Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Immunization Status, Parenting Style, and Posyandu Activeness on Wasting Incidents in Toddlers
In 2020 there were 15 cases of wasting (1,5%), in there were 41 cases of wasting (4,9%) and in 2022 there were 46 cases of wasting (5,4%) at the Kesugihan Health Center. Therefore the purpose of this study was to analyze the influence of immunization status, parenting style and Posyandu activity on wasting in toddlers in the Work Area of ??the Pulung District Kesugihan Health Center, Ponorogo Regency. This study used an observational analytic method with a case control approach. The population in this research was 54, while the subjects were 27 case subjects and 27 controls using a purposive sampling method. Furthermore, the data collected will be analyzed using univariate, bivariate analysis with chi-square test and multivariate analysis using logistic regression. The results of the bivariate analysis showed that the variables of posyandu activity and mother's parenting style had a relationship with wasting in toddlers. Meanwhile, the immunization status variable has no relationship with the incidence of wasting in toddlers. Meanwhile, based on the results of the multivariate analysis research, it shows that the variables of Posyandu activity and parenting patterns have an influence on the incidence of wasting in toddlers
The Influencing Factors of The Leptospirosis Prevalence in the Working Area of the Kebonagung Public Health Center
Leptospirosis is an infectious disease in the world caused by the bacterium Leptospira sp. The Kebonagung Public Health Center reported 34 cases of leptospirosis in 2023. The purpose of the study is to determine the factors influencing the leptospirosis prevalence in the Working Area of the Kebonagung Public Health Center. The type of this research was quantitative using a case control study design. The number of samples obtained were 22 cases and 22 controls. The sampling technique used were non probability sampling with purposive sampling. Univariate data analysis construed the frequency distribution, bivariate analysis with Chi-square test, and multivariate analysis with logistic regression test. The results of the bivariate analysis shows that there is an influence between education (p-value=0,018), occupation (p-value=0,037), and past injury (p-value=0,003) on the prevalence of leptospirosis in the working area of the Kebonagung Public Health Center. There is no influence between income (p-value 0,280) and personal hygiene (p-value=0,203) on the leptospirosis prevalence in the working area of the Kebonagung Public Health Cente,. The results of multivariate analysis shows that the factor that most influenced the prevalence of leptospirosis in the working area of the Kebonagung Public Health Center, is past injuries with (p-value=0,006). It is hoped that the public will adopt clean and healthy living habits, especially in caring for wounds and with Increasing leptospirosis surveillance, cross-sectoral coordination, and also familiarization of leptospirosis prevention and control need to be conducted as soon as possible to prevent the prevalence of leptospirosis
The Risk Factors for Stunting in Children Aged 6-59 Months: A Study of Case Control in A Sub Urban Area
Indonesia currently has a high incidence of stunting. The stunting prevalence in Bogor Regency is 28,6%, which is higher than the national stunting prevalence. Padasuka Village is categorized as sub-urban. Factors causing stunting can differ depending on the characteristics of the area. The objective of the study was to analyze the factors that cause stunting in children aged 6-59 months in sub-urban areas. Observational research method with case control design was conducted from December 2022 to June 2023. The research location was Padasuka Village, Bogor Regency. Data on children under five years old were weight, height, history of infectious diseases, exclusive breastfeeding, immunization, macro and micronutrient intake and maternal knowledge. Data were collected using a questionnaire with interview techniques. Nutrient intake data were obtained using a 2x24 hour food recall form. The study sample sizes were 41 cases and 41 controls, making a total of 82 subjects. Statistical analysis using SPSS 16 for Windows software used univariate analysis to see the description of each research variable and analysis of the relationship between variables (bivariate) using the Chi-Square test for characteristic data and independent t-test for intake data. The results of the analysis were birth weight (p-value=0,012), birth length (p-value=0,012), energy intake (p-value=0,002), carbohydrate intake (p-value=0,024), and protein intake (p-value=0,037) had significant differences between the stunting group and the normal group. Birth weight, birth length, energy intake, carbohydrate intake, and protein intake are risk factors for stunting in children under five years old in sub-urban areas
Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Appendicitis Akut
Penyakit apendicitis akut adalah peradangan pada area appendix yang disebabkan akibat infeksi oleh bakteri, appendicitis akut dipengaruhi oleh faktor risiko seperti pola diet makan dan konsistensi feses yang mengeras dimana pola diet konsumsi serat berperan penting dalam membentuk sifat feses. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian appendicitis akut di Ruangan Annex RSU MMC Kota Manado tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2023 di RSU MMC Kota Manado. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien dengan diagnosa Appendicitis akut yang berkunjung ke RS MMC Kota Manado sebanyak 17. Subjek diambil menggunakan rumus sehingga jumlah subjek pada penelitian ini adalah 15. Penelitian ini menggunakan media kuesioner dan diperkuat dengan data rekam medis pasien diakhiri dengan memberikan penyuluhan dalam memberikan intervensi. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Fisher exact test, dimana hipotesis dinyatakan diterima jika nilai p<0,05 dan diperoleh nilai p=0,000. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu terdapat faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian appendicitis akut di Ruangan Annex RSU MMC Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2023
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Keluarga Tn. I dengan Anggota Keluarga Defisit Pengetahuan mengenai Penyakit ISPA
Keperawatan keluarga merupakan salah satu pendekatan yang holistik dalam menangani masalah kesehatan yang terjadi pada anggota keluarga. Pemberian layanan kesehatan dengan membantu anggota keluarga mempertahankan kesehatan yang setinggi -tingginya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asuhan keperawatan dan intervensi yang tepat terhadap kasus dengan masalah gangguan kesehatan ISPA yang terjadi pada anggota keluarga. Desain penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Subjek dalam penelitian ini adalah keluarga Tn I. Penelitian ini dilakukan di Dusun Padang Assting Desa Borikamaseang Kec Maros Baru pada bulan Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan format asuhan keperawatan keluarga meliputi tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Kegiatan evaluasi dilakukan selama 3 hari secara keseluruhan dengan hasil menunjukkan keberhasilan dalam penyelesaian masalah atau disebut dengan masalah teratasi sesuai kriteria yang ditentukan. Diharapkan kerja sama oleh pihak setempat dalam upaya peningkatan pendidikan kesehatan di wilayah tersebut
Penyusunan Laporan Keuangan untuk Raudhatul Athfal
Penyusunan laporan keuangan merupakan bagian dari pengelolaan lembaga pendidikan. Laporan keuangan yang baik dapat memberikan gambaran lembaga pendidikan telah dikelola dengan baik. Penggunaan uang lembaga pendidikan harus dapat dipertanggungjawabkan demi kelancaran pencapaian tujuan pendidikan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pemahaman kepada guru-guru di IGRA mengenai penyusunan laporan keuangan Raudhatul Athfal. Tahapan yang dilakukan yakni perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode pelatihan yang dilaksanakan berupa ceramah, tanya jawab, dan simulasi. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah pengelolaan keuangan Lembaga Pendidikan Raudhatul Athfal menjadi lebih bermutu dengan adanya laporan keuangan. Pelatihan ini telah memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam pengembangan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam menyusun laporan keuangan pada Lembaga Pendidikan Raudhatul Athfal
Edukasi Pengolahan Menu dan Porsi Makan Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kabupaten Bogor
Stunting terjadi karena anak tidak mendapatkan asupan gizi yang mencukupi untuk tumbuh kembangnya. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kurangnya asupan gizi pada anak, salah satunya kurangnya pengetahuan ibu tentang berapa banyak porsi makanan yang harus diberikan kepada anak untuk memenuhi kebutuhan energi, zat gizi makro dan zat gizi mikro. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang porsi makan. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode demostrasi pengolahan makanan untuk balita serta penyuluhan tentang porsi gizi seimbang untuk makanan balita. Peserta kegiatan ini adalah ibu yang memiliki anak usia balita di RW.03 Kelurahan Padasuka Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor sebanyak 22 orang. Pengetahuan ibu tentang porsi makan balita diukur dengan kuesioner pada saat sebelum kegiatan dan setelah pelaksanaan kegiatan. Hasil pengisian kuesioner terdapat peningkatan pengetahuan ibu sebesar 21 poin. Rata–rata nilai pengetahuan ibu sebelum kegiatan adalah 59, sedangkan rata–rata nilai pengetahuan ibu setelah kegiatan adalah 80. Kesimpulannya kegiatan edukasi berhasil meningkatkan pengetahuan ibu tentang jumlah porsi makanan balita. Ibu balita diharapkan dapat menerapkan pengetahuannya dalam praktik pemberian makan bagi anak
Penguatan Branding Aspek Gizi dan Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Saing UMKM
Parepare merupakan kawasan di Sulawesi Selatan yang keadaan geografisnya sebagian besar adalah wilayah pesisir pantai sehingga berdampak pada perekonomian dimana pertumbuhan ekonominya mayoritas didukung dari sektor perdagangan. Mayoritas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) belum memiliki serifikasi halal dan mencantumkan informasi nilai gizi pada label kemasan produk. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan daya saing melalui branding aspek gizi dan sertifikasi halal produk. Kegiatan pengabdian ini bekerja sama dengan UMKM yakni Kelompok Usaha Bersama Melati Lanrisang yang beranggotakan 9 orang. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialiasi dan pendampingan pengurusan sertifikasi halal, pencantuman informasi nilai gizi pada label kemasan, serta edukasi penerapan hygiene dan sanitasi pengolahan pangan. Pada kegiatan ini dilakukan analisis kandungan gizi produk yakni abon ikan tuna dan sambusa yang dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Pendampingan dilakukan diakhir kegiatan untuk pengurusan sertifikasi halal dan desain kembali kemasan produk yang mencantumkan logo sertifikasi halal dan informasi nilai gizi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya UMKM dan meningkatkan mutu serta daya saing produk yang dihasilkan
Causing Factors of Improvement in the Value of Intranatal Care (INC) on the Passing of the Competence Test of D3 Midwifery Students
One of the compulsory courses in the midwife curriculum is the INC course or Maternity care, where this course is a subject that combines theory and practicum, based on the syllabus where the course consists of 5 credits divided into 3 practical credits and 2 theoretical credits, because there was a change in the learning process due to the Covid-19 pandemic, the learning system was carried out during/online which had an impact on the GPA obtained by students and also had an impact on the results of the national competency exam, this can be seen from the decrease in GPA scores and graduation during the pandemic.The aim of this research was to find out the factors that cause a decrease in the value of the INC course on the graduation D3 Midwifery students. The method in this study was retrospective with a crosssectional study design to reveal a causal relationship. There were 69 female students who had not passed the Competency Test as Subjects in the D3 Midwifery study. Analysis to see the relationship used the Chi-Square test. The results of the study found a relationship between learning methods (p-value 0,05 <0,042), learning network (p-value 0,05<0,003)and learning location (p-value 0,05 <0,031)with the value of Intranatal Care to pass the competency test for D3 Midwifery STIKES Bina Generasi Polewali Mandar students. Conclusion, there is a relationship between learned networks, learned methods, learned location are a relationship between learned networks, learned methods, learned location
Acceptability and Nutritional Content of Morijell Instant Pudding as an Additional Food for Nutritionally Vulnerable Groups
One of the causes of nutritional problems, especially in vulnerable groups such as pregnant-women and toddlers, is due to a lack of energy and nutritional intake. Utilization of Morijell (instant pudding from Moringa-leaves) as an alternative additional food as an effort to improve the nutritional status of toddlers and pregnant women. This study aimed to assess the acceptability and nutritional content of Morijell. It was an experimental research based on completely randomized design. The research results were analyzed using the Kruskal Wallis test to test differences in acceptability and the T-test was used to compare selected formula nutrients with controls. The acceptability assessment results showed that Morijell instant pudding was acceptable with the best formula score=6,024. The most popular instant-pudding formula enriched with Moringa leaf powder is Morijell with the addition of 4 g Moringa leaf powder (F1). Significant differences in the Morijell instant pudding hedonic test were seen in the aroma and taste attributes (p-value<0,05), while the texture and color attributes didn’t significantly influence panelist acceptance (p-value>0,05). The results of the nutritional analysis of the best formula show significant differences in protein, fat and calcium (p-value<0,05). The best formula contains energy=197,56 kcal, protein=6,65 grams, fat=6,28 grams, iron=3,82 mg and calcium=336,17 mg. In conclusion, the addition of Moringa-leaf-powder affects the aroma and taste but doesn’t affect the color and the texture