Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI Sumbawa Barat
Not a member yet
124 research outputs found
Sort by
Perspektif Mahasiswa Tentang Gaya Mengajar Dosen STKIP Yapis Dompu
This research aims to determine the professional competence and teaching style of STKIP Yapis Dompu lecturers. Data collection was carried out through interviews and document study. The primary data source is the results of the performance evaluation of STKIP Yapis lecturers in the field of learning for the 2021/2022 academic year. The collected data was then processed and analyzed descriptively. Of the 33 lecturers who were evaluated using 10 indicators, 24 people received a "B+" with scores: 282-306 (70.5-76.5); 7 people got a "B" score: 264-279 (268-279) and the remaining 2 people got a "C+" score: 244-250 (61-62.5). The highest score was 306 (76.5) while the lowest score was 244 (61) and conversely, not a single lecturer received an "A" grade. The results of this research conclude that although the professional competence and teaching style of STKIP Yapis lecturers are generally quite good, they require continuous improvement in the futurePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional dan gaya mengajar dosen STKIP Yapis Dompu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumen. Sumber data primer adalah pada hasil evaluasi kinerja dosen STKIP Yapis dalam bidang pembelajaran tahun akademik 2021/2022. Data-data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Dari 33 dosen yang dievaluasi dengan 10 indikator 24 orang memperoleh nilai “B+” dengan skor: 282-306 (70,5-76,5); 7 orang memperoleh nilai “B”: 264-279 (268-279) dan sisanya 2 orang memperoleh nilai “C+”: 244-250 (61-62,5). Nilai tertinggi adalah 306 (76,5) sedangkan nilai terendah 244 (61) dan sebaliknya tak ada satu pun dosen yang memperoleh nilai “A”. Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa meski kompetensi profesional dan gaya mengajar dosen STKIP Yapis secara umum lumayan baik tetapi memerlukan perbaikan secara terus-menerus di masa mendatan
Analisis Pemanfaatan Alat Peraga Benda Konkret “Gaba” Sebagai Media Pembelajaran Matematika Siswa di SMP Negeri 5 Halmahera Selatan
This research aims to find out how the Gaba concrete object is used as a learning medium in the field of mathematics studies in the classroom to obtain accurate data in the implementation of this research using interviews and documentation of mathematics teachers. This research uses a qualitative descriptive approach, namely by describing the use of learning media in the form of Gaba concrete object props as a source of student learning. The results of this research are that the use of Gaba concrete objects in mathematics learning at SMP Negeri 5 South Halmahera is very varied, this was proven during the classroom learning process. In its implementation, students are very enthusiastic and motivated and are actively involved when taking part in learning, by using Gaba concrete props, teachers are able to adapt to the material presented and are able to make mathematics learning better and more enjoyable so that students easily understand the material presented and have a positive impact on achievement, student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan alat peraga benda konkrit Gaba sebagai salah satu media pembelajaran pada bidang studi matematika di kelas, untuk mendapatkan data yang akurat pada pelaksanaan penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi guru matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan pemanfaatan media pembelajaran berupa alat peraga benda konkrit Gaba sebagai salah satu sumber belajar siswa. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan alat peraga benda konkrit Gaba pada pembelajaran matematika di SMP Negeri 5 Halmahera Selatan sangat variatif, ini terbukti pada saat proses pembelajaran dikelas. Pada pelaksanaannya siswa sangat antusias dan termotivasi serta terlibat aktif saat mengikuti pembelajaran, dengan pemanfaatan alat peraga benda konkrit Gaba guru mampu menyesuaikan dengan materi yang disampaikan serta mampu membuat pembelajaran matematika lebih baik dan menyenangkan sehingga siswa dengan mudah memahami materi yang disampaikan dan berdampak positif bagi prestasi hasil belajar sisw
Model Problem Based Learning Berbantu Media PPT Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas III A SD Islam Al Madina Semarang
This research was motivated by the low learning achievement of class III A students at Al-Madina Islamic Elementary School Semarang in one of the thematic lesson content, namely Indonesian. This is caused by a lack of teachers in implementing innovative and creative learning models. This research aims to improve the cognitive learning achievement of class III A students in Indonesian language lesson content by using a problem-based learning (PBL) learning model supported by interactive PowerPoint media. This type of research is Class Action Research (PTK). Data collection techniques include interviews, tests, and documentation. The research results show that students' cognitive development has increased. This can be seen from the class average of 93.21. It can be concluded that using the problem-based learning model supported by interactive PowerPoint media can improve the cognitive learning Achievement of class III A students at Al-Madina Islamic Elementary School, SemarangPeneltian ini dilatar belakangi oleh rendahnya prestasi belajar peserta d idik kelas III A SD Islam Al-Madina Semarang pada salah satu muatan pelajaran tematik, yaitu bahasa Indonesia. Hal ini disebakan kurangnya guru dalam menerapkan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar kognitif peserta didik kelas III A pada muatan pelajaran Bahasa Indoensia dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning(PBL) yang didukung media powerpoint interaktif. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindak Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kognitf peserta didik mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari rata-rata kelas sebesar 93,21. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning yang didukung dengan media powerpoint interaktif dapat meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik kelas III A SD Islam Al-Madina Semarang
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Belajar Siswa-Siswi SMPN 17 Bekasi
After the Covid-19 pandemic, changes to the policy on using cell phones at SMPN 17 Bekasi, from initially not being allowed to bring cell phones, to recommended to bring cell phones to keep up with developments in the digital era, making students able to easily access the internet to play on social media when learning activities were taking place. This can have an impact on their learning behavior as students at SMPN 17 Bekasi. The research was conducted on students at SMPN 17 Bekasi with the aim of examining the influence of the intensity of social media use on students' learning behavior at SMPN 17 Bekasi, evaluating the positive and negative impacts, as well as identifying effective ways to use social media as a learning tool. This research uses the Theory of Reasoned Action (TRA) as a reference for analyzing research results. This research uses quantitative methods and produces valid and reliable statements to be tested with a population of 1,348 and a sample of 93 after being calculated using the Slovin formula with a significance of 10%. With these results, the intensity of social media use is considered to have an influence on the learning behavior of students at SMPN 17 Bekasi.Pasca pandemi Covid-19 perubahan kebijakan penggunaan ponsel di SMPN 17 Bekasi yang awalnya tidak diperbolehkan membawa ponsel menjadi disarankan untuk membawa ponsel guna mengikuti perkembangan era digital membuat para pelajar dapat dengan mudah mengakses internet untuk bermain media sosial ketika kegiatan belajar berlangsung. Hal ini dapat berdampak kepada perilaku belajar mereka sebagai pelajar di SMPN 17 Bekasi. Penelitian dilakukan kepada siswa-siswi SMPN 17 Bekasi yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap perilaku belajar siswa di SMPN 17 Bekasi, mengevaluasi dampak positif dan negatif yang ditimbulkan, serta mengidentifikasi cara efektif untuk menggunakan media sosial sebagai alat belajar. Penelitian ini menggunakan Teory of Reasoned Action (TRA) sebagai acuan untuk menganalisis hasil penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan menghasilkan pernyataan yang valid dan reliabel untuk diuji dengan populasi sejumlah 1.348 dan sampel sejumlah 93 setelah dihitung menggunakan rumus slovin dengan signifikansi 10%. Dengan hasil tersebut, intensitas penggunaan media sosial dianggap memberikan pengaruh terhadap perilaku belajar siswa-siswi SMPN 17 Bekasi
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Penggerak
This study aims to evaluate the implementation of the Merdeka Curriculum in Driving Schools (Sekolah Penggerak) in Indonesia. The main findings indicate a significant increase in students' creativity and independence, driven by the freedom to choose learning materials according to their interests and talents. The Merdeka Curriculum also provides flexibility for teachers in teaching methods, resulting in the adoption of various innovative approaches such as project-based learning, blended learning, and interdisciplinary approaches. One positive outcome of this implementation is the improvement in teacher quality, with teachers receiving ongoing training and workshops that enhance their competence in implementing the new curriculum. The evaluation system has also undergone a transformation, shifting from traditional assessments to more holistic and in-depth competency-based assessments. Collaboration between schools, parents, and the community has proven crucial to the success of this curriculum. Active parental involvement and local community support have strengthened the educational process in Driving Schools. Nonetheless, the study also identifies several challenges, such as resistance to change, limited resources, and inadequate infrastructure. The research results show a positive impact on student learning outcomes, with improvements in critical, creative, and collaborative skills, as well as academic achievement. Overall, the Merdeka Curriculum has great potential to enhance the quality of education in Indonesia through a flexible, student-centered approach supported by professional teacher development. Despite the challenges, this study offers an optimistic view of the future of Indonesian education with the Merdeka Curriculum.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kurikulum merdeka diterapkan di sekolah penggerak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengamati dan mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara, sehingga hasilnya bermanfaat dan mudah dipahami. Penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak efektif, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Kepala sekolah dan guru memainkan peran kunci dalam kesuksesan penerapan ini. Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus mampu mengubah mindset manajemen staf sekolah untuk siap menghadapi perubahan demi kesuksesan kurikulum merdek
Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Matematika Kelompok Atas Dalam Menyelesaikan Soal Struktur Aljabar Ring Materi Ideal Prima dan Ideal Maksimal
This study aims to provide an overview of the creative thinking abilities of students with high mathematical abilities so that lecturers can plan a lesson that can develop students' creative thinking in solving problem solving. This research includes the type of qualitative descriptive research. The subjects of the research were three Semester 6 Mathematics Education students at the State Islamic University of North Sumatra Medan who had been selected and had high ability in solving mathematics. Data on high-level mathematical abilities in this study were obtained from exercises that had been done previously in each student's test book and generated data. Based on the results of research and discussion. The creative thinking ability of students in the top group to solve Ring Algebraic Structure questions, namely in the prime ideal material and also the maximum ideal has reached the category of very creative thinking. So it can be concluded that the creative aspects are: flexibility, fluency, and originality. It can be seen that students are at level 4, which is very creative
Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kemampuan berpikir kreatif mahasiswa berkemampuan matematika tinggi sehingga dosen dapat merencanakan suatu pembelajaran yang dapat mengembangkan berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan pemecahan masalah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dari penelitian yang dilakukan adalah tiga orang mahasiswa Pendidikan Matematika Semester 6 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan yang telah terpilih dan memiliki kemampuan tinggi dalam menyelesaikan matematika. Data tentang kemampuan matematika tingkat tinggi dalam penelitian kali ini didapatkan dari latihan yang telah dikerjakan sebelumnya di buku tes masing-masing mahasiswa dan menghasilkan data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam kelompok atas menyelesaikan soal Struktur Aljabar Ring yaitu pada materi ideal prima dan juga ideal maksimal sudah mencapai kepada kategori berpikir yang sangat kreatif. Maka dapat disimpulkan aspek kreatif yaitu: keluwesan, kelancaran, dan juga keaslian dapat diketahui bahwa mahasiswa berada di posisi tingkat 4, yaitu sangat kreatif.
 
Penggunaan Podcasts untuk Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Peserta Didik
This study is aimed to investigate the use of podcasts to enhance the listening ability of seventh-grade students of SMPN 5 Selong. The research design used in this study is Classroom Action Research (CAR). The CAR phases adopted from Kemmis and McTaggart (1988) consisted of planning, implementing, observing, and reflecting. The participants of this study were 20 seventh graders of the 2022/2023 academic year. This study was held directly in SMPN 5 Selong in four meetings. The researcher collected the data from listening tests, observation sheets, and interview guides. Listening tests were held in the preliminary test and the final meeting. The finding showed that there was an improvement in students’ scores. The criterion of success was based on the school's minimum score. The score average in the final test was 85.3 and it achieved the criteria of success. Using podcasts helped students to enhance their listening ability since it was accessible and applicable to be used inside and outside the classroom
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penggunaan podcasts untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan peserta didik kelas 7 SMPN 5 Selong. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tahapan PTK diadaptasi dari Kemmis dan McTaggart (1988) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 20 peserta didik tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung di SMPN 5 Selong dalam yang terdiri dari empat pertemuan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti mengumpulkan data melalui tes mendengarkan, lembar observasi, dan sesi wawancara. Tes mendengarkan dilaksanakan pada studi pendahuluan dan pertemuan terakhir. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pada nilai siswa. Kriteria keberhasilan ditentukan berdasarkan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal sekolah. Nilai rata-rata peserta didik pada tes akhir mencapai 85.3 dan nilai rata-ratanya mencapai kriteria kesuksesan. Penggunaan podcasts membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan mereka karena podcasts mudah diakses dan dapat diterapkan di dalam dan di luar kelas.
 
Gambaran Etika Belajar dan Hasil Belajar Mahasiswa Prodi Manajemen Informasi Kesehatan Stikes Santa Elisabeth Medan
Ethics of study is the activity of seeking knowledge carried out by someone where this activity makes him gain knowledge by paying attention to manners, manners and manners during the teaching and learning process. Ethics of study as moral principles, teachings, habits, or habits about what is good, and appropriate in the implementation of teaching and learning. The more mature humans are, the more difficult it is to pay attention to adab in ethics, especially for students who still do not know the ethics of learning during the teaching and learning process. This study aims to help find out the description of the learning ethics of information management study program students. Health STIKes Santa Elisabeth Medan This research was conducted at STIKes Santa Elisabeth Medan in March using a quantitative method. The subjects of this study were students of the Health Information Management Study Program. While the research object is the Effect of Learning Ethics on Learning Outcomes of Students of the Health Information Management study program, Stikes Santa Elisabeth Medan. The instrument for measuring research variables is to provide a questionnaire. The form of the questionnaire used is a closed questionnaire, in which the respondent chooses the correct answer according to the answer chosen in the research questionnaire. The sampling technique uses quota sampling. The results achieved by students after participating in the teaching and learning process which includes the cognitive, affective and psychomotor domains can be assessed through oral and written tests. Learning ethics in relation to the learning process aims to direct how the actual teaching and learning process with clear rules is expected to produce maximum output, especially students who are knowledgeable and have faith and morality.
Penelitian ini bertujuan untuk membantu mengetahui gambaran etika belajar mahasiswa prodi manajemen informasi Kesehatan STIKes Santa Elisabeth Medan. Penelitian ini dilakukan di STIKes Santa Elisabeth Medan pada bulan Maret dengan menggunakan metode kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan. Sedangkan objek penelitiannya adalah Pengaruh Etika Belajar Terhadap Hasil Belajar mahasiswa program studi Manajemen Informasi Kesehatan, Stikes Santa Elisabeth Medan. Instrumen untuk mengukur variabel penelitian adalah dengan menyediakan kuesioner. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, dimana responden memilih jawaban yang benar sesuai dengan jawaban yang dipilih dalam kuesioner penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti proses kegiatan belajar mengajar yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik dapat dinilai melalui tes lisan maupun tertulis. Etika pembelajaran dalam kaitannya dengan proses pembelajaran bertujuan untuk mengarahkan bagaimana sebenarnya proses belajar mengajar dengan kaidah yang jelas diharapkan dapat menghasilkan output yang maksimal, terutama siswa yang berilmu serta beriman dan berakhlak.
 
Pendidikan Komunikasi Interkultural dan Pluralitas: Membangun Toleransi Antar Umat Beragama
This paper attempts to describe the effectiveness of intercultural communication in building thoughts and attitudes toward the plurality of tolerance among religious communities, as well as to provide an overview of the concept of intercultural communication and the concept of plurality of religious tolerance. This study is a literature study through the work of other researchers obtained through journals, books, and the internet. The results of the study show that the concept of intercultural communication has a relationship in building people's perceptions, attitudes, and actions in carrying out life activities in a socio-religious context. Communication is a medium for establishing ties between religious communities. The integration between tolerance and plurality is constructed in a system of religious harmony and harmony based on human attitudes in communicating, including several attitudes shown when individuals are present and internalize external events including denial, defense, minimization, acceptance, adaptation, and integration. This process will certainly be faced by each individual with various attitude criteria shown including being exclusive, inclusive, and pluralist. Thus tolerance comes with effective and efficient communication and provides a positive view of every ethnic, racial, cultural, and religious entity.
Tulisan ini mencoba mendeskripsikan mengenai efektivitas komunikasi interkultural dalam membangun pemikiran dan sikap pluralitas toleransi antar umat beragama, serta memberi gambaran mengenai konsep komunikasi interkultual dan konsep mengenai pluralitas toleransi umat beragama. Studi ini merupakan studi litelatur melalui karya peneliti lainnya yang didapatkan melalui jurnal, buku, maupun internet. Hasil studi menunjukan konsep komunikasi intercultural memiliki hubungan dalam membangun persepsi, sikap dan tindakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan dalam konteks sosial-keagamaan. komunikasi menjadi sebuah media dalam menjalin ikatan antar umat beragama. Integrasi antara toleransi dan pluralitas terkonstruksi dalam sebuah sistem keharmonisan dan kerukunan umat beragama yang berdasar pada sikap manusia dalam berkomunikasi, diantaranya ada beberapa sikap yang ditunjukan ketika individu hadir dan menginternalisasi peristiwa eksternal diantaranya denial, defense, minimization, acceptance, adaptation dan integration. Proses tersebut tentu akan dihadapi oleh masing-masing individu dengan berbagai kriteria sikap yang ditunjukan diantaranya bersikap eksklusif, inklusif dan pluralis. Dengan demikian toleransi hadir dengan komunikasi yang effektif dan effisien serta memberikan pandangan yang positif akan setiap entitas suku, ras, budaya dan agama.
 
Studi Komparasi Kemampuan Representasi Matematis Antara Model Pembelajaran Connected Mathematics Project dan Problem Based Learning
This study aims to determine whether there are differences in the ability of mathematical representation between students who get learning using the Connected Mathematics Project learning model and students who get learning using the Problem Based Learning model. The sample of this research is class VIIIA and VIIIB students at SMPN 18 Surabaya. The approach used is an experimental approach. The research instrument consisted of a pretest and posttest which contained questions to find out students' mathematical representation abilities (visual, verbal, and symbolic representation abilities) on flat sided geometric material. This type of research is quantitative where the method of data analysis uses statistical analysis of data normality tests, homogeneity, and independent sample t-test with SPSS 21 software. The results show that there are differences in the Connected Mathematics Project learning model and the Problem Based Learning Model on the ability of mathematical representation of the subject matter construct flat sided rooms in class VIII SMPN 18 Surabaya and overall the average scores for CMP and PBL classes have a significant difference (p = 0.006). It can be concluded that the CMP and PBL learning models can improve students' mathematical representation abilities
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan representasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model pembelajaran Connected Mathematics Project dengan siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA dan VIIIB di SMPN 18 Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan eksperimen. Instrumen penelitian terdiri atas pretest dan posttest yang berisi soal-soal untuk mengetahui kemampuan representasi matematis siswa (kemampuan representasi visual, verbal, dan simbolik) pada materi bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dimana metode analisis datanya menggunakan analisis statistika uji normalitas data, homogenitas, dan independent sample t-test dengan software SPSS 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaanmodel pembelajaran Connected Mathematics Project dan Model Problem Based Learning terhadap kemampuan representasi matematis pokok bahasan bangun ruang sisi datar di kelas VIII SMPN 18 Surabaya dan secara keseluruhan nilai rata-rata kelas CMP dan kelas PBL memiliki perbedaan yang signifikan (p = 0,006). Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CMP dan PBL dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis sisw