Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
Not a member yet
    124 research outputs found

    Pembinaan 8 Standar Pendidikan SD dengan Menggunakan Metode Sasambo dalam Mempersiapkan Akreditasi Sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2018

    No full text
    Latar belakang adanya kebijakan akreditasi sekolah di Indonesia adalah bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, maka setiap satuan pendidikan harus memenuhi atau melampaui standar yang dilakukan melalui kegiatan akreditasi terhadap kelayakan setiap satuan pendidikan. Secara konsep, tujuan diselenggarakannya akredirasi sekolah/madrasah ialah: (1) memberikan informasi tentang kelayakan tentang sekolah/madrasah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan; (2) memberikan pengakuan peringkat kelayakan; (3) memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidika kepada satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait (BAN-S/M,2019:6). Istilah Sasambo untuk singkatan dari Seratus Sembilan Belas Map Bukti Otentik. Sejumlah map yang disiapkan oleh sekolah sebagai tempat menyimpan dokumen bukti administrati 119 indikator penilaian dalam akreditasi sekolah sesuai Permendikbud No 002/H/AK/2017. Pembinaan sekolah dengan menggunakan Metode Sasambo sangat efektif dalam pembinaan delapan standar pendidkan untuk menghadapi akreditasi sekolah. Metode ini selain menertibkan administrasi sekolah juga bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut: 1)Metode sasambo memudahkan kepala sekolah dalam mendelegasikan tugas administrasi kepada guru dan stap kependidikan; 2)Tercipta suasana gotong royong dan kerja sama diantara warga sekolah. 3)Semua guru dan stap kependidikan akan memiliki pengalaman yang sama dalam hal administrasi pendidikan yang berhubungan dengan 8 standar. 4)Mempermudah tim penilai akreditasi sekolah dalam memperoleh data tentang kwalitas sekolah secara otentik. 5) Mempercepat waktu penilaian karena semua data sudah tersediaLatar belakang adanya kebijakan akreditasi sekolah di Indonesia adalah bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang bermutu. Untuk dapat menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, maka setiap satuan pendidikan harus memenuhi atau melampaui standar yang dilakukan melalui kegiatan akreditasi terhadap kelayakan setiap satuan pendidikan. Secara konsep, tujuan diselenggarakannya akredirasi sekolah/madrasah ialah: (1) memberikan informasi tentang kelayakan tentang sekolah/madrasah berdasarkan Standar Nasional Pendidikan; (2) memberikan pengakuan peringkat kelayakan; (3) memberikan rekomendasi tentang penjaminan mutu pendidika kepada satuan pendidikan yang diakreditasi dan pihak terkait (BAN-S/M,2019:6). Istilah Sasambo untuk singkatan dari Seratus Sembilan Belas Map Bukti Otentik. Sejumlah map yang disiapkan oleh sekolah sebagai tempat menyimpan dokumen bukti administrati 119 indikator penilaian dalam akreditasi sekolah sesuai Permendikbud No 002/H/AK/2017. Pembinaan sekolah dengan menggunakan Metode Sasambo sangat efektif dalam pembinaan delapan standar pendidkan untuk menghadapi akreditasi sekolah. Metode ini selain menertibkan administrasi sekolah juga bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut: 1)Metode sasambo memudahkan kepala sekolah dalam mendelegasikan tugas administrasi kepada guru dan stap kependidikan; 2)Tercipta suasana gotong royong dan kerja sama diantara warga sekolah. 3)Semua guru dan stap kependidikan akan memiliki pengalaman yang sama dalam hal administrasi pendidikan yang berhubungan dengan 8 standar. 4)Mempermudah tim penilai akreditasi sekolah dalam memperoleh data tentang kwalitas sekolah secara otentik. 5) Mempercepat waktu penilaian karena semua data sudah tersedi

    Analisis Kepemimpinan Manajerial Kepala Sekolah Terkait Peningkatan Budaya Prestasi Sekolah di MTs. Kota Bima

    No full text
    Peran Kepala sekolah sebagai manajer mempunyai posisi penting dalam meningkatkan kualitas sekolah. atas dasar itu, penelitian difokuskan pada kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi di sekolah.  penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang dilakukan di MTSN I Kota Bima dan MTS Muhammadiyah Kota Bima. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, wakil kepala sekolah, siswa, kementerian agama dan komite; (2) observasi untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan sekolah, pada saat kepala sekolah melakukan rapat dan melakukan pembinaan terhadap guru-guru, dan observasi terhadap kegiatan siswah; dan (3) dokumentasi dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan di padukan dengan snowball sampling. data yang terkumpul  di sekolah di analisis melalui tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan, dan untuk mengecek Kebenaran data di analisis dengan  mengunakan  triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian sbb: (1) terdapat perbedaan kepemimpinan kedua sekolah sehingga memiliki budaya prestasi yang berbeda; (2) bentuk pembinaan siswa yang dilakukan oleh kedua sekolah berbeda, MTSN I melakukan pembinaan kepada siswa tidak hanya saat mengikuti lomba saja tetapi diadakan setiap minggunya, namun. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di MTS Muhammadiyah Kota Bima. Sehingga menyebabkan prestasi kedua sekolah tersebut berbedaPeran Kepala sekolah sebagai manajer mempunyai posisi penting dalam meningkatkan kualitas sekolah. atas dasar itu, penelitian difokuskan pada kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi di sekolah.  penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yang dilakukan di MTSN I Kota Bima dan MTS Muhammadiyah Kota Bima. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi: (1) wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, wakil kepala sekolah, siswa, kementerian agama dan komite; (2) observasi untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan sekolah, pada saat kepala sekolah melakukan rapat dan melakukan pembinaan terhadap guru-guru, dan observasi terhadap kegiatan siswah; dan (3) dokumentasi dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan di padukan dengan snowball sampling. data yang terkumpul  di sekolah di analisis melalui tahap reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan, dan untuk mengecek Kebenaran data di analisis dengan  mengunakan  triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian sbb: (1) terdapat perbedaan kepemimpinan kedua sekolah sehingga memiliki budaya prestasi yang berbeda; (2) bentuk pembinaan siswa yang dilakukan oleh kedua sekolah berbeda, MTSN I melakukan pembinaan kepada siswa tidak hanya saat mengikuti lomba saja tetapi diadakan setiap minggunya, namun. Hal tersebut berbanding terbalik dengan yang terjadi di MTS Muhammadiyah Kota Bima. Sehingga menyebabkan prestasi kedua sekolah tersebut berbed

    Penguatan Proses Kognitif Melalui Pendekatan Student Centered Learning (SCL) Pada Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam

    No full text
    Penguatan proses kognitif melalui Pendekatan Student Centered Learning (SCL) pada Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam merupakan kegiatan tindak lanjut atas keadaan mengenai kemampuan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memahami Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam masih rendah. Keadaan ini ditengarai akibat mahasiswa belum menguasai kemampuan prasyarat, prosedural, dan kemampuan kognitif yang diperlukan dalam merencanakan dan mengembangkan tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Penerapan Student Centered Learning (SCL) diharapkan dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat memberi penguatan proses kognitif bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan ilmiah secara maksimal dalam merencanakan dan mengembangkan tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil instruksional menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah sebagai bagian SCL pada Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: a) Teknik instruksional SCL khususnya pembelajaran berbasis masalah dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar dengan melibatkan berbagai atribut yang dapat menguatkan proses kognitif; b) Atribut-atribut softs skills mahasiswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut SCL yang diintegrasikan dalam proses kognitif mahasiswa pada kegiatan perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar adalah: berfikir kritis dan analitis; kerjasama, diskusi, kemampuan dokumentasi, presentasi, merupakan penekanan dari pemecahan masalah; c) Implementasi SCL dalam kegiatan perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar berdampak pada penguatan proses kognitif mahasiswa dalam perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar; dan d) Implementasi SCL dalam perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar cukup efisien digunakan, karena mahasiswa mampu mengembangan kemampuan proses kognitif sebagai bagian pengetahuan metakognitf yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran bermaknaPenguatan proses kognitif melalui Pendekatan Student Centered Learning (SCL) pada Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam merupakan kegiatan tindak lanjut atas keadaan mengenai kemampuan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memahami Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam masih rendah. Keadaan ini ditengarai akibat mahasiswa belum menguasai kemampuan prasyarat, prosedural, dan kemampuan kognitif yang diperlukan dalam merencanakan dan mengembangkan tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Penerapan Student Centered Learning (SCL) diharapkan dapat menjadi pendekatan pembelajaran yang inovatif yang dapat memberi penguatan proses kognitif bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan ilmiah secara maksimal dalam merencanakan dan mengembangkan tes hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil instruksional menggunakan Pembelajaran Berbasis Masalah sebagai bagian SCL pada Materi Perencanaan dan Pengembangan Tes Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: a) Teknik instruksional SCL khususnya pembelajaran berbasis masalah dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar dengan melibatkan berbagai atribut yang dapat menguatkan proses kognitif; b) Atribut-atribut softs skills mahasiswa yang bersesuaian dengan atribut-atribut SCL yang diintegrasikan dalam proses kognitif mahasiswa pada kegiatan perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar adalah: berfikir kritis dan analitis; kerjasama, diskusi, kemampuan dokumentasi, presentasi, merupakan penekanan dari pemecahan masalah; c) Implementasi SCL dalam kegiatan perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar berdampak pada penguatan proses kognitif mahasiswa dalam perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar; dan d) Implementasi SCL dalam perencanaan dan pengembangan tes hasil belajar cukup efisien digunakan, karena mahasiswa mampu mengembangan kemampuan proses kognitif sebagai bagian pengetahuan metakognitf yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran bermakn

    Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pengaruhnya terhadap Kompetensi Guru Bidang Studi Kewarganegaraan pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu Tahun Pelajaran 2018-2019

    No full text
    Dalam proses belajar terdapat dua faktor utama, yakni guru dan siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan ini akan berpengaruh terhadap penerapan teori dan prinsip-prinsip belajar dalam pelaksanaan program belajar mengajar. Belajar mengajar merupakan suatu proses yang terpadu dalam suatu kegiatan manakala interaksi guru-siswa, siswa dengan siswa pada saat pengajaran itu berlangsung. Mengingat kedudukan siswa sebagai subyek yang menerima pelajaran (sasaran didik) dan sekaligus sebagai obyek dalam pengajaran, maka inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar siswa dalam suatu tujuan pengajaran. Proses belajar mengajar sebagai sistem instruksional mengandung berbagai unsur/komponen yang satu sama lainnya saling terkait dan saling mendukung. Bertolak dari latarbelakang masalah di atas, maka ada beberapa rumusan masalah kemudian sebagai pangkal pembahasan ini adalah: 1). Apakah ada pengaruh manajemen sumber daya manusia dan pengaruhnya terhadap kompetensi guru bidang studi Kewarganegaraan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten DompuTahun Pelajaran 2018-2019?, 2). Bagaimanakah kompetensi guru bidang studi Kewarganegaraan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu terhadap manajemen sumber daya manusia. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini Peneliti menggunakan beberapa metode sebagai berikut: (1) Tehnik Angket/Kuesioner, (2) Tehnik Observasi atau Pengamatan, dan (3) Tehnik Dokumentasi. Satuan pelajaran  atau persiapan mengajar mempunyai pengaruh yang positif  yang terhadap hasil belajar yang dicapai siswa,  hal ini sesuai dengan hasil perhitungan yang menunjukan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yakni sebesar (4,038>2,04). Maka dengan demikian hipotesis alternatif yang diajukan diterima artinya Ada pengaruh positif yang signifikan antara penggunaan program satuan pelajaran terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Kewarganegaraan di SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat.Dalam proses belajar terdapat dua faktor utama, yakni guru dan siswa dengan latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan ini akan berpengaruh terhadap penerapan teori dan prinsip-prinsip belajar dalam pelaksanaan program belajar mengajar. Belajar mengajar merupakan suatu proses yang terpadu dalam suatu kegiatan manakala interaksi guru-siswa, siswa dengan siswa pada saat pengajaran itu berlangsung. Mengingat kedudukan siswa sebagai subyek yang menerima pelajaran (sasaran didik) dan sekaligus sebagai obyek dalam pengajaran, maka inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar siswa dalam suatu tujuan pengajaran. Proses belajar mengajar sebagai sistem instruksional mengandung berbagai unsur/komponen yang satu sama lainnya saling terkait dan saling mendukung. Bertolak dari latarbelakang masalah di atas, maka ada beberapa rumusan masalah kemudian sebagai pangkal pembahasan ini adalah: 1). Apakah ada pengaruh manajemen sumber daya manusia dan pengaruhnya terhadap kompetensi guru bidang studi Kewarganegaraan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten DompuTahun Pelajaran 2018-2019?, 2). Bagaimanakah kompetensi guru bidang studi Kewarganegaraan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu terhadap manajemen sumber daya manusia. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini Peneliti menggunakan beberapa metode sebagai berikut: (1) Tehnik Angket/Kuesioner, (2) Tehnik Observasi atau Pengamatan, dan (3) Tehnik Dokumentasi. Satuan pelajaran  atau persiapan mengajar mempunyai pengaruh yang positif  yang terhadap hasil belajar yang dicapai siswa,  hal ini sesuai dengan hasil perhitungan yang menunjukan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel yakni sebesar (4,038>2,04). Maka dengan demikian hipotesis alternatif yang diajukan diterima artinya Ada pengaruh positif yang signifikan antara penggunaan program satuan pelajaran terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Kewarganegaraan di SMP Negeri 1 Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat

    7

    full texts

    124

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇