E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
Analisis Penyelesaian Kredit Macet Bank Bumn Melalui Alternatif Sengketa (Studi Kasus PT. Bank X)
Kredit Macet atau pembiayaan bermasalah adalah suatu kondisi pembiayaan yang ada penyimpangan (deviasi) atas terms of lending yang disepakati dalam pembayaran kembali pembiayaan itu sehingga terjadi keterlambatan, diperlukan tindakan yuridis, atau diduga ada kemungkinan potensi loss. Dalam portofolio pembiayaan, pembiayaan bermasalah masih merupakan pengelolaan pokok, karena resiko dan faktor kerugian terhadap risk asset tersebut akan mempengaruhi kesehatan. Kredit bermasalah juga dapat diartikan kredit yang tergolong kredit kurang lancar, kredit diragukan, dan kredit macet. Fokus penulisan ini adalah untuk menganalisis penyelesaian kredit macet Bank BUMN melalui alternatif sengketa dengan fokus kepada kasus PT. Bank Mandiri Persero Pekanbaru. Penelitian jurnal ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka yang menggunakan buku-buku dan literatur-literatur lainnya sebagai objek yang utama. Hasil penulisan ini adalah penyelesaian kredit macet yang dilakukan oleh PT. Bank Mandiri Persero secara garis besar dapat ditempuh melalui 2 (dua) upaya yaitu jalur non litigasi dan jalur litigasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa seluruh debitur dan pihak PT. Bank Mandiri Persero Pekanbaru menempuh jalur non litigasi berdasarkan ketentuan Surat Edaran Bank Indonesia No. 23/12/BPP dan berdasarkan peraturan internal bank serta peraturan perundang-undangan
Kajian Hukum Penghinaan Pada Orang Yang Telah Meninggal Melalui Media Sosial
Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan terhadap nama baik dan kehormatan, termasuk bagi orang yang telah meninggal dunia. Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong aktivitas dunia maya yang masif, namun banyak kasus pelanggaran pencemaran dan penghinaan nama baik melalui media sosial. Saat ini hukum yang mengatur tentang penghinaan masih terbatas, KUHP terbatas pada media yang digunakan, sedangkan Undang-undang ITE hanya mengatur penghinaan secara umum saja, sehingga tidak ada hukum yang mengatur secara khusus tentang penghinaan terhadap orang yang sudah meninggal melalui media sosial. Tulisan ini menguraikan bahwa penghinaan terhadap orang yang sudah meninggal melalui media sosial dapat dipidana dengan menggunakan aturan dalam KUHP dan Undang-undang ITE
Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Terhadap Peredaran Bebas Kosmetik Beretiket Biru
Nowadays, the distribution of cosmetics with blue labels is increasingly widespread. The reason is that some time ago there was an uproar in the news that there was a well-known brand of skincare with a blue label but it was sold in public places such as malls and even grocery stores. The blue label is a label for medicines (specifically external medicines such as ointments, creams, etc.) given by doctors according to the patient's condition. So, skincare with a blue label can only be used by patients who have consulted a doctor, who then prescribes medication to a pharmacist. This research uses a normative juridical approach with descriptive qualitative data analysis. The conclusions of this research include: 1) legal protection for consumers based on the UUPK, namely Article 4 letter a and Article 7 letter d concerning quality standards for goods in Indonesia, 2) the legal consequences of selling cosmetics with blue labels and resulting in consumer losses, will be subject to sanctions through Article 60 Paragraph 2 where a sanction of Rp. 200,000,000 (two hundred million rupiah), then, if there is no good faith in implementing the specified sanctions, the business actor can be sued through the Consumer Dispute Resolution Agency or the courts in their respective regions in accordance with Articles 19 and 45 paragraph 2
Tanggung Jawab Hukum Rumah Sakit Terhadap Insiden Bayi Dipulangkan Pada Orang Tua Yang Salah
The incident of a newborn being discharged to the wrong parents in a hospital can lead to legal issues that result in hospital liability. The incident is the negligence of health workers in the hospital in identifying newborns and is classified as a sentinel event, which is one type of patient safety incident. This article aims to find out how the hospital's legal responsibility for the negligence of health workers in providing health services to patients. Chapter 46 of Hospital Law Number 44 of 2009 concerning Hospitals regulates that hospitals must be legally responsible for all losses incurred by health workers in the hospital. The hospital in this case applies the doctrine of Corporate Liability. The application of the doctrine of Corporate Liability also requires hospitals to always supervise and control all forms of actions taken by their subordinates so that negligence does not occur which results in harm to patients. The form of hospital responsibility by compensating patients for negligence caused by health workers
Media Sosial dan Perilaku Konsumen pada Masa Covid-19
Pembatasan gerakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan ekonomi tertekan sehingga masyarakat menahan belanjanya. Sektor UMKM mengalami dampak parah kemerosotan pendapatan dan omset. Ditemukan beberapa temuan sektor yang justru meraih keuntungan selama masa pandemi yakni sektor-sektor yang menerapkan pemasaran berbasis online menggunakan media sosial untuk tetap bisa berkomunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan pemasaran kepada konsumen. Instagram menjadi salah satu pilihan platform media sosial yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Hal tersebut dipandang menjadi peluang baik bagi UKM Heyho Barbeque yang bergerak dalam penyedia jasa kuliner untuk menjalankan strategi pemasaran online menggunakan media sosial Instagram dengan menyajikan konten pemasaran yang kreatif dan menarik bagi calon pembeli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara social media marketing content, brand awareness, yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan niat beli konsumen di masa Covid-19. Metode non random sampling dengan kuota menggunakan kuesioner, jumlah sampel sebanyak 76 responden mendasarkan skala Likert 7 poin. PLS digunakan untuk menguji signifikansi statistik koefisien jalur. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa social media marketing content berhubungan positif dengan customer behaviour dan niat beli konsumen di masa pandemi COVID-19. Restrictions on people’s movement in the midst of the Covid-19 pandemic have caused the economy to be depressed so that people hold back their spending. The MSME sector was severely impacted by the decline in revenue and turnover. Several findings were found in these sectors that actually benefited during the pandemic, namely sectors that implemented online-based using social media to keep in touch with the public and increase marketing to consumers. Instagram was one of the social media platform choices that widely used by Indonesian people. This was seen as a good opportunity by Heyho Barbeque, as a MSME, to engage in culinary service provider for online marketing strategies by presenting creative and attractive contents in Instagram to get potential buyers. The research was to analyze the relationship between social media marketing content, brand awareness, which influenced consumer behavior and consumer purchase intentions in the post-Covid-19. The non-random sampling method with quotas uses a questionnaire, the samples is 76 respondents based on a 7-point Likert scale. PLS used to test the statistical significance of the path coefficients. The results found that social media marketing content was positively related to customer behavior and consumer purchase intentions in the pandemic situation
The Impact of Risk Management on Firm Performance: Corporate Governance as Moderating Variable
This research aims to examine the impact of risk management, especially operational risk, credit risk, and liquidity risk on firm performance with corporate governance as a moderating variable. The research was conducted using secondary data from 48 companies in the Southeast Asia region which are included in the Consumer Durable and Apparel, Consumer Service, and Consumer Staples industry categories at S&P Capital IQ during the 2017-2021 period. The sample collection technique in this study used a purposive random sampling method. The result of this study finds that operational risk and credit risk do not affect firm performance, while credit risk has a negative effect on firm performance. This study also found that corporate governance can reduce the negative effect of liquidity risk on firm performance but strengthen the relationship between operational risk and credit risk on firm performance. The result found in this study has implications and contribution for the company to develop a good corporate governance in order to maximize the risk management and also for investor to assess the company risks
Knowledge Hiding in Small Medium Enterprise Owned by Family Business: The Role of Knowledge Complexity, Psychological Ownership and Avoidance Motivation
This study aims to formulate and answer phenomena related to the competitiveness of family business-based SMEs in the era of disruption from the perspective of knowledge hiding bevahior (KHB), which is influenced by knowledge complexity (KC), psychological ownership (PO) and moderated by avoidance motivation. This research is a survey research type with a quantitative approach. The analytical technique used is SEM-PLS with the help of analysis tools using SMART-PLS 3.0. In addition, simple slope analysis is used to see the moderating role of avoidance motivation in moderating the effect of psychological ownership on knowledge hiding. Respondents in this study were 187-line managers from 78 SMEs. The sampling technique used was non-probability sampling with a saturated sampling method. The results showed that all hypotheses were accepted, which means that psychological ownership has a positive and significant effect on knowledge sharing, and avoidance motivation can moderate psychological ownership on knowledge sharing. This study contributes to examine the source and effect KHB, thereby providing a method for SMEs, particularly in Indonesia, to effectively reduce KHB. This study also finds AM as a moderating variable that modulates the effect of KC on KH, whereas this was rarely explored in earlier study
Tindak Pidana Melakukan Aborsi Oleh Dokter Secara Melawan Hukum (Studi Putusan Pengadilan Nomor 57/Pdt.G/2021/PN.Cbi)
Menurut Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan bahwa aborsi bisa dilakukan untuk korban perkosaan dengan membuktikan bahwa kehamilan dimaksud sebagai dampak dari tindak pidana perkosaan. Hal demikian dilakukan melalui bantuan keterangan ahli berkaitan dengan hubungan kausalitas antara tindak perkosaan dan kehamilan korban. Penelitian ini tentang Tindak Pidana Melakukan Aborsi Oleh Dokter Secara Melawan Hukum (Studi Putusan Pengadilan Nomor 57/Pdt.G/2021/PN.Cbi) dengan permasalahan bagaimana pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara tindak pidana aborsi secara melawan hukum? dan bagaimana pertanggungjawaban hukum pelaku tindak pidana aborsi secara melawan hukum? Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam memutus perkara sudah tepat dikarenakan pasal yang didakwakan oleh penuntut umum telah dipenuhi oleh terdakwa. Unsur-unsur pasal yang terpenuhi dalam pasal yang didakwakan adalah unsur setiap orang; unsur dengan sengaja; unsur melakukan aborsi tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan; dan unsur yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan. Selain itu, majelis hakim hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa sehingga menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan pidana. Secara hukum, apabila seorang pelaku yang berprofesi sebagai dokter yang melakukan tindak pidana melakukan aborsi secara melawan hukum, maka terhadapnya wajib bertanggungjawab. Pertanggungjawaban tersebut harus dilakukan sebagai konsekuensi atas perbuatan yang telah dilakukannya
Kembali Ke Masyarakat: Hak Memperoleh Pekerjaan Untuk Mantan Narapidana Terorisme Perspektif Hak Asasi Manusia
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hak memperoleh pekerjaan bagi mantan narapidana terorisme dalam kerangka hak asasi manusia. Data yang diperoleh melalui studi ini secara tegas mengungkapkan bahwa masyarakat seringkali tidak memberikan akses penuh kepada mantan narapidana terorisme untuk mendapatkan pekerjaan, terutama karena pelabelan yang kuat yang melekat pada mereka. Studi ini mengintegrasikan data valid dari berbagai sumber, termasuk wawancara dengan mantan narapidana terorisme, majikan, dan anggota masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa mantan narapidana terorisme menghadapi hambatan serius dalam mencari pekerjaan akibat pelabelan dan stigmatisme. Selain itu, data mengungkapkan bahwa ada tantangan dalam melaksanakan hak memperoleh pekerjaan yang sejalan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Terdapat ketidakpastian hukum, kurangnya dukungan reintegrasi, dan persepsi negatif yang menghalangi proses kembali mantan narapidana terorisme ke dalam masyarakat sebagai anggota yang produktif. Hasil penelitian ini mendorong perlunya kesadaran dan edukasi masyarakat tentang hak asasi manusia dan proses rehabilitasi. Kajian ini juga menekankan perlunya merumuskan kebijakan pekerjaan yang lebih inklusif dan adil yang mempertimbangkan hak-hak individu, sambil menjaga keamanan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa hak asasi manusia harus tetap menjadi pijakan utama dalam pembuatan kebijakan dan praktik pekerjaan terkait mantan narapidana terorisme. Dalam konteks ini, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menggali lebih dalam akar permasalahan ini dan mencari solusi yang lebih efektif. Studi lanjutan diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih baik untuk mendukung hak memperoleh pekerjaan bagi mantan narapidana terorisme dengan berlandaskan prinsip-prinsip hak asasi manusia
Pertimbangan Hakim Dalam Menetapkan Putusan : Studi Kasus Putusan Hakim No 198/Pdt.P/2013/PN.Lmj Tentang Permohonan Izin Pernikahan Beda Agama
Pernikahan adalah sebuah bentuk ikatan antara seorang laki-laki dengan perempuan dengan tujuan mencapai membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Mahaesa. Dalam pasal 2 ayat (1) Undang-undang No. 1 Tahun 1974 menjelaskan tentang keabsahan pernikahan jika dilakukan menurut agama masing-masing. Banyak sekali terjadi perdebatan yang menanyakan tentang keabsahan pernikahan yang dilakukan secara beda agama karena bertentangan dengan pasal tersebut Beberapa putusan Pengadilan ada yang mengabulkan permohonan pernikahan beda agama tersebut dengan menimbang alasan alasan yang disebutkan di dalam tuntutan. Artikel ini menganalisa pertimbangan hakim dalam menetapkan putusan Hakim No 198/Pdt.P/2013/PN.Lmj Tentang Permohonan Izin Pernikahan Beda Agama. Melihat dari beberapa aspek yang biasa digunakan oleh hakim dalam memutuskan perkar