Jurnal Sundermann
Not a member yet
    63 research outputs found

    Keterampilan dan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Kristen di Era Revolusi Industri 4.0

    Get PDF
    Artikel ini mengupas tentang keterampilan dan kompetensi yang harus dimiliki seorang guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam menghadapi evolusi pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Saat ini, teknologi telah menjadi bagian yang lebih penting dari kehidupan sehari-hari, dan tentu saja, merupakan bagian sentral dan esensial dari pembelajaran abad ke-21. Siswa sudah banyak tertarik dengan teknologi dan berharap dapat digunakan di sekolah. Perubahan ini menuntut guru PAK untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran yang diterapkan di kelas dan bekerja ekstra untuk membekali diri dengan berbagai keterampilan dan kompetensi. Keempat kompetensi sebagaimana disyaratkan oleh UU No. 14/2005 harus dimiliki oleh guru PAK. Selain itu, mengingat kekhususan dan karakter pendidikan agama Kristen, mereka juga harus memiliki kepekaan yang lebih luar biasa, keyakinan yang kuat kepada Tuhan, kualitas empatik dan persuasif. Melalui tinjauan teoritis dan analisis isi, penulis berpendapat bahwa ketika guru PAK bertindak sebagai pendidik dalam konteks pembelajaran berbasis TIK, mereka dituntut untuk setidak-tidaknya memiliki keterampilan dan kompetensi, yaitu (1) keterampilan komunikasi, (2) literasi teknologi, (3) keterampilan manajemen waktu, (4) keterampilan penilaian dan evaluasi, (5) mengajarkan siswa untuk menerapkan konsep, dan (6) keterampilan konseling

    Pengembangan Spiritualitas Kaum Muda Melalui Katekisasi

    Get PDF
    Artikel ini membahas tentang pengembangan spiritualitas kaum muda melalui katekisasi. Spiritualitas kaum muda yang telah terbentuk sejak usia anak sangat penting dikembangkan. Melalui pendekatan penelititian kualitatif, ditemukan bahwa katekisasi sebagai wadah pengembangan spiritualitas kaum muda ternyata belum mampu terwujudkan karena adanya kesalah pahaman akan makna katekisasi, materi yang sedikit dan pendidik yang tidak profesional. Pengembangan spiritualitas yang belum terwujud tersebut ini terlihat melalui sikap dan tindakan kaum muda, di mana dalam beribadah kaum muda tidak memiliki kesungguhan, tidak aktif dalam persekutuan  dan memiliki pergaulan yang buruk Agar pengembangan spiritualitas kaum muda dapat terwujud melalui katekisasi maka penulis mengusulkan agar materi pembelajaran katekisasi ditambah dan diperluas, menyusun kurikulum katekisasi, memberdayakan pendidik yang profesional serta orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat berperan untuk mendidik, membina kaum muda serta memberi dukungan yang positif bagi perkembangan kaum muda

    Luther’s Understanding of the Presence of God in Creation: Toward a Lutheran Eco-Theology

    Get PDF
    This paper argues for a Lutheran eco-theology based on the notion of the presence of God in the creation, heavily derived from two of Martin Luther’s interrelated concepts: creation and sacramental theology. Both Luther’s theological ideas proclaim the presence of God based on God’s creative works. This paper investigates both theological ideas despite having different approaches to presenting God’s power and its significance to eco-theology. The method employs theoretical research of Martin Luther’s main writings and works. The primary result of this investigation shows that Luther’s understanding of the real presence of God in the dialectical differences between creation and sacramental theology provides meaningful expressions and elements to develop a Lutheran eco-theology. The paper concludes that in the middle of the present ecological catastrophe, it is urgent to develop a relevant eco-theology that can provide significant theological and ethical ideas for the care of the Earth

    Mengkritisi Perilaku Homoseksual dalam Perspektif Teologi Kristen

    Get PDF
    Topik mengenai homoseksual telah banyak dibahas di Indonesia. Berbagai pandangan dikemukakan gereja mengenai kaum homoseksual dan perilakunya dan pada umumnya menolak keberadaan kelompok ini. Kisah penghukuman Sodom dan Gomora dalam Kejadian 19:1-26 sering dianggap sebagai asal mula keberadaan perilaku homoseksual dan menjadi warisan bagi keberadaan kaum homoseksual saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali kebenaran anggapan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku homoseksual bukan merupakan warisan dosa seksual Sodom dan Gomora tetapi merupakan pelanggaran dilihat dari sudut pandang teologi Kristen

    Pendampingan Psikososial Terhadap Anak Yang Kehilangan Orang Tua

    Get PDF
    Kehilangan adalah sesuatu hal yang tidak pernah terlepas dari kehidupan setiap manusia. Pada umumnya setiap manusia pernah, sedang bahkan akan mengalami kehilangan, akan tetapi kehilangan karena kematian orang yang disayangi adalah kehilangan yang paling menyakitkan. Kehilangan orang tua karena kematian merupakan peristiwa yang paling menyedihkan dan menyakitkan sepanjang kehidupan seseorang terutama anak-anak dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa kehilangan lainnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pendampingan psikososial dalam pelayanan gereja, untuk mengetahui tekanan-tekanan psikososial yang dialami anak yang kehilangan orang tua, untuk menggambarkan bagaimana pendampingan psikososial terhadap anak yang kehilangan orang tua. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif – deskriptif dengan menggunakan penelitian lapangan sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian lapangan dilaksanakan dengan melakukan wawancara dan observasi kepada para pelayan gereja, dan warga jemaat. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa anak-anak yang kehilangan orang tua karena kematian mengalami tekanan-tekanan secara psikologis dan juga tekanan secara sosial. Untuk itu membutuhkan pendampingan psikososial dari pihak yang berkompeten seperti gereja, agar mampu mendapatkan keutuhan hidup kembali dan mampu berinteraksi baik dengan lingkungan sosialnya

    Islam di Kota Ambon pada Masa Kolonial: Perspektif Sejarah

    Get PDF
    The dynamic of development of Islam, either conceptually or institutionally, in Maluku should not be separated from the social history of Maluku society during colonial time of Westerners such as Portuguese and Dutch. This article attempts to reconstruct the dynamic of Islam especially in Ambon Island under colonization of the Dutch (VOC). The highly price of spices around sixteenth and seventeenth centuries had attracted many international traders coming to the spice island for trading spices (clove and nutmeg). Economic transaction and social interaction between local community of Ambon and foreign traders brought about significant social transformations mainly among indigenous people of Ambon, which was a trade center of spice at that time. Such social transformations escalated into political conflict between local community and Western colonizer (Dutch) who forced monopoly system of spice trading. Islam had been adhered by some local communities of Ambon at Leihitu Peninsula far before the Westerners was an important religion that conducted political-economic resistance and negotiated local identity facing colonial administration in Ambon at that time

    Menjadi Gereja Ramah Anak dalam Meningkatkan Spiritualitas dan Sosial Anak

    Get PDF
    Menjadi Gereja Ramah Anak merupakan tanggung jawab gereja dalam meningkatkan pertumbuhan spiritualitas dan sosial anak, dalam rangka mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus gereja. Gereja Ramah Anak adalah tindakan yang bertanggung jawab dan berpihak pada anak. Aspek fisik, mental, sosial dan spiritual anak harus dibimbing sesuai dengan tingkat pertumbuhan imannya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah gereja BNKP Nazalou sudah menjadi Gereja Ramah Anak, dan mendeskripsikan strategi yang dilakukan gereja untuk menjadi gereja ramah anak. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan metode kualitatif. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Gereja masih belum menjadi gereja yang ramah anak. Terlihat Gereja belum memenuhi indikator Gereja Ramah Anak. Ini disebabkan Gereja belum memahami tentang Gereja Ramah Anak. Selain itu, pelayan dalam gereja, lebih mengutamakan pelayanan kepada jemaat dewasa daripada pelayanan kepada anak.  Di akhir artikel, penulis menyarankan beberapa upaya untuk mewujudkan Gereja Ramah Anak, antara lain mensosialisasikan Gereja Ramah Anak, menyiapkan pelayan anak di gereja, memenuhi indikator gereja ramah anak

    Pelayanan dan Kepemimpinan Pendeta Perempuan BNKP

    Get PDF
    Pada masa sekarang ini kaum perempuan yang menjadi pemimpin sudah semakin meningkat di hampir semua aspek kehidupan manusia. Berdasarkan data yang ada di Kantor Sinode BNKP, pendeta perempuan di BNKP mengalami pertumbuhan dan perkembangan jumlah yang cukup signifikan, bahkan menduduki posisi sebagai pemimpin dalam beberapa lembaga di BNKP. Pada sisi lain masyarakat Nias menganut sistem Patriarkat dimana peran laki-laki selalu menjadi prioritas. Dalam sistem budaya patriarkat tentu pendeta perempuan mengalami berbagai tantangan baik dari dalam dirinya secara internal menyangkut kesiapan intelektual, emosional, dan mental maupun masalah di sekitar dirinya (eksternal), yaitu keberadaan majelis jemaat dan Satua Niha Keriso (Penatua) yang didominasi oleh kaum laki-laki. Di beberapa tempat masih ada jemaat yang menolak kepemimpinan perempuan karena masalah adat istiadat di masyarakat yang membatasi ruang gerak perempuan akibat sistem patriarkat yang dianut. Sehubungan dengan keadaan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana pendeta perempuan BNKP mengembangkan potensi kepemimpinannya dalam budaya patriarkat dengan melihat tantangan dan peluang yang ada baik dari budaya dan dari hakikat diri perempuan itu sendiri. Selain itu, akan dipaparkan juga tentang gaya kepemimpinan perempuan untuk menjawab tantangan BNKP saat ini. Dalam tulisan ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan data-data yang di rekam di lapangan akan diolah sedemikian rupa untuk kemudian dideskripsikan

    Peran Keluarga bagi Orang Usia Lanjut

    Get PDF
    Artikel ini berdiskusi tentang pergumulan para lansia dan dukungan keluarga bagi mereka Selain menjelaskan peran dan dukungan keluarga, penulis juga memaparkan bagaimana gereja dalam mengambil peran mendampingi para lansia. Penelitian dilaksanakan pada salah satu jemaat di wilayah pelayanan BNKP, yakni Jemaat Saewahili Resort 7. Menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas lansia masih terabaikan oleh kerabat atau anggota keluarga. Keluarga belum sepenuhnya memberi bantuan dan dukungan bagi usia lanjut. Karena itu, keluarga perlu menjadi lingkungan terbaik untuk memenuhi kebutuhan setiap lansia. Bagi lansia, keluarga adalah kelompok sosial yang paling penting di mana mereka biasanya terikat oleh ikatan emosional yang kuat dan saling bertukar manfaat. Hal yang utama dan penting adalah keluarga diharapkan untuk mendukung usia lanjut ketika mereka berada dalam situasi kehidupan yang buruk sekaligus menjadi penyedia perawatan bagi mereka. Di samping dukungan keluarga, gereja juga dapat mengambil peran dalam melayani para lansia. Ini dapat diwujudkan melalui ibadah khusus yang memberi kesempatan bagi mereka untuk berbagi pengalaman secara publik, saling mengunjungi di antara anggota lansia, melakukan kunjungan resmi, serta relokasi ibadah khusus

    Logika Keselamatan: Studi Eksegetis Roma 1:16-17

    Get PDF
    Injil adalah kemenangan Yesus melalui kematian dan kebangkitan-Nya sehingga membawa keselamatan bagi setiap orang percaya. Namun realitas, masih ada orang Kristen tidak menjadikan Injil sebagai keselamatan. Ada banyak konsep keselamatan yang muncul di tengah kehidupan orang Kristen. Konsep-konsep ini penulis sebut sebagai kepelbagaian pemahaman akan keselamatan. Penyebabnya adalah kesalahpahaman jemaat terhadap ajaran yang berbeda, serta pengaruh yang menekankan pentingnya usaha untuk mencapai segala sesuatu. Kurangnya pemahaman jemaat akan makna Injil sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan, mendorong orang Kristen mendasarkan keselamatannya pada logika pembenaran menurut pemahaman masing-masing. Keselamatan tidak dipahami sebagai anugerah (sola gracia) dan dianggap tidak logis jika tanpa usaha manusia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Injil sebagai keselamatan dapat dipahami secara logis, sehingga orang Kristen tidak lagi mendasarkan keselamatannya pada pemahamannya sendiri. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan dan biblika. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa kematian dan kebangkitan Yesus (Injil) menjadi kekuatan Allah yang memberi keselamatan. Melalui Injil setiap manusia dapat memperoleh keselamatan. Injil adalah suatu bentuk anugerah yang direspons dengan Iman. Serta melalui Injil Allah dipermuliakan dalam ciptaan-Nya. Karena itu, penting untuk menjelaskan Injil sebagai keselamatan melalui konsep hilasterion agar Injil sebagai keselamatan dapat dipahami secara logis

    53

    full texts

    63

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sundermann
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇