keseluruhan. Dengan penggunaan teknologi inseminasi buatan yang lebih maju dan efektif di masa depan, para peternak dan praktisi peternakan seharusnya dapat meningkatkan kualitas reproduksi sapi dengan bantuan penemuan-penemuan ini.Yayasan Bina Patria Nusantar
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKN Kelas II SDN Andonosari IV Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran kooperatif dengan pendekatan Talking Stick pada siswa kelas II PKn di SDN Andonosari IV Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan.
Metode analisis dalam penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian kelas II yang berjumlah sebanyak 11 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi serta soal tes. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus 4 kali pertemuan setiap siklus terdiri atas empat bagian yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Berdasarkan hasil analisis dinyatakan bahwa melalui pendekatan kooperatif tipe talking stick memiliki perbedaan pencapaian ketuntasan hasil belajar ketidakberhasilan peneliti siklus I dikarenakan adanya beberapa kendala yang dihadapi Model Kooperatif Talking Stick Berdasarkan hasil Tindakan Siklus I, seluruh siswa mendapat nilai 54,36 siswa yang mendapat nilai tuntas pada kategori tersebut, 4 siswa dari 11 orang. Hasil tindakan pada siklus I pertemuan II diberikan rata rata hasil belajar siswa sebesar 63,54, yang terdiri dari kategori Baik dengan persentase 54,54% jumlah siswa yang tuntas sebanyak 6 orang dari 11 siswa. Kesimpulannya adalah penelitian berhasil apabila ketuntasan setiap individu siswa memenuhi paling sedikit 66. Apabila nilai tersebut tidak terpenuhi, maka ketuntasan siklus I tidak dapat dikatakan berhasil karena masih harus melalui beberapa perbaikan. Karena adanya koreksi kesalahan pada siklus I pertemuan II, maka Hasil Belajar Individu Siswa siklus I pertemuan II seluruhnya kurang lebih sebesar 73,62 dengan kategori baik dengan persentase 72,72% siswa tuntas sebanyak 8 individu dari 11 orang. bagian siklus II pertemuan 2 dihasilkan nilai rata- sebesar 91,81 yang termasuk dalam kategori sangat baik dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 91% dengan individu yang tuntas sebanyak 10 individu dari 11 orang. ketuntasan belajar individual dan klasikal pada siklus II sudah memenuhi kriteria keberhasilan.
Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa hasil belajar PKn kelas II SDN Andonosari IV Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatanYayasan Bina Patria Nusantar
Penggunaan Sumber Sinar dan Media Tanam Pada Teknik Microgreen Tanaman Sawi, Bayam, dan Kangkung
Microgreens adalah sayuran hijau yang dihasilkan dari biji. Mereka biasanya muncul 7 hingga 15 hari setelah disemai, dengan sistem akar berdiameter 5 hingga 10 cm. Dengan kandungan nutrisinya yang lebih baik, tekstur yang lebih lezat, tingkat sensualitas bioaktif yang lebih tinggi, dan kadar vitamin C, E, dan K yang lebih tinggi daripada tanaman tradisional, microgreens adalah pilihan yang bagus untuk budidaya jangka panjang yang dapat memenuhi permintaan konsumen. Masa simpan microgreens relatif terbatas. Menyebarkan penggunaan butiran tanah dan media tanah pada microgreen sawi, bayam, dan kangkung adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan penelitian berbasis faktor Desain Blok Acak (RAL), yang terdiri dari dua komponen, digunakan dalam penelitian ini. Ini adalah bagaimana komponen terakhir dilihat: Pertama, ada Sumber Cahaya (C). Media Tanam (M): Rockwool, M2: Cocopeat, UV pada Matahari C1 (C2) adalah dua komponen dari ganda. Karena microgreens dan sawi hijau, bayam, dan kangkung memiliki pola perkembangan yang berbeda, tidak mungkin membandingkan pertumbuhan tanaman ini. Bersama-sama, kedua elemen ini menghasilkan interaksi berikut saat diperdagangkan: C1M1, C1M2, C2M1, C2M2. campuran kangkung, bayam, dan daun teh hijau sawi dengan daun teh panggang arang dan rockwool. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahan pertumbuhan yang digunakan dalam empat jenis sayuran berbeda dan sumber cahaya berinteraksi. Untuk sawi hijau, bayam, dan kangkung, prosedur C2M2 menunjukkan tingkat kelembapan, daun, dan tinggi yang ideal.Yayasan Bina Patria Nusantar
Strategi Pelayanan Prima di Kantor Desa Dalisodo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang
Tujuan dari tesis ini adalah untuk mendeskripsikan rencana layanan istimewa yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang guna memaksimalkan manfaat peningkatan layanan surat permohonan. Strategi metodologis yang digunakan peneliti adalah kualitatif. Untuk memilih informan penelitian ini, peneliti menggunakan purposive sampling. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan berbagai teknik, seperti wawancara, dokumentasi, dan observasi. Untuk mengambil kesimpulan, mereka juga menggunakan strategi analisis, visualisasi data, dan reduksi data. Berdasarkan hasil penelitian, pemerintah desa berupaya memenuhi standar tujuh cara pelayanan unggulan melalui berbagai upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanannya. Jaringan online, infrastruktur, fasilitas, dan sumber daya peralatan yang sesuai merupakan komponen penting dari strategi layanan kelas satu. Selain aspek positifnya, ada juga faktor yang merugikan Anda, seperti masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui layanan yang memerlukan surat lamaran atau pentingnya layanan tersebut dalam pengelolaan data kependudukan.Yayasan Bina Patria Nusantar