E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
NON-PRESTATION LAW AS THE FINAL SETTLEMENT FOR THE NEGLIGENCE OF ONLINE BUSINESS PLAYERS (E-COMMERCE)
Default is any form of activity that does not meet the requirements set out in all engagements, including engagements that occur in digital transactions such as e-commerce. Currently the regulation regarding default in e-commerce media is only regulated in Law Number 19 of 2016 concerning Amendments to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (UU ITE). The lack of a legal umbrella for perpetrators of e-commerce transactions in Indonesia has resulted in an increasing number of default cases. So that a new, stronger regulation is needed regarding the mechanism for resolving default cases in e-commerce media. This study aims to provide important knowledge regarding the flow of default lawsuits in e-commerce media. This research was written using a normative juridical method with a statute approach and a conceptual approach. This type of research was carried out qualitatively using secondary data in the form of literature studies and focused on the purpose of applying a norm in relevant positive law. The results of this study are compensation for business actors for default can be in the form of fulfillment of agreements, fulfillment of agreements and compensation, ordinary compensation, cancellation of agreements accompanied by compensation. Settlement of consumer disputes through court default lawsuits is only possible if it cannot be reached in a peaceful way to get compensation. This type of research was carried out qualitatively using secondary data in the form of literature studies and focused on the purpose of applying a norm in relevant positive law. The results of this study are compensation for business actors for default can be in the form of fulfillment of agreements, fulfillment of agreements and compensation, ordinary compensation, cancellation of agreements accompanied by compensation. Settlement of consumer disputes through court default lawsuits is only possible if it cannot be reached in a peaceful way to get compensation. This type of research was carried out qualitatively using secondary data in the form of literature studies and focused on the purpose of applying a norm in relevant positive law. The results of this study are compensation for business actors for default can be in the form of fulfillment of agreements, fulfillment of agreements and compensation, ordinary compensation, cancellation of agreements accompanied by compensation. Settlement of consumer disputes through court default lawsuits is only possible if it cannot be reached in a peaceful way to get compensation
Theoretical Study Of Legal Protection Of Song Royalty On Digital Platforms
The purpose of this study is to solve problems related to legal arrangements regarding song royalties or music on digital platforms that are used commercially and the issue of violations of song royalties on digital platforms today. This type of research is normative legal research with primary legal materials covering the applicable laws and regulations and secondary legal materials, including law books, the internet, and journals related to the issues studied. This research is descriptive, while the research material is carried out qualitatively. This research results in a conclusion that the matter of collecting royalties for songs on the Digital Platform after the issuance of Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 56 of 2021 concerning Management of Royalties for Copyright of Songs and/or Music only targets the form of public services but does not regulate strictly in the form of Digital services that are used commercially and Legal protection regarding royalties for songs or music in Digital Platforms that are used commercially is divided into 2 (two), namely: Legal protection in the form of protection of works and rights for songwriters in the form of economic rights and moral rights, legal protection in the form of criminal sanctions and civil sanctions in the form of compensation. The responsibility of Government must immediately make derivative regulations relating to the Management of Song Royalties in Digital Platforms that are used commercially to provide protection and legal certainty for those who have economic rights/song royalties, as well as the Directorate General of Intellectual Property (DJKI) to be able to complete the Song / Music Information System (SILM) song and music data center to optimize the withdrawal and distribution of royalties to songwriters or musicians
OPTIMASI DOSIS KOAGULAN DAN FLOKULAN PADA WASTE WATER TREATMENT PLANT DI PLTU TANJUNG JATI B UNIT 1 DAN 2
PLTU Tanjung Jati B Unit 1 dan 2 merupakan salah satu pembangkit listrik di Indonesia yang memanfaatkan air laut sebagai bahan baku untuk menghasilkan uap. Pemurnian air laut sebagai bahan baku dilakukan sebelum air masuk ke boiler dan impuritisnya dibuang ke Waste Water Treatment Plant (WWTP), air buangan ditampung di dalam Retention Basin yang diolah dengan cara koagulasi dan flokulasi menggunakan koagulan FeCl3 dan flokulan anionic polimer N9901. Selama ini pengolahan limbah di WWTP tidak optimal karena hanya berpatokan pada pengamatan fisik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan menggunakan Jar Test skala laboratorium untuk mendapat dosis koagulan dan flokulan yang optimal. Sampel ditambahkan koagulan FeCl3 dengan rentang variabel (3 ppm; 4 ppm; 5 ppm; 6 ppm; dan 7 ppm) serta flokulan anionic polimer N9901 (3 ppm; 4 ppm; 5 ppm; 6 ppm dan 7 ppm) menghasilkan presentase penurunan TSS paling optimal sebesar 99.59% dengan nilai TSS 18 ppm serta pH 7.41 dan turbidity 16.5 NTU.Kata Kunci: dosis, flokulasi, jar test, koagulasi, TS
PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN CARA ADSORPSI KULIT PISANG KEPOK DAN TRANSESTERIFIKASI DARI MINYAK GORENG BEKAS
ABSTRAKBiodisel merupakan bahan bakar alternatif menjanjikan yang dapat diperoleh dari minyak nabati maupun lemak hewan melalui transesterifikasi dengan alkohol. Minyak goreng bekas yang digunakan adalah bekas minyak pengorengan rumah makan dimana proses pembuatan biodiesel menggunakan proses transesterifikasi in situ dengan memvariasikan waktu dan jumlah adsorben. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jumlah adsorben terhadap kualitas biodiesel dan mengetahui pengaruh waktu terhadap kualitas biodiesel. Kulit pisang kepok yang digunakan sebagai adsorben terlebih dahulu dibakar menggunakan furnace selama 2 jam pada suhu 400oC sampai menjadi arang dan menghaluskan arang hingga diperoleh arang yang lolos pada ayakan 100 mesh. Selanjutnya dilakukan optimasi proses adsorpsi meliputi jumlah adsorben, dan waktu proses. Minyak yang sudah di adsorpsi direaksikan dengan etanol dan katalis KOH sehingga didapatkan biodiesel. Kondisi terbaik dari 3 parameter uji dan sesuai dengan SNI 2015 syarat mutu biodiesel yaitu massa jenis pada suhu 40oC, angka asam dan kadar air adalah massa jenis pada suhu 40oC dengan jumlah adsorben 10% dan waktu 70 menit dengan nilai massa jenis biodiesel nya adalah 859,13 kg/m3, angka asam 0,2244 mg-KOH/g dan kadar air biodiesel nya 0,033%.Kata kunci : Biodiesel, minyak goreng bekas, adsorpsi, kulit pisang kepo
Analisa Kasus Korupsi Perusahaan Aviasi Milik BUMN PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk.
Korupsi rawan terjadi dalam tubuh pemerintahan, tidak terkecuali pada sektor BUMN yang berperan sebagai salah satu pelaku perekonomian nasional. Maka dari itu, BUMN sangat mempengaruhi aktifitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kasus korupsi aviasi milik BUMN Garuda Indonesia. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah normatif-yuridis dengan pendekatan perundang- undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konsep. Kesimpulan yang didapat adalah adanya praktik korupsi yang terjadi di BUMN terutama pada Garuda Indonesia disebabkan oleh prinsip Good Corporate Governance yang belum terimplementasikan dengan baik. Adapun beberapa kebijakan yang dapat ditempuh untuk meminimalisir kasus korupsi BUMN, antara lain: Direksi mengawasi kebiasaan rutin pegawai BUMN, memfungsikan satuan pengawas internal BUMN, memfungsikan masyarakat ikut serta dalam rangka pengawasan eksternal melalui mekanisme electronic public service. Selain itu, perlu mensosialisasikan Etika Pancasila kepada pegawai BUMN sebagai landasan moral penyelenggaraan negara
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Berbasis Potensi Wilayah
Desa memerlukan sumber pendapatan asli desa dan keuangan desa agar dapat membantu kesejahteraan masyarakat desa. Pengembangan desa dapat dilakukan dengan upaya peningkatan desa dimana diatur dalam BAB X UU Desa bahwa desa diberi kesempatan untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes menjadi perwujudan masyarakat desa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa melalui kebutuhan dan potensi desa masing-masing. Namun, pembentukan BUMDes pada penerapannya masih terdapat ketidaksesuaian sebagaimana tujuan yang tertera pada Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2021 tentang BUMDes. Hal ini sebagaimana terjadi pada BUMDes Bersinar Padang dan BUMDes Berkah Bumi Brabo di Kecamatan Tanggungharjo dimana kinerja yang dilakukan masih tergolong rendah. Sementara, BUMDes Sambung Mulyo dan BUMDes Makmur Jaya Klampok di Kecamatan Godong yang meskipun telah menjalankan unit usahanya masih terkendala pada masalah pengelolaan yang mengakibatkan kurangnya keuntungan yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes di empat desa tersebut secara umum terkendala dalam mengelola sumber daya manusianya, seperti terlalu banyaknya anggota, rendahnya kontribusi anggota, maupun kurangnya kerja sama dengan pihak ketiga. Adapun upaya optimalisasi yang dapat dilakukan yaitu: (1) menyesuaikan atau memperbaiki aspek kelembagaan, (2) meningkatkan pengawasan dan pengendalian tiap unit usaha yang dijalankan melalui pelaporan dan evaluasi secara rutin, dan (3) meningkatkan sumber daya manusia dengan pelatihan bagi kepengurusan BUMDes secara rutin
Analysis of Improving Employee Performance at the BTN Sharia Semarang Branch through Career Adaptability and Work Engagement
The roles of career adaptability and work engagement are very important for the performance of banking employees so that companies can compete. This study aimed to analyze the factors of increasing employee performance at the Bank Tabungan Negara (BTN) Sharia Semarang Branch through career adaptability and work engagement. This study uses an explanatory analysis approach. Census was used to obtain 70 employees as samples. Multiple regression was used to examine the role of these factors. The results found that career adaptability and work engagement variables can explain employee performance variables of 72.9%. Career adaptability and work engagement are proven to have a positive and significant effect on employee performance. It is hoped that the Management of BTN Sharia Semarang Branch will continue to improve the career adaptability and work engagement of employees by continuing to provide enthusiasm, enthusiasm, and trying seriously to be able to improve employee performance
Peran Kompetensi Guru, Literasi Digital, Dan Ketersediaan Sarana Teknologi Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran (Study Pada Guru Sekolah Dasar Se Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kompetensi guru, literasi digital dan ketersediaan fasilitas teknologi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Koordinator Bidang Pendidikan Kabupaten Kandeman. Populasi yang diambil adalah Guru SD di Koordinator Bidang Pendidikan Kabupaten Kandeman sebanyak 217 orang, dengan purposive sampling diperoleh sampel penelitian sebanyak 69 orang. Sumber data yang digunakan adalah data primer, dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier menyatakan bahwa kompetensi guru, literasi digital, dan sarana teknologi berpengaruh positif terhadap peningkatan pembelajaran. Nilai koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,819 yang berarti 81,9% kualitas pembelajaran dapat dijelaskan oleh kompetensi pendidik, literasi digital dan sarana teknologi. Sedangkan sisanya 100% - 81,9% = 18,1% dijelaskan oleh alasan lain di luar variabel kompetensi pendidik, literasi digital dan sarana teknologi. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik t menunjukkan (1) Kompetensi pendidik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran, (2) literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran, (3) sarana teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran. pengaruh positif dan signifikan kualitas pembelajaran di sekolah dasar bagi guru sekolah dasar di Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang.Kata Kunci: Kompetensi Guru, Literasi Digital, Sarana Teknologi, dan Kualitas PembelajaranAbstractThis study aims to determine the role of teacher competence, digital literacy and the availability of technological facilities to improve the quality of learning in The Regional Coordinator for Education in the Kandeman District. The population taken is There are 217 elementary school teachers in the Regional Coordinator for Education, Kandeman District people, with purposive sampling obtained research samples as many as 69 people. The source of the data used is primary data, with the method of collecting data using a questionnaire. The data analysis technique used is analysis multiple linear regression. The results of the linear regression analysis are stated that teacher competence, digital literacy, and technological means have a positive effect towards improving learning. The value of the coefficient of determination is obtained by 0.819 which means that 81.9% of the quality of learning can be explained by the competence of educators, digital literacy and technological means. Whereas the remaining 100% - 81.9% = 18.1% is explained by other reasons outside variable of educator competence, digital literacy and technological means. Results hypothesis testing using t statistical test shows (1) The competence of educators has a positive and significant effect on quality learning, (2) digital literacy has a positive and significant effect on the quality of learning, (3) the means of technology have a positive and significant effect on the quality of learning in elementary schools for elementary school teachers in the Regional Coordinator for Fields Education in the District of Kandeman, Batang Regency.Keywords: Teacher Competence, Digital Literacy, Technology Facilities, and Quality Learnin
PROBLEMATIKA KOMUNIKASI DOKTER DAN PASIEN MENYEBABKAN KESALAHPAHAMAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN DOKTER DI RUMAH SAKIT
Cara berkomunikasi menjadi suatu kepentingan utama bagi setiap pemberi atau penerima informasi dalam tercapainya tujuan akan alasan informasi tersebut disampaikan. Dokter dan pasien serta rumah sakit memiliki pola tersendiri dalam hubungan hukum pada setiap pihak yang berkaitan. Dalam hubungan hukum antara dokter dan pasien ini membutuhkan suatu cara berkomunikasi yang baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di masing-masing pihak, untuk dapat saling mengetahui hak dan kewajiban setiap pihak. Penelitian ini memggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yuridis normatif. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengurangi kesalahpahaman antara pihak dokter di rumah sakit dengan pasien dan keluarga pasien. Kesalahpahaman ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan pasien terhadap dokter sehingga menurunkan derajat kesehatan masyarakat karena masyarakat akan lebih memilih tidak ke rumah sakit dan mencari obat alternatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah sakit membutuhkan manajemen yang dapat memaksimalkan etika berkomunikasi dari para tenaga kesehatan sehingga tidak menurunkan nilai positif dari masyarakat. Penelitian ini juga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menyampaikan saran dan kritik kepada dokter maupun rumah sakit dan lebih berhati-hati untuk tidak mengambil video dari setiap tenaga kesehatan ataupun tindakan yang diambil ketika berada di rumah sakit
Accelerating Soe's Employee Innovative Work Behavior: the Effect of Transformational Leadership and Psychological Capital with Knowledge Sharing as Intervening Variable
Innovation is essential in the current dynamic and competitive business environment. Therefore, the company must leverage innovative work behavior to all employees to continuously create new products/services and update the work process. Researchers and practitioners argue that proper leadership, positive psychological, and knowledge-sharing activities are relevant factors in encouraging and accelerating employees’ innovative work behavior. In order to improve State-owned enterprise (SOE) employees’ innovative work behavior and bear up previous research gaps, this study investigates whether transformational leadership and psychological capital encourage innovative work behavior in SOE employees, directly and indirectly, using knowledge-sharing as an intervening variable. The researcher processed clean data from 303 respondents who completed online questionnaires using the Structural Equation Modeling method. The result found that transformational leadership and psychological capital positively affected the innovative work behavior of SOE employees, both directly and through knowledge-sharing activities. However, the magnitude of psychological capital toward the innovative behavior of SOE employees directly and through knowledge-sharing activities is more substantial than transformational leadership. Furthermore, theoretical and practical implications are discussed. Furthermore, theoretical and practical implications are discussed. Lastly, the company can use the results to intervene in relevant factors to increase employee innovation