E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
    2017 research outputs found

    Impulse Buying Produk Kartu Perdana Xl Di Semarang

    Get PDF
    This research was motivated by the company increasing competition in the mobile phone operator in Indonesia. This affects the Prime XL card sales which fluctuated during the years 2016-2018.This study was conducted to determine how to analyze the influence of the brand influence impulse buying prepaid cards XL in Semarang. In this study the authors used below the line and positive emotions as independent variables to be studied how they affect impulse buying.  This study using multiple linear regression analysis using SPSS. The population is XL event at Superindo Candi in Semarang where the amount is not known for certain. The sample used as many as 100 people with engineering sample selection of non-probability sampling using accidental sampling. The research sample was determined by purposive sampling technique. Analysis of the data obtained in multiple linear regression analysis, hypothesis testing t test results showed that each - each variable below the line and positive emotions partially influence and significant to the variable impulse buying. Keywords: Impulse Buying, Below The Line, Positive Emotion

    Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Fraud Pengadaan Barang Dan Jasa di Kota Semarang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh etika, prosedur kerja, kualitas penyedia barang dan jasa, dan informasi kebutuhan barang dan jasa terhadap fraud dalam proses pengadaan barang dan jasa perusahaan swasta di Semarang. Metode penelitian kuantitatif dengan penyebaran kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan swasta di wilayah Semarang dengan jumlah sampel 45 orang yaitu seluruh karyawan bagian pembelian yang bekerja minimal 5 tahun. Teknik analisis yang dipakai adalah dengan regresi linier berganda.Hasil penelitian ini adalah Etika pengadaan barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud pengadaan barang dan jasa.. Prosedur kerja pengadaan barang dan jasa berpengaruh negatif terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Semakin tinggi tingkat prosedur kerja pengadaan barang dan jasa maka akan menurunkan fraud pengadaan barang dan jasa. Kualitas penyedia barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Mereka beranggapan semua hal yang terjadi dalam proses pemilihan supplier di luar kendali mereka, dan orang yang mengendalikan adalah atasan, sehingga penurunan kualitas penyedia barang dan jasa, akan meningkatkan fraud dalam pengadaan barang dan jasa. Informasi kebutuhan barang dan jasa berpengaruh negatif signifikan  terhadap fraud pengadaan barang dan jasa. Semakin banyak pihak yang terlibat maka akan menurunkan fraud pengadaan barang dan jasa. Hal ini akan memudahkan para pegawai bagian pembelian mendapat penilaian kinerja yang baik dari perusahaanKata kunci: fraud, pengadaan, etika, prosedur, kualitas pemasokAbstractThis study aimed to determine the effect of ethics, work procedures, quality of providers of goods and services, and information on the need for goods and services on fraud in the procurement process of goods and services of private companies in Semarang. Quantitative research method used by distributing questionnaires. The population in this study is a private company in the Semarang area with a sample of 45 people, namely all employees of the purchasing department who work at least 5 years. The analysis technique used is multiple linear regression.The results of this study were that the ethics of the procurement of goods and services had a significant negative effect on fraud in the procurement of goods and services. Work procedures for the procurement of goods and services had a negative effect on fraud in the procurement of goods and services. The higher the level of work procedures for the procurement of goods and services, it would reduce fraud in the procurement of goods and services. The quality of providers of goods and services had a significant negative effect on fraud in the procurement of goods and services. They assumed that everything that happens in the supplier selection process was beyond their control, and the person who controled it is the superior, so that a decrease in the quality of goods and services providers would increase fraud in the procurement of goods and services. Information on the need for goods and services had a significant negative effect on fraud in the procurement of goods and services. The more parties involved, the lower the fraud in the procurement of goods and services. This would make it easier for employees in the purchasing department to get a good performance appraisal from the companyKeywords: procurement, fraud, ethics, procedures, supplier qualit

    LANGKAH-LANGKAH PEMERINTAH DALAM MENGANTISIPASI ISU PERUBAHAN IKLIM

    Get PDF
    This article discusses the issue of climate change that is happening in the world today. The government's focus in dealing with this is to develop a National Action Plan for Climate Change Mitigation and Adaptation. This strategy views climate change as a real thing and has an impact on Indonesia's financial and ecological changes. In its implementation, the RANMAPI promoted by the government still encounters various obstacles that make it difficult to achieve the targets that have been set. This article uses the method of induction and deduction with literature study techniques. The purpose of this article is to discuss the government's steps in anticipating the issue of climate change and evaluating the strategies that have been taken. The results and discussion in this article are reviewing government policies by conducting an appropriate evaluation system. The solution steps that can be taken by the government are: First, directing environmental and climate perceptions with the assistance of local organizations based on BMKG data support. Second, enacting a Government Regulation that regulates the Foundation for Implementation of Climate Change Adaptation. Third, changing monetary arrangements by highlighting financing assets for the implementation of climate change transformation programs. With thehelp of various existing components, the Indonesian people believe that the issue of climate change can be resolved through the execution of an ideal strategy program

    ANALISIS MANAJEMEN MATERIAL PADA PROYEK SALURAN DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (STUDI PADA PROYEK SALURAN AIR BAKU KLAMBU KUDU PAKET 2 KABUPATEN GROBOGAN)

    No full text
    Perencanaan kebutuhan material dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pekerjaan penggunaan material menjadi efisien dan efektif sehingga tidak terjadi masalah akibat tidak tersedianya material pada saat dibutuhkan. saat ini banyak terjadinya problematika baik yang diakibatkan oleh faktor manusia, teknologi maupun kendaraan. Penelitian ini dilakukan di sepanjang saluran air baku klambu kudu paket 2 dengan fokus penelitian metode MRP (Material Requirement Planning)untuk menentukan berapa jumlah yang dibutuhkan, dan kapan dibutuhkan terutama didasarkan atas keadaan persediaan material dan barang dalam proses, serta jadwal induk produksi meliputi netting, lotting, offsetting, dan explosion. Tujuan penelitianini untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses MRP melalui kebutuhan bersih, besar pesanan optimal, waktu pemesanan bahan baku, dan jumlah biaya persediaan yang didasarkan pada frekuensi tiap pemesanan. Teknik analisis deskriptif dalam penelitian ini berawal dari pembuatan Jadwal Induk Produksi, penentuan kebutuhan bersih, ukuran lot, metode lot sizing optimal, hingga penentuan waktu pemesanan material. Aanalisis hasil penelitian menunjukkan teknik lot-sizing dapat meminimalisasi persediaan material yaitu jumlah total frekuensi pemesanan sebanyak 837 kali pemesanan dengan jumlah yang berbeda beda untuk setiap periodenya. Total biaya persediaan menggunakan metode Lot For Lot adalah Rp 26,245,853,330 dan total biaya persediaan yang dihemat oleh PT.Wijaya Karya (Persero) adalah Rp. 5,181,848,382. Persediaan material ini diperoleh dari selisih antara jumlah persediaan yang ada diproyek dengan jumlah persediaan hasil teknik lot-sizing. Hasil ini menunjukan bahwa metode MRP (Material Requirement Planning) dengan menggunakan teknik lot-sizinglot for lot dapat meminimalisasi persediaan material

    Map of Return of Shares and Volume Activity Trading of Companies in Indonesia on The Pandemic Time of Covid-19

    Get PDF
    This research was conducted to determine the impact of Covid-19 on the Company’s stock returns and trading volume activity. The covid-19 pandemic event is important for research because it includes investor’s assessment of the information generated in the capital market. This study was conducted to test the following hypotheses: before and after the Covid-19 pandemic was declared a national non-natural disaster, (1) there was a significant average change in the average abnormal return; (2) it is a significant average change in average trading volume activity. This research was conducted using event research methods. The sample for this study comes from 45 companies in the JII index. The analysis tool used is a regression with the SPSS. The descriptive statistic can be confirmed by calculating the standard deviation value. The result shows that the standard deviation range is 0.0002 to 0.03, so the research tool could be described as data obtained is suitable to the measurement variable. The conclusions explain that the events before and after the declaration of the Covid-19 outbreak as a national non-natural disaster have positive and a significant impact on the average abnormal return rate of stock activity and changes in trading volume activity

    ANALISIS PERANAN DAN STRATEGI DALAM MELAKSANAKAN PENGAWASAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN TERHADAP ORANG ASING

    Get PDF
    Kebijakan nasional yang secara selektif menentukan warga negara asing yang boleh masuk atau keluar dari wilayah indonesia dan sanksi hukum apa saja yang  harus dikenakan terhadap warga negara asing tersebut. Pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Semarang yakni: Pengawasan administratif dan pengawasan lapangan, sebagaimana diatur dalam Ketentuan Umum 1 Poin (31) UU Keimigrasian. Permasalahan terbesar yang dihadapi oleh Direktorat Intelijen Keimigrasian adalah masih kurangnya produk intelijen yang dihasilkan. Padahal produk intelijen tersebut akan menjadi dasar bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk mengambil keputusan. Mengingat Direktorat Intelijen Keimigrasian sebagai instansi strategis untuk melakukan deteksi dini (early warning) dalam pengamanan keimgrasian secara keseluruhan

    ELECTRONIC-VOTING (E-VOTING) DAN PEMILIHAN UMUM (Studi Komparasi di Indonesia, Brazil, India, Swiss dan Australia)

    Get PDF
    AbstrakIndonesia sebagai negara demokrasi sudah menggunakan metode E-Voting sebagai sarana demokrasi, walaupun baru diterapkan di tingkat pemilihan kepala dusun dan kepala desa. Sistem pemungutan suara elektronik (e-voting) harus diseriusi dan menjamin transparansi, kepastian, keamanan akuntabilitas, dan akurasi. Selain kesiapan teknologi, tentunya harus didukung dengan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan sistem e-voting ini ke depannya. Ketidaksiapan dan kurangnya sosialisasi pemerintah terhadap e-voting juga dapat menjadi faktor pemicu kegagalan dalam penerapan sistem ini. Sejak pandemi Covid-19 yang menyebar diseluruh dunia, melumpuhkan kegiatan manusia khusus di Indonesia. Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia yang diselenggarakan pada 9 Desember 2020 mengalami polemik  physical distancing ditengah pandemi Covid-19. Penerapan sistem E-Voting telah dilakukan oleh beberapa negara misalkan di Brajil, India, Swiss dan Australia mendapatkan respon positif dalam masyarakat, namun juga terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian diskriptif kwalitatif  dengan pendekatan perbandingan data sekunder. Hasil penelitian ini, sistem E-Voting dalam Pemilihan Umum dapat meningkatkan nilai demokrasi khusus peningkatan partisipasi masyarakat dan memberikan keefektivan serta keefesienan dalam proses pemilihan berlangsung. Namun, penerapan sistem E-Voting masih terkendala dengan adanya hacker yang bisa membobol sistem serta kesiapan pemerintah dalam penggunaan E-Voting. Kata kunci: E-Voting, Pemilu, Dan Demokrasi                                                               AbstractIndonesia as a democratic country has used the E-Voting method as a means of democracy, even though it has only been implemented at the level of election of hamlet heads and village heads. Electronic voting systems must be taken seriously and ensure transparency, certainty, security, accountability and accuracy. In addition to technological readiness, of course, it must be supported by the readiness of the community to implement this e-voting system in the future. The government's unpreparedness and lack of socialization of e-voting can also be a trigger factor for failure in implementing this system. Since the Covid-19 pandemic, which has spread throughout the world, has paralyzed human activities, especially in Indonesia. The Regional Head Election in Indonesia which was held on December 9, 2020 experienced a polemic of Physical Distancing amid the Covid-19 Pandemic. The implementation of the E-Voting system has been carried out by several countries, for example in Brazil, India, Switzerland and Australia, getting a positive response in the community, but there are also shortcomings in its implementation. Qualitative descriptive research method using a comparative approach using secondary data.The results of this study, the E-Voting system in General Elections can increase the value of democracy, especially increasing public participation and providing effectiveness and efficiency in the electoral process. However, the implementation of the E-Voting system is still constrained by the presence of hackers who can break into the system and the government's readiness to use E-Voting. Keywords: E-Voting, Election, and DemocracyÂ

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WANITA DALAM PEMBAGIAN HARTA BERSAMA AKIBAT PERCERAIAN

    Get PDF
    Pembagian harta bersama di Indonesia saat ini masih memiliki banyak permasalahan, saat ini banyakdijumpai kasus-kasus tentang pembagian harta bersama yang masih diangap tidak jelas/masih menimbulkanmasalah dalam pembagiannya dan tidak memiliki keadilan khususnya terhadap wanita, atas dasarpermasalahan tersebut maka penelitian ini memiliki tujuan yaitu Untuk mengetahui dan menganalisistentang faktor-faktor yang menyebabkan pembagian harta bersama akibat terjadinya perceraian tidakmelindungi wanita, serta upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh para pihak (mantan suami dan isteri)dalam mengatasi permasalahan pembagian harta bersama akibat perceraian, setelah menganalisis tujuanpenelitian tersebut maka diharapkan penelitian ini juga dapat memberikan masukan tentang Bagaimanabentuk perlindungan hukum terhadap wanita dalam pembagian harta bersama akibat perceraian. Penelitianini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan yang digunakan yaitupendekatan perundangundangan, spesifikasi penelitian yaitu deskriptif analitis. data yang digunakan adalah data sekunder yangdidukung oleh data primer, atas data yang digunakan, diperoleh dengan cara studi kepustakaan besertawawancara, data-data yang terkumpul kemudian di analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa faktor yang menyebabkan terjadinya pembagian harta bersama yang tidak berkeadilan terhadapwanita disebabkan karena dua faktor yaitu, faktor adanya peleburan harta bersama dan juga adanyapembagian yang didasarkan pada hukum adat. Sejatinya atas faktor tersebut dapat diminimalisir dengancara menmbuat perjanjian perkawinan, yang mengatur tentang pembagian harta bersama setelah adanyaperceraian perlu dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku, yaitu dibagiseperdua

    KEJAHATAN PROFESI YANG MENYEBABKAN DISPARITAS PIDANA DALAM PUTUSAN HAKIM TERHADAP PERKARA TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

    Get PDF
    Kejahatan narkotika bukan lagi dipandang sebagai kejahatan biasa (ordinary crime) melainkan sudah merupakan sebuah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika diatur dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pada kenyataannya, penegakan hukum terhadap tindak pidana Pengedaran Pupuk narkotika masih jauh dari harapan disebabkan tuntutan dan vonis hukuman yang sangat ringan. Vonis yang masih ringan dan jauh dari tuntutan menyebabkan tindak pidana narkotika sulit diberantas dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, menggunakan data primer dan sekunder yang akan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Pengadilan Negeri Pati banyak didasari pada Pasal 127 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (2) Terjadinya disparitas pidana dalam putusan hakim merupakan keleluasaan yang diberikan dalam Undang-Undang kehakiman. Terhadap tindak pidana penyalahgunaan narkotika Mahkamah Agung perlu memberikan perhatian lebih terhadap perkara-perkara hukum yang rentan terjadinya kasus suap sehingga disparitas putusan Hakim tidak terjadi lagi ke depannya. Disparitas putusan Hakim diduga kuat juga terjadi karena adanya symbiosis mutualisme, yang saling menguntungkan antara aparatur hukum dan tersangka tindak pidana narkotika

    LAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI MASA PANDEMI COVID 19 DI KABUPATEN REMBANG DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE

    Get PDF
    Dunia diguncang oleh munculnya pandemi virus corona (COVID-19) yang berdampak signifikan pada perubahan dunia. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Pasal 21 mengatur penyelenggara pelayanan publik mempunyai kewajiban untuk memenuhi komponen standar pelayanan minimal, sehingga walaupun ada kebijakan pembatasan pelayanan publik tersebut, penyelenggara pelayanan publik tetap harus mematuhi standar pelayanan minimal dengan tetap memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing pihak baik penyelenggara maupun masyarakat. Namun sejak pemberlakukan kebijakan ASN bekerja dari rumah (WFH), tak sedikit warga masyarakat pengguna layanan mengeluhkan terhambatnya pelayanan publik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana layanan administrasi kependudukan di Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Rembang dan bagaimana kendala dan solusi penyelesaian layanan administrasi kependudukan di Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Rembang Dalam Mewujudkan Good Governance. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara kemudian data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pelayanan publik  dalam bidang administrasi kependudukan di Kabupaten Rembang selama masa pandemi ini telah banyak mempergunakan alur proses atau tata cara secara online, dimana didalam sistem yang telah dibuat masyarakat dapat dengan lebih mudah mengetahui informasi dan melakukan berbagai keperluan yang dibutuhkannya  dirumah saja tanpa harus datang ke kantor administrasi kependudukan. pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan di kabupaten Rembang masih terdapat beberapa kendala, kendala dan hambatan tersebut berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini berasal dari pemerintahan atau pengelolaan layanan administrasi kependudukan, sedangkan untuk faktor eksternal berasal dari masyarakat di Kabupaten Rembang

    1,884

    full texts

    2,017

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UNTAG Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇