Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
Not a member yet
    124 research outputs found

    Upaya Peningkatan Kemampuan Menulis Drama Siswa Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja Kabupaten Dompu

    No full text
    Learning to write drama scripts for class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja needs to be improved. The purpose of this study is to describe efforts to improve the ability to write drama scripts in class XI IPA 1 SMAN 3 Woja, Dompu Regency. Methods of data collection, namely the method of observation, documentation, interviews, and assignments. The results of this study found that efforts to improve the ability to write drama scripts in class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja went through various stages, namely, lesson planning, learning implementation, learning observation, learning evaluation, and reflection. The results of this study concluded that the ability of students to write drama scripts in class XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja Dompu Regency for the 2023/2024 academic year consisted of individual and group abilities. Individual student abilities are as follows: a) the high ability group = 69%; b) the moderate ability group = 26.9%; c) the group with low ability = 4.1%. The group achievement index (GPA) of students is 72.07 and they are in the normal ability category. The process of learning to write drama scripts will increase, and students will be active as long as the teacher goes through the stages above and conducts learning according to the lesson plan and syllabusPembelajaran menulis naskah drama siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja sangat perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan upaya meningkatkan kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas XI IPA 1 SMAN 3 Woja Kabupaten Dompu. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan tugas. Adapun hasil penelitian ini  ditemukan bahwa upaya meningkatkan kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja melalui berbagai tahapan yaitu, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, observasi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan refleksi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan siswa menulis naskah drama di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Woja Kabupaten Dompu tahun pelajaran 2023/2024 terdiri atas kemampuan individu dan kelompok. Kemampuan individu siswa sebagai berikut: a) kelompok yang berkemampuan tinggi = 69%; b) kelompok yang berkemampuan sedang = 26,9%; c) kelompok yang berkemampuan rendah = 4,1%. Indeks Prestasi Kelompok (IPK) siswa = 72,07 dan berada pada kategori kemampuan normal. Proses pembelajaran menulis naskah drama akan meningkat, siswa akan aktif selama guru melalui tahapan di atas dan melakukan pembelajaran sesuai RPP dan silabu

    Penerapan Kebijakan Kepala Sekolah Terhadap Pengembangan Profesi Guru

    No full text
    This study aims to describe school policies for increasing teacher professionalism at SMP Negeri 1 Hu'u. This research also uses a qualitative descriptive approach with data collection methods in the form of observations, interviews, and document studies which are used as sources of primary data and secondary data. Primary data were obtained from observations and interviews with school principals and teachers. Secondary data is in the form of supporting data documents to strengthen the Implementation of School Policies in Increasing Teacher Professionalism at SMP Negeri 1 Hu'u, Dompu Regency. The results of the study show that: 1) the implementation of MGMP, PKB, Education, and Training activities, and curriculum development from the three schools are still lacking because not all teachers are sent to these activities. As well as the lack of readiness for teacher professional competence in the self-development sector and the use of technology, information, and communication. 2) The obstacles faced in the implementation of increasing teacher professionalism are ongoing professional development, namely the teacher's lack of understanding of teaching materials, and the lack of opportunities to attend training as support to becoming a professional teacher. 3) Efforts to address the obstacles encountered in the implementation of increasing teacher professionalism have been carried out related to the implementation of PKB, MGMP, curriculum development, and training at the school, regional and provincial levels but these achievements have not been fully maximized. The education office and schools need to continue to strive to improve teacher professionalism. This analysis has an impact on the creation of better education, improving the performance and quality of teachers to become professional teachers, and the realization of public understanding of the importance of education      Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan sekolah dalam peningkatan profesionalisme guru SMP Negeri 1 Hu’u. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa obsevasi, wawancara, dan studi dokumen yang dijadikan sebagai sumber data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara terhadap Kepala Sekolah dan Guru. Data Sekunder berupa dokumen data-data yang mendukung untuk memperkuat Penerapanan  Kebijakan Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru SMP Negeri 1 Hu’u Kabupaten Dompu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan kegiatan MGMP, PKB, Diklat, pengembangan kurikulum dari ketiga sekolah tersebut masih kurang, karena tidak semua guru-guru dikirim dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Serta kurangnya kesiapan kompetensi professional guru pada sektor pengembangan diri dan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi. 2) Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru adalah pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan yaitu kurangnya pemahaman guru terhadap materi ajar, dan kurangnya kesempatan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sebagai penunjang menjadi guru profesional. 3) Upaya terhadap kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peningkatan profesionalisme guru sudah dilaksanakan terkait pelaksanaan PKB, MGMP, pengembangan kurikulum, diklat pada tingkat sekolah, daerah, maupun provinsi tetapi pencapaian tersebut belum sepenuhnya maksimal. Dinas pendidikan maupun sekolah perlu terus mengupayakan peningkatan profesionalisme guru. Analisis ini berdampak pada terciptanya penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik, meningkatkan kinerja dan kualitas guru untuk menjadi guru yang professional, dan terwujudnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.   &nbsp

    Penerapan Media Blog Dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Siswa

    No full text
    The goal to be achieved in this study is to find out how students write descriptive text skills in the application of blog media with a contextual approach. This study uses research with a quantitative approach with the type of Quasi-Experimental research with Pre-test and Post-test Design. This research was conducted at SMPN 1 Woja. The population in this study were all students at SMPN 1 Woja. The sample selection in this study used a purposive sampling technique with a total sample of 56 students. The instruments used in this study were observation sheets of student activity and descriptive text test questions. Data collection techniques using observation and tests. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis and N-Gain which were analyzed using SPSS 29.0 for windows. The results showed that the application of blog media with a contextual approach had an influence on students' ability to write a descriptive text. Analysis of student learning activity data in the experimental class obtained a percentage value of 96.42% while in the control class it was 82.14%. The results of the post-test data analysis showed that the experimental class value was higher than the control class with an average score of 88.57 with an N-Gain value of 0.87 for the experimental class, while in the control class the post-test average value obtained 78.65 with an N-Gain value of 0.62.    Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana keterampilan menulis teks deskripsi siswa pada penggunaan media blog dengan pendekatan kontekastual. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan Pre-test and Post-test Design. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Woja. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 1 Woja. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 56 siswa. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan soal tes teks deskripsi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis statistic deskripsi dan N-Gain yang dianalisis menggunakan SPSS 29.0 for windows. Hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan media blog dengan pendekatan kontekstual mempunyai pengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks deskripsi. Analisis data aktiviatas belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai persentasi sebesar 96,42% sedangkan pada kelas control 82,14%. Hasil analisis data post-test nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas control dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 88,57 dengan nilai N-Gain sebesar 0,87 untuk kelas eksperimen, sedangkan pada kelas control nilai rata-rata post-test diperoleh hasil 78,65 dengan nilai N-Gain sebesar 0,62   &nbsp

    Pemenuhan Hak Pendidikan Warga Negara Miskin di Indonesia

    No full text
    Poverty is the most common problem faced by developing countries like Indonesia, this problem causes the high dropout rate for poor citizens. The right to education for poor citizens must be fulfilled by the government as an implementation of the contents of the constitution. This article uses the literature study method with data collection techniques by collecting journals, books, websites. Data analysis is done by reading about the references needed in finding data and making sentences. Education has a strong correlation with poverty, education affects the level of permanent income of every citizen so that it can reduce poverty. To acquire knowledge and skills in general, use education. The government is obliged to prosper its citizens in the field of education so that citizens can find a way out of the poverty they face. In addition, the government must be able to make policies that empower the community and ensure the implementation of these policies properly.    Kemiskinan menjadi masalah yang paling banyak dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, persoalan ini yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah bagi warga negara miskin. Hak pendidikan warga negara miskin harus dipenuhi oleh pemerintah sebagai pelaksanaan dari isi konstitusi. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka dengan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan jurnal-jurnal, buku, website. Analisis data dilakukan dengan cara membaca tentang referensi yang dibutuhkan dalam menemukan data serta melakukan penyusunan kalimat. Pendidikan memiliki korelasi yang kuat dengan kemiskinan, pendidikan berpengaruh terhadap tingkat pendapat yang permanen setiap warga negara sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan. Untuk memperoleh pengetahuan dan ketarampilan pada umumnya menggunakan jalur pendidikan. Pemerintah wajib mensejahterakan warga negaranya dalam dibidang pendidikan agar warga negara mampu mencari jalan keluar dari kemiskinan yang dihadapi. Selain itu, pemerintah harus dapat membuat kebijakan yang memberdayakan masyarakat serta memastikan keterlakasanaan kebijakan tersebut dengan baik   &nbsp

    Persepsi Pengawas Terhadap Kinerja Guru SD di Kecamatan Sekongkang

    No full text
    The general objective of this research is to obtain a clear picture of the supervisor's perception of teacher performance in the Sekongkang District. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach, descriptive research is a method used to examine the problems that occur at the present time and aims to create an objective picture of a situation. Based on the results of the research, the supervisor's view or response to the teacher's performance is that the teacher must at least be a planner, where a teacher must have the ability to design learning that is appropriate and suitable for the conditions in the field, being a manager, the teacher must also be able to create a learning climate conducive environment so that students can learn well, while as an evaluator, the teacher must have the ability to assess the process and learning outcomes of students as a whole, besides that, the teacher must also have the ability and skill in using ICT in the learning processTujuan umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai persepsi pengawas tentang kinerja Guru di Kecamatan Sekongkang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian deskriptif adalah metode yang digunakan untuk meneliti masalah-masalah yang terjadi pada saat sekarang dan bertujuan untuk membuat suatu gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh pandangan atau tanggapan pengawas terhadap kinerja guru ialah guru setidaknya menjadi seorang planner, dimana seorang guru haruslah memiliki kemampuan dalam mendesain pembelajaran yang sesuai dan cocok dengan kondisi di lapangan, menjadi Manajer (pengelola), guru juga harus mampu menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif sehingga siswa dapat belajar dengan baik, sedangkan sebagai evaluator maka guru harus memiliki kemampuan Assesment yaitu penilaian proses dan hasil belajar peserta didik secara menyeluruh, selain hal tersebut, guru juga harus memiliki kemampuan dan kecakapan dalam menggunakan TIK dalam proses pembelajaran

    Peran Teknologi Pendidikan di Era Millenial dalam Membangun Daya Saing Bangsa

    No full text
    This study aims to determine the role of educational technology in the millennial era in building the nation's competitiveness. This study uses qualitative methods by collecting article data and direct research to describe the phenomena that occur in the field with the aim of obtaining data based on the types and sources of primary data obtained directly from direct sources to find an explanation of the secondary data. Data analysis techniques to determine the extent of the role of technology in learning. Based on the results of the study, it was found that the role of educational technology in the millennial generation, namely; 1) technology as a medium for obtaining information on the subject matter, 2) technology as a medium for exploring knowledge, 3) technology as an intermediary for teachers and students, 4) technology as a catalyst for the quality of education.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknologi pendidikan di era millennial dalam membangun daya saing bangsa. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data artikel opini maupun penelitian langsung untuk menggambarkan fenomen-fenomena yang terjadi dilapangan dengan maksud untuk memperoleh data-data yang dilakukan dalam penelitian dengan jenis dan sumber data primer yang diperoleh langsung dari narasumber langsung untuk mengetahui rincian permasalahan sedangkan data sekunder digunakan untuk memperoleh data berupa dokumen-dukumen pendukung penelitian, dengan teknik analisis data untuk  mengetahui sejauh mana peran teknologi dalam pembelajaran. berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa peran teknologi pendidikan pada generasi millenial yaitu; 1) teknologi sebagai media mendapat informasi materi pelajaran, 2) teknologi sebagai media untuk meng-explore pengetahuan, 3) teknologi  sebagai perantara guru dan pelajar, 4) teknologi sebagai katalisator mutu pendidikan

    Penerapan Strategi Pembelajaran Bermain Peran dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Siswa

    No full text
    This study aims to determine the Application of Role-Playing Learning Strategies in Improving Motivation and Science Learning Achievement of Class VII-3 Students of SMP Negeri 1 Brang Rea. The type of research used is classroom action research (CAR) with an experimental approach because the symptoms that arise deliberately are learning by playing a role on motivation and science learning achievement, the research was carried out on class VII-3 students of SMP Negeri 1 Brang Rea in 2020/2021 lessons. From the results of the study, it was found that there was an increase between cycle 1 to cycle II, both the highest, lowest, average, and standard deviation values. This shows that teaching with the role-playing method can improve student achievement, especially students in grades VII-3 of SMP Negeri 1 Brang Rea. where the learning completeness obtained in the first cycle, namely 54.54% can be said to have not been achieved or completed, the second cycle = 86.36% has been completed because it has reached the set target, which is at least 75% of the number of students who get a score or equal to 75. From this also it can be said that there is an increase in classical learning completeness between cycle I to cycle II. Thus, learning with the role-playing method can complete learning outcomes, especially for class VII-3 students of SMP Negeri 1 Brang Rea for the 2020/2021 school year.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Strategi Pembelajaran Bermain Peran dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas VII-3 SMP Negeri 1 Brang Rea. Adapun Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan yaitu pendekatan eksperimen karena gejala yang timbul dengan cara sengaja yaitu pembelajaran dengan bermain peran terhadap motivasi dan prestasi belajar IPA, penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Brang Rea tahun pelajaran 2020/2021. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat peningkatan antara siklus 1 sampai siklus II, baik nilai tertinggi, terendah, rata-rata serta simpangan baku. Ini menunjukkan bahwa pengajaran dengan metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa terutama siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Brang Rea. dimana diperoleh ketuntasan belajar pada siklus I yaitu 54.54% dapat dikatakan belum tercapai atau tuntas, siklus II = 86.36% sudah tuntas karena sudah mencapai target yang telah ditetapkan yaitu minimal 75% dari jumlah siswa yang mendapat nilai atau sama dengan 75. Dari hal tersebut juga dapat dikatakan bahwa ada peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal antara siklus I sampai siklus II. Dengan demikian bahwa pembelajaran dengan metode bermain peran dapat menuntaskan hasil belajar terutama pada siswa kelas VII-3 SMP Negeri 1 Brang Rea tahun pelajaran 2020/2021

    Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievment Division (STAD)

    No full text
    This study aims to determine the extent to which science learning outcomes have been improved by using a cooperative learning model of the student teams achievement division (STAD) type in class VIII students of SMP Negeri 5 Taliwang. The type of research used is classroom action research, the CAR procedure consists of 2 cycles or more. Each cycle is carried out in accordance with the changes to be achieved. Each cycle consists of 1) planning, 2) implementing actions, 3) observing, 4) reflecting. This research was conducted on eighth-grade students at SMP Negeri 5 Taliwang. From the results of the study, it was found that student learning outcomes in light science learning using the STAD type cooperative learning model in class VIII SMP Negeri 5 Taliwang experienced an increase in each cycle, this can be seen from the level of student learning mastery per cycle, namely in the pre-cycle with a KKM of 75 students. In the pre-cycle there were 8 students or 33.33% who completed, then there was an increase in the first cycle, namely, there were 13 students or 54.17% and in the second cycle there were 20 students or 83.33%, while the learning activities of students in the first cycle were 11 students or 45.83% and in the second cycle there were 21 students or 87.50%, the results were in accordance with the specified indicators.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan model cooperative learning tipe student teams achievment division (STAD) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 5 taliwang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), prosedur PTK terdiri dari 2 siklus atau lebih. Setiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Setiap siklus terdiri dari: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, 4) refleksi, Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Taliwang. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi cahaya menggunakan model cooperative learning tipe STAD di kelas VIII SMP Negeri 5 Taliwang mengalami peningkatan setiap siklusnya, hal ini terlihat dari tingkat ketuntasan belajar peserta didik per siklus yaitu pada pra siklus dengan KKM 75 siswa pra siklus ada 8 siswa atau 33.33% yang tuntas, kemudian mengalami kenaikan pada siklus I yaitu ada 13 siswa atau 54.17% dan pada siklus II ada 20 siswa  atau  83.33%, sedangkan  keaktifan  belajar  peserta didik siklus I yaitu ada 11 siswa atau 45.83% dan pada siklus II ada 21 siswa atau 87.50%, hasil tersebut sesuai indikator yang ditentukan

    Integrasi Sejarah Matematika dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Aljabar Siswa SMP

    No full text
    Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui integrasi sejarah matematika dalam pembelajaran matematika pada materi aljabar, dapun yang menjadi fokus utama dari penelitian ini adalah motivasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah studi literatur. Data-data yang digunakan penulis bersumber dari literatur yang relevan dengan kasus permasalahan. Beberapa diantaranya bersumber dari buku referensi, jurnal, dan abstrak hasil penelitian. Data yang telah diperoleh dari studi literatur kemudian dipilih sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Pengolahan data ini dilakukan dengan mengaitkan data - data yang ada dengan objek gagasan sehingga diperoleh konsep gagasan yang bisa memecahkan permasalahan. Analisis data dalam karya tulis ilmiah ini dilakukan secara deskriptif. hasil analisis di peroleh kesimpulan bahwa pengintegrasian sejarah matematika dalam pembelajaran matematika dapat memotivasi siswa pada materi aljabar memenuhi indikator – indikator motivasi belajar. Sejarah matematika sebagai media dalam proses belajar, dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa serta membuat pembelajaran matematika lebih bermakna karena dihubungkan dengan kehidupan sehari – hariThe purpose of this paper is to find out the integration of the history of mathematics in mathematics learning in algebraic material, and the main focus of this research is students' learning motivation. This research is a qualitative research with data collection techniques used in this study is a literature study. The data used by the author is sourced from the literature relevant to the problem case. Some of them are sourced from reference books, journals, and research abstracts. The data that has been obtained from the literature study are then selected as needed to solve the existing problems. This data processing is done by linking existing data with the object of the idea so that the concept of ideas can be obtained that can solve problems. Analysis of the data in this scientific paper is done descriptively. The results of the analysis concluded that the integration of the history of mathematics in learning mathematics can motivate students in algebraic material to meet the indicators of learning motivation. The history of mathematics as a medium in the learning process can provide new experiences for students and make mathematics learning more meaningful because it is connected to everyday life

    Tindak Tutur Imperatif Guru dalam Pembelajaran di SD Negeri Aik Kangkung Kecamatan Sekongkang

    No full text
    This study aims to describe the meaning of imperative speech acts in the interaction of teachers and students in learning, and to describe the tendency of imperative speech acts that occur and are often used by teachers at SD Negeri Aik Kangkung Kec. Sekongkang. This type of research uses the descriptive analysis method, where the researcher analyzes the data associated with the implementation of imperative pragmatics. The data obtained such as the results of observations, observations, document analysis, field notes compiled by researchers, and the results of the data are presented in the form of narrative descriptions. From the research results obtained 1). There are five forms of imperative speech found in the teacher's Imperative speech act research in Learning at SD Negeri Aik Kangkung, Sekongkang District, both in the classroom and outside the classroom as many as five forms of speech, namely ordinary orders or orders, orders or subtle orders. , utterances of command requests, utterances of orders of invitation and hope, and utterances of prohibitions. The total amount of data found by the researcher in the imperative speech research after the data triangulation process is as many as 79 utterances consisting of 31 utterances of ordinary orders or orders, 20 utterances of subtle orders, 9 utterances of request orders, 11 utterances of invitation and wish orders, and 8 utterances of prohibition orders. . The dominant form of imperative speech used by teachers both in the classroom and outside the classroom is the usual command or order speech which is found as many as 31 utterances. 2). The most dominant form of speech acts used by teachers in learning at SD Negeri Aik Kangkung is the usual order or errand that is found in as many as 31 utterances or 39.24%Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tindak tutur imperatif dalam interaksi guru dan siswa dalam pembelajaran, dan mendeskripsikan kecendrungan tindak tutur imperatif yang terjadi dan sering digunakan oleh guru di SD Negeri Aik Kangkung Kec. Sekongkang. Jenis Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yakni peneliti melakukan analisis data yang dikaitkan dengan penerapan pragmatik imperatif. Data yang diperoleh seperti hasil pengamatan, observasi, analisis dokumen, catatan lapangan yang disusun oleh peneliti dan hasil data disampaikan dalam bentuk uraian naratif. Dari hasil penelitian diperoleh 1). bentuk-bentuk tuturan imperatif yang ditemukan pada penelitian tindak tutur Imperatif Guru dalam Pembelajaran di SD Negeri Aik Kangkung Kecamatan Sekongkang, baik di dalam ruang kelas maupun di luar ruang kelas sebanyak lima bentuk tuturan, yaitu tuturan perintah atau suruhan biasa, tuturan suruhan atau perintah halus, tuturan perintah permintaan, tuturan perintah ajakan dan harapan, dan tuturan larangan. Jumlah data keseluruhan yang ditemukan peneliti dalam penelitian tuturan imperatif setelah proses triangulasi data adalah sebanyak 79 tuturan yang terdiri dari 31 tuturan perintah atau suruhan biasa, 20 tuturan perintah halus, 9 tuturan perintah permintaan, 11 tuturan perintah ajakan dan harapan, dan 8 tuturan perintah larangan. Bentuk tuturan imperatif yang dominan digunakan para guru baik di dalam ruang kelas maupun di luar ruang kelas adalah tuturan perintah atau suruhan biasa yang ditemukan sebanyak 31 tuturan. 2). Bentuk tindak tutur yang paling dominan yang digunakan guru dalam pembelajaran di SD Negeri Aik Kangkung yaitu tuturan perintah atau suruhan biasa yaitu ditemukan sebanyak 31 tuturan atau 39,24 %

    7

    full texts

    124

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇