Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
Not a member yet
    4319 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan Salep Permethrin dan Sabun Sulfur terhadap Tingkat Penyembuhan Scabies pada Mahasiswa di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang

    No full text
    Penyakit kudis sedang meningkat di kalangan pelajar. Penyakit kudis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh tungau. Semoga dengan menggunakan minyak jerawat dan sabun belerang dapat menyembuhkan jerawat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan minyak permetrin dan sabun belerang terhadap kecepatan penyembuhan jerawat pada pelajar di Desa Bandungarjusari Kota Malang. Skabies merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di Indonesia. Desain ini menggunakan desain pre-test dan one-group post-test design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa yang berada di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang yang berjumlah 34 orang. Sampel sebanyak 23 responden dipilih menggunakan metode cluster sampling. Lembar observasi jerawat digunakan untuk mengumpulkan data. Uji McNemar digunakan untuk analisis data dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyembuhan jerawat tidak membaik pada seluruh responden sebelum pemberian salep permetrin dan sabun belerang (100,0%), hampir seluruh jerawat responden mengalami perubahan penyembuhan setelah pemberian salep permetrin dan sabun belerang (82,6 ). ). Prevalensi dan penggunaan minyak permetrin dan sabun belerang berpengaruh terhadap tingkat pengobatan jerawat pada pelajar desa Bandangrejosari kota Malang dengan nilai p = 0,000. Penggunaan salep permetrin dan sabun belerang bisa menjadi pengobatan non-obat yang efektif untuk proses penyembuhan jerawat.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Asuhan Keperawatan Nyeri Kronis pada Pasien Lansia Gout Arthritis dengan Pemberian Jus Sirsak di Raal Griya Asih Lawang

    No full text
    Meningkatnya insiden artritis gout pada orang tua dan kelompok rentan lainnya merupakan masalah yang terus-menerus terjadi di seluruh dunia; hal ini sebagian besar disebabkan oleh kepatuhan pengobatan yang buruk dan pilihan gaya hidup yang tidak sehat, yang mengakibatkan peningkatan kasus setiap tahunnya. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menguraikan program manajemen nyeri jangka panjang yang ditawarkan RAAL Griya Asih Lawang kepada pasien dengan artritis gout. Program ini mencakup pemberian jus sirsak. Jumlah pelanggan yang dimanfaatkan adalah tiga penderita artritis gout yang terdaftar di RAAL Griya Asih Lawang. Sebagai tanggapan terhadap masalah perlindungan nyeri kronis, intervensi perlindungan meliputi pengobatan nyeri (200 cc jus sirsak yang diminum pada pagi dan sore hari selama tiga hari). Sebelum mendapatkan perawatan keperawatan, ketiga pasien tersebut mengalami ketidaknyamanan, kemerahan pada lutut, pembengkakan, kelemahan anggota tubuh, dan peningkatan kadar asam urat. Namun, kadar asam urat menurun dan ketidaknyamanan tersebut hilang setelah tiga hari pengobatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen nyeri (misalnya, mengonsumsi jus sirsak) dapat mengubah situasi keperawatan bagi pasien yang menderita nyeri kronis akibat arthritis gout. Penelitian selanjutnya seharusnya dapat menggabungkan perawatan seperti jus sirsak dan kompres jahe hangat untuk meredakan nyeri, guna memperoleh hasil yang signifikan.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Evaluasi Habitat Satwa Burung pada Lanskap Alun-Alun Kota Batu

    No full text
    Kota Batu, salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki potensi terbesar untuk mengembangkan pariwisata berbasis pertanian. Konsep agropolitan dikembangkan dengan diluncurkannya program Kota Wisata Batu (KWB), sebagai upaya Pemerintah Kota Batu untuk menonjolkan berbagai jenis pariwisata di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi habitat burung di Alun-alun Kota Batu dalam kaitannya dengan arsitektur lanskap dan memberikan rekomendasi lanskap yang sesuai. Fokus pada satu atau beberapa spesies dapat menjadi panduan saat memilih metode Point Count, metode yang populer untuk pengamatan burung. Teknik Point Count melibatkan perjalanan ke suatu tempat yang ditentukan, mengidentifikasi tempat tersebut, dan menghabiskan sekitar dua jam untuk mencatat setiap jenis burung yang terlihat disana beserta jumlahnya. Di empat petak, ditemukan 358 spesies dari tujuh kelompok burung berbeda berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Alun-alun Kota Batu. Burung walet Collocalia fuciphaga, burung pipit sutra Pycnonotus aurigaster, burung pipit Passer montanus, burung tekukur Spilopelia chinensis, burung murai rawa Pycnonotus goiavier, burung wren lumut, burung pipit batu Pycnonotus major, burung ciblek gunung Pycnonotus major, dan burung pipit lotre Amandava amandava adalah beberapa spesies burung tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi habitat burung di Alun-alun Kota Batu saat sedang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kota Batu, dan pengelola alun-alun. Untuk menjaga kelestarian lanskap alam dan habitat burung di taman, evaluasi habitat Alun-alun Kota Batu menjadi sangat penting. Sawo kecik, kersen, salam, dan kirai payung adalah empat spesies pohon yang diyakini para ahli dapat membantu melestarikan habitat burung di Alun-alun Kota Batu. Akan ada dua puluh pohon secara total di setiap petak. Burung merupakan aspek khas Alun-alun Kota Batu dan objek wisata yang populer karena menyediakan makanan dan tempat bersarang bagi mereka, memungkinkan mereka untuk bereproduksi di lingkungan perkotaan dan sering terbang tinggiYayasan Bina Patria Nusantar

    Penggunaan Biochar yang Ditambah Pupuk Kandang Ke Tanah Sawah pada Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.)

    No full text
    Sawah merupakan lahan yang ideal untuk menanam padi sepanjang tahun, baik secara terus-menerus maupun bersamaan dengan tanaman lain. Padi dibudidayakan sepanjang tahun di sawah selama satu setengah dekade, tanpa menggunakan pupuk kimia atau penambahan bahan organik yang signifikan, dan tanpa rotasi tanaman. Akibatnya, tanah di sawah ini memiliki lebih sedikit bahan organik. Penggunaan biochar soil conditioner bersama dengan pupuk organik, seperti pupuk kandang, merupakan salah satu solusi kreatif untuk masalah rendahnya bahan organik dan keasaman. Pupuk kandang dan biochar telah diaplikasikan pada sejumlah tanaman, seperti jagung, padi, dan kedelai, yang memiliki kesuburan tanah ultisol yang rendah. Namun, praktik pemberian biochar-pupuk kandang pada sawah setelah padi masih jarang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki potensi biochar dan pupuk kandang secara bersamaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah di sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Lowokwaru, Dusun Bawang, Desa Tunggul Wulung, Kota Malang. Periode penelitian Januari 2023 hingga Maret 2023. Biochar yang berasal dari sekam padi disediakan oleh Laboratorium Tanah Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Untuk menghasilkan biochar, arang tersebut dibakar menggunakan proses pirolisis selama dua hingga tiga jam pada suhu 350 hingga 500 derajat Celcius. Laboratorium Limbah Tanah Polbangtan Malang Kabupaten Malang di Kecamatan Singosari menggunakan kotoran sapi organik dari tempat pengelolaan kotoran sapi sebagai pupuk kandang. Pupuk kandang sebanyak 500 gram dan sisa tanah sawah sebanyak 10 kg dimasukkan ke dalam polybag. Untuk penelitian ini, tujuh perlakuan adalah sebagai berikut: BO (kontrol/tanpa perlakuan), B1 (20% biochar & 80% pupuk kandang), B2 (40% biochar & 60% pupuk kandang), B3 (60% biochar & 40% pupuk kandang), B4 (80% biochar & 20% pupuk kandang), B5 (100% biochar), dan B6 (100% pupuk kandang). RBD digunakan dengan tiga kali replikasi untuk masing-masing dari tujuh perlakuan. Persentase diberikan untuk dosis 500 g arang dan pupuk kandang. Setiap perlakuan memerlukan jumlah pupuk kandang dan biochar sebagai berikut: B1 akan mendapatkan 400g pupuk kandang dan 100 g biochar, B2 akan menerima 200 g arang dan 300 g pupuk kandang, B3 akan menerima 300 g biochar dan 200 g pupuk kandang, B4 akan menerima 400 g biochar dan 100g pupuk kandang, dan B5 akan menerima 500 g biochar dan 500 g pupuk kandang, beserta variasi lainnya. Pupuk kandang dan biochar dibiarkan mengendap selama satu hingga tiga minggu sebelum dimasukkan ke dalam tanah, tergantung pada perlakuannya.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Aplikasi Good Farming Practices Pada Ayam Petelur Milik Bapak Jumain di Desa Sekar Putih Kecamatan Junrejo, Kabupaten Malang

    No full text
    Seperangkat aturan tentang produksi ternak yang baik yang digunakan dalam penyuluhan dan pengelolaan pertanian teknis dikenal sebagai Praktik Produksi yang Baik (Good Farming Practices, GFP). Memelihara ayam petelur memerlukan penanganan yang tepat dan perhatian yang cermat terhadap detail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Bapak Jumain menerapkan praktik pertanian yang baik (Good Farming Practices, GFP) dalam usaha ayam petelurnya di Desa Sekar Putih, Kecamatan Junrejo, Kabupaten Malang. Metode pengumpulan data untuk penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik studi kasus meliputi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data terdiri dari tiga langkah: (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) perhitungan dan validasi hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam petelur Bapak Jumain telah berhasil menerapkan GFP dengan nilai kinerja GFP sebesar 84%. Dari segi sarana prasarana, tata cara produksi, pelestarian lingkungan, dan pemantauan, usaha peternakan ayam petelur Bapak Jumain dinilai telah berhasil menerapkan GFP. Setiap fasilitas memiliki bobot nilai 90% dengan output 80,5%, pelestarian lingkungan 87,5%, dan pengawasan 83,3%. Dengan skor penerapan GFP terkait fasilitas sebesar 90%, maka usaha tersebut masuk dalam kategori cukup baik. Untuk mencapai hasil yang lebih baik, diperlukan penyempurnaan lebih lanjut pada sisi produksiYayasan Bina Patria Nusantar

    Upaya Petani Dalam Mengatasi Kekurangan Pupuk di Desa Donowarih Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang

    No full text
    Meningkatkan pertanian Indonesia adalah tujuan utama dari pupuk, yang merupakan komponen penting dari sektor pertanian. Pemahaman petani mengenai manfaat pupuk bagi produk pertanian adalah akar permasalahannya. Tujuan utama dari program subsidi pupuk adalah untuk memungkinkan petani membeli pupuk dalam jumlah yang sesuai dengan rekomendasi dosis seimbang yang spesifik untuk wilayah mereka. Tujuan kedua dan utama dari subsidi pupuk adalah untuk meningkatkan produktivitas dan hasil pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan nasional. Desa Donowarih yang berada di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah yang banyak potensi budidaya tanaman kopi. Di wilayah Desa Donowarih penghasil kopi Arabika, sistem Hak Guna Usaha (HGU) masih berlaku dan dikelola oleh Lembaga Masyarakat Hutan (LMDH). Baik untuk penyimpanan maupun penjualan, masyarakat di wilayah ini mengolah hasil panennya dengan dua cara berbeda: pengolahan basah dan pengolahan kering. Sayangnya, pupuk yang tersedia untuk membudidayakan tanaman kopi bagi masyarakat Desa Donowarih saat ini tidak mencukupi. Wajar saja jika produsen kopi memperluas produksinya, ketersediaan pupuk untuk tanaman kopi pun semakin berkurang.Yayasan Bina patria Nusantar

    Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (pada UKM di Kec. Batu)

    No full text
    Menemukan dan menguji hubungan antara pilihan pembelian pelanggan dan kualitas produk serta harga adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tekniknya. Untuk penelitian ini, 40 UKM di Kecamatan Batu Kota Batu mengirimkan data melalui seleksi acak sederhana. Di lokasi ini terdapat 67 UKM yang menjadi populasi penelitian. Salah satu alat untuk mengumpulkan informasi yang perlu dijelaskan adalah kuesioner. Uji t dan uji F digunakan untuk menilai keabsahan hipotesis setelah data diperiksa menggunakan regresi linier berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian pelanggan Desa Batu Kota Batu dipengaruhi secara signifikan oleh harga dan kualitas produk, baik secara sendiri-sendiri maupun secara kombinasi. Studi mengungkapkan bahwa kualitas produk memiliki dampak besar terhadap keputusan pembelian pelanggan. Barang dengan kualitas lebih baik sering kali dipilih oleh pelanggan. Harga juga berdampak pada keputusan konsumen karena mereka sering memilih barang yang lebih murah. Namun, ada situasi ketika pembeli mungkin memutuskan bahwa kualitas barang lebih penting daripada harga.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Efek Residu Kombinasi Biochar dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max) Pada Musim Tanam Kedua Di Tanah Sawah

    No full text
    Padi ditanam sepanjang tahun di daerah yang sering dilanda banjir dan pendangkalan, atau sawah. Karakteristik lahan sawah berbeda-beda tergantung teknik penanaman dan lamanya banjir. Kurangnya jeda dalam pengolahan sawah akan berakibat pada kekurangan unsur hara dalam tanah. Dalam keadaan seperti ini, pengelolaan sawah memerlukan pertimbangan yang cermat terhadap sifat-sifat tanah sebagai media pemenuhan kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan, khususnya kebutuhan unsur hara. Pemberian pupuk kandang dan bahan pembenah tanah termasuk biochar adalah salah satu cara inovatif untuk memerangi rendahnya bahan organik dan keasaman dalam tanah. Penelitian dilakukan di Dusun Bawang Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Desa Nggul Wulung. Penelitian akan berlangsung dari September 2023 hingga Desember 2023. Sisanya dihasilkan oleh penelitian sebelumnya. Dalam hal ini terdapat 21 satuan percobaan yaitu: B0 (kontrol/tanpa perlakuan), B1 (100% pupuk kandang), B2 (80% biochar dan 20% pupuk kandang), B3 (60% biochar & 40% pupuk kandang), B4 (80% biochar dan 20% pupuk kandang), B5 (20% biochar dan 80% pupuk kandang), dan B6 (100% biochar). Riset ini memakai rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial kombinasi perlakuan dengan 7 kali percobaan dan 3 kali ulangan atau (7x3). Persentase tersebut menunjukkan porsi dosis 500 g pupuk dan arang. Setiap perlakuan memerlukan jumlah kompos dan biochar yang berbeda: B1 membutuhkan 500 g pupuk kandang dan tidak memerlukan biochar; B2 membutuhkan 400 g biochar dan 100 g pupuk kandang; B3 membutuhkan 300 g biochar dan 200 g pupuk kandang; B4 membutuhkan 200 g biochar dan 300 g pupuk kandang; B5 membutuhkan 100 g biochar dan 400 g pupuk kandang; dan B6 membutuhkan 500 g biochar dan tanpa pupuk kandang. Tinggi tanaman, jumlah daun, umur tanaman berbunga, umur pembentukan polong, jumlah polong per tanaman, berat basah tanaman, dan berat kering tanaman merupakan beberapa faktor yang dapat diamati. Analisis keanekaragaman yang sering disebut dengan anova (analisis varians) digunakan untuk mengkaji data penelitian. Lanjutkan dengan tes BNT pada kadar 5% jika terapi memang efektif. Temuan penelitian pengaruh biochar dan residu pupuk kandang pada musim tanam kedua hanya memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Pengararuh Konsentrasi dan Lama Perendaman Kolkisin terhadap Pertumbuhan Pertumbuhan Cabe Rawit

    No full text
    Tanaman cabai merupakan salah satu dari sekian banyak tanaman hortikultura yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Cabai merupakan bumbu dapur yang banyak digunakan untuk berbagai jenis makanan, disukai oleh semua lapisan masyarakat, dan merupakan salah satu bahan baku yang paling banyak digunakan dalam industri makanan dan pengobatan tradisional. Setiap tahun, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan industri yang bergantung pada bahan baku cabai, kebutuhan akan cabai pun meningkat. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan vitamin dan gizi yang terdapat dalam cabai. Selain itu, tanaman cabai juga sering dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan, sebagai alternatif bumbu masak lainnya, dan dalam bidang kesehatan tanaman untuk berbagai hal seperti produksi obat-obatan herbal. Pertumbuhan tanaman dapat sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yang membuat penanaman cabai menjadi sulit. Lingkungan memiliki dampak yang signifikan terhadap ciri-ciri kuantitatif, dan juga sering kali mengabaikan pentingnya pemuliaan tanaman dalam proses seleksi. Selain itu, tindakan terbaik untuk meningkatkan produksi cabai Indonesia adalah dengan melakukan program intensifikasi dengan memanfaatkan benih unggul. Menciptakan tanaman yang bersifat poliploid merupakan salah satu cara untuk menghasilkan benih yang lebih baik. Poliploidi dapat dihasilkan oleh klorida, senyawa etil-merkuri-klorida sulfanilamida, dan kolkisin. Sebaliknya, salah satu zat yang efektif bagi tanaman adalah kolkisin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama dan konsentrasi pertumbuhan cabai rawit yang dipengaruhi oleh perendaman dalam kolkisin. Penelitian dilakukan pada ketinggian 440 sampai dengan 667 meter di atas permukaan laut di Jalan Telaga Warna Simpang Blok D di Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2023. Dalam penelitian ini digunakan dua komponen Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial: Kolkisin K0: Konsentrasi kontrol adalah komponen pertama. Bagian per mililiter (ppm) untuk K1, K2, dan K3 adalah 25, 50, dan 75. P1 selama dua puluh empat jam, sedangkan P2 selama empat puluh delapan jam. Data pengamatan dilakukan analisis ragam (ANOVA) untuk analisis data. Uji rentang berganda Duncan (DMRT) dilakukan pada taraf 5% jika hasil ANOVA menunjukkan perbedaan nyata (F hitung > F tabel 5%). Temuan menunjukkan bahwa variasi dalam durasi perendaman atau konsentrasi kolkisin tidak memiliki dampak yang nyata pada persentase pertumbuhan benih. Dengan periode perendaman 48 jam dan 75 ppm kolkisin, perlakuan K3P2 memiliki persentase pertumbuhan benih terbesar (87,5%). K1P1, yang menggunakan 25 ppm kolkisin dan periode perendaman 24 jam, dan K2P1, yang menggunakan 50 ppm kolkisin dan periode perendaman 24 jam pada 75,0%, memiliki persentase pertumbuhan benih rata-rata terendah. Menurut standar persentase pertumbuhan benih, yang menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan tanaman dianggap sangat baik jika kondisinya terpenuhi lebih dari 75%, persentase badan benih dianggap baik.Yayasan Bina Patria Nusantar

    Perbandingan Aromaterapi Bunga Kenanga Media Diffuser dengan Aromaterapi Bunga Kenanga Segar Terhadap Tekanan Darah Lansia Penderita Hipertensi di Griya Khusnul Khotimah

    No full text
    Kerusakan jaringan disebabkan oleh efek hipertensi, yang mempunyai banyak dampak terkait dengan kondisi tersebut. Penelitian dilakukan di Griya Husnul Khotimah Kota Malang dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas media diffuser aromaterapi bunga kenanga segar dan media diffuser kenanga kenanga dalam menurunkan tekanan darah pada pasien lanjut usia dengan hipertensi. Kelompok kontrol yang tidak merata dan dua kelompok dipekerjakan dalam penelitian ini, baik sebelum dan sesudah ujian. Dari populasi tiga puluh tiga lansia, delapan belas responden dipilih dengan menggunakan teknik purposive sample. Dengan menggunakan diffuser, sembilan pasien lansia mendapatkan aromaterapi bunga kenanga, sedangkan sembilan pasien lansia lainnya mendapatkan aromaterapi bunga kenanga segar. Dengan demikian, dua kelompok dihilangkan dari sampel. Alat yang digunakan adalah monitor tekanan darah digital. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian, sebelum mendapatkan aromaterapi bunga kenanga segar, hampir seluruh responden (77,8%) memiliki tekanan darah pada kelompok hipertensi derajat I, dan lebih dari separuh (44,4%) responden memiliki tekanan darah dalam kategori yang sama. sebelum melakukan aromaterapi dengan bunga kenanga menggunakan diffuser. Setelah mendapat media aromaterapi bunga kenanga segar dengan diffuser, lebih dari separuh (44,4%) responden memiliki tekanan darah dalam kategori pra hipertensi dibandingkan pada lansia. Khasiat media aromaterapi bunga kenanga segar dan media diffuser aromaterapi kenanga berbeda pada pasien hipertensi lanjut usia, menurut hasil uji Mann-Whitney (p value = 0,000), kelompok aromaterapi bunga kenanga segar menunjukkan hasil yang lebih baik. menurunkan tekanan darah pada kelompok aromaterapi kenanga dibandingkan dengan media diffuser. Para peneliti kemudian menyarankan para lansia untuk mengurangi makanan tinggi garam selama kegiatan penelitian untuk membantu menurunkan tekanan darah mereka menjadi normal.Yayasan Bina Patria Nusantar

    2,389

    full texts

    4,319

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rinjani Unitri (Universitas Tribhuwana Tunggadewi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇