E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
2017 research outputs found
Sort by
UNSAFE ABORTION BUSINESS, UNTIL WHEN?
Pregnancy occurs and unwanted frequently bring a big issue for women, pregnancy backgrounds were varies, there is for having sex outside marriage, incest, or pregnancy due to the factor of sex crimes such as rape and others. For a pregnant woman in astate of not having a partner is certainly not easy to survive, therefore often thought to abort appears and choose the easiest way, which is not to the doctor because it will find a variety of procedures. Then choose to go to a clinic that serves the practice of illegal abortions, such as a police case reports in February 2020 that uncovered the practice of illegal abortions in a clinic in the area of Central Jakarta. In terms of the application of positive law in Indonesia, the problem was raised again, namely how the supervision and application of criminal law against illegal abortion business? When people are free to choose, the consequences will increase the maternal mortality rate itself. Should the birth of regulations governing therapeutic abortion, safe abortion will be the answer to the fate of women in the future
REKONSTRUKSI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN (UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1974) TENTANG BATAS USIA PERKAWINAN
Reconstruction of Marriage Act (Act No. 1 of 1974) About Marriage Age Limit viewed from the aspect of philosophical, juridical and sociological, returned to the provisions of 19 year old men and women 16 years (Article 7, paragraph 1), so that the rights of children are protected. While marriage without parental consent, according to the Marriage Act may be canceled, if the parties do not meet the requirements to establish a marriage. Similarly, according to Islamic law, a marriage without parental consent as guardian illegitimate, or executed by the trustee is not entitled, may be canceled. Annulment of a marriage begins after court ruling has binding legal force and effect from the time of the marriage. And this decision does not apply retroactively to children born of the marriage
PERJANJIAN LISENSI DI BIDANG KARYA MUSIK
Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan atau memperbanyak ciptaannya atau produk hak terkaitnya dengan Undang Undang Hak Cipta No 28 tahun 2014. Undang undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014 lebih Komperensif dibandingkan Undang Undang Hak Cipta Sebelumnya yaitu Undang Undang Nomor 19 Tahun 2002. Bentuk perjanjian Lisensi yang dikeluarkan pemegang hak cipta dan pengguna hak cipta adalah perjanjian lisensi umum. Perjanjian lisensi umum sendiri adalah lisensi yang melibatkan suatu bentuk negosiasi antara pemberi lisensi dan penerima lisensi. Perjanjian lisensinya dimulai dari Pendaftaran Anggota KCI, Pemberian Kuasa, Perjanjian Kerjasama KCI dengan Pencipta, Pemberian Lisensi/ Izin dari KCI (Pemegang Hak Cipta) ke Pengguna Hak cipta dalam Hal ini adalah pelaku usaha, sampai pada Advokasi masalah pelanggaran Hak cipta. Kendala yang muncul dalam pelaksanaan perjanjian lisensi antara pemegang hak cipta dan pengguna hak cipta: Kurangnya Pengetahuan tentang Hukum dari pencipta, kurangnya Pengetahuan Masyarakat terhadap Undang Undang Hak Cipta sehingga banyak sekali pelanggaran hak cipta yang terjadi, kurangnya Sumber Daya Manusia yang dimiliki pemegang hak cipta dalam melindungi hak dari pencipta sehingga pengawasan dirasa belum maksimal, kurangnya kesadaran hukum didalam masyarakat sehingga mengabaikan kewajiban kewajiban yang seharusnya dipenuhi sebagi contoh user yang tidak membayar royal
The Influence of Effective Leadership and Organizational Trust to Teacher’s Work Motivation and Organizational Commitment
This study aims to determine how the influence of organizational leadership and organizational effectiveness on work motivation and organizational commitment of teachers. This research was conducted at a private high school in Rawamangun Village, Pulo Gadung Subdistrict, East Jakarta. In this study using a saturated sample technique that is the entire population used as a sample, namely 115 respondents. The Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method was chosen as a statistical analysis technique. The results showed that the effectiveness of leadership and organizational trust had a direct positive effect on work motivation. The effectiveness of organizational leadership and trust has a direct positive effect on organizational commitment. Leadership effectiveness has a direct positive effect on organizational trust and work motivation has a direct positive effect on organizational commitment. The output of this research is that it can provide input for the school in determining policies specifically in determining the position requirements or the recruitment of school principals so that it is expected to increase the confidence, work motivation and commitment of teachers in school organizations
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS UNGGULAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
The development of village-based tourism based villages and socio-cultural talents have been determined to be strategic policies in accelerating village development and overcoming the problems of rural and rural development. Four villages in the Karimunjawa Islands in Jepara Regency have features that are not found in other regions.Featured in these villages is the natural archipelago, the potential for natural tourism and marine tourism and the richness of the sea Karimunjawa. From the side of tradition and socio-cultural potential are a variety of ethnic groups that have cultural advantages both objects (building houses, neighborhoods) and objects (livelihoods, traditions, martial arts, tambourines, tales, karma, behavior and traditional ceremonies each tribe is very rich in potential cultural tourism.Building institutional BUMDEs, Pokdarwis and supporting infrastructure for the development of the tourism village environment. Obstacles and challenges in developing rural tourism are resolved by institutional development being a commitment of the regional apparatus of Jepara Regency to work together with universities, non-government organizations and the business world. Key word: tourism village, natural and cultural potential; village community empowerment.AbstrakPembangunan desa wisata berbasis  unggulan desa dan  talenta sosial budaya telah ditetapkan menjadi kebijakan strategis dalam percepatan pembangunan desa dan mengatasi permasalahan pembangunan desa dan kawasan perdesaan. Empat desa di Kepulauan Karimunjawa di Kabupaten Jepara mempunyai ungulan yang tidak terdapat di kawasan lain.Unggulan desa-desa tersebut adalah alam kepulauan, potensi wisata alam dan wisata bahari serta kekayaan laut Karimunjawa. Dari sisi tradisi dan potensi sosial budaya adalah beragam suku bangsa yang memiliki keunggulan budaya baik yang bersifat benda (bangunan rumah, lingkungan tempat tinggal) dan tak benda (mata pencaharian, tradisi, pencak silat, rebana, dongeng, tata karma, perilaku dan upacara tradisi masing-masing suku sangat kaya menjadi potensi wisayta budaya. Membangun kelembagaan BUMDEs, Pokdarwis dan sarana-prasarana pendukung bagi pengembangan lingkungan desa wisata. Hambatan dan tantangan pengembangan desa wisata diselesaikan dengan pengembangan kelembagaan menjadi komitmen dari perangkat daerah Kabupaten Jepara dapat bekerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha.  Key word : desa wisata, potensialam dan  budaya; pemberdayaan masyarakat desa.Â
Jejak Bangunan Oei Tiong Ham di Kota Lama Semarang
Kita semua tahu bersama bahwasanya kota lama Semarang merupakan suatu area peninggalan kolonialisme Belanda yang berada di kota Semarang. Kota lama (Belanda) yang ada di kota Semarang merupakan suatu kawasan yang dipenuhi bangunan milik Belanda dan disekeliling kawasan tersebut dulunya didirikan benteng sebagai pemisah kota Belanda dengan kawasan lainnya (Pecinan, Melayu, Kauman), serta untuk kepentingan keamanan. Kota lama Semarang sebagai area peninggalan Belanda identik dengan karakter kawasan yang mempunyai ciri khusus yakni bangunan bangunannya bergaya arsitektur Belanda, dengan mengadopsi beberapa bagian langgam tropis sebagai bagian dari upaya menyelesaian masalah iklim tropis. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba menelaah apakah benar semua bangunan di area kota lama Semarang tersebut merupakan bangunan Belanda? ataukah ada bangunan milik non Belanda di kawasan tersebut. Oei Tiong Ham (bersama Tasripin) merupakan konglomerat, pengusaha sukses yang namanya sering disebutkan dalam berbagai literatur kota Semarang. Apakah pengusaha sekelas Oei Tiong Ham mempunyai bangunan dalam kawasan kota lama Semarang, mengingat fungsi awal dari area tersebut merupakan kamar dagang terbesar di Asia Tenggara pada masanya yang didirikan oleh kerajaan Belanda. Pada penelitian ini penulis mencoba meneliti jejak bangunan Oei Tiong Ham di Kota Lama Semarang dengan menggunakan metode sejarah. Metode sejarah dimulai dengan pengumpulan data yang disebut heuristic, melalui berbagai sumber pustaka yang ada kaitannya dengan Oei Tiong Ham, maupun dengan Kota Lama Semarang itu sendiri.Dari hasil analisa yang telah dilakukan peneliti, didapatkan minimal ada lima buah bangunan yang pernah dipakai atau dipergunakan oleh Oei Tiong Ham sebagai kantor dagang berbagai aktifitas bisnisnya, yang berada di kawasan kota lama Semarang. Kantor atau bangunan milik Oei Tiong Ham kesemuanya ada di jalan Kepodang. Bangunan yang pertama adalah restoran Pring Sewu diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie dari Tiongkok yang saat itu dipergunakan sebagai kantor baru pengganti kantor Kian Gwan Concern yang lama dengan gaya bangunan percampuran colonial dan China di perempatan jalan Kepodang, Bangunan ke 2 adalah Hero Coffe, bangunan ke 3 adalah kantor RNI divisi farmasi yang masih diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie dipergunakan sebagai kantor bisnis gula dengan nama Kian Gwan Concern lama dengan gaya bangunan Art Deco, bangunan ke 4 adalah Gedung kosong (Soesmans Kantoor) dan bangunan terakhir atau ke 5 adalah Gedung Monod Diephuis di ujung jalan Kepodang
PENGAMBILAN MINYAK ATSIRI DARI TANAMAN SEREH MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI SOXHLETASI
Sereh masih belum banyak dibudidayakan di Indonesia, tanaman ini diproses dan diolah menjadi minyak atsiri, maka akan mendapatkan nilai jual yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh pada pengambilan minyak atsiri sereh menggunakan proses ekstraksi soxletasi pelarut n-heksan, serta membandingkan dengan standartnya. Variabel yang paling berpengaruh pada penelitian ini adalah variabel waktu. Hasil dari Analisa GC-MS kandungan Citral hanya 1,56 % yang seharusnya bisa mencapai 75-85%. Senyawa citral ini membentuk turunan turunan lain yaitu sitronella, sitronelol, dan geraniol. Senyawa Geraniol hanya 0,54% yang seharusnya bisa mecapai 12-18%. Pengambilan minyak pada penelitian ini tidak optimum karena n-heksan tidak efisien sebagai pelarut dan rentang suhu didih pelarut dan minyak terlalu jauh
PERSONAL SELLING, ADVERTISING dan ASURANSI (Studi Pada PT. Prudential Life Assurance Cabang Pandanaran Semarang)
This study aims to determine how the influence of personal selling and advertising on purchasing decisions for insurance products at PT. Prudential Life Assurance, Pandanaran Semarang Branch.The population in this study are all customers who use insurance products PT. Prudential Life Assurance Pandanaran Semarang Branch, with a sample size of 70 respondents. The sampling technique used is simple random sampling. The data source used is primary data, with data collection techniques using questionnaires, while the data analysis technique used is multiple linear regression.The research results seen from the equation of multiple linear regression analysis shows that personal selling and advertising have a positive effect on purchasing decisions. The coefficient of determination shows that personal selling and advertising variables can explain the variation in the purchase decision variable by 60.3%. The results of the hypothesis test using the t test statistic indicate that personal selling has a positive and significant effect on purchasing decisions, and advertising has a positive and significant effect on purchasing decisions.Keywords: Personal Selling, Advertising, and Purchasing Decisions
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEPEMILIKAN TANAH SECARA ABSENTEE/GUNTAI BERDASARKAN KETENTUAN PP NOMOR 41 TAHUN 1964
Tanah merupakan sumber daya yang penting bagi masyarakat,baik sebagai media tumbuh tanam maupun sebagai ruang untuk melakukan berbagai kegiatan. Sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), pemerintah mengeluarkan UU Nomor 5 Prp Tahun 1960 tentang Pelaksanaan Pembagian Tanah Pertanian dengan Pelaksanaan PP Nomor 221 Tahun 1961 jo Pasal 1 PP Nomor 41 Tahun 1964 diatur adanya Larangan Pemilikan Tanah Absentee,yang menyatakan bahwa pemilikan tanah pertanian oleh orang atau badan hukum yang bertempat tinggal diluar tempat tanahnya dilarang, yaitu agar petani bisa aktif dan efektif dalam mengerjakan tanah pertanian miliknya, sehingga produktivitasnya bisa lebih optimal. Dalam kenyataannya masih terdapat orang yang memiliki tanah pertanian secara absentee di Kabupaten Semarang, sehingga dalam prakteknya peraturan mengenai larangan pemilikan tanah absentee belum bisa diterapkan secara efektif.Penegakan hukum terhadap pelanggaran mengenai larangan pemilikan tanah pertanian secara absentee di Kabupaten Semarang masih kurang tegas dan masih sedikit persoalan yang muncul kepermukaan mengenai kepemilikan tanah absentee, namun Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang sudah melakukan pencegahan terhadap terjadinya kepemilikan tanah absentee di Kabupaten Semarang. Faktor-faktor penyebab terjadinya kepemilikan tanah absentee di Kabupaten Semarang adalah kurangnya kesadaran hukum masyarakat,faktor aparat penegak hukum,faktor sarana dan prasarana dan faktor ekonomi. Selain itu, ketentuan-ketentuan larangan pemilikan tanah absentee yang ada pada saat ini masih perlu ditinjau kembali untuk disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat saat ini
Implementasi Kebijakan Pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Rembang
Abstract The library is not only an institution that provides services for reading, but a learning process for the community to build the peradap of a nation. The library is an important element not only in the world of education but is widely an important part of developing the nation's character and intelligence. The presence of the library has not been able to encourage interest in reading the public. The assumption that the library is only a place to provide books, not a place to study, makes the library less desirable. The library administration policy already exists, even requiring all local governments to provide these services. It is the implementation of this library that must continue to be fought for in order to get closer to the goal of increasing community intelligence. This study tries to answer the question of how to implement library management policies in Rembang Regency. The aim is to explore the extent to which libraries are able to encourage people to enjoy reading. Keywords: library, technical standards, implementation, policy  AbstrakPerpustakaan bukan hanya sebuah institusi penyedia layanan untuk membaca, namun sebuah proses belajar bagi masyarakat untuk membangun peradapan sebuah bangsa. Perpustakaan merupakan elemen penting bukan hanya dalam dunia pendidikan namun secara luas menjadi jantung bagi pengembangan karakter dan kecerdasan bangsa. Kehadiran perpustakaan masih belum mampu mendorong minat membaca masyarakat. Anggapan bahwa perpustakaan hanya tempat menyediakan buku, bukan tempat belajar, menjadikan perpustakaan kurang diminati. Kebijakan penyelenggaraan perpustakaan sudah ada, bahkan mewajibkan kepada seluruh pemerintah daerah menyediakan layanan tersebut. Implementasi atas penyelenggaraan perpustakaan inilah yang harus terus diperjuangkan agar makin mendekati tujuan yaitu peningkatan kecerdasan masayrakat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana imlementasi kebijakan penyelengagraan perpustakaan di Kabupaten Rembang. Tujuannya untuk mengekplorasi sejauhmana perpustakaan mampu mendorong masyarakat untuk gemar membaca. Kata Kunci : perpustakaan, standar teknis, implementasi, kebijaka