Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
Not a member yet
    124 research outputs found

    Aktivitas dan Kreativitas Siswa pada Penerapan Metode Tasmuco (Talking Stick Music With Combination) dengan Pendekatan Open-ended

    No full text
    This study aims to describe student learning activities and creativity in the application of the TASMUCO learning method (talking stick music with combination) with an open-ended approach. The research approach used in this study is a quantitative and qualitative approach with a description type. The research subjects were 28 students at MTs Yasim Nata. The data generated by using a questionnaire with a Likert scale type. This can be seen from the results of the analysis of student activity data, which obtained an average score of 3.41 with a good category. As for the results of the data analysis of student creativity, the overall average value of all indicators obtained an average of 3.21 with a good category. This shows that the application of the TASMUCO learning method (talking stick music with combination) with an open ended has a positive impact on student learning activities and creativity. So it is recommended for educators to use innovative methods in learning such as TASMUCO (talking stick music with combination) with an open-ended approach.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas dan kreativitas belajar siswa pada penerapan metode pembelajaran TASMUCO (talking stick music with combination) dengan pendekatan open-ended. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan jenis deskripsi. Sanjek penelitian sebanyak 28 siswa di MTs Yasim Nata. Data yang dihasilkan dengan menggunakan angket dengan jenis skala likert. Hal ini yang terlihat dari hasil analisis data aktivitas siswa memperoleh nilai rata-rata 3,41 dengan kategori baik. Sedangkan untuk hasil analisis data kreativitas siswa memperoleh nilai rata-rata keseluruhan dari semua indikator memperoleh rata-rata 3,21 dengan kategori baik. Hal ini menunjukan bahwa penerapan motode pembelajaran TASMUCO (talking stick music with combination) dengan open ended memberikan dampak positif pada aktivitas dan kreativitas belajar siswa. Sehingga disarankan kepada pendidik untuk memanfaatkan metode yang inovatif dalam pembelajaran seperti TASMUCO (talking stick music with combination) dengan open-ended

    Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Ditinjau dari Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 di SMP IT An-Nisa Dompu

    No full text
    This study aims to determine the extent of the principal's role as a learning role at SMP IT An-Nisa Dompu, and to determine the extent of the implementation of Permendiknas No. 28 of 2010 concerning the role of school principals and their position in organizing educational units in schools. The type of research used is a qualitative research method, which is carried out by collecting data in the form of numbers, the data in the form of numbers are then processed and analyzed to obtain scientific information behind these numbers. As a school principal, he must have a leadership spirit and be able to provide guidance and supervision, increase the willingness of educational staff, open two-way communication, and delegate tasks. conducive school organization that fosters the spirit of educators and students. With the leadership of the principal, the principal is expected to be able to provide encouragement and contribute to progress that can inspire the process of achieving its goals. Managerial ability is closely related to how the implementation of management functions or management processes, namely planning, organizing, implementing, controlling, and evaluating related to the role of learning leadersPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejaumana peran kepala sekolah sebagai peran pembelajaran di SMP IT An-Nisa Dompu, serta untuk mengetahui sejauhmana implementasi PERMENDIKNAS No 28 Tahun 2010 tentang peran kepala sekolah dan kedudukan dalam penyelengara satuan pendidikan di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kulitatif, yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka, data yang berupa angka tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi ilmiah di balik angka-angka tersebut. Sebagai seorang kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu memberikan petunjuk dan pengawasan, meningkatkan kemauan tenaga kependidikan, membuka komunikasi dua arah, dan mendelegasikan tugasUntuk itu kepala sekolah bertangung jawab melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan baik yang berhubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan maupun dalam menciptakan iklim dalam organisasi sekolah kondusif yang menumbuhkan semangat tenaga pendidik maupun perserta didik. Dengan kepemimpinan kepala sekolah inilah, kepala sekolah diharapkan mampu memberikan dorongan dan kontribusi untuk kemajuan yang dapat memebrikan inspirasi dalam proses pencapaian tujuannya. Pada dasarnya kemampuan manajerial sangat terkait dengan bagaimana penerapan fungsi-fungsi manajemen atau proses manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengontrolan, dan evaluasi yang berkaitan dengan peran dalam pemimpin pembelajara

    Peran Budaya Pondok Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri

    No full text
    The purpose of this study was to determine the role of Islamic boarding school culture in shaping the character of students and to find out what factors were the supporters and obstacles in shaping the character of students. This research was made using a qualitative approach with a descriptive qualitative research type. The informants in this study were the administrator, the head of the madrasa, ustadzah/ustadz, and several students of the Al-Kautsar Islamic boarding school. In collecting research data using observation, interviews, and documentation techniques which are then analyzed by presenting data, data reduction, and drawing conclusions that will be the results of the research, to test the validity of a research data using triangulation techniques. This research was conducted at the Al-Kautsar Ranggo Islamic Boarding School, Pajo District, Dompu Regency, West Nusa Tenggara Province. From the results of the study, it was found that the role played by the Al-Kautsar Islamic Boarding School in shaping the character of the students was the existence of a deep sense of sincerity that the ustadz/ustadz had in providing subject matter, the placement of teaching staff depended on the competencies possessed, and with good cooperation between educators. and administrators in every activity. Supporting factors in the application of students are the support from the community around the Al-Kautsar Islamic boarding school, the presence of experienced ustadz/ustadz, the strong will of students to study religious knowledge, the values ​​of togetherness between the clerics, administrators, and students, and a sufficient number of teachers or mentors will be able to replace the presence of parents while at the boarding school because they act as models and as therapists. While the inhibiting factor in shaping the character of students is the pattern of student behavior which is sometimes difficult to regulate, the lack of ukhwah Islamiyah.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peran budaya pondok pesantren dalam membentuk karakter santri dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter santri. Penelitian ini dibuat dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah Pengurus, kepala madrasah, ustadzah/ustadz dan beberapa santri pondok pesantren Al-Kautsar. Dalam mengumpulkan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan cara menyajikan data, reduksi data, dan menarik kesimpulan yang akan menjadi hasil dari penelitian, untuk menguji keabsahan suatu data penelitian dengan menggunakan teknik triangulasi. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Kautsar Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa Peran yang dilakukan pondok pesantren Al-Kautsar dalam membentuk karakter santri adalah adanya rasa ikhlas yang mendalam yang dimiliki ustadzah/ustadz dalam memberikan materi pelajaran, penempatan tenaga pengajar bergantung pada kompetensi yang dimiliki, serta dengan adanya kerjasama yang baik antara pendidik dan pengurus dalam setiap kegiatan.. Faktor yang mendukung dalam penerapan santri yaitu adanya dukungan dari masyarakat sekitar pondok pesantren Al-Kautsar, adanya ustadzah/ustadz yang berpengalaman, adanya kemauan yang kuat dari santri untuk mempelajari ilmu agama, adanya nilai nilai kebersamaan antara kiyai, pengurus, dan santri, dan jumlah pengajar atau pembimbing yang cukup akan bisa menggantikan keberadaan orang tua selama di pondok pesantren karena mereka berperan sebagai model dan sebagai terapis. Sedangkan faktor penghambat dalam membentuk karakter santri adalah pola perilaku santri yang terkadang sulit untuk diatur, kurang terjalinya ukhwah Islamiyah

    Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar IPS melalui Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Group Investigation

    No full text
    This study aims to determine the extent to which Efforts to Increase Participation and Learning Outcomes in Social Studies Learning through Cooperative Learning Approach Group Study Model (Group Investigation) in Class IX-3 Students of SMP Negeri 1 Taliwang. This research is a classroom action research conducted in two cycles, each cycle has two meetings and an assessment is carried out at the end of each cycle to determine whether there is an increase in student participation in social studies learning and social studies material mastery. The action given is in the form of a group study model as an effort to improve social studies learning and increase participation and social studies learning outcomes, the research was carried out on Class IX-3 students of SMP Negeri 1 Taliwang. The results of data analysis show that learning the group study model can increase student activity. Students dare to ask questions, communicate, answer questions from teachers, friends, or other groups and dare to defend their opinions when discussing. The increase in participation and social studies learning outcomes can be seen from the acquisition of student scores before the action was given, which was an average of 71.25, to 77.14 in the first cycle. The achievement of material mastery before the action was taken was 13 students (46.43%), increased to 20 students (71.42%) in cycle I. In cycle II the average value increased to 84.71 and students who had achieved completeness 28 students (85.71%) in the final test of the cycle the average score of students became 80.93 The Group Study learning model was able to increase student learning participation in class IX- 3 at SMP Negeri 1 Taliwang because learning with the Group Study model can create an active, innovative, creative and fun learning atmospherePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana Upaya Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar dalam Pembelajaran IPS melalui Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Model Kajian Kelompok (Group Investigation) pada Siswa Kelas IX-3 SMP Negeri 1 Taliwang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dua kali pertemuan dan setiap akhir siklus dilakukan penilaian untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS dan penguasaan materi IPS. Tindakan yang diberikan berupa model kajian kelompok sebagai upaya memperbaiki pembelajaran IPS dan meningkatkan partisipasi dan hasil belajar IPS, penelitian dilakukan pada Siswa Kelas IX-3 SMP Negeri 1 Taliwang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pembelajaran model kajian kelompok dapat meningkatkan aktivitas siswa. Siswa memiliki keberanian untuk bertanya, berkomunikasi, menjawab pertanyaan guru, teman atau kelompok lain dan berani mempertahankan pendapat ketika berdiskusi. Meningkatnya partisipasi dan hasil belajar IPS dapat dilihat dari perolehan nilai siswa sebelum diberikan tindakan, yakni rata-rata 71.25, menjadi 77.14 pada siklus I. Pencapaian ketuntasan materi sebelum dilakukan tindakan sebanyak 13 siswa (46.43%), meningkat menjadi 20 siswa (71.42%) pada siklus I. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 84.71 dan siswa yang telah mencapai ketuntasan 28 siswa (85.71%) pada tes akhir siklus rata-rata nilai siswa menjadi 80.93 Model pembelajaran Kajian Kelompok mampu meningkatkan partisipasi belajar siswa di kelas IX-3 pada SMP Negeri 1 Taliwang, karena pembelajaran dengan model Kajian Kelompok dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan

    Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal dalam Membentuk Karakter Peserta Didik

    No full text
    This study aims to determine what kind of curriculum is based on local wisdom in shaping the character of students. This study uses an approach with data collection techniques in the form of literature studies. The data used by the author comes from the literature that is relevant to the problem. The data that has been obtained from the literature study are then selected according to the need to solve the existing problems, while the data analysis in this scientific paper is carried out descriptively. From the results of the study, it was found that the values ​​of local wisdom require a strategic function for the formation of national character and identity. A curriculum based on local wisdom that cares about it will lead to the emergence of an independent attitude, full of initiative, polite and creative. Building the character of students in schools through a local wisdom-based curriculum that contains values ​​that are relevant and useful for education. A curriculum based on local wisdom can be done by revitalizing local culture.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa kurikulum berbasis kearifan local dalam membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya berupa studi literatur. Data yang digunakan penulis bersumber dari literatur yang relevan dengan kasus permasalahan. Data yang telah diperoleh dari studi literatur kemudian dipilih sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, sedangkan analisis data dalam karya tulis ilmiah ini dilakukan secara deskriptif. dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai-nilai kearifan lokal meniscayakan fungsi yang strategis bagi pembentukan karakter dan identitas bangsa. Kurikulum berbasis kearifan lokal yang menaruh peduli terhadapnya akan bermuara pada munculnya sikap yang mandiri, penuh inisiatif, santun dan kreatif. Membangun karakter peserta didik di sekolah melalui kurikulum berbasis kearifan lokal mengandung nilai-nilai yang relevan dan berguna bagi pendidikan. Kurikulum berbasis kearifan local dapat dilakukan dengan merevitalisasi budaya lokal

    Implementasi Metode Mind Mapping Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi

    No full text
    Learning is a purposeful and controlled effort so that other people learn or there are relatively permanent changes in other people. The aims of this study are: 1) Describe the geography learning plan through the use of Mind Mapping techniques. 2) Assessing the implementation of Geography learning through the use of Mind Mapping. 3) Knowing the increase in student learning outcomes in the subject of Geography by using Mind Mapping. In this research, the approach used is qualitative research in the form of classroom action. Classroom action research (CAR) is different from ordinary research because this research has special characteristics, namely, it has cycles that begin with planning, then action, observation (as well as assessment) to reflection, this research was carried out in class X at SMAN 1 Lambu Bima District. The process of assessing learning achievement in learning using mind mapping in improving the learning achievement of class XA students in Geography lessons at SMAN 1 Lambu there is a significant change in learning outcomes, this is marked by an increase in student achievement in each cycle, namely cycle I the average value average (60.5%) the second the cycle the average value (72.6%), and the third cycle the average value (84.3%).Pembelajaran adalah suatu usaha  yang  disengaja bertujuan dan terkendali  agar  orang  lain  belajar atau terjadi perubahan yang  relatif  menetap pada diri  orang  lain. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Geografi melalui penggunaan teknik Mind Mapping. 2) Mengkaji pelaksanaan pembelajaran Geografi melalui penggunaan Mind Mapping. 3) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi dengan mengunakan Mind Mapping. Dalam penelitian kali ini pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang berbentuk tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas (PTK) berbeda dengan penelitian biasa, karena penelitian ini memiliki ciri-ciri khusus yakni memiliki siklus-siklus yang diawali dengan perencanaan, kemudian tindakan, observasi (sekaligus penilaian) hingga refleksi, penelitian ini dilaksanakan pada kelas X di SMAN 1 Lambu Kabupaten Bima. Proses Penilaian prestasi belajar dalam pembelajaran dengan menggunakan mind mapping dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X-A pada pelajaran Geografi di SMAN 1 Lambu terjadi perubahan yang siknifikan terhadap hasil pembelajaran, hal ini ditandai dengan peningkatan prestasi belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I niali rata-rata (60.5 %) siklus II nilai rata-rata ( 72.6% ), dan siklus III nilai rata-rata (84.3%)

    Pengembangan Teks Anekdot Berbasis Kearifan Lokal sebagai Alternatif Materi Ajar Kelas X SMAN Sekongkang

    No full text
    This study aims to describe the development of anecdotal texts based on local wisdom as alternative teaching material for class X SMAN 1 Sekongkang. This study uses descriptive qualitative, the type of data for this study was taken from two types of data sources, namely from the Indonesian Book of Self-Expression and Academic Class X Curriculum 2013 and from outside the Indonesian language textbook, while the data was obtained using the documentation method. Based on the results of the study, it can be concluded that it was found that the anecdotal texts contained in the Indonesian self-expression and academic books of class X had two aspects that were lacking, namely the structure and content of local wisdom. just the text. Aspects of local wisdom are easily found in the three sources of anecdotal texts that are sampled. The development of local wisdom-based texts for anecdotal text teaching materials is one part of educational innovation. These local wisdom values ​​are content that can be inserted into teaching material. In developing teaching material, especially a narrative text such as an anecdote text, the content of local wisdom can be embedded in various elements in the text. Anecdotal text teaching materials based on local wisdom try to provide something new to the way of delivering local wisdom values ​​that are present in every student's life. Because when we talk about local wisdom, we are also talking about the culture that comes from the community.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan teks anekdot berbasis kearifan lokal sebagai alternatif materi ajar kelas X SMAN 1 Sekongkang. penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, jenis data untuk penelitian ini diambil dari dua jenis sumber data yaitu dari Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X Kurikulum 2013 dan dari luar buku teks Bahasa Indonesia sedangkan data diperoleh menggunakan metode dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ditemukan teks anekdot yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia ekspresi diri dan akademik kelas X memiliki dua aspek yang kurang, yaitu struktur dan muatan kearifan lokalnya, profil anekdot yang berasal dari luar buku teks menunjukkan bahwa kekuarangan teks berasal dari struktur teksnya saja. Aspek kearifan lokal mudah ditemui pada ketiga sumber teks anekdot yang dijadikan sampel. Pengembangan teks berbasis kearifan lokal untuk bahan ajar teks anekdot merupakan salah satu bagian dari inovasi pendidikan. Nilai-nilai kearifan lokal ini merupakan muatan yang dapat disisipkan dalam sebuah bahan ajar. Dalam mengembangkan sebuah bahan ajar, utamanya sebuah teks narasi seperti teks anekdot, muatan kearifan lokal dapat disisipkan pada berbagai unsur yang ada di dalam teks tersebut. Bahan ajar teks anekdot berbasis kearifan lokal berusaha memberikan sesuatu yang baru terhadap cara penyampaian nilai kearifan lokal yang sebenarnya hadir di setiap kehidupan siswa. Karena ketika kita berbicara mengenai kearifan lokal, maka kita juga membicarakan kebudayaan yang berasal dari masyaraka

    Peningkatan Hasil Belajar IPA dengan Media Belajar Midi Webcam pada Sekolah Menengah Pertama

    No full text
    The purpose of this study is to improve IPA learning outcomes in students with Midi Webcam learning media that have the characteristics of providing stimulus or stimulation, hypothesis submission, data collection, and presentation. Class Action Research is carried out in two cycles and each cycle consists of action planning, action execution, observation, and reflection. The subjects in this study were 26 students of class VII-1 SMP Negeri 1 Taliwang with teaching materials of The Organization of Life System. Research instruments in the form of teacher observation sheets, student observation sheets, and evaluation tests were used in this study to collect data. Research results data are analyzed descriptively to determine the implementation of learning and improvement of student learning outcomes. The results showed improvements in students' learning outcomes after being given action on each implementation cycle in the study. Based on the results of research it can be concluded that learning with Midi Webcam media can improve student learning outcomes.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa dengan media belajar Midi Webcam yang mempunyai ciri memberikan stimulus atau rangsangan, pengajuan hipotesis, pengumpulan data, dan presentasi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dan masing masing siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 26 siswa kelas VII-1 SMP Negeri 1 Taliwang dengan materi ajar materi Sistem Organisasi Kehidupan. Instrumen penelitian berupa lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes evaluasi digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data,. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif untuk menentukan keterlaksanaan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi tindakan pada setiap siklus pelaksanaan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan media Midi Webcam dapat meningkatkan Hasil belajar siswa

    Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa Dalam Memahami Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel

    No full text
    The purpose of this study was to analyze the mathematical representation ability of eighth grade students of SMP Negeri 02 Woja in understanding the material for the Two-variable Linear Equation System. The method used in this research is descriptive method. The descriptive method uses descriptive statistics to process the data obtained from the research results. In addition, the researchers conducted interviews with mathematics teachers who directly taught class VIII students in order to strengthen the data obtained in addition to tests. The findings of this study are as follows: The overall mathematical representation ability of students has an average score of 59.87; The ability of mathematical representation on the pictorial representation has an average of 50.98. The ability of mathematical representation on the symbol representation indicator  has an average of 65.66. Mathematical representation ability on verbal representation indicators has an average of 62.45.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 02 Woja dalam memahami materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Pada metode deskriptif menggunakan statistika desrkriptif untuk mengolah data yang diperoleh dari hasil penelitian. Selain itu, peneliti melakukan wawancara kepada guru  matematika yang mengajar langsung siswa-siswa kelas VIII guna memperkuat data-data yang diperoleh selain tes. Temuan penelitian ini adalah sebagai berikut: Kemampuan representasi matematis siswa secara keseluruhan memiliki nilai rata-rata sebesar 59,87; Kemampuan representasi matematis pada indikator representasi gambar (pictorial representation) memiliki rata-rata sebesar 50,98. Kemampuan representasi matematis pada indikator representasi symbol (symbolic representation) memiliki rata-rata sebesar 65,66. Kemampuan representasi matematis pada indikator representasi verbal (verbal representation) memiliki rata-rata sebesar 62,45

    Peningkatan Kinerja Guru dalam Melaksanakan Penilaian Berbasis Kelas melalui Penerapan Supervisi Akademik upaya Peningkatan Capaian Mutu Sekolah di SDN Tambak Sari

    No full text
    Tujuan dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru melaksanakan penilaian berbasis kelas. Dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan dalam 3 siklus dengan tiap tahapnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 1). Pembinaan kepala sekolah sebagai upaya meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas  melalui supervisi akademik menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putaran  (Siklus). 2). Aktivitas dalam kegiatan pembinaan  menunjukan bahwa seluruh guru dapat meningkatkan kinerjanya  dengan baik dalam setiap aspek. 3). Peningkatan mutu  sekolah oleh kepala sekolah melalui melalui supervisi akademik  ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. 4). Aktivitas guru menunjukan bahwa kegiatan pembinaan supervisi akademik bermanfaat dan dapat membantu guru  untuk lebih mudah memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga peningkatan capaian mutu sekolah dapat berjalan baik, dan dengan demikian peningkatan capaian mutu sekolah dapat ditingkatkanTujuan dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru melaksanakan penilaian berbasis kelas. Dalam penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilakukan dalam 3 siklus dengan tiap tahapnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa 1). Pembinaan kepala sekolah sebagai upaya meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan penilaian berbasis kelas  melalui supervisi akademik menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putaran  (Siklus). 2). Aktivitas dalam kegiatan pembinaan  menunjukan bahwa seluruh guru dapat meningkatkan kinerjanya  dengan baik dalam setiap aspek. 3). Peningkatan mutu  sekolah oleh kepala sekolah melalui melalui supervisi akademik  ini menunjukan peningkatan pada tiap-tiap putarannya. 4). Aktivitas guru menunjukan bahwa kegiatan pembinaan supervisi akademik bermanfaat dan dapat membantu guru  untuk lebih mudah memahami konsep peran dan fungsi guru sehingga peningkatan capaian mutu sekolah dapat berjalan baik, dan dengan demikian peningkatan capaian mutu sekolah dapat ditingkatka

    7

    full texts

    124

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇