E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
Tinjauan Hukum Kerugian Badan Usaha Milik Negara Akibat Penugasan Pengusahaan Jalan Tol Dari Pemerintah
Infrastruktur jalan tol di Pulau Sumatera merupakan salah satu infrastruktur yang diprioritaskan pembangunannya. Disebabkan proyeknya yang layak secara ekonomi namun tidak layak secara finansial, pengusahaan jalan tol dilakukan oleh pemerintah melalui penugasan kepada PT Hutama Karya (Persero). Tentunya, penugasan ini akan membebani perusahaan dan bahkan merugikan perusahaan, karena proyeknya tidak layak secara finansial. Sepatutnya proyek penugasan dijamin oleh pemerintah, baik dari segi keuntungan maupun pinjaman, sehingga tidak merugikan perusahaan, karena perusahaan perseroan memiliki tujuan umum untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dasar-dasar hukum mengenai penugasan pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dan kompensasinya bagi perusahaan perseroan, dan untuk melihat apakah dasar hukum tersebut sesuai dengan proses bisnis pengusahaan jalan tol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Pendekatan yang dilakukan adalah yuridis konseptual, dengan cara menelaah konsep kelayakan investasi pengusahaan jalan tol, arus suntikan dana segar dari pemerintah untuk BUMN, dan peraturan perundang-undangan terkait penugasan pemerintah kepada BUMN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukum yang ada belum sesuai dengan kondisi bisnis pengusahaan jalan tol. Dalam peraturan yang mengatur kompensasi kerugian akibat penugasan, belum dijelaskan kondisi-kondisi kerugian, dan dalam praktek hukum tersebut, masih dirasa hanya sesuai untuk penugasan penyediaan barang publik, seperti listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Sehingga, perlu adanya penyesuaian peraturan atau peraturan baru yang menjelaskan tata cara atau pedoman kompensasi kerugian akibat penugasan pengusahaan jalan tol yang tidak layak secara finansial
KONVERSI PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR DITINJAU DARI PENGARUH VARIASI ZEOLIT DAN TEMPERATUR DENGAN METODE PIROLISIS
Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya energi baik energi yang bersifat unrenewable resources maupun yang bersifat renewable resoursces. Energi merupakan kebutuhan dasar manusia yang terus meningkat seiring dengan tingkat kehidupan. Bahan bakar minyak (BBM) memiliki posisi yang sangat dominan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Terkait dengan menipisnya cadangan minyak bumi dan konsumsi bahan bakar yang tinggi, masyarakat berupaya mencari sumber energi alternatif. Produksi bahan bakar minyak alternatif yang dapat dilakukan salah satunya dengan pemanfaatan sampah plastik dengan proses perengkahan. Proses pirolisis dilakukan dengan memanfaatkan limbah plastik jenis PP, mix LDPE dan PP dengan menambahkan katalis zeolit sebagai bahan dasar pembuatan bahan bakar cair. Dari hasil penelitian didapatkan %Rendemen tertinggi 69,31% menggunakan bahan baku mix LDPE dan PP. Setelah dilakukan analisa produk yang dihasilkan pada proses pirolisis ini masuk kedalam spesifikasi bensin
Konversi Low Density Polyethylene (LDPE) Menjadi Bahan Bakar Cair Pada Unit Thermal Cracking and Catalytic Reactor With CO2 Emission Removal
Tingginya permintaan akan energi tak terbarukan sudah mengalami krisis dunia, hal ini memaksa pencarian energi terbarukan untuk mencukupi permintaan. Konversi sampah plastik LDPE menjadi BBC melalui metode thermal cracking dan catalytic Reaction dinilai menjadi jawaban yang paling efektif. Penelitian ini memanfaatkan plastik (LDPE) menjadi BBC dengan cara perengkahan rantai karbon panjang menjadi rantai karbon pendek menggunakan panas dan Zeolit alam alam sebagai katalis. Dari hasil penelitian di titik optimum, dengan kondisi operasi rasio perolehan zeolit 0,15 dan suhu operasi 160 0C didapatkan %rendemen tertinggi yaitu 77,28 dan nilai kalor terbesar yaitu 11.130 Cal/gr. Analisa BBC penelitian ini masuk spesifikasi kedalam bensin dan solar
Karakteristik Wirausaha, Kompetensi Terhadap Motivasi Keberhasilan Melalui Perilaku Inovasi pada UMKM Kuliner di Kabupaten Pemalang
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengaruh karakteristik wirausaha, kompetensi sumber daya manusia terhadap motivasi keberhasilan dengan perilaku inovasi sebagai variabel intervening pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kuliner di Kabupaten Pemalang. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Pemalang dan sampel yang diambil sebanyak sembilan puluh depan responden. Teknik sampling digunakan adalah simple random sampling dan teknik analisis menggunakan analisis jalur. Hasil peneilitian menunjukkan bahwa perilaku inovatif dapat memediasi variabel karakteristik wirausaha terhadap motivasi keberhasilan, perilaku inovatif dapat memediasi variabel kompetensi sumber daya manusia terhadap motivasi keberhasilan.This study aims to examine the influence of the influence of entrepreneurial characteristics, human resource competence on success motivation with innovation behavior as an intervening variable in Micro, Small and Medium Culinary Enterprises in Pemalang Regency. The population of this study was all culinary MSME actors in Pemalang Regency and the sample taken was ninety front respondents. The sampling technique used is simple random sampling and analysis techniques using path analysis. The results of the study show that innovative behavior can mediate entrepreneurial characteristic variables on success motivation, innovative behavior can mediate human resource competence variables on success motivation
The Deviation Of Informed Consent Practices: Understanding The Inspanning Verbintenis And Legal Aspects
This research has the main purpose to determine the legal protection of patients on the deviation of informed consent practices concerned in Inspanning Verbintenis and legal aspects. This article emphasizes normative juridical research with descriptive research specifications approach to understand the deviation that happened in medical field and the importance of Inspanning Verbintenis. This study used secondary data obtained from the literature and is described systematically from the Indonesian law, books, National and International journals, news, and previous research related to informed consent practices and the legal aspect. Previous research found that in specific cased a healthy patient, plastic surgery performed for aesthetic reasons is a Resultaat Verbintenis because it concentrates on the result in accordance with a certain arrangement made at the beginning between the doctor and the patient, namely the actual outcomes as anticipated. Hence, to avoid the deviation and missed conception, the Indonesian regulation system requires legal protection clearly. The planned consequence of the medical action may not be realized due to either Inspanning Verbintenis or Resultaat Verbintenis. Therefore, the goal of informed consent is to safeguard the patient against all medical procedures carried out without their knowledge
Analisa Kinerja Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dengan Balance Scorecard
Sesuai Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, ketersediaan pelayanan kesehatan yang merata, bermutu dan berorientasi kepada kepuasan pasien merupakan tuntutan yang harus dipenuhi rumah sakit. Hal ini berarti bahwa rumah sakit dituntut untuk memiliki kinerja yang baik.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis, menguji, dan  mengukur kinerja Rumah Sakit Daerah K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dengan menggunakan Balance Scorecard. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari dokumentasi laporan keuangan, laporan rekam medik dan laporan  SDM tahun 2019  –  2021. Data primer diperoleh melalui  penyebaran kuesioner kepada pasien dan pegawai rumah sakit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja rumah sakit dari perspektif keuangan pada tahun 2019 – 2021 secara umum baik, namun untuk total assets turnover ratio dan CRR masih dibawah standar. Kinerja rumah sakit dari perspektif pelanggan pada tahun 2019 – 2021 sudah baik. Kinerja dari perspektif proses bisnis internal tahun 2019 – 2021 kurang baik, dimana persentase nilai BTO, GDR, dan NDR sesuai dengan standar Permenkes Nomor 1171 Tahun 2011. Kinerja dari perspektif pertumbuhan dan pembelajaran pada tahun 2019 – 2021 menunjukkan kinerja yang baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kinerja RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang dilihat dari 4 perspektif Balance Scorecard adalah cukup baik. Manajemen perlu memberikan perhatian khusus terhadap pengukuran indikator yang kurang baik maupun cukup baik agar dapat ditingkatkan, dan mempertahankan penilaian terhadap indikator yang baik guna meningkatkan kinerja rumah sakit di masa yang akan datang.Kata Kunci: Kinerja, Balanced Scorecard, RSD K.R.M.T Wongsonegoro Kota SemarangAbstractIn accordance with the 1945 Constitution article 28 H paragraph (1) everyone has the right to receive health services. Therefore, the availability of health services that are equitable, quality and oriented to patient satisfaction is a demand that must be met by hospitals. This means that hospitals are required to have good performance.This study aims to analyze, test, and measure the performance of the Semarang City General Hospital using the Balanced Scorecard. This type of research is descriptive quantitative. The data collected are secondary data and primary data. Secondary data was obtained from documentation of financial reports, medical record reports and HR reports for 2019-2021. Primary data was obtained by distributing questionnaires to patients and hospital staff.The results of the study show that the hospital's performance from a financial perspective in 2019 – 2021 is generally good, but the total assets turnover ratio and CRR are still good. Hospital performance from a customer perspective in 2019 – 2021 has been good. Performance from the perspective of internal business processes in 2019 – 2021 is good, where the percentage of BTO, GDR and NDR values are not in accordance with the Minister of Health Regulation Number 1171 of 2011. Performance from a growth and learning perspective in 2019 – 2021 shows good performance. So, it can be concluded that the performance of Semarang City Hospital K.R.M.T Wongsonegoro seen from 4 Balance Scorecard perspectives is quite good. Management needs to pay special attention to measuring indicators that are not good or good enough so that they can be improved, and maintain an assessment of good indicators to improve hospital performance in the future.Keywords: Performance, Balanced Scorecard, Semarang City Hospital K.R.M.T WongsonegoroÂ
Analisis Hukum Peninjauan Kembali Terhadap Gratifikasi Penyelesaian Perkara Di Pengadilan (Studi Putusan MA Nomor 1 Pk/Pid.Sus/2019)
The objective of this research is to methodically and systematically investigate the reality of legal phenomena. This research created normative law by employing legal research methodology. The goal of standard legal research is to find legal doctrines, regulations, or guiding principles that can be used to address legal issues. The objective is to come up with new arguments, hypotheses, or concepts that can be proposed as solutions to the problems that are currently being faced. Other misunderstandings of the word "gratification" call for legal action to be taken. Given that these two sentences are repeated in Law Number 20 of 2001 concerning Amendments to the Corruption Eradication Law Number 31 of 1999 but do not have the same legal significance in the Bribery Law, an investigation must be conducted right away to create a new institution. Political strategies to apprehend criminals looking to gain future advantages
Akibat Hukum Budaya Kad’di Dalam Adat Masyarakat Sabu
In relation to marital problems, if an incident occurs where the husband dies first, the culture of Kad'di must be applied. Culture is Kad'di carried out when the husband dies where the husband's body has been buried. When the wife returns to her original clan, important things arise, including the management of children and property problems. Likewise, if the children left behind are immature, problems will arise, namely who or which party is responsible for guiding and caring for them. Then in relation to the issue of marital property. This is what makes researchers interested in conducting research with the title "The Impact of the Cultural Law of Kad'di in the Customs of the Sabu Community". So the purpose of this study is to see the legal consequences of the occurrence of Kad'di both the legal consequences for children and the legal consequences of Kad'di on property. The results of the study show that the legal consequences arising from Kad'di itself for children are the legal consequences of shifting the management of children from the wife/widow to the family of the deceased husband which has psychologically affected the children. While the legal consequences of the occurrence of Kad'di on the property where the widows are not the heirs of the ex-husband's side because of that the widows do not have the right to the inheritance, including the joint property of her late ex-husband
OPTIMASI EVAPORASI DAN MASERASI PEMBUATAN SABUN CAIR LIDAH BUAYA
Lidah buaya (Aloe Barbadensis Miller) memiliki kandungan saponin yang mempunyai kemampuan untuk membersihkan dan bersifat antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan optimasi waktu maserasi dan evaporasi proses pembuatan sabun cair lidah buaya dan menentukan karakteristik sabun cair lidah buaya dengan parameter pH, tinggi busa, uji organoleptik, dan bobot jenis.Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah beaker glass 500 ml dan 250 ml, evaporator, erlenmeyer 250 ml, thermometer 150˚C, neraca analitik, pipet tetes, cawan porselin, desikator, gelas ukur 100 ml dan 10 ml, corong kaca. Bahan yang digunakan adalah lidah buaya, etanol, aquadest, minyak jarak, minyak zaitun, minyak kelapa, kalium hidroksida, asam stearat, dan gliserin. Selanjutnya ekstrak tersebut di formulasikan menjadi sediaan sabun cair.Metode penelitian ini membuat ekstrak lidah buaya dengan maserasi yang kemudian dievaporasi lalu dicampurkan ke dalam bahan pembuatan sabun, selanjutnya juga menambahkan asam stearat dan KOH, setelah itu menguji sabun cair yang dihasilkan dengan beberapa uji yang telah ditentukan.Dari hasil penelitian dengan perbandingan maserasi hari ke 1, 3, 5, dan 7 pada waktu evaporasi 30, 45, 60, dan 75 menit, belum diperoleh nilai optimum hanya diperoleh kondisi maksimum pada hari ke – 7 dengan bobot jenis 1,070 g/ml, tinggi busa 0,66% dan pada hari ke – 3 dengan pH 9, sabun yang dihasilkan berbentuk kental, berwarna putih kekuningan, berbau khas lidah buaya.Kata Kunci :lidah buaya, optimasi, evaporasi, maserasi
PENGARUH SALT REJECTION, ELECTRIC CONDUCTIVITY TERHADAP KINERJA MEMBRANE REVERSE OSMOSIS
Air proses memiliki peran penting dalam dunia industri petrokimia sebagai pembangkit steam dan proses pendinginan. Air proses dihasilkan dari unit utilitas sea water reverse osmosis pada unit water treatment plant. Air proses yang digunakan harus memiliki nilai TDS yang rendah. Kandungan TDS yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya Fouling dalam pembangkit steam dan proses pendinginan. Sea water reverse osmosis air laut di proses melalui Membrane Reverse osmosis berfungsi mengurangi nilai Total Disolved Solid yang terkandung dalam air laut. Kinerja Sea Water Reverse Osmosis dapat dilihat dari nilai Fluks, Koefisien Permeabilitas terhadap nilai TDS dan Salt Rejection. Metodologi yang digunakan yaitu analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Nilai fluks TDS dan Salt Rejection dapat dihitung menggunakan data Logsheet SWRO. Nilai fluks suatu Membrane mempengaruhi kinerja SWRO. Fluks berbanding lurus terhadap TDS dan Berbanding terbalik dengan Salt Rejection. Koefisien permeabilitas berbanding lurus dengan TDS dan berbanding Terbalik dengan Salt Rejection. Hasil Fluks terbesar yaitu 12,623 L/m2H koefisien Permeabilitas Sebesar 4508 L/m2.H.atm dengan nilai TDS 420,88 mg/L dan salt rejection sebesar 97,844 %. Fluks berbanding lurus dengan koefisien permeabilitas