Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
Not a member yet
124 research outputs found
Sort by
Perspektif Siswa MTs Yasim Nata Pada Penerapan Blended Learning di Masa Pandemi Covid-19
This study aims to describe the perspective of MTs Yasim Nata students on the application of blended learning during the covid-19 pandemic. The approach used is qualitative and quantitative with a descriptive type. The subject of this research is one teacher and 27 students at MTs Yasim Nata. Data collection techniques in this study are through interviews and the distribution of questionnaires or questionnaires. The results showed that the use of the blended learning method was measured using 5 aspects, namely: 1) Aspects of student learning motivation using Blended Learning obtained the highest average score of 4.2 with the alternative answers strongly agreeing; 2) Aspects of student learning activities using Blended learning get an average value of 4.2 with the alternative answers agree; 3) Aspects of a conducive learning process using Blended Learning have alternative answers that strongly agree with the acquisition of 3.5 as the average value; 4) Aspects of mastery of the material by students using Blended learning obtained an average value of 4.5 with alternative answers strongly agree; 5) Aspects of student learning outcomes using Blended Learning have an average value of 3 where students choose alternative answers that strongly agree.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perspektif siswa MTs Yasim Nata pada penerapan blended learning di masa pandemic covid-19. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu satu guru dan siswa berjumlah 27 siswa MTs Yasim Nata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawacara dan penyebaran angket atau kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada penggunaan metode blended learning diukur dengan menggunakan 5 aspek yaitu : 1) Aspek motivasi belajar siswa dengan menggunakan Blended Learning memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,2 dengan alternatif jawaban sangat setuju; 2) Aspek aktivitas belajar siswa dengan menggunakan Blended learning memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,2 dengan alternatif jawaban setuju; 3) Aspek proses pembelajaran yang kondusif dengan menggunakan Blended Learning memiliki alternatif jawaban sangat setuju dengan perolehan 3,5 sebagai nilai rata-rata; 4) Aspek penguasaan materi oleh siswa dengan menggunakan Blended learning memperoleh nilai rata-rata 4,5 dengan alternatif jawaban sangat setuju; 5) Aspek hasil belajar siswa dengan menggunakan Blended Learning memiliki nilai rata-rata sebesar 3 dimana siswa memilih alternatif jawaban sangat setuju
Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa SMA
This study aims to determine the extent of the influence of the guided inquiry model on high school students' physics learning outcomes. This research is a quasi-experimental research with a nonequivalent control-group design. The population of this study was all students of class X MIA at SMAN 2 Dompu. The class that was used as a place of research was class X MIA1 as the control class and class X MIA2 as the experimental class. Data collection using the multiple-choice test. Multiple-choice tests are used to measure student learning outcomes. The hypothesis test used is the t-test (independent t-test). The results showed that learning with the Guided Inquiry model had a positive effect on student learning outcomes based on the results of a significance value less than 0.05 (0.000 < 0.05). The results of the statistical analysis explained that the experimental class students' learning outcomes were significantly better than the control class. The results showed that the Guided Inquiry model had a more positive effect than the conventional model on high school students' learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar fisika siswa SMA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan eksperimen nonequivalent control–group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA pada SMAN 2 Dompu. Kelas yang dijadikan tempat penelitian adalah kelas X MIA1 sebagai kelas kontrol dan kelas X MIA2 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda. Tes pilihan ganda digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t (Independent t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model Inkuiri Terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa berdasarkan hasil nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil analisis statistik tersebut menjelaskan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan daripada kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Inkuiri Terbimbing lebih berpengaruh positif dibandingkan model konvensional terhadap dan hasil belajar siswa SMA
Analisis Tingkat Kepuasan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknik Terhadap Pembelajaran Secara Daring Selama Masa Pandemi Covid 19
This research aims to determine the level of satisfaction of students from the Faculty of Science and Engineering, Nusa Cendana University, Kupang towards bold learning which is measured from nine aspects, namely easy access, timeliness, giving learning objectives, materials, understanding theory, and skills, ease of sending assignments, opportunities. sending assignments, opportunities to ask questions and practice, lecturers are always in lectures and interact with fellow students. This type of research is a survey with a cross-sectional approach, where the data collection process is carried out at the same time for all variables. The instrument of this research is a questionnaire containing 23 questions which are the elaboration of 9 indicators of learning satisfaction. The conclusion of this study is that students of the Faculty of Science and Engineering expressed satisfaction with learning boldly. Of the 9 aspects studied, students expressed satisfaction with the aspect of punctuality, providing learning materials, opportunities to ask questions and being creative, and always in lectures. As for the other 4 aspects, students stated that they were quite satisfied.Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa mahasiswa Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana Kupang terhadap pembelajaran secara daring yang diukur dari sembilan aspek yaitu mudah diakses, ketepatan waktu, penyampaian tujuan pembelajaran, materi, pemahaman teori dan keterampilan, kemudahan mengirim tugas, kesempatan mengirim tugas, kesempatan bertanya dan berdiskusi, dosen selalu dalam perkuliahan, dan interaksi dengan sesama mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan cross-sectional, dimana proses pengambilan data dilakukan dalam waktu yang sama untuk semua variabel. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang memuat 23 pertanyaan yang merupakan penjabaran dari 9 indikator kepuasan pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Sains dan Teknik menyatakan puas terhadap pembelajaran secara daring. Dari 9 aspek yang diteliti, mahasiswa menyatakan puas terhadap aspek ketepatan waktu, penyampaian tujuan pembelajaran, materi, kesempatan bertanya dan berdiskusi, serta dosen selalu dalam perkuliahan. Sedangkan untuk 4 aspek lainnya, mahasiswa menyatakan cukup pua
Penerapan Strategi Kuis Siapa Aku dalam Meningkatkan Minat Siswa dalam Pembelajaran IPS di SMP
This study aims to determine the extent of the implementation of the who am I quiz strategy to increase student interest in social studies learning at SMP Negeri 5 Taliwang. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) carried out in class IX of SMP Negeri 5 Taliwang. The research was carried out in collaboration with a Social Studies subject teacher for Class IX at SMP Negeri 5 Taliwang. The research subjects taken were class IX for social studies subjects, with a sample of 21 people, 10 men, and 11 women. On average, students have less ability because the school's input is lower middle NUN, and the level of student discipline is lacking. Based on the results of data analysis and research findings, it was concluded that the implementation of classroom action research carried out in class IX of SMP Negeri 5 Taliwang using the who I was quiz learning strategy was carried out in 2 cycles. In the first cycle, the results were not as expected, because students tended to be passive. After there is a good activity, in the implementation of the second cycle there is a very significant change in a very good direction, 75% more students have shown activeness in the learning process.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana penerapan strategi kuis siapa aku dalam upaya meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran IPS di SMP Negeri 5 Taliwang. Jenis penelitian yang digunakan ialah Penelitian tindakan kelas (PTK) dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 5 Taliwang. Penelitian dilaksanakan berkolaborasi dengan guru mata pelajaran IPS Kelas IX SMP Negeri 5 Taliwang. Subyek penelitian diambil adalah kelas IX untuk mata pelajaran IPS, dengan sampel berjumlah 21 orang, laki-laki 10 orang dan perempuan 11 orang. Rata-rata siswa memiliki kemampuan yang kurang disebabkan karena input sekolah adalah NUN menengah ke bawah, serta tingkat kedisiplinan siswa yang kurang. Berdasarkan hasil analisa data dan temuan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa, pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 5 Taliwang dengan menggunakan strategi pembelajaran kuis siapa aku ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus pertama belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan, karena siswa cenderung masih bersifat pasif. Setelah ada aktivitas yang baik maka pada pelaksanaan siklus kedua ada perubahan yang sangat berarti ke arah yang sangat baik, 75% lebih siswa sudah menunjukan keaktifan dalam proses pembelajaran
Analisis Penyajian Konsep Fungsi pada Buku Teks Matematika Singapura dalam Mengembangkan Berpikir Kritis
The purpose of this study was to describe the form of the presentation of function concepts in Singapore mathematics textbooks as well as the potential for presenting the concept of function in developing critical thinking skills. This study uses descriptive qualitative research methods. Data sources were obtained from Singapore mathematics textbooks written by Dr. Joseph Yeo, Loh Cheng Yee, Teh Keng Seng, Neo Chai Meng, Ivy Chow, and Jacinth Liew under the consultation of Dr. Yeap Ban Ha entitled New Syllabus Mathematics Edition r. The critical thinking criteria used were adapted from the critical thinking criteria set by Facione (2015), which consisted of interpretation, analysis, evaluation, and inference. The results of the study show that the presentation of the concept of function in Singapore mathematics textbooks is presented deductively through investigative activities. While the potential presentation of function concepts in Singapore mathematics textbooks in developing critical thinking skills fulfills all aspects of predetermined critical thinking, namely interpretation, analysis, evaluation, and inference. This shows that the presentation of functional concepts in Singapore mathematics textbooks can develop critical thinking skills.Tujuan dari penelitian ini yaitu memaparkan dan menjelaskan bagaimana bentuk penyajian konsep materi fungsi pada buku teks matematika Singapura serta potensi dari penyajian konsep fungsi tersebut dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data diambil dari buku teks matematika Singapura yang ditulis oleh Dr. Joseph Yeo, Loh Cheng Yee, Teh Keng Seng, Neo Chai Meng, Ivy Chow dan Jacinth Liew dibawah konsultasi Dr Yeap Ban Har yang berjudul New Syllabus Mathematics Edition. Kriteria berpikir kritis yang digunakan diadaptasi dari kriteria berpikir kritis yang ditetapkan oleh Facione (2015) yang terdiri dari interpretasi, analisis, evaluasi dan inferensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyajian konsep fungsi dalam buku teks matematika Singapura disajikan melalui cara deduktif yaitu melalui kegiatan investigasi. Sedangkan potensi dari penyajian konsep fungsi pada buku teks matematika Singapura dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritits memenuhi semua aspek berpikir kritis yang telah ditetapkan yaitu interpretasi, evaluasi, analisis, dan inferensi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa konsep fungsi yang disajikan dalam buku teks matematika Singapura dapat mengembangkan kemampuan berpikir kriti
Kemampuan Guru Bahasa Indonesia dalam Mendesain Rencana Pembelajaran Teks Laporan Observasi di Kecamatan Sekongkang
This study aims to 1). How is the teacher's ability to develop indicators of Learning Text Observation reports from basic competencies?; 2). How is the teacher's ability to determine the learning material of the observation report text that is by the indicators; and 3). What is the teacher's ability to determine the appropriate learning method with the learning material? This type of research uses a qualitative descriptive method. This study describes the preparation of learning implementation plans by Indonesian language teachers. The sample in this study amounted to 5 Indonesian language teachers. From the results of research and analysis of research data, it is found that the ability of teachers to design learning designs that are by the material in the classroom is very important to achieve the educational goals to be achieved. Because educators in each educational unit are obliged to compile a complete and systematic lesson plan so that learning can take place interactively, inspiring, fun, challenging, efficient, motivating students to participate actively, and providing sufficient space for the initiative, creativity, and independence by with the talents, interests, and physical and psychological development of students. Therefore, it is very important to master the teacher's mastery in implementing lesson plans in the classroom. Because with the mastery of lesson plans, class learning will be effective. However, several things still escape the attention of the teacher, namely, the teacher does not consistently carry out apperception activities. Sometimes apperception delivery activities are still forgotten from the teacher's attention. Teachers need to pay attention and utilize the time allocation to complete learning to the maximum so that each learning activity can be carried out properlyPenelitian ini bertujuan untuk menjelsakan kemampuan guru mengembangkan indikator, materi, dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan tentang penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran oleh guru bahasa Indonesia. sampel dalam penelitian ini berjumlah 5 orang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. dari hasil penelitian dan analsis data penelitian diperoleh bahwa kemampuan guru dalam mendesain rancangan pembelajaran yang sesuai dengan materi di dalam kelas merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang ingin di capai. Karena pada dasarnya para pendidik di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis peserta didik. Oleh karena itu, sangatlah penting penguasaan guru dalam menerapkan RPP dikelas. Karena dengan penguasaan RPP maka pembelajaran dikelas akan dapat berlangsung efektif. Rencana pelaksanaan pembelajaran Namun, ada beberapa hal yang masih luput dari perhatian guru yaitu, guru tidak secara konsisten melakukan kegiatan apersepsi. Terkadang kegiatan penyampaian apersepsi masih terlupakan dari perhatian guru. Guru perlu memperhatikan dan memanfaatkan alokasi waktu untuk menyelesaikan pembelajaran dengan maksimal agar setiap kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan bai
Pemanfaat Edmodo Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegeraan di SMK Negeri 1 Dompu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana Pemanfaat Edmodo Sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegeraan di SMK Negeri 1 Dompu. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini ialah metode kualitatif deskriptif dengan teknik mengumpulkan data yakni wawancara terpusat dan studi dokumen/teks. Hasil dari tulisan ini menunjukan bahwa Edmodo sebagai platform jejaring sosial gratis yang bersifat pribadi yang menyerupai facebook dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran oleh guru, siswa di SMK Negeri 1 Dompu. Adanya media pembelajaran bukan hanya membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran akan tetapi penggunaan media pembelajaran menyebabkan siswa lebih mudah dalam melaksanakan pembelajaran dan dapat menarik minat siswa dalam belajar. Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan sebagai suatu mata pelajaran memiliki muatan materi yang sangat kompleks. Sehingga ada media pembelajaran edmodo siswa dapat lebih mudah dalam memahami materi yang di sampaikan oleh guru secara mudah. Adanya edmodo sebagai media pembelajaran dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengatarkan siswa untuk dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkannya. Selain itu, edmodo sebagai media pembelajaran dapat menawarkan kemudahan bagi para penggunanya.This study aims to determine the extent of the use of Edmodo as a Learning Media for Pancasila and citizenship education in SMK Negeri 1 Dompu. The method used in writing this article is a descriptive qualitative method with data collection techniques, namely centralized interviews and document/text studies. The results of this paper show that Edmodo is a free personal social networking platform that resembles Facebook and is used as a learning medium by teachers and students at SMK Negeri 1 Dompu. The existence of learning media not only helps students understand the learning material, but the use of learning media makes it easier for students to carry out learning and can attract students' interest in learning. Pancasila education and citizenship as a subject has a very complex material content. So that there are Edmodo learning media, students can more easily understand the material conveyed by the teacher easily. The existence of Edmodo as a learning medium in Pancasila and Citizenship Education enables students to gain knowledge and skills in using it. In addition, Edmodo as a learning media can offer convenience for its users
Kemampuan Guru Menggunakan Metode Penilaian Autentik Berbasis Proyek dalam Pembelajaran Teks Genre Faktual pada Kelas VII SMPN di Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat
This study aims to determine 1). How is the application of authentic assessment using a project-based scientific approach in learning Indonesian, 2). What is the form of an authentic assessment instrument in learning that uses a project-based scientific approach, 3). How is an authentic assessment model that uses a project-based scientific approach that is applied by teachers in learning Indonesian for class VII at a State Junior High School in Sekongkang District, West Sumbawa Regency? This type of research uses the descriptive analysis method, where the researcher analyzes the data associated with the implementation of imperative pragmatics. The data obtained using the method of tests, projects, reports and documentation, field notes compiled by the researcher, and the results of the data are presented in the form of a narrative description. From the research results obtained. 1. The application of authentic assessment using a project-based scientific approach, namely the preparation process for the assessment carried out by the teacher is very good. While the application of authentic assessment according to data about the time and method of assessment obtained from respondents, the answers given by each teacher are, there are differences but the final results show good results. 2. The form of an authentic assessment instrument is that the teacher gives daily questions or quizzes to test the extent to which students' abilities can understand factual genre text teaching materials. In addition, the teacher also gives project-based assignments to students before the teaching and learning process is carried out. 3. Authentic assessment model using tests and non-tests. The test given is based on factual genre text material delivered by the Indonesian language teacher. In the non-test assessment model, the teacher gives a project to students at the beginning of the lesson and then collects it according to a predetermined timePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1). Bagaimanakah penerapan penilaian autentik yang menggunakan pendekatan ilmiah berbasis proyek dalam pembelajaran bahasa Indonesia, 2). Bagaimanakah bentuk instrumen penilaian autentik dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan ilmiah berbasis proyek, 3). Bagaimanakah model penilaian autentik yang menggunakan pendekatan ilmiah berbasis proyek yang diterapkan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII di SMP Negeri di Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yakni peneliti melakukan analisis data yang dikaitkan dengan penerapan pragmatik imperatif. Data yang diperoleh menggunakan metode tes, proyek, laporan dan dokumentasi, catatan lapangan yang disusun oleh peneliti dan hasil data disampaikan dalam bentuk uraian naratif. Dari hasil penelitian diperoleh. 1. Penerapan penilaian autentik menggunakan pendekatan ilmiah berbasis proyek yaitu dengan proses persiapan penilaian yang dilakukan oleh guru sudah sangat baik. Sedangkan penerapan penilaian autentik menurut data tentang waktu dan cara penilaian yang diperoleh dari responden jawaban yang diberikan oleh masing-masing guru yaitu, ada perbedaan akan tetapi hasil akhirnya menunjukkan hasil yang baik. 2. Bentuk instrumen penilaian autentik yaitu guru memberikan soal atau kuis harian untuk menguji sejauhmana kemampuan siswa dapat memahami materi ajar teks genre faktual. Selain itu guru juga memberikan tugas berbasis proyek kepada siswa sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan. 3. Model penilaian autentik yaitu menggunakan tes dan non tes. Tes yang diberikan berdasarkan materi teks faktual genre yang disampaikan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pada model penilaian non tes, guru memberikan proyek kepada siswa diawal pembelajaran untuk kemudian dikumpulkan sesuai waktu yang telah ditetapka
Pemahaman Guru Bahasa Indonesia SMP, SMPIT, dan MTs tentang Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat
This study aims to obtain information about the understanding of Indonesian language teachers at SMP, SMPIT, and MTs in Sekongkang Subdistrict, West Sumbawa Regency towards text-based Indonesian language learning. This type of research is descriptive research using qualitative and quantitative approaches. The targets in this study were Indonesian language teachers at SMP, SMPIT, and MTs in Sekongkang Subdistrict, West Sumbawa Regency. The method used in the process of collecting data in this research is the listening method and the speaking method. While the method used in data analysis is the intralingual equivalent method of the HBB, HBS, and HBSP techniques. Based on the results of the analysis, it was found that the understanding of Indonesian language teachers in SMP, SMPIT, and MTs towards text-based Indonesian language learning was categorized as being able to understand the types of texts based on their genres. From the point of view of the structure of the text, the teacher is also able to understand the structure of the text based on its genre. The understanding of Indonesian language teachers at SMP, SMPIT, and MTs towards text-based Indonesian language learning is less able to understand the use of linguistic tools in the text. And lastly, the understanding of Indonesian language teachers at SMP, SMPIT, and MTs towards text-based Indonesian language learning has been able to understand the social objectives in the text, because most of the respondents are less able to describe their understanding in text based on the genrePenelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pemahaman guru bahasa indonesia SMP, SMPIT, dan MTs di Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat terhadap pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Sasaran dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia SMP, SMPIT, dan MTs di Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat. Metode yang digunakan dalam proses pengumpulan data dalam penilitian ini yaitu metode simak dan metode cakap. Sedangkan metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan intralingual teknik HBB, HBS, dan HBSP. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa pemahaman guru bahasa Indonesia SMP, SMPIT, dan MTs terhadap pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks berkategori sudah mampu memahami jenis-jenis teks berdasarkan genrenya. Dari sudut pandang struktur teks guru juga sudah mampu memahami struktur teks berdasarkan genrenya. Pemahaman guru bahasa Indonesia SMP, SMPIT, dan MTs terhadap pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks kurang mampu memahami penggunaan piranti kebahasaan dalam teks. Dan terakhir, pemahaman guru bahasa Indonesia SMP, SMPIT, dan MTs terhadap pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks sudah mampu memahami tujuan sosial dalam teks, karena sebagian besar responden mampu mendeskripsikan pemahamannya dalam teks berdasarkan genrenya
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar
The purpose of this research is to increase the activeness of students in the learning process in the classroom. This study uses Kemmis and Mc. Taggart model of classroom action research (CAR). This research model consists of stages of planning, implementation, and observation, as well as reflection. The subjects of this study were the first-grade students of SD Negeri Balirejo, totaling 19 students. Data collection techniques using observation and documentation techniques. Descriptive data analysis technique using percentages. Based on the results of the study, it was concluded that the application of the student team achievement division learning model could increase the activity of grade 1 students at SD Negeri Balirejo. In the pre-cycle, the percentage obtained was 62.50% with the "medium" category. In the first cycle, it increased to 72.66% with the "medium" category. In the second cycle, it also increased to 84.11% with the "High" category.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc.Taggart. Model penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri Balirejo yang berjumlah 19 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data secara deskriptif dengan menggunakan presentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran student team achievement division dapat meningkatkan keaktifan peserta didik kelas 1 SD Negeri Balirejo. Pada prasiklus diperoleh presentase 62,50% dengan kategori “sedang”. Pada siklus I meningkat menjadi 72,66% dengan kategori “sedang”. Pada siklus II juga mengalami peningkatan menjadi 84,11% dengan kategori “Tinggi”