E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
IMPLIKASI HUKUM DARI TIDAK DIMASUKKANNYA SALAH SATU AHLI WARIS DALAM SURAT KETERANGAN AHLI WARIS DALAM PENDAFTARAN PERALIHAN HAK ATAS TANAH
Setelah pewaris meninggal dunia, hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun berpindah ke ahli waris. Namun, secara administrasi, ahli waris harus mendaftarkan pewarisan tersebut kepada Kantor Pertanahan Kabupaten atau Kota setempat untuk mengubah nama pemegang hak dari atas nama pewaris menjadi atas nama ahli waris. Surat Keterangan Ahli Waris sangat penting untuk pendaftaran tanah hasil pewarisan. Namun, hukum yang berlaku bagi WNI masih berbeda saat memperoleh Surat Keterangan Ahli Waris. Surat Keterangan Ahli Waris adalah syarat utama untuk mencatat peralihan hak tanah dari pewaris ke ahli waris. Tindakan ahli waris yang tidak memasukkan ahli waris lain kedalam Surat Keterangan Ahli Waris merupakan suatu perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad) serta pendaftaran pewarisan hak atas tanah yang salah satu ahli waris tidak dimasukkan kedalam Surat Keterangan Ahli Waris maka pendaftaran pewarisannya dapat dibatalkan. dalam peristiwa ini harus ada upaya salah satu pihak untuk meminta pembatalan tersebut. Namun, bilamana ahli waris yang tidak dimasukkan kedalam Surat Keterangan Ahli Waris tersebut tidak keberatan dan dapat menerimanya maka pendaftaran pewarisan itu dapat dilangsungkan
IDENTIFIKASI POTENSI LIMBAH KULIT PINANG SEBAGAI ABSORBEN LOGAM BERAT Cu(II)
Pinang adalah salah satu tumbuhan yang melimpah di Tanah Papua. Kulit pinang memiliki kandungan selulosa yang tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai absorben logam Berat seperti logam Cu(II). Kandungan logam berat Cu(II) yang tinggi dalam perairan bersifat toksik bagi makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pinang sebagai absorben logam berat Cu(II) untuk mengurangi pencemaran air. Tahap penelitian yaitu preparasi, aktivasi dilakukan dengan asam sitrat serta analisis efisiensi penyerapan logam Cu(II). Aktivasi dilakukan dengan variasi massa 50 mg,150 mg, 200 mg, 250 mg, dan 300 mg diperoleh dengan kondisi optimum pada massa 50 mg dengan persentase penyerapan 81,15% dan variasi pH yang digunakan 3, 5, 7, 9, dan 10 diperoleh pH optimum pada pH 8 dengan persentase penyerapan 56,54%. Oleh kerana itu, limbah kulit pinang berpotensi sebagai absorben logam Cu(II)
PENAMBAHAN KATALIS ASAM SULFAT DALAM PEMBUATAN BIOLUBRICANT DENGAN BAHAN BAKU PALM KERNEL OIL (PKO)
Pelumas yang beredaran di pasaran sekitar 80% adalah pelumas mineral yang dihasilkan melalui pemisahan dan pemurnian minyak bumi, dan sebagian lagi berasal dari pelumas sintesis. Penggunaan pelumas mineral dan pelumas sintesis yang tinggi menyebabkan polusi yang berdampak buruk bagi lingkungan. Biolubricant (biopelumas) dapat digunakan sebagai gantinya karena ramah lingkungan, dan mudah terurai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah katalis dan suhu reaksi yang ideal dalam pembentukan sisntesis tri-ester, serta untuk menghasilkan biolubricant dari Palm Kernel Oil (PKO) yang memenuhi standar SNI 06-7069.5-2005. Metode penelitian dimulai dengan pembuatan FAME, pembentukan Di-Ester, dan sintesis Tri-Ester dengan variasi jumlah katalis sebesar 4%, dan 6% dengan suhu reaksi 90 oC, 110 oC, 130 oC, 150 oC, 170 oC. Hasil biolubricant yang didapatkan yaitu densitas 0,8860 – 0,8995 gr/cm3, viskositas kinematik 26,6654 – 28,6017 mm2/s, titik tuang 6 – 1 oC, dan berwarna keemasan
BIOSINTESIS ZnO MENGGUNAKAN EKSTRAK BIJI LABU KUNING SEBAGAI AGEN PEREDUKSI DAN APLIKASINYA TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN TSS POME
Kelapa sawit merupakan kontributor penting bagi perekonomian Indonesia, dengan produksi mencapai 45,58 juta ton pada tahun 2022. Namun, peningkatan produksi menghasilkan limbah pabrik minyak sawit (POME) yang memiliki potensi untuk mencemari lingkungan. POME memiliki kadar COD dan TSS tinggi, sehingga memerlukan pengolahan yang efektif. Teknologi fotokatalitik menggunakan seng oksida (ZnO) yang dihasilkan melalui biosintesis menjadi solusi yang menjanjikan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak waktu penyinaran dan berat ZnO optimum terhadap penurunan kadar COD dan TSS dalam POME. Metode yang digunakan yaitu dengan dengan mevariasikan waktu penyinaran 15–75 menit dengan berat ZnO 100 mg dan 120 mg. Hasil fotodegradasi POME terbaik ialah dengan waktu penyinaran 75 menit dan berat ZnO 120 mg, karena menurunkan nilai COD dan TSS terbesar. Hasil tersebut menunjukkan nilai COD 469 mgO2/l dan TSS 366,67 mg/l, dengan pH 6,92
PRODUKSI GAS HIDROGEN MENGGUNAKAN ALUMINIUM DARI LIMBAH KALENG MINUMAN DENGAN KATALIS NATRIUM HIDROKSIDA (NAOH)
Permintaan gas hidrogen semakin hari semakin meningkat. Gas hidrogen diperkirakan akan menjadi sumber energi terbarukan yang signifikan di masa depan. Terdapat berberapa cara untuk memproduksi gas hidrogen, salah satunya dengan mereaksikan antara aluminium dan air. Aluminium memiliki potensi untuk didaur ulang dan diekstraksi dari produk limbah, salah satunya aluminium dari limbah kaleng minuman. Saat ini juga, sekitar 80% dari sampah perkotaan berasal dari limbah kaleng minuman. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah kaleng minuman untuk memproduksi gas hidrogen juga merupakan alternatif untuk memanfaatkan limbah yang tidak terpakai dan merupakan upaya untuk menciptakan energi terbarukan yang lebih mendukung kelestarian lingkungan. Namun, karena adanya lapisan oksida yang mencegah interaksi aluminium dan air, maka diperlukan tambahan katalis agar limbah aluminium dan air dapar bereaksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan  produksi gas hidrogen dari pemanfaatan limbah kaleng minuman dengan bantuan katalis NaOH. Penelitian ini dilakukan dengan mereaksikan 4 gr, 5 gr, 6 gr, dan 7 gr serbuk logam aluminium dengan air menggunakan katalis NaOH 4 M dengan variasi suhu 40oC, 50oC dan 60oC. Gas hidrogen yang dihasilkan dianalisa melalui Portable Multi Gas Detector. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah: 7 gr serbuk Al pada suhu 60oC menghasilkan gas hidrogen terbanyak sebesar 57% dengan waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi 2 liter gas hidrogen hanya 6 menit, sedangkan 4 gr Al dengan suhu 40oC menghasilkan 21% gas hidrogen dalam 2 liter gas hidrogen yang dihasilkan, dengan waktu reaksi selama 21 menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin banyak serbuk Al yang digunakan dan semakin tinggi suhu  akan menghasilkan lebih banyak  gas hidrogen dalam waktu yang lebih singkat.Â
A STUDY OF A SECOND GENERATION KOREAN-AMERICAN IN COPING WITH HER IDENTITY AS PORTRAYED IN MINOR FEELINGS: AN ASIAN AMERICAN RECKONING BY CATHY PARK HONG
In this thesis, the writer discuss two things related to the identity of the second-generation of Asian-American in America. First, the writer analyzing: What factors caused Cathy Park Hong to feel struggle to prove her identity and existence as a second generation of Korean-American in her society. The first is how does Cathy Park Hong's society make her feel struggled to prove her identity and existence as a second generation of Korean-American in Americar? Then the second is how does she overcome problems of her identity and existence as a Korean-American in her society in America. In this research, the writer uses qualitative descriptive research. This study uses data in the form of writing and descriptions of the data sources that have been collected. At the end of this thesis the writer concludes that: Hong has difficulty proving the existence of her ethnic identity as a Korean-American because she is too often traumatized by being abandoned by other people. Ethnicity and also often feel underappreciated by other ethnicities. Hong, in dealing with the problems she faces, prefers to store and vent her feelings of sadness into poetry
Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Terhadap Produk Kosmetik Impor Tanpa Izin Bpom Yang Dijual Online Di Indonesia
Kosmetik dan Kecantikan merupakan dua hal yang sulit untuk dipisahka dari wanita sejak dulu. Hal ini dikarenakan setiap wanita yang menginginkan untuk terlihat cantik dan menarik di setiap kesempatan. Karena dengan terlihat cantik dan menarik, seorang wanita akan merasa lebih percaya diri dan dapat diterima di kelompok sosialnya. Kebutuhan dan permintaan masyarakat akan kosmetik dalam menunjang penampilan khususnya bagi perempuan berdampak meningkatnya industry kosmetik baik yang diproduksi dalam negeri maupun diimpor dari luar negeri. Namun tidak semua produk kosmetik yang dijual secara online telah memiliki izin edar dari BPOM. Oleh karena itu perlindungan konsumen diperlukan untuk melindungi hak - hak konsumen yang telah ditetapkan dalam Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, atas kosmeti impor yang tidak memiliki izin edar. Tujuan dari penulisan paper ini yaitu untuk lebih memahami pengaturan perlindungan hokum terhadap konsumen atas produk kosmetik impor yang tidak memiliki izin edar dan mengetahui bentuk pengawasan BPOM. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif yang berarti mengkaji berbagai macam aturan hukum yang bersifat formal seperti undang-undang. Paper ini dapat disimpulkan bahwa implementasi perlindungan hokum terhadap konsumen atas produk kosmetik impor yang dijual secara online belum efektif diterapkan
Perlindungan Hukum Bagi Franchisee Atas Dibatalkannya Merek Dagang Franchisor Oleh Pengadilan
Kasus sengketa merek Geprek Bensu yang berakibat pembatalan enam merek dagang milik Ruben dapat berpengaruh pada perjalanan bisnis franchise antara Ruben Onsu sebagai pewaralaba (franchisor) dan para terwaralaba (franchisee). Belum adanya kejelasan mengenai perlindungan hukum untuk melindungi para pelaku bisnis franchise dari masalah-masalah yang mungkin timbul seperti adanya pembatalan merek. Penelitian ini tentang Perlindungan Hukum Bagi Franchisee Atas Dibatalkannya Merek Dagang Franchisor Oleh Pengadilan dengan permasalahan bagaimana perlindungan hukum bagi franchise atas dibatalkannya merek dagang franchisor oleh Pengadilan? Metode penelitian yang digunakan yakni yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi franchisee atas dibatalkannya merek dagang franchisor oleh pengadilan meliputi perlindungan hukum preventif dan perlindungan hukum represif. Perlindungan hukum preventif dapat dimasukkannya klausula mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam hal terjadi pembatalan merek dagang franchisor atas dasar asas kebebasan berkontrak. Adapun perlindungan hukum secara represif diberikan melalui gugatan ganti rugi karena pembatalan merek menunjukkan adanya perbuatan melawan hukum sehingga tidak terpenuhinya syarat obyektif perjanjian waralaba berupa syarat “kausa yang halal†sebagaimana dalam Pasal 1320 KUH Perdata menyebabkan perjanjian waralaba menjadi batal demi hukum yang dapat diajukan pembatalan sebagaimana ketentuan Pasal 1328 Jo. 1449 KUH Perdata dan dapat dimintakan ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata
Mediating Role of Customer Satisfaction on The Relationship Between Perceived Value and Perceived Service Quality toward Repurchase Intention
This study aims to analyze the influence of perceived value and perceived service quality on repurchase intention, as well as the mediating influence of customer satisfaction. This research is a cross-sectional study with a quantitative approach. There were 100 respondents in this study, taken using a purposive sampling technique. Statistical analysis uses multiple linear regressions. The research results show that there is a significant and positive influence of perceived value and perceived service quality on customer satisfaction. The findings further explain that customer satisfaction can mediate the influence of perceived value and perceived service quality on repurchase intentions. Online transportation providers need to focus on perceived value, and perceived service quality felt by customers so that customers will return to be loyal to the company
The Effect of Business Location and Product Diversity on Consumer Intention to Purchase
This study aimed to determine the effect of location of business and product diversity on purchasing intention. The population was all customers of the Lokapita Semarang Knitting Business Group. The research sample was set at 100 people. The determination of sample members used the Purposive Sampling technique, while the data collection technique used a questionnaire. Furthermore, data analysis was carried out using multiple linear regressions. The results showed that location and product diversity can explain consumer purchasing interest. The further finding showed that location and product diversity had a positive effect on purchasing intention statistically acceptable. The managerial implication of the study is a better product and business location should be developed so that consumers will view buying products at the corporate