Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
Not a member yet
124 research outputs found
Sort by
Manajemen Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Pada Sekolah Dasar Islam Terpadu Al-Farih Kabupaten Bima
The purpose of this study was to find out: Management of educators and education staff at SDIT Al-Farih Bima Regency, obstacles in implementing the management of educators and education staff at SDIT Al-Farih Bima Regency, solutions in overcoming obstacles from problems regarding conflicts that occur between educators. This study uses a descriptive qualitative research method. The research was conducted at SDIT Al-Farih School, Bima District. The subject of this research is the principal at SDIT Al-Farih, Bima district. While the informants: are teachers and Administrative Personnel. Data collection techniques used are interviews and documentation. The technique used to check the validity of the data is triangulation with sources and methods collected in places and situations that are different from the data. Data analysis techniques using interactive methods include data collection, data reduction, presentation, and conclusion. The results of this study: The management of teaching staff at SDIT Al-Farih, Bima Regency includes recruitment, selection, placement, orientation, coaching and training, transfers, and dismissals. Coaching and training are the main focus in the management of educators. Coaching is carried out routinely and periodically with the aim of minimizing conflicts that may occur in the school environment. While training is tailored to the needs of teaching staff, with the aim of improving the quality of teaching staff. Obstacles in the implementation of teaching staff development in the form of the unavailability of adequate space, and non-innovative coaching routines lead to boredom, and the implementation of learning coaching outside the city for one month raises problems for female educators. The solution is 1) the foundation maintains good relations with teachers so that misunderstandings do not occur between teachers and the foundation and 2) minimize policies that are so strict that teachers feel comfortable in the work environment
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan SDIT Al-Farih Kabupaten Bima, hambatan dalam pelaksanaan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan di SDIT Al-Farih Kabupaten Bima, solusi dalam mengatasi hambatan dari permasalahan tentang konflik yang terjadi di antara tenaga pendidik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Sekolah SDIT Al-Farih Kabupaten Bima. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah di SDIT Al-Farih Kabupaten Bima. Sedangkan informan: guru dan Tenaga Administrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data adalah triangulasi dengan sumber dan metode yang dikumpulkan di tempat dan situasi yang berbeda dengan data. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini : Manajemen tenaga pendidik di SDIT Al-Farih Kabupaten Bima meliputi rekrutmen, seleksi, penempatan, orientasi, pembinaan dan pelatihan, mutasi serta pemberhentian. Pembinaan dan pelatihan merupakan fokus utama dalam manajemen tenaga pendidik. Pembinaan dilakukan secara rutin dan berkala dengan tujuan untuk memperkecil konflik yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah. Sedangkan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga pendidik, dengan tujuan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Hambatan dalam pelaksanaan pembinaan tenaga pendidik berupa tidak tersedianya ruang yang memadai, rutinitas pembinaan yang tidak inovatif menimbulkan kejenuhan dan pelaksaanaan pembinaan belajar diluar kota selama satu bulan menimbulkan persoalan pada tenaga pendidik perempuan. Solusinya 1) yayasan menjalin hubungan baik dengan guru agar tidak terjadi kesalapahaman antar guru dan pihak yayasan 2) meminimalisir kebijakan yang begitu ketat sehingga para guru merasa nyaman berada dalam lingkungan kerja.
 
Konstruksi Miteme dalam Cerita Rakyat Sumbawa “Paruma Ero”: Kajian Strukturalisme Perspektif Levi-Strauss
This research aims to describe the myteme and structures of the Sumbawa Paruma Ero folklore level based on Levi Strauss structuralism of research. This research used a qualitative description methods with a structural approach. Methods of collecting data using library methods and note-taking techniques. Levi - Strauss structuralism theory as the basis of his analysis. The results of the analysis of the mytemes in the Sumbawa Paruma Ero folklore are divided into six mytemes: (1) The myteme of the stories Lalu Muhammad Maula paying attention to the take a bath of Bidadari, (2) The myteme of the story the Bidadari Married, (3) The myteme of loyalty and lying, (4) The myteme of the birth of a child then Muhammad Maula, (5) Myteme the story of the departure of the angel and then Muhammad Maula flew, (6) The mytee of the story revealed by Paruma Ero. The structures of the levels in the Paruma Ero stories is divided into four levels: (1) the geographical level, namely the level related to the setting of the place in the stories, (2) the techno-economic level, namely the level related to livelihoods, (3) the sociological level concerning the social life involved. bind the characters, (4) the cosmological level concerns the supernatural things experienced by the characters in the stories
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan miteme dan struktur tataran cerita rakyat Sumbawa Paruma Ero berdasarkan kajian strukturalisme Levi Strauss. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan pendekatan struktural. Metode pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan dan teknik simak catat. Teori strukturalisme Levi-Strauss sebagai landasan analisisnya. Hasil analisis miteme dalam cerita rakyat Sumbawa Paruma Ero dibagi menjadi enam miteme: (1) Miteme kisah Lalu Muhammad Maula memperhatikan Bidadari Mandi, (2) Miteme kisah Bidadari Menikah, (3) Miteme kesetiaan dan Pembohongan, (4) Miteme Kelahiran Anak Lalu Muhammad Maula, (5) Miteme kisah kepergian bidadari dan Lalu Muhammad Maula terbang, (6) Miteme kisah diturunkan Paruma Ero. Struktur tataran dalam cerita Paruma Ero dibagi menjadi empat tataran: (1) tataran geografis yaitu tataran yang berkaitan dengan latar tempat dalam cerita, (2) tataran techno-economic yaitu tataran yang berkaitan dengan mata pencaharian, (3) tataran sosiologis menyangkut kehidupan sosial yang mengikat para tokohnya, (4) Tataran kosmologis menyangkut hal-hal gaib yang dialami tokoh dalam cerita
 
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Group Investigation (GI)
This study aims to determine whether or not there is a difference in mathematical problem solving abilities between students who apply the Problem Based Learning (PBL) learning model and students who apply Group Investigation (GI) learning. This research is a true-experimental quantitative approach with a post-test only control group design. The population in this study were all class X SMA IT Ad-Dakwah. The sample in this study was class XA which was taught using the problem based learning (PBL) learning model and XB was taught using group investigation (GI). The number of research samples is 40 students. The instrument of this research was to use a final test sheet for problem solving abilities. Data collection techniques using tests. The data analysis technique uses one-way ANOVA analysis with prerequisite tests, namely the Normality Test and Homogeneity Test. Analysis using the SPSS application version 29.0 for Window. The research results obtained were that there was a significant difference in the problem solving abilities of students who studied using the Problem Based Learning (PBL) learning model with the problem solving abilities of students who learned using the Group Investigation (GI) learning model. Obtained a significance value lower than the significance level of 0.05 (5%) or 0.001 <0.05 and F count is greater than F table or 12, 661 > 4, 098. The average value of PBL students is 80.90 and students GI of 73.80.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang menerapkan pembelajaran Group Investigation (GI). Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif berjenis true-eksperimental dengan post-test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA IT Ad-Dakwah. Sampel pada penelitian adalah kelas XA yang diajarkan dengan menggunakan medel pembelajaran problem based learing (PBL) dan XB diajarkan dengan menggunakan group investigation (GI). Jumlah sampel penelitian adalah 40 siswa. Intrumen penelitian ini adalah menggunakan lembar tes akahir kemampuan pemecahan masalah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis ANOVA satu jalur (one way ANOVA) dengan uji prasyarat adalah Uji Normalitas dan Uji Homogenitas. Analisis menggunakan aplikasi SPSS versi 29.0 for Window. Hasil penelitian yang peroleh adalah adanya perbedaan yang signifikan kemempuan pemecahan masalah siswa yang belajar dengan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI). Diperoleh nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (5%) atau 0,001 < 0,05 dan F hitung lebih besar dari F table atau 12, 661 > 4, 098. Nilai rata-rata siswa PBL sebesar 80,90 dan siswa GI sebesar 73,80
 
Model-Model Standarisasi Manajemen Mutu (SMM) ISO-IWA dalam Pendidikan
This article is intended to express the standard of quality management ISO-IWA in education. Elements of change and implication in the field of education. The result shows that the field of education to implement SMM ISO9001:2008 focus on school satisfaction towards quality standards of education. The are many profits to be gained from the education institute status standard of quality management ISO-IWA, principle the standard of quality management ISO with judgment various to enhancement and development standard international. A guide in implementation ISO (International Organization for Standardization) compiled the mechanism workshop, and not through the committee process, International Workshop Agreement approved by consensus among the participants.
Artikel ini dimaksud untuk mengungkapkan model-model Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO-IWA dalam pendidikan, Elemen-elemen perubahan serta implikasinya dalam ruang lingkup pendidikan. Hasil kajian menunjukan bahwa dalam dunia pendidikan wajib untuk mengimplementasikan SMM ISO 9001:2008 yang fokus pada kepuasan sekolah menuju standar mutu pelayanan pendidikan, ada banyak keuntungan yang bisa diraih intstitusi pendidikan dari status standar mutu internasional ISO. Prinsip-prinsip manajemen mutu yang ditetapkan dalam SMM ISO 9001:2008 dengan berbagai pertimbangan pada peningkatan serta pengembangan standar Internasional. Panduan dalam implemantasi ISO (International Organization for Standardization) disusun melalui mekanisme workshop, dan bukan melalui proses komite, International Workshop Agreement disetujui melalui konsensus di antara para partisipan.
 
Innovation of Nature-Based Civic Education Learning Model at Al-Kautsar IT High School, Ranggo Village, Pajo District, Dompu Regency
The study aims to find out the extent of the application of natural-based civic education learning at Al-Kautsar Ranggo IT High School. This type of research is a research and development experimental approach. This is based on the fact that the experimental method is an appropriate and accurate method to fulfill the function of science, namely explaining, predicting, and controlling. The experimental method has the most strict and transparent structure. The results of the study obtained that the nature of each learning process, the child is allowed to creatively develop the talents and abilities that each student has, because in the learning process the teacher does not ask the student to be something, but gives the student freedom to become something, the teacher only supervises And teaches students to develop the talents they need
Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauhmana penerapan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasi alam di SMA IT Al-Kautsar Ranggo. Jenis penelitian ini adalah research and development pendekatan eksperimen. Hal tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa metode eksperimen merupakan metode yang tepat dan akurat untuk memenuhi fungsi ilmu yaitu menjelaskan, memprediksi, dan mengontrol. Metode eksperimen mempunyai struktur yang paling ketat dan transparan. Hasil penelitian diperoleh bahwa alam setiap proses pembelajaran, anak dibiarkan secara kreatif mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki setiap siswa, karena dalam proses pembelajaran guru tidak meminta siswa untuk menjadi sesuatu, tetapi memberikan kebebasan kepada siswa untuk menjadi sesuatu, guru hanya mengawasi Dan mengajar siswa untuk mengembangkan bakat yang mereka butuhkan.
 
Pendekatan Pendidikan Islam Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Agama Islam di Sekolah Dasar
This research is expected to provide valuable insights into the use of technology in Islamic learning in elementary schools, to help improve the quality of Islamic learning and provide new alternatives for teachers and students. The research method that can be used to examine the Technology-Based Islamic Education Approach to Learning Islamic Religious Subjects is qualitative. Qualitative research methods aim to understand social phenomena in depth, through data analysis that is descriptive and interpretive. Based on research that has been conducted, technology-based Islamic education approaches in learning Islamic religious subjects in elementary schools have an important role in increasing student interest and motivation, increasing students' understanding of learning materials, increasing students' creativity and independence in learning, and increasing learning efficiency and effectiveness. Some technology-based Islamic education approaches that can be used include game-based learning or educational games, the use of multimedia, distance learning, the use of learning applications, and the exploration of digital learning resources.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran Agama Islam di sekolah dasar, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran Agama Islam dan memberikan alternatif baru bagi pengajar dan siswa. Metode penelitian yang dapat digunakan untuk meneliti Pendekatan Pendidikan Islam Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Agama Islam adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam, melalui analisis data yang bersifat deskriptif dan interpretatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pendekatan pendidikan Islam berbasis teknologi dalam pembelajaran mata pelajaran agama Islam di sekolah dasar memiliki peran yang penting dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik, meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran, meningkatkan kreativitas dan kemandirian peserta didik dalam belajar, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Beberapa pendekatan pendidikan Islam berbasis teknologi yang dapat digunakan antara lain pembelajaran berbasis game atau permainan edukatif, penggunaan multimedia, pembelajaran jarak jauh, penggunaan aplikasi pembelajaran, dan eksplorasi sumber belajar digital.
 
Kontribusi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep-Konsep Kewarganegaraan Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Al-Amin Dompu
This study aims to examine the contribution of Islamic religious education learning to increasing understanding of citizenship concepts in students of the Islamic religious education study program STAI Al-Amin Dompu. The research method used is quantitative with regression analysis techniques. The research sample was students of the Islamic religious education study program at one of the state universities in Indonesia. The results showed that learning Islamic religious education contributed positively and significantly to the students understanding of civic concepts. This is shown by the positive and significant value of the regression coefficient, as well as the value of the coefficient of determination, which shows that about 60% of the variation in the understanding of civic concepts can be explained by the learning of Islamic religious education. Therefore, the results of this study can provide recommendations for educational institutions to strengthen and improve Islamic religious education learning to increase understanding of citizenship concepts in students of Islamic religious education study programs
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap peningkatan pemahaman konsep-konsep kewarganegaraan pada mahasiswa program studi pendidikan agama Islam STAI Al-Amin Dompu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan agama Islam di salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam berkontribusi positif dan signifikan terhadap pemahaman konsep-konsep kewarganegaraan pada mahasiswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi yang positif dan signifikan, serta nilai koefisien determinasi yang menunjukkan bahwa sekitar 60% variasi dalam pemahaman konsep-konsep kewarganegaraan dapat dijelaskan oleh pembelajaran pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi bagi institusi pendidikan untuk memperkuat dan meningkatkan pembelajaran pendidikan agama Islam dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep-konsep kewarganegaraan pada mahasiswa program studi pendidikan agama Islam
 
Perbedaan Individual (Kognitif, Bakat, Minat) Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran
Education in Indonesia, which is currently student-centered, will of course make a teacher have to be more creative and understand everything that happens to each student. With individual differences that are not limited to cognitive abilities alone, it is of course very important to examine these individual differences and their impact on the learning process. This study uses the method of literature (library research). Implications of individual differences in intelligence-based learning include impulsive/reflective style and deep/shallow style, while the implications of individual differences in talent-based learning include that it is impossible to work in the zone of proximal development, range of challenging tasks that encourage cognitive development, Students experience boredom or frustration when school assignments do not challenge and help them develop their unique abilities. The last is the implication of individual differences in interest-based learning, namely, asking for feedback from students on the learning that has been done, groups formed by the teacher taking into account students' learning interests, approaching and communicating with students in class, the teacher assists individually, the teacher involve students in the process of giving apperception, the teacher monitors student learning activities
Pendidikan di Indonesia yang saat ini berpusat pada siswa, tentu sekali akan menjadikan seorang guru harus lebih kreatif dan memahami setiap yang terjadi pada masing-masing individu siswa. Dengan perbedaan individu yang tidak terbatas hanya pada kemampuan kognitif semata, tentu sekali sangat penting untuk mengkaji perbedaan individual tersebut serta dampaknya pada proses pembelajaran. Dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research). Implikasi perbedaan individu terhadap pembelajaran berdasarkan itelegens antaranya adalah gaya impulsive/reflektif, gaya mendalam/dangkal, sedangkan implikasi perbedaan individu dalam pembelajaran berdasarkan bakat antaranya yaitu Tidak mungkin bekerja dalam zone of promaximal development, Rentang terhadap tugas-tugas yang menantang yang mendorong pada perkembangan kognitif, Siswa mengalami kebosanan atau frustasi apabila tugas tugas sekolah tidak menantang dan membantu mereka mengembangkan kemampuannya yang unik. Yang terakhir yaitu implikasi perbedaan individu dalam pembelajaran berdasarkan minat yaitu, meminta umpan balik dari siswa terhadap pembelajaran yang telah dilakukan, kelompok dibentuk oleh guru dengan memperhatikan minat belajar siswa, melakukan pendekatan dan komunikasi dengan siswa di dalam kelas, guru memberikan bantuan secara individual, guru melibatkan siswa dalam proses pemberian apersepsi, guru memantau kegiatan belajar siswa.
 
Ekopedagogik : Seperti Apakah Konten yang Tepat Dalam Mengajarkan Anak Tentang Peduli Lingkungan Hidup di Era Globalisasi
This research was conducted with the aim of finding out what eco-pedagogical content that educators can use in teaching environmental care values to early childhood. The method used is a systematic review by collecting relevant literature related to ecopedagogy in early childhood. The results of this study indicate that there are some ecopedagogic content that can be used as learning materials for early childhood, including through green school, digital media, creative dance, out bound, field trips and storytelling methods. All of this content is very effectively applied to early childhood, because the learning process is carried out to be more meaningful for children and in accordance with the characteristics of children in this era of globalization
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui konten apa ekopedagogik apa saja yang dapat digunakan pendidik dalam mengajarkan nilai-nilai peduli lingkungan pada anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu sistematic riview dengan mengumpulkan berbagai literatur yang relevan terkait ekopedagogik pada anak usia dini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat beberapa konten ekopedagogik yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk anak usia dini, diantaranya yaitu melalui green school, media digital, tari kreatif, out bound, fild trip dan metode bercerita. Semua konten-konten tersebut sangat efektif diterapkan pada anak usia dini, sebab proses pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih bermakna pada anak dan sesuai dengan karateristik anak di era globalisasi ini.
 
Pengenalan Etika Moral Kepada Mahasiswa Stikes Santa Elisabeth Medan
The purpose of this research is to find out how knowledge about the moral ethics of Stikes Santa Elisabeth Medan students The study used a cross-sectional design with random sampling and data collection was carried out by distributing online questionnaires via WhatsApp. The population used in this study was a student of the Health Information Management Study Program Level 1, Level 2, and Level 3 with the number of respondents that had been collected totaling 53 respondents and indicators as many as 5 questions. Data collection techniques used questionnaires as primary data, as well as journals and books as secondary data. The results of this study indicate that the introduction of Moral Ethics by Santa Elisabeth Medan Stikes students is classified as good, with 82.2 percent of students agreeing. If you give a questionnaire in the form of a question, the average Stikes Santa Elisabeth Medan student answers it either well or understandably
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengetahuan tentang Etika moral mahasiswa Stikes Santa Elisabeth Medan. Penelitian menggunakan cross sectional design dengan random sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online melalui whatsap. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Seorang Mahasiswa Prodi manajemen Informasi Kesehatan Tingkat 1 Tingakt 2 dan Tingkat 3 dengan jumlah responden yang telah terkumpul berjumlah 53 orang Responden dan indikator sebanyak 5 pertanyaan.Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai data primer, serta jurnal dan buku sebagai data sekunder. Hasil Penelitian ini Menunjukan Bahwa Pengenalan Etika Moral Mahasiswa Stikes Santa Elisabeth Medan Tergolong Baik mendapatkan Jumlah (82,2%) Mahasiswa Hal ini bisa terjadi dikarenakan tingkat pemahaman mahasiswa Stikes santa elisabeth medan sangat mengerti dan tahu akan Etika Moral yang baik dan benar sehingga ketika di beri kueisioner dalam bentuk pertanyaan rata rata mahasiswa stikes santa elisabeth medan menjawab pilihan baik atau paham.