E-Journal UNTAG Semarang
Not a member yet
    2017 research outputs found

    PERCERAIAN DAN AKIBATNYA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

    Get PDF
    The purpose of marriage according to Law No.1 of 1974 is to form a happy and eternal family based on The One Almighty God, but in reality not all marriages go as expected, often marriages have to run aground in the middle of the road due to conflicts between a married couple who cannot be resolved except with a judge's decision on the demands of one of the parties in the marriage. The occurrence of divorce has consequences for husband and wife, namely after the marriage breaks up due to divorce, the husband and wife are free to remarry, provided that the ex-wife must pay attention to the waiting time. Besides, it will have consequences on the relationship between husband and wife, children and on property in marriage

    URGENSI KEBUTUHAN AKTAAUTENTIK DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    The economic stimulus policy places an additional burden on its implementation for financial institutions to restructure and renegotiate agreements, so that the need for authentic deeds as evidence becomes the urgency. This study aimed to determine to which Indonesian laws and regulations already accommodated the transformation of notarial deeds in electronic systems and teleconferencing media can be used. This research was conducted with a normative research method and with a conceptual approach to an authentic deed based on the Civil Law system and the statue approach. The results of this study indicate that the need for authentic deeds, in this case, is needed even though the Covid-19 pandemic period is still ongoing. The need for authentic deeds is the main document to strengthen one's position concerning the right of interest before the court. It cannot be predicted how long the pandemic will last. After pandemic, the changes in the way of life will proceed as before. Direct interaction, face to face, and physical presence are not the crucial things in establishing legal relations. Transforming procedures for making authentic deeds by notaries and other public officials need to be done to provide a legal data and supporting facilities so that the transformation of electronic data establishment and filling for the authentic deed and PPATdeed are carried outThe economic stimulus policy places an additional burden on its implementation for financial institutions to restructure and renegotiate agreements, so that the need for authentic deeds as evidence becomes the urgency. This study aimed to determine to which Indonesian laws and regulations already accommodated the transformation of notarial deeds in electronic systems and teleconferencing media can be used. This research was conducted with a normative research method and with a conceptual approach to an authentic deed based on the Civil Law system and the statue approach. The results of this study indicate that the need for authentic deeds, in this case, is needed even though the Covid-19 pandemic period is still ongoing. The need for authentic deeds is the main document to strengthen one's position concerning the right of interest before the court. It cannot be predicted how long the pandemic will last. After pandemic, the changes in the way of life will proceed as before. Direct interaction, face to face, and physical presence are not the crucial things in establishing legal relations. Transforming procedures for making authentic deeds by notaries and other public officials need to be done to provide a legal data and supporting facilities so that the transformation of electronic data establishment and filling for the authentic deed and PPATdeed are carried out

    Finding Ways to Improve Employee Performance in Banking Sector

    Get PDF
    The purpose of this research is to investigate the effects of individual characteristics andIntrinsic motivation on innovative behaviour and employee performance, and the effectinnovative behaviour on employee performance. The study was conducted at banking company, the sample size is about 200 employees. Methods of data analysis used in thisstudy is a quantitative analysis method where quantitative data analysis method is a method of analysis in the form of figures and calculations using statistical methods. In simplify the analysis process, will be used Structural Equations Modeling (SEM). According to the analysis, it is concluded as the followings: individual characteristics has a positive effect oninnovative behaviour; intrinsic motivation has a positive effect on innovative behaviour; individual characteristics has a positive effect on employee performance intrinsic motivation has a negative effect on employee performance and innovative behaviour has apositive effect on employee performance. The results of this study and the limitations found to be a source of ideas and input for the development of this study in the future, the suggested expansion of this research include: Future research is not only done from one employee's perspective, rather it is recommended at the same time from two points of view, namely the perspective of the leaders / top management / manager and also the point of view of the employees themselves

    TINJAUAN YURIDIS SANKSI REHABILITASI TERHADAP PENGGUNA NARKOTIKA

    Get PDF
    Pecandu narkotika merupakan Self victizing victims karena pecandu narkotika menderita sindroma ketergantungan narkotika akibat dari penyalagunaan narkotika yang dilakukannya sendiri. Rehabilitasi dapat melepaskan ketergantungan narkotika sampai dapat menikmati kehidupan bebas tanpa narkotika. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana rumusan sanksi rehabilitasi terhadap pengguna narkotika dalam perspektif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika? 2) Bagaimana pelaksanaan sanksi rehabilitasi dalam penegakkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika saat ini? Penulis menggunakan pendekatan yuridis normatif. Pendekatan yuridis normatif adalah pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah : 1) Hakim dalam memutus perkara harus memperhatikan ketentuan rehabilitasi, sehingga nantinya para pecandu dan korban penyalah guna narkotika dapat di rehabilitasi baik rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial dan tidak lagi dipidana penjara maupun pidana kurungan karena rehabilitasi tersebut dihitung sebagai masa menjalani hukuman. 2) Penegakan hukum Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang ideal harus disertai dengan kesadaran bahwa penegakan hukum sebagai bagian subsistem hukum, juga merupakan subsistem sosial, sehingga pengaruh lingkungan cukup berpengaruh terhadap prinsip-prinsip penegakan hukum dan asas-asas hukum yang berlaku di lingkungan bangsa-bangsa yang beradab

    KERAWANAN SOSIAL DALAM PERSPEKTIF INKLUSIF

    Get PDF
    AbstractSocial insecurity does not choose place, time or target. Everyone can become avictim and everyone has the choice to take action or not to commit a criminal act that results in social unrest. Social insecurity can occur in various perspectives. The causes also vary from social, environmental, cultural conditions, habits that are continuous without being cut off, health and other vulnerable conditions. Social vulnerability must be viewed from an inclusive perspective, because it is the right of citizens to secure a sense of security in their life. This study reveals a social vulnerability handling model that can be used in the management of developing social conflicts. The aim of this research is to get a situation description, analysis and recommendations in controlling social vulnerability in an inclusive perspective with the locus of the city of Surakarta. The results of this study indicate that the most  effective  treatment  for  social  insecurity  starts  from  early  detection.  This model continues to be developed so that the basis of this model, namely accurate information can be found and applied immediately.  Keywords: crime, vulnerability, social, inclusive, model, detective, early.  Abstrak Kerawanan sosial tidak memilih tempat, waktu dan sasaran. Semua orang dapat menjadi korban dan semua orang memiliki pilihan untukmelakukan tindakan atau tidak melakukan tidakan kriminal yang mengakibatkan kerawanan sosial. Kerawanan sosial dapat terjadi dalam berbagai perspektif. Penyebabnyapun juga bervariasi dari kondisi sosial,lingkungan, budaya, kebiasaan yang terus-menerus tanpa terpotong, kesehatan dan kondisi rentan lainnya. Kerawanan sosial harus dipandang dalam perspektif inklusif, karena menjadi hak warga negara untuk mendapatkan jaminan rasa aman dalam berkehidupan. Penelitian ini mengungkapkan model penanganan kerawanan sosial yang dapat digunakan dalam pengelolaan konflik-konflik sosial yang berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mendapatkan  gambaran  situasi,  analisis  dan  rekomendasi  dalam pengendalian kerawanan sosial dalam perspektif inklusif dengan lokus kota Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan penanganan kerawanan sosial paling efektif dimualai dari deteksi dini. Model ini yang terus dikembangkan agar basis dari model ini yaitu informasi yang akurat dapat segera ditemukan dan diaplikasikan.Kata kunci : kriminalitas, kerawanan, sosial, inklusif, model, detekti, dini.Â

    Reformulasi Pengaturan Pemberian Hak Guna Bangunan Terhadap Commanditaire Vennootschap

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana konsekuensi hukum yang timbul atas pemberian Hak Guna Bangunan terhadap CV(Commanditaire Vennootschap) dan bagaimana konsep pengaturan pemberian sertifikat Hak Atas Tanah kepada CV(Commanditaire Vennootschap), diharapkan dari dua pembahasan diatas, penulis dapat menemukan bagaimana reformulasi pengaturan pemberian sertifikat Hak Atas Tanah kepada CV(Commanditaire Vennootschap). Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis empiris dengan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapatnya Tumpang tindih dalam pengaturan pemberian hak guna bangunan, hal ini dapat dilihat dalam pengaturan pemberian hak guna bangunan yang diatur didalam Undang – Undang Pokok Agraria (UUPA) dengan pengaturan pemberian Hak Guna Bangunan (HGB) yang ada didalam Surat Edaran Nomor 2/SE-HT.02.01/VI/2019. Dalam Undang – Undang Pokok Agraria (UUPA) telah diatur secara jelas mengenai subjek atas hak guna bangunan dalam rumusan Pasal 36 ayat (1) dapat menimbulkan ketidakpastian hukum. Sehingga perlu adanya Reformulasi perubahan pengaturan mengenai pemberian hak guna bangunan terutama pasca dilahirkanya Surat Edaran Nomor 2/SE-HT.02.01/VI/2019 yang memberikan kemungkinan CV (Commanditaire Vennootschap) dapat menerima hak guna bangunan. Hal ini dilakukan agar terdapat sebuah kepastian hukum yang dapat memberikan perlindungan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam proses penerbitan Hak Guna Bangunan

    Penguatan Kinerja Pengusaha UMKM Mebel di Jepara

    Get PDF
    Studi ini meneliti pengaruh Pelatihan dan komitmen pada tujuan terhadap kinerja pengusaha UMKM, responden penelitian ini pengusaha UMKM mebel di Jepara, dengan populasi sebesar 98 UMKM mebel, dari 98 kuesioner yang disampaikan, diterima kembali dan  diisi lengkap sebanyak 97 kuesioner, data yang dikumpulkan diolah dengan model analisis Statistik Deskriptif dan Regresi Linear Berganda.  Hasil analisis akhir diperoleh bahwa Pelatihan dan komitmen berpengaruh positif terhadap kinerja pengusaha UMKM, sedangkan bahwa kinerja pengusaha dipengaruhi Pelatihan dan komitmen pada tujuan. Pada pengukuran pelatihan, dapat dilihat bahwa dengan adanya pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Kata kunci : Pelatihan,komitmen, pada tujuan, kinerja

    TANGGUNG JAWAB PIDANA BAGI NAKHODA KAPAL YANG BERLAYAR TANPA SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR

    Get PDF
    Surat persetujuan berlayar merupakan salah satu dokumen penting dan wajib yang dikeluarkan oleh Syahbandar dan harus dimiliki oleh setiap kapal yang akan melakukan pelayaran atau berangkat meninggalkan pelabuhan. Meskipun pengaturan mengenai Surat Persetujuan Berlayar sudah sedemikian ketat, tetap saja masih ada beberapa Nahkoda kapal yang melanggar ketentuan ini. Dalam penelitian ini penulis akan memembahas tentang tanggung jawab pidana bagi Nakhoda kapal yang berlayar tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar serta sanksi bagi pemilik kapal yang memberikan perintah kepada Nakhoda kapal untuk melayarkan kapal tanpa Surat Persetujuan Berlayar, yang disajikan dalam bentuk penelitian hukum yuridis normatif. Data disampaikan secara deskriptif analitis dengan penjelasan dalam bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Data utama diambil dari putusan Pengadilan Negeri Palembang sebagai locus delicti dari kejadian perkara, putusan Pengadilan Tinggi Palembang dan putusan Mahkamah Agung mengenai tanggung jawab pidana baik pidana penjara dan pidana denda yang dijatuhkan kepada Nakhoda yang berlayar tanpa dilengkapi SPB

    THE AUTHORITY OF THE INDONESIAN NATIONAL POLICE IN HANDLING CRIMES OF FIDUCIARY SECURITY CONTROLLED BY THIRD PARTIES

    Get PDF
    This article aims to discuss the authority of the Indonesian National Police in overcoming crimes of fiduciary security controlled by third parties as well as obstacles related to the authority of the Indonesian National Police in overcoming crimes of fiduciary security controlled by third parties. The writing of this article uses a normative juridical approach, which is based on primary and secondary data. Methods of data analysis using qualitative analysis. The research shows that the Authority of the Indonesian National Police in Handling Crimes of Fiduciary Acts controlled by third parties has the authority to maintain public security and order, law enforcement, protection, protection, and community services. They also play a role in providing security assistance implementation of court decisions or execution of fiduciary security. However, in practice, there are obstacles encountered. The obstacles include internal and external constraints also efforts to overcome the authority of the Indonesian National Police in overcoming fiduciary crimes: a. There is still a lack of facilities and infrastructure, as well as an operational budget. b. There are no criminal sanctions against third parties or other parties who control the object of the fiduciary security. c. If a creditor carries out the title of executorial or droit de suit, the debtor often does not fulfill it following Article 30 of Law Number 42 of 1999. Thus the execution process is often cancelled due to rejection from the debtor or mobilizing family or masses. d. Creditors feel aggrieved by incomplete fiduciary collateral as before

    Pemakaian Distribusi Tetesan Fasa Terdispersi untuk Evaluasi Unjuk Kerja proses Ekstraksi cair-cair menggunakan Kolom Isian

    Get PDF
    Evaluasi unjuk kerja ekstraksi cair-cair dalam kolom isian (packed column) hingga saat ini belum dapat memberikan hasil yang memuaskan karena korelasi-korelasi yang digunakan masih bersifat empiris serta daerah keberlakuannya sangat terbatas. Salah satu penyebab keterbatasan berlakunya korelasi tersebut ialah penggunaan anggapan bahwa dinamika cairan yang terdispersi dalam bentuk tetesan bersifat konstan (bentuk, ukuran serta jumlahnya), sehingga harga luas perpindahan massa dan harga koefisien perpindahan massa dalam kolom dianggap tetap. Kenyataannya dinamika tetesan dalam kolom tidak konstan akibat adanya tetesan yang bergabung dan pecah dalam jumlah yang tidak sama. Pada suatu harga diameter tetesan tertentu, ada penambahan jumlah tetesan akibat penggabungan tetesan-tetesan yang ukurannya lebih kecil serta adanya pengurangan jumlah tetesan akibat pecahnya tetesan menjadi tetesan-tetesan yang lebih kecil.  Peristiwa penggabungan dan pemecahan tetesan dapat disebabkan berbagai faktor temasuk adanya isian yang menghalangi gerakan tetesan. Kejadian tersebut akan mempengaruhi laju proses perpindahan massa dari fasa kontinyu ke fasa terdispersi atau sebaliknya, karena adanya variasi luas permukaan kontak serta koefisien perpindahan massanya. Pengamatan dinamika tetesan mulai saat pembentukan tetes hingga pergerakannya saat melewati sela-sela isian merupakan faktor penting dalam membangun model yang dapat menggambarkan unjuk kerja kolom isian. Dinamika tetesan tersebut dipengaruhi oleh berbagai variabel operasi dan variabel fisik. Eksperimen dinamika tetes yang dilakukan diarahkan untuk memperoleh distribusi ukuran tetes pada posisi ketinggian tertentu dan distribusi tersebut akan digunakan untuk pengembangan korelasi koefisien perpindahan massa di fasa dispersi dan fasa kontinyu

    1,884

    full texts

    2,017

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal UNTAG Semarang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇