Jurnal Sundermann
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kualitas Sermon Pelayan dan Signifikansinya pada Pemberitaan Firman dalam Ibadah di BNKP
Khotbah adalah salah satu unsur terpenting dalam ibadah Kristen. Pentingnya khotbah karena disitulah pesan Tuhan disampaikan melalui hamba-Nya, dalam hal ini di gereja BNKP melalui para pengkhotbah, baik Pendeta, Vikar, Guru Jemaat, SNK (penetua Gereja yang ditugaskan untuk pelayanan ini. Namun, realita yang terjadi, khotbah cenderung kurang berkualitas sehubungan dengan kurangnya persiapan pelayan dalam mempersiapkan khotbah. Salah satu solusi penting yang dapat digunakan adalah sermon atau persiapan pelayan. Tulisan ini mencoba meneliti sejauh mana pelaksanaan sermon dalam mempersiapkan khotbah di gereja BNKP, sekaligus menganalisis faktor yang menyebabkan kurang aktifnya sermon pelayan di BNKP. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti melaksanakan sebaran kuisioner melalui google form kepada 80 orang Vikar I dan II yang sedang melayani di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka peneliti memberikan rumusan tentang teknik pelaksanaan sermon yang berguna bagi peningkatan kualitas khotbah para hamba Tuhan di gereja BNKP
Re-Interpretasi Hak Milik Pribadi Dalam Bingkai Dimensi Sosial
This article aims to explain how private property rights are framed in a social dimension. Property rights here are given by God as a means to protect human life as well as those of others around them. This research was carried out using qualitative methods by reviewing Christian theological literature and developing topics related to private property rights within the framework of the social dimension. First, the author explains how property rights are defined, the social dimensions and what the Biblical view of this is. Then the author explains how Christianity views this by explaining how the significance of property ownership comes from God. Then explains the theological view regarding private property rights within the framework of the social dimension which directs each individual to a view that shows that each person's rights must also be seen as part of someone's property rights within them. Private ownership or personal rights have a moral obligation to see other groups in society as having a part in it. With this understanding, private ownership must also be in a good and correct flow. Private property rights must always be in order to fulfill needs, while protecting personal sustainability and the lives of other people in need
Transformasi Gereja Bagi Keadilan Ekonomi
One of the most important dimensions of the economy is the creation of justice and common prosperity for all people in the world. The economy is both rules and norms forming a unified global society. Therefore, conversations and all systems that govern the economy must answer the most important question of the economy, namely whether the system formed and compiled by humans is able to bring social justice and shalom to all mankind. The biggest problem in addressing global poverty is the injustice of the economic system which makes the owners of capital richer, while the workers and the people are getting impoverished even though they have worked hard. This structured poverty has also resulted in a series of negative impacts of social life such as terrorism, environmental damage, racism and global discrimination. This article questions the role of the church in the phenomenon of economic injustice that has often been discussed in the global ecumenical community, for it seems the churches have not done much or even grasped the reality of this injustice. The true church is a church that is able to balance ecclesiocentricity and oikocentricity, meaning that the spiritual life of the church must be felt by members of the congregation socially and politically with social justice. Ecclesiology can only be understood if the church joins hands ecumenically, across religions and across nations in demanding an end to the injustice of the economic system while seeking equitable economic alternatives by absorbing the values of local wisdom
Yesus adalah Mesias Penyembuh dalam Injil Matius
Tulisan ini bertujuan untuk mempresentasikan karakteristik Injil Matius dalam menggambarkan Yesus sebagai Mesias Penyembuh yang membedakan Yesus dari magician pada zamanNya. Penyembuhan yang dilakukan Yesus adalah untuk menggenapi nubuatan Perjanjian Lama tentang kedatangan Mesias. Penulis menggunakan metode tafsir kritik redaksi dalam menganalisa susunan Injil Matius serta dua perikop terkait mujizat penyembuhan. Untuk mencapai tujuan ini, pertama-tama penulis memaparkan kesatuan antara pengajaran dan penyembuhan Yesus dalam Injil Matius dimana hal ini tidak ditemukan dalam praktek penyembuhan di dunia Yunani Romawi. Selanjutnya, penulis menganalisa penyembuhan perempuan yang pendarahan dua belas tahun dalam Matius 9:20-22 dan penyembuhan anak perempuan Kanaan dalam Matius 15:21-28. Dalam kedua narasi tersebut Matius meredaksi materi yang diperolehnya dari Markus dengan mengurangi unsur-unsur magisnya untuk menghadirkan Yesus sebagai Mesias
Peran Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying pada Siswa SD Negeri Sambiroto 1
Bullying merupakan perilaku sosial yang seringkali terjadi di sekolah. Bullying juga bisa melibatkan siswa sebagai seorang pelaku dan korban. Perilaku bullying juga memberikan beberapa dampak negatif, baik untuk korban maupun untuk pelaku sendiri. Maka peran seorang guru sangat dibutuhkan supaya guru mampu untuk mengenali, mengidentifikasi, dan menanganinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru dalam mengatasi perilaku bullying pada peserta didik di SD Negeri Sambiroto 1 Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, Untuk mencapai tujuan di atas, Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian study kasus (case study). Sumber data yang dapat diambil melalui subjek wali kelas, partisipan pelaku, teman dekat dari pelaku, teman dekat dari korban, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan cara mereduksi data yang tidak relevan, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran guru dalam mengatasi perilaku bullying pada peserta didik SD Negeri Sambiroto 1 Kalasan yaitu ketika ada permasalahan wali kelas memanggil siswa yang bersangkutan, siswa yang memiliki permasalahan di panggil satu-satu, mencari tahu masalah yang terjadi, mengklarifikasi terlebih dahulu permasalahannya, guru menemukan masalah yang terjadi, siswa yang melakukan kesalahan dipanggil dan dipertemukan, siswa yang melakukan permasalahan ditanya satu-persatu “benar melakukan atau tidak?”, kedua pihak di damaikan, dibuat kesepakatan supaya tidak mengulangi perbuatannya lagi, apabila masih belum bisa terselesaikan maka panggilan orang tua atau dialih tangan ke kepala sekolah/wakilnya
Mimbar dan Altar: Kajian Historis Liturgis atas Kesatuan Firman dan Perjamuan Kudus di Ibadah Minggu menurut Martin Luther serta Relevansinya terhadap Ibadah Minggu HKBP
This article seeks to understand the relationship between the Word and the Holy Communion in Sunday Worship. First, this article will do a historical study from the early church era to the Middle Ages. Furthermore, there will be a particular study on the order of Sunday Worship written by Martin Luther, the Formula Missae et Communiones and the Deustsche Messe. Furthermore, this article will look at the theological relationship between the Word and the Holy Communion at Sunday Worship, especially from the Luther and Lutheran perspective. As an implication, this article will elaborate on HKBP Sunday Worship in conjunction with the Lutheran liturgy and the Prussian Agenda
Gratitude dalam Budaya Undhuh-Undhuh di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jawa
Upacara undhuh-undhuh dalam Gereja Kristen Jawi Wetan memiliki makna sebagai bentuk rasa syukur. Upacara ini merupakan akulturasi dari dua budaya yaitu budaya Jawa dan ajaran kristiani. Undhuh-undhuh memiliki makna selain sebagai ungkapan rasa syukur, juga terkandung nilai toleransi. Tujuan dari studi ini adalah Menganalisa tentang budaya undhuhundhuh dari sudut tinjauan gratitude. Metode yang digunakan dalam studi ini yaitu studi literatur dengan konsep psikologi budaya. Budaya undhuh-undhuh adalah salah satu budaya yang masih dilestarikan oleh umat GKJW. Akulturasi pada budaya ini terletak pada kegiatan penduduk sekitar yang berprofesi sebagai petani. Undhuh-undhuh itu sendiri dengan ajaran kristen protestan sebagai kepercayaan penduduknya mengandung nilai gratitude yang berupa rasa terimakasih yang dipicu oleh penerimaan manfaat dari Tuhan. Gratitude sangat berdampak pada kehidupan manusia dalam hal kepuasan, kebahagiaan, prososial, mengurangi rasa iri dan materialisme, meningkatkan kualitas hubungan dengan orang lain, serta meningkatkan wellbeing dan pshysical health yang lebih baik. Undhuh-undhuh juga memiliki nilai toleransi yang merupakan cerminan juga dari gratitude. Gratitude membuat orang lebih memahami kekurangan dirinya dan dapat menumbuhkan rasa sosial terhadap orang lain. Dari hasil kajian, pengkaji merekomendasikan agar upacara undhuh-undhuh tetap dilestarikan oleh umat GKJW dan masyarakat setempat, karena selain dapat dilaksanakan sebagai event tahunan yang dapat mendatangkan investasi daerah, juga memiliki fungsi sebagai nilai toleransi antar umat beragama yang merupakan akulturasi dua budaya yaitu budaya setempat dan ajaran kristiani
Peran Guru Mendampingi Siswa Korban Bullying
Sekarang ini, tindakan bullying terjadi dikalangan anak-anak sekolah dasar dan paraktek ini terus terjadi disemua sekolah dan berdampak besar bagi anak-anak yang menjadi korban. Praktek dan tindakan bullying juga terjadi di sebuah sekolah dipinggiran kota Gunungsitoli yakni sekolah dasar UPTD SDN 076059 Lololawa, sebuah sekolah yang terletak dipedesaan dimana praktek bullying diantara siswa marak terjadi. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dimana temuan penelitian lapangan akan dipaparkan secara deskriptif. Bullying yang terjadi di SD Lololawa merupakan tindakan penggunaan kekuasaan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik secara verbal, fisik maupun psikologis sehingga korban merasa tertekan dan trauma. Tindakan bullying sangat mempengaruhi kepercayaan diri seorang anak dan mengganggu pola hidup anak tersebut dalam belajar dan bergaul. Tindakan bullying yang terjadi di kalangan siswa, diawali dengan candaan yang berujung pada ejekan dengan kata-kata yang menyakiti atau memanggil dengan julukan-julukan tertentu. Dari tindakan ini, maka muncul tindakan bullying berupa bullying fisik, bullying verbal, dan bullying sosial. Dalam menangani tindakan bullying ini maka yang harus dilakukan yaitu melakukan pendampingan berupa pendampingan psiko sosial yang dilakukan oleh para guru terhadap korban. Untuk memulihkan kepercayaan diri mereka serta menumbuhkan motivasi belajar agar mereka tetap nyaman belajar serta membangun hubungan sosial dengan teman-temannya
Majikan dan Buruh Bersaudara di dalam Persekutuan Berdasarkan Kitab Filemon
Masyarakat Nias yang ada di kota Medan adalah masyarakat Nias diaspora yang mencari pekerjaan di kota Medan. Perbedaan status majikan dan buruh merupakan hal yang wajar dan umum karena majikan berhak memerintahkan buruhnya dan buruhnya juga berhak menerima haknya kepada majikanya. Didalam dunia bisnis paham perbedaan antara majikan dengan buruh berbeda, yang dimana majikan berada di atas posisi dari buruhnya. Sehingga secara tidak langsung paham kebiasaan sehari-hari antara majikan dengan buruh dibawa-bawa di dalam persekutuan jemaat-jemaat BNKP yang ada di kota Medan, dampaknya terjadi diskriminatif terhadap buruh, para buruh menjadi malas untuk beribadah, terjadinya pemilihan-pemilihan majelis jemaat secara kriteria khusu, dan tidak adanya rasa persaudaraan yang kristiani di dalam persekutuan gereja. Pada konteks biblika kitab Filemon, dengan situasi dan kondisi yang sama ini penulis menghadapkanya dengan kajian teologis agar dapat menjawab dan memberikan pemahaman baru bahwa di dalam Kristus kedudukan sama dan posisinya sejajar satu sama lain. Melalui kitab ini Paulus hendak menyampaikan kepada penerima surat dan juga kepada warga jemaat-jemaat BNKP di kota Medan yang berstatus majikan dan buruh untuk sesama warga jemaat agar menjadikan diri sebagai hamba Kristus, mengasihi saudara sebagai sesama di dalam persekutuan, dan memaknai kematian Kristus bahwa telah merobohkan tembok pemisahan status kedudukan di dalam persekutuan Kristus
Analisis Kritis Hakim-Hakim 13:1-25: Menjawab Polemik Kemandulan Dari Perspektif Feminisme
Pada hakikatnya, pandangan mengenai kemandulan masih dipenegaruhi oleh budaya patriarki. Kemandulan sering dianggap hanya terjadi pada perempuan dan karena dosa atau kesalahan yang dilakukan pihak perempuan. Pandangan ini menjadi diskriminasi bagi pihak perempuan. Perempuan terancam diasingkan dan kehilangan hak atas dirinya sendiri. Dalam hal ini perempuan tidak berdaya karena konsepsi lingkungan yang masih bersifat partiarki. Selain itu, penafsiran Alkitab seringkali mendukung pandangan ini hingga menjadi polemik yang masih perlu untuk dikaji. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjawab mengenai polemik kemandulan melalui analisis naratif Hakim-Hakim 13:1-25. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kepustakaan dan kajian biblika dari perspektif feminisme dengan instrumen penelitian library recearh. Hasil dan pembahasan akan menunjukkan hasil analisis naratif Hakim-Hakim 13:1-25 dan kemudian dikorelasikan untuk menjawab polemik kemandulan. Melalui analisis naratif ini akan diulas bagaimana Tuhan mengijinkan segala keadaan sebagai sarana untuk menyatakan kuasa-Nya. Fokus analisis naratif ini adalah melihat keadaan keluarga Manoah. Keadaan Manoah dan istrinya yang tidak memiliki keturunan dan bagaimana Tuhan bekerja dalam segala sesuatunya. Dengan kata lain, pemikiran mengenai kemandulan yang dipengaruhi oleh budaya patriarki perlu dipertanyakan kembali dengan melihat kaum terdiskriminasi sebagai dampak dari pemikiran ini. Artikel ini kemudian akan memberikan pandangan baru mengenai polemik kemandulan dengan menjunjung konsep keadilan dan kesetaraan yang selama ini dipandang sebelah mata