E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
PENERAPAN ASAS CONTRA LEGEM OLEH HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI
Penerapan asas contra legem oleh hakim dalam perkara pidana memang menimbulkan perdebatan yang panjang, apalagi jika hal itu dilakukan terhadap perkara-perkara yang menarik perhatian publik, misalkan perkara korupsi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengapa hakim menerapkan asas contra legem dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Klas IA Kupang nomor : 72/PID.SUS-TPK/2016/PN.Kpg, motode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yang lazim digunakan dalam penelitian-penelitian hukum, yaitu metode pendekatan perudandang-undangan (statute aprroach), metode pendekatan konseptual (conseptual aprroach), dan metode pendekatan kasus (case aprroach). Berdasarkan pembahasan yang dilakukan oleh penulis, maka kesimpulan yang diperoleh berkaitan dengan alasan hakim menerapkan asas contra legem dalam putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Klas IA Kupang nomor : 72/PID.SUS-TPK/2016/PN.Kpg adalah karena hakim menegakan asas ne bis in idem dan hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut menganut aliran penemuan hukum Interessenjurisprudenz (Freirechtsschule).Saran dalam penelitian ini adalah Penuntut Umum harus lebih teliti dalam melakukan penuntutan, sebab terdapat perkara-perkara yang sudah diperiksa dan diputus oleh Pengadilan dantelah berkeuatan hukum tetap sehingga akan terjadi penuntutan yang lebih dari satu kali bagi seorang Terdakwa dan Hakim sebaiknya konsisten memaknai asas ne bis in idem sebagaimana makna ne bis in idem dalam Peraturan Perundang-undangan, agar hanya penuntutan terhadap Terdakwa yang sebelumnya telah pernah dihukum (berkekuatan hukum tetap) atas perkara yang sama yang sementara dituntut yang dimaknai sebagai perkara yang t ne bis in ide
TANGGUNG JAWAB HUKUM DOKTER TERHADAP GUGATAN PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT
Gugatan terhadap malpraktik medik semakin marak diajukan pasien kepada dokter akibat tindakan medik yang dilakukan telah merugikan pasien. Permasalahan mengenai tanggung jawab hukum dokter terhadap gugatan pasien dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, dan akibat hukum pelanggaran tanggung jawab hukum dokter terhadap gugatan pasien dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah : (1) Tanggung jawab hukum dokter terhadap gugatan pasien dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit terjadi atas kelalaian dokter dalam memberikan tindakan medik yang tidak sesuai dengan standar profesi kedokteran sehingga mengakibatkan kerugian pasien.; (2) Akibat hukum pelanggaran tanggung jawab hukum dokter terhadap gugatan pasien dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, dalam aspek hukum , pidana , perdata , administrasi. Sebagai rekomendasi, maka perlu memperbanyak sosialisasi tentang hukum pidana, perdata, dan administrasi bagi dokter; dibuat surat pernyataan secar
KEKUATAN PEMBUKTIAN DOKUMEN ELEKTRONIK DIBANDINGKAN AKTA NOTARIS
Globalisasi dengan timbulnya Revolusi Industri 4.0 dan 5.0 (Society 5.0) menyebabkan batas-batas antara negara-negara di dunia seakan-akan tidak ada batas lagi. Permasalahan, Bagaimana kekuatan pembuktian dokumen elektronik dibandingkan akta Notaris ? Penggunaan dokumen elektronik yang merupakan alat bukti hukum yang sah tidak berlaku untuk surat yang menurut Undang-Undang dalam bentuk tertulis dan surat yang dibuat dalam bentuk akta Notaris. Metode penelitian yuridis normatif menggunakan data sekunder sebagai data utama dan data primer sebagai data pendukung. Kekuatan pembuktian dokumen elektronik setara dengan akta di bawah tangan sedangkan akta Notaris bentuknya ditentukan oleh Undang-Undan
Bitcoin: A New Asset Class?
This study aims to examine the effect of stock prices, exchange rates, and gold prices on the Bitcoin price. The data used are the IDX Composite, the Rupiah/ IDR exchange rate, and the daily gold price from July 19, 2010, to December 31, 2018. Regression equation results show that stock prices, exchange rates, and the gold price had a positive effect on Bitcoin price. Changes will follow changes that occur in stock prices, exchange rates, and gold prices in the price of Bitcoin in the same direction. Bitcoin is considered the same as other assets that are worth having in the investment portfolio
IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI 10 PROGRAM POKOK PKK
ABSTRACTTen Main Programs of Education and or Empowerment of Family Welfare, The items are already very operational, but really can be implemented properly and correctly, that is the background of this research problem. While the research objective is to find out how the implementation of this program is carried out, what are the obstacles and solutions that have been worked on.Through the methodology approach "Area and Stratified Random Sampling", to select a sample of research areas and purposive random sampling to determine the distribution of sampling as respondents, and use the type of research "discriftive research" that further describes / describes the "Implementation of 10 PKK Programs".The results of the study illustrate that conceptually what is outlined in the 10 PKK Principal Programs, along with their operational definitions, can actually be implemented properly and correctly, but in reality most of the programs have not run properly. This is due to the fact that the ten main PKK programs are rarely understood professionally.Thus, the suggestion that is absolutely necessary is the Management of a Real Action Program that is specifically managed, using the Professional Community Empowerment Approach, because what has been answered by the PKK as the organizer is still very weak, because the PKK Village Movers Team / The kelurahan has not yet mastered the substance of the material and the substance of the methodology of Community Empowerment because it has never received a TOT in a professional manner, by the expert consultants accompanying the community empowerment program.Keywords: Conceptual, Empowerment, Community, ProfessionalABSTRAKSepuluh Program Pokok Pendidikan dan atau Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Item-itemnya sudah sangat operasional, tetapi benarkah sudah dapat dilaksanakan dengan baik dan benar, itulah yang menjadi latar belakang masalah penelitian ini. Sedangkan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi program ini dilaksanakan, apa hambatan dan solusi yang sudah dikerjakan.Melalui pendekatan metodologi “Area dan stratified random samplingâ€, untuk memilih sample wilayah penelitian dan purposive random sampling untuk menentukan distribusi sampling sebagai responden, dan penggunaan type penelitian “discriftive research†yang lebih menggambarkan/mendiskripsikan tentang “Pelaksanaan 10 Program PKKâ€. Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara konsepsional apa yang di tuangkan dalam 10 Programan Pokok PKK, beserta definisi operasionalnya, sebenarnya dapat dilaksanakan secara baik dan benar, tetapi secara realitas sebagian besar program belum berjalan dengan tepat. Hal tersebut disebabkan jarang sekali sepuluh program pokok PKK tersebut dipahami secara profesional.Dengan demikian, saran yang menjadi syarat mutlak diperlukan adalah Menejemen Program  Aksi  Nyata  yang dikelola secara khusus, dengan menggunakan Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat  Secara Profesional, karena apa yang sudah dijawab dengan selalu dilakukan oleh PKK sebagai penyelenggara, masih sangat lemah, karena Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan juga belum menguasai subtansi materi dan subtansi methodologi pemberdayaan Masyarakat karena belum pernah mendapatkan TOT secara profesional, oleh konsultan  ahli pendamping program pemberdayaan masyarakat.Kata Kunci: Konsepsional, Pemberdayaan, Masyarakat, Profesiona
KEBIJAKAN SISTEM ZONASI DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT PENDIDIKAN
ABSTRACTThe purpose of this study is to find out the zoning system policies in the perspective of the Education Society. The study was conducted using a qualitative approach. The perspective that was raised was the perspective of the education community, including educators and parents. The results showed that the community's perspective on zoning included: a positive perspective namely the zoning system facilitates access to educational services, equalizing the quality of schools, and a negative perspective that the zoning system would reduce the quality of schools, as well as limiting students in choosing schools, so the zoning system has an impact on student motivationKeyword: Policy, Zoning System, Perspective, Society ABSTRAKTujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kebijakan sistem zonasi dalam perspektif Masyarakat Pendidikan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Perspektif yang diangkat ialah perspektif masyarakat pendidikaan, meliputi pendidik dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan perspektif masyarakat tentang zonasi meliputi; perspektif positif yaitu Sistem zonasi memudahkan akses layanan pendidikan, memeratakan kualitas sekolah, dan perspektif negatif yaitu system zonasi akan menurunkan kualitas sekolah, serta membatasi siswa dalam memilih sekolah, sehingga sistem zonasi berdampak pada motivasi belajar siswa Kata kunci: Kebijakan, Sistem Zonasi, Perspektif, Masyaraka
MEMBANGUN JAMBAN KELUARGA MANDIRI UNTUK SANITASI BERSTANDAR KESEHATAN
Desa Curug mendapatkan bantuan dana untuk melaksanakan program ODF. Program ODF (Open Defecation Free) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Membangun kesehatan keluarga mandiri bukan hanya melalui program fisik, tetapi kegiatan setelah program tersebut berakhir yang lebih diutamakan supaya berkelanjutan dan berkesinambungan. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya sanitasi sebagai salah satu syarat kelengkapan dalam rumah tapak sederhana dan memberikan informasi tentang tata cara membuat sanitasi yang sesuai standar kesehatan. Metode kegiatan yang akan dilakukan untuk tercapainya tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah metode penyuluhan. Sanitasi yang sesuai standar kesehatan adalah jamban keluarga lengkap dengan konstruksi septictank dan resapannya yang berjarak 10-11 m dari air bersih. Â Penyuluhan sanitasi berstandar kesehatan membuka wawasan masyarakat bahwa anak-anak akan terhindar dari stunting, sehingga dapat menjadi sumber daya manusia unggul sesuai dengan visi misi presiden terpilih periode 2019-2024. Untuk keberlanjutan jamban keluarga mandiri sebaiknya dibentuk tim untuk mengawasi pada saat pembuatan dan pemeliharaa
Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Di Provinsi Jawa Tengah
This study aims to determine the effect of economic growth and local original income on the level of regional financial independence in the Central Java Province in 2016 - 2018. The population in this study are all districts in Central Java Province. While the sample used is the Regency in Central Java Province totaling 29 (twenty nine) Regencies. The sampling technique in this study using the Census sample that is all populations are sampled. This study uses multiple linear regression analysis.The results of the study are the first hypothesis statement is expected that economic growth has a significant effect on the level of Regional Financial Independence, not proven. Statistical test results show a significant level of economic growth of 0.911, which means greater than a significant level of 0.05 (0.911> 0.05). This proves the results of research that economic growth has no significant effect on the level of Regional Financial Independence. The second hypothesis statement is expected that regional own-source revenue (PAD) has a significant effect on the level of Regional Financial Independence. The results of statistical tests show a significant level of regional original income of 0,000, which means it is smaller than the significant level of 0.05 (0,000 <0.05). This proves the results of the study that local revenue has a significant effect on the level of financial independence
STRATEGI PELAYANAN SISTEM PEMBELAJARAN PADA MASA PEMBERLAKUAN NEW NORMAL (Studi Kasus Di Smp Negeri 3 Ngawen Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora)
AbstractIn essence, educational institutions function to develop capabilities and shape the character and civilization of a nation with dignity in order to educate the nation's life and aim to develop the potential of students to become human beings who believe and fear God Almighty, have noble character, are healthy, knowledgeable, capable, creative. , independent, and a democratic and responsible citizen (Law on National Education System Number 20 of 2003, article 3). The policies and strategies implemented by our government cannot be separated from the various responses  and  perceptions  given  by  the  community.  The  Covid-19 emergency period, which required all teachers and students to learn from home, in fact did not just  change learning  locations  and  methods.  The  spread of  the Coronavirus Disease (COVID-19) pandemic has in many students having to carry out learning activities at home, both through online and offline facilities. However, not all students and educators have the ability to access online learning platforms optimally. Learning system services in the New Normal era have always been a problem that is often encountered in every educational institution in the Blora district, as well as what happened in SMP Negeri 3 Ngawen, Ngawen District, Blora Regency is still low in the service of the learning system during the New Normal period. Keywords: Services, Learning Systems, schools, teachers, students AbstrakPada hakekatnya lembaga Pendidikan  berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,  berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,  kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab (UU SisdiknasNomor 20 Tahun 2003, pasal 3). Kebijakan dan strategi yang dilakukan pemerintah kita tak luput dari aneka respons dan persepsi yang diberikan masyarakat. Masa darurat Covid-19 yang mengharuskan semua guru dan siswa belajar  dari  rumah,  nyatanya  tak  sekedar  mengubah  lokasi  dan metode belajar. Penyebaran  pandemi  Coronavirus  Disease  (COVID-19) mengakibatkan banyak peserta didik harus melaksanakan kegiatan belajar di rumah, baik melalui sarana dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring). Namun, tidak semua peserta didik maupun pendidik memiliki kemampuan untuk mengakses platform pembelajaran daring secara optimal.. Pelayanan sistem pembelajaran dimasa New Normal selalu menjadi permasalahan  yang sering ditemui pada setiap lembaga pendidikan  yang ada di wilayah kabupaten Blora, demikian pula yang terjadi di SMP Negeri 3 Ngawen Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora masih rendahnya dalam pelayanan sistem pembelajaran dimasa New Normal. Kata Kunci: Pelayanan , Sistem Pembelajaran, sekolah, guru, muridÂ
KENORMALAN BARU DAN PERUBAHAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSILOGI
AbstractSociologically, the Covid-19 pandemic has caused unplanned social changes in the sense that social changes have occurred sporadically and the community does not want  them  to  exist.  The  result  of  the  people's  unpreparedness  in facing  this pandemic has in turn led to social disorganization in all aspects of people's lives. The impact of the Covid-19 pandemic has forced the community to be adaptive to the various forms of social change it causes. The various existing problems have presented a social transformation urge in society, in fact, it was not impossible that civilization and humanitarian order would experience a shift in a direction and form that is far different from the previous conditions.Socio-logical  construction  in  the  four perceptions  of society  illustrated  the dynamics of public response to various government policies related to the Covid-19 pandemic. We also understood this perception at the level of awareness, discipline, and social behavior during the pandemic and currently in Indonesia there were still additional new clusters for the spread of Covid-19, both area and activity- based.Keywords: Covid 19, Social change, community, perception, societyAbstrakSecara sosiologis, pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan dalam artian, perubahan sosial yang terjadi secara sporadis dan tidak dikehendaki kehadirannya oleh masyarakat. Akibat dari ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini pada gilirannya telah menyebabkan disorganisasi sosial di segala aspek kehidupan masyarakat.Dampak pandemi Covid-19 telah memaksa komunitas masyarakat harus adaptif terhadap berbagai bentuk perubahan sosial yang diakibatkannya. Berbagai ragam persoalan yang ada telah menghadirkan desakan transformasi sosial di masyarakat, bahkan, bukan tidak mungkin peradaban dan tatanan kemanusiaan akan mengalami pergeseran ke arah dan bentuk yang jauh berbeda dari kondisi sebelumnya. Konstruksi sosilogis dalam empat persepsi masyarakat menggambarkan dinamika respon masyarakat pada berbagai kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19. Persepsi ini juga dapat kita pahami pada level kesadaran, kedisiplinan, danperilaku sosial di masa pandemic dan saat ini di Indonesia masih terus ada penambahan kluster baru penyebaran Covid-19, baik berbasis wilayah maupun aktivitas.Kata Kunci : Covid 19, Perubahan sosial, komunitas, persepsi, masyarakatÂ