E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
Sistem Kerja Kinerja pada Perusahaan Penerbitan Buku di Jawa Tengah
AbstrakTujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh kohesivitas tim, komitmen pada tujuan terhadap kinerja manajerial yang dimediasi oleh konstruk high performance work systems (sistem kerja kinerja tinggi) pada perusahaan penerbitan buku di Jawa Tengah, Indonesia.Populasi penelitian adalah 578 manager/kepala bagian perusahaan penerbitan buku di Jawa Tengah dengan 150 manajer diambil sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas tim, komitmen pada tujuan dan konstruk high performance work systems berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial pada perusahaan penerbitan buku, di Provinsi Jawa Tengah.Kata Kunci: kohesivitas tim, komitmen pada tujuan, high performance work systems (sistem kerja kinerja tinggi) dan kinerja manajerial.. AbstractThe main purposes of this research is to study the impact of team cohesiveness, commitment to goals towards managerial performance mediated by high performance work systems construct at Book Publisher, Province of Central Java, Indonesia.Based on the main purpose this research is an applied research descriptive correlative based on data collected which had been done in 2018. Research populations are 578 managers with 150 managers are taken as samples. The result shows that team cohesiveness, commitment to goals and high performance work system construct have a significant positive influence towards manajerial performance at Book Publisher, Province of Central Java.Key Words: Team Cohesiveness, Commitment to Goals, High Performance Work System and Managerial Performance
THE VALUES OF ISLAMIC LAW IN JAVA TONDANO COMMUNITY DIVERSITY IN THE MIDDLE OF MINAHASA CHRISTIAN MAYORITY IN THE CONTEXT OF BHINNEKA (DIVERSITY)
The Javanese Tondano (Jaton) community is a different entity (with Muslim beliefs) compared to other Minahasa communities. This is formed from a piece of past history that brought them to the land of Minahasa. In an effort to maintain their identity there is a power relationship that is formed between the Minahasa Christians and the Jaton people. This study aims to see the application of Islamic law values in the diversity of the Jaton Society in Minahasa and the challenges of Javanese Tondano Muslim diversity in the perspective of diversity. The method used is through an empirical juridical approach with qualitative descriptive analysis. The results obtained indicate the value of the Jaton community's diversity as an ethnic identity with a very strong belief in holding Islamic law in interacting with local communities. Even though the early and later generations had mixed marriages with Minahasan people themselves and other ethnic groups, they still maintained their beauty and Javanese culture until now. They did not choose to become reformist Islam which has recently flourished in Indonesia. However, their existence is not considered to disturb or threaten the existence of the majority of Christian Minahasa people
PENGAMBILAN PEKTIN DARI KULIT BAGIAN DALAM (ALBEDO) SEMANGKA DENGAN PROSES EKSTRAKSI
Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi pektin dengan pelarut HCl yang bertujuan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh dan kondisi optimum pengambilan pektin dari albedo semangka dengan proses ekstraksi. Pektin yang dihasilkan diharapkan sesuai dengan standar mutu IPPA (International Pectin Producers Association). Percobaan dilakukan dengan mengeringkan albedo semangka dan diekstraksi dengan pelarut HCl. Larutan hasil ekstraksi disaring untuk memisahkan ampas dengan filtrat. Filtrat kemudian ditambah aceton. Setelah tercampur merata, filtrat didiamkan hingga terbentuk endapan, kemudian disaring dan dikeringkan dalam oven. Pektin kering ditimbang beratnya dan dianalisis kadar metoksil dan galakturonat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah variabel waktu dengan kondisi optimum pada waktu 80 menit, suhu 90oC dan pelarut HCl 0,05 N menghasilkan rendemen pektin 46,72%. Pektin yang dihasilkan memiliki kadar metoksil 4,65% dan kadar galakturonat 40,7% sehingga pektin sesuai dengan standar mutu IPP
ISLAMIC VALUES AND LOCAL WISDOMS MANIFESTED AS STUDENTS' SOFT SKILLS FOR SOCIETY 5.0
The current study reports Year One of a Two-Year Research Project on manifestation of Islamic values and local wisdoms to anticipate Society 5.0. A survey questionnaire was administered to 39 subjects consisting of students of Sultan Agung Islamic University Semarang enrolled in Basic Culture Course in order to grasp their profiles in terms of S (Strength) W (Weakness) O (Opportunity) and T (Threat) with respect to Islamic values and local wisdoms. It turns out that all students show their strength, namely being aware of the Islamic values and local wisdoms positively contributing to the success of the future career as soft skills. However, their weakness is that they master knowledge of Islamic values and local wisdoms only at cognitive level. In practice rules are violated. Opportunity is open for them since they are still at college with rooms for advancement and improvement. Meanwhile, the threat is that they may be influenced by the negative impact of cyber information providers within disruption of digital manufacture unless it is anticipated by equipping them with manifestation of Islamic values and local wisdoms to successfully survive in Society 5.0 in which people shall govern technology and not otherwise. Keywords: Islamic values, local wisdoms, soft skills, society 5.0, digital manufactur
KAIDAH-KAIDAH PENATAAN RUANG DALAM RANGKA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (Kajian Yuridis)
Spatial planning is aimed at realizing harmony between the natural environment and the artificial environment, the integrated use of natural resources and artificial resources. Spatial planning is also intended to protect the function of space and environmental preservation. According to Law No. 26 of 2007 concerning Spatial Planning, space is based on all interests in an integrated, efficient and effective, harmonious, harmonious and balanced manner. The problem formulation in this study is How are the rules of spatial planning in the framework of environmental management? The first rule that must be held in spatial planning for development is that every change must be better than the previous day, namely a more prosperous, comfortable future without the fear of anxiety and fear of various phenomena, such as an unhealthy living environment because of unclear spatial planning. , natural disasters due to the blind use of natural resources and other actions without planning, without arrangement and others. The second principle in spatial planning is to do explicit territory in the long term or be thankful forever without change, because many spatial arrangements are so easy to change and only obey the wishes of the market or capital owners. Now we see a lot of productive agricultural land, productive plantation land, forests cleared to meet the demand of the market turned into industrial buildings, housing, and even green open space (RTH) and city parks turned into malls
TANGGUNG JAWAB PENYEDIA JASA KONSTRUKSI ATAS TERJADINYA KEGAGALAN BANGUNAN
Sektor jasa konstruksi adalah salah satu sektor strategis dalam mendukung tercapainya pembangunan nasional. Akan tetapi, walaupun suatu kontrak konstruksi telah memenuhi syarat-syarat sah dan memenuhi asas-asas suatu kontrak, dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan terjadinya kegagalan bangunan. Sehubungan dengan hal tersebut maka timbul pertanyaan, siapa yang bertanggungjawab terhadap kegagalan kontruksi mengacu dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai tanggung jawab penyedia jasa konstruksi dalam atas terjadinya kegagalan bangunan (studi kasus tergenangnya Jalan Tol Ngawi - Kertosono - Kediri Ruas Ngawi – Kertosono Km 603+500 s/d Km 604+650). Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis. Sumber penelitian hukum dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jika terbukti adanya kesengajaan yang dilakukan oleh salah satu pihak yang menyebabkan kegagalan serta menimbulkan kerugian maka tentu ada sanksi pidana dan perdata untuk pihak yang terbukti merugikan. Dalam kasus tergenangnya Jalan Tol Ngawi – Kertosono - Kediri Ruas Ngawi – Kertosono Km 603+500 s/d Km 604+650, terjadinya kegagalan bangunan akibat banjir atau force majeure,  PT. Adhi Karya selaku penyedia jasa konstruksi telah melakukan tanggungjawabnya yaitu mendesain ulang saluran drainase
GAGASAN KONSTITUSI EKONOMI INDONESIA DALAM KERANGKA PASAL 33 UUD 1945
The implementation of the principle of economic democracy in Indonesia requires the Government to give an equal portion not only to the private economy and the running government but also to the economy (property) of the people who have sovereignty. So it takes good will, partisanship and legal politics to make cooperatives run well. Cooperatives still color in Indonesia, but only a few are implementing the principles and identity of cooperatives correctly, this must be a control so that there are no actors in the economy acting under the guise of cooperatives. The function of facilitators and regulators from the state is needed by making legal products that are suitable for social welfare goals. Thus based on the Elucidation of Article 33 paragraph (1) of the 1945 Constitution, until now the cooperative is one of the role models of popular economy with the principle of kinship. The government is in the forefront to design the rule of law, as the basis for implementing democratic cooperation, the government will also play a role in stabilizing business competition between private companies, state companies and cooperatives. In other words the government acts as a regulator and facilitator in strengthening the economy in accordance with the mandate of the constitution, with an orientation towards economic independence. Chapter XIV Article 33 and Article 34 of the 1945 Constitution concerning the National Economy and People's Welfare. became the basic postulate of Indonesia's economic constitution
PENGARUH SAFETY INDUCTION, REWARD, AND PUNISHMENT TERHADAP KEDISIPLINAN K3
Masalah keselamatan dan kesehatan kerja secara umum di Indonesia masih sering terabaikan, hal tersebut ditunjukan dengan meningkatnya angka kecelakaan kerja setiap tahunnya, penelitian ini adalah untuk mengetahui Kedisiplinan K3 pada Proyek Pembangunan Menara USM.
Kedisiplinan K3 pada Proyek Pembangunan Menara USM dapat diketahui dengan cara mengidentifikasi Safety Induction, Reward, and Punishment. Penelitian ini mendiskripsikan dan menganalisis kebijakan Safety Induction, Reward, and Punishment yang selama ini diterapkan di Proyek Pembangunan Menara USM. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan kuantitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner, dan metode analisis yang digunakan adalah SPSS 21.
Pelaksanaan K3 pada Proyek Pembangunan Menara USM dapat terlihat dari adanya aturan kesehatan dan keselamatan kerja, adanya kesadaran karyawan untuk melaksanakan aturan yang ada, alat pelindung diri sudah menjadi bagian wajib dari pekerjaan karyawan.
Konsultan mempunyai kebijakan Safety Induction, Reward, and Punishment terkait dengan penerapan K3 di perusahaan. Penentuan Safety Induction, Reward, and Punishment terkait dengan K3 ini melibatkan divisi HSE. Divisi HSE bertugas untuk memberikan penilaian terhadap praktek K3 yang sudah dilakukan oleh karyawan setiap bulan, kemudian hasil penilaian ini yang akan menentukan jenis reward dan punishment yang akan diberikan kepada pekerja.
Kata kunci : Safety induction, Reward, Punishment, Kedisiplinan K
KEDUDUKAN DAN HAK AHLI WARIS TESTAMENTAIR SEBAGAI AKIBAT PEMBATALAN TESTAMEN OLEH PENGADILAN
Pasal 875 KUH.Perdata, adapun yang dinamakan surat wasiat atau testamen ialah suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya akan terjadi setelah ia meninggal dunia, dan olehnya dapat dicabut kembali. Testamen merupakan pernyataan sepihak yang hanya dapat dibatalkan oleh pembuatnya, akan tetapi terdapat kasus pembatalan testamen oleh pengadilan. Pengadilan membatalkan testamen karena testamen dianggap melanggar Pasal 913 dan Pasal 881 ayat (2) KUH.Perdata, bahwa testamen tak boleh merugikan bagian legitieme portie.Permasalahan yang diteliti yaitu 1) mengapa testamen dibatalkan oleh Pengadilan? 2) bagaimana kedudukan dan hak ahli waris testamentair setelah testamen dibatalkan oleh Pengadilan? Metode pendekatan yuridis normatif, spesifiksi penelitian deskriptif analitis, sumber data yaitu data sekunder, metode analisis data metode kualitatif. Hasil penelitian 1) Pengadilan membatalkan testamen karena testamen dianggap melanggar Pasal 913 dan Pasal 881 ayat (2) KUH.Perdata. Pertimbangan tersebut tidak dapat dijadikan alasan pembatalan testamen, sebab Pasal 875 KUH.Perdata menyebutkan testamen merupakan pernyataan sepihak, hanya dapat dibatalkan oleh pembuatnya, kecuali testamen melanggar norma, kesusilaan, dan ketertiban umum, 2) setelah testamen dibatalkan, maka kedudukan ahli waris testamentair tidak lagi menjadi ahli waris, sehingga haknya menjadi hilang. Tetapi seharusnya testamen tidak dapat dibatalkan apabila tidak melanggar norma, kesusilaan, dan ketertiban umum, sehingga kedudukan dan hak ahli waris testamentair seharusnya masih ada
ANALISA YURIDIS PRAKTIK EUTHANASIA PASIF DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA (DI INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT)
Euthanasia apapun bentuknnya, dikategorikan sebagai tindak pidana pem-bunuhan, karena menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak. Akan tetapi, dari beberapa faktor seperti keadaan pasien yang sudah tidak dapat disembuhan atau kondisi keuangan pasien, membuat euthanasia terpaksa dilakukan, yang dikenal dengan euthanasia pasif. Memaksa pasien dengan tetap menggunakan alat bantu hidup, sama halnya dengan penyiksaan, sehingga pengaturan mengenai euthanasia pasif adalah suatu keniscayaaan. Dalam penelitian ini, penulis merumuskan permasalahan mengenai analisa yuridis praktik euthanasia pasif di ICU Rumah Sakit dalam perspektif hukum pidana di Indonesia dan konsekuensi yuridis pengaturan praktik euthanasia pasif di ICU Rumah Sakit dalam hukum pidana terhadap permohonan euthanasia oleh keluarga pasien di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh melalui studi kepustakaan, yang kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini adalah : (1) analisa yuridis praktik euthanasia pasif di ICU Rumah Sakit dalam perspektif hukum pidana di Indonesia, pada dasarnya dapat terjadi, antara lain karena : (a) dokter tidak lagi memberikan ban¬tuan medik untuk memperpanjang hidup pasien, (b) pasien menolak pengobatan, dan (c) dokter berinisiatif berbuat pasif, tanpa melakukan pengobatan. Dokter melakukan euthanasia pasif karena tindakan medik untuk pasien sudah tidak ada gunanya lagi. Apabila dokter tidak dapat membuktikan bahwa tindakan medik yang dilakukan su¬dah tidak ada gunanya lagi, maka dokter teran¬cam oleh Pasal 304 jo. Pasal 306 ayat (2) KUHP; (2) konsekuensi yuridis pengaturan praktik euthanasia pasif di ICU Rumah Sakit dalam hukum pidana terhadap permohonan euthanasia oleh keluarga pasien di Indonesia, atas hal tersebut dokter dapat dituntut berdasarkan Pasal 304 KUHP (pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500,- rupiah), Pasal 306 KUHP (pidana penjara paling lama 7 tahun 6 bulan, dan jika mengakibatkan kematian diancam pidana penjara paling lama 9 tahun), dan Pasal 531 KUHP (pidana kurungan paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500). Akan tetapi, jika pihak keluarga telah menandatangani surat pernyataan untuk menghentikan perawatan bagi pasien dan meminta pasien untuk dibawa pulang, maka dokter tidak dapat dituntut secara hukum. Sebagai rekomendasi, maka perlu pengaturan euthanasia pasif dalam undang-undang kesehatan dan perlu koordinasi dengan pemerintah pusat/daerah terkait bantuan bagi pasien tidak mampu