Jurnal Universitas Pancasakti Makassar
Not a member yet
    1188 research outputs found

    ANALISIS FRAMING KOMPARATIF KONFLIK IRAN-ISRAEL PADA PEMBERITAAN DI AL JAZEERA DAN CNN INTERNATIONAL

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis pembingkaian (framing) pemberitaan konflik Iran–Israel pada Juni 2025 di Al Jazeera dan CNN (edisi US/International) dengan menggunakan model framing Entman (1993) yang mencakup empat dimensi: problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Data terdiri dari 20 artikel berita yang terbit pada 1–30 Juni 2025 dan dipilih berdasarkan fokus pada eskalasi militer serta respons diplomatik. Melalui pembacaan mendalam dan pengodean kualitatif, temuan menunjukkan perbedaan kerangka yang konsisten. Al Jazeera cenderung mendefinisikan masalah sebagai agresi Israel yang memicu krisis kemanusiaan, menempatkan Israel/AS sebagai penyebab eskalasi, memberi evaluasi moral negatif terhadap serangan Israel, dan merekomendasikan gencatan senjata serta jalur diplomasi. CNN lebih menekankan ancaman nuklir dan perilaku Iran sebagai akar persoalan, menyajikan aksi Israel-AS sebagai respons defensif yang dapat dibenarkan secara moral, serta mengisyaratkan tekanan militer yang dikombinasikan dengan diplomasi dari posisi kuat. Perbedaan sumber rujukan (pejabat AS/Israel vs pejabat/organisasi di Timur Tengah) turut mempengaruhi variasi fram

    Graph-Based Fraud Detection with Optimized Features and Class Balance

    Full text link
    The increasing use of digital transactions also elevates the risk of fraud, particularly in credit card transactions. Fraud detection poses a challenge due to the highly imbalanced nature of the data and the complexity of relationships among entities. This study proposes a GNN-based approach, integrated with feature selection techniques and class imbalance handling through class weighting based on data distribution. Feature selection was performed using two methods: Correlation-based Feature Selection (CFS) and Random Forest Feature Importance, to obtain the most relevant features. Experimental results show that the combination of Random Forest feature selection and class weighting yielded the highest F1 Score, despite a slight decrease in accuracy. This indicates that feature selection and class weighting strategies can improve the model's ability to detect rare fraudulent transactions. This approach contributes to the development of more accurate and adaptive fraud detection systems in digital transaction environments

    Pengaruh Media Sosial terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja tentang Kesehatan Reproduksi: Studi Cross-Sectional di Indonesia

    Full text link
    Kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan akibat keterbatasan informasi yang valid serta pengaruh budaya yang menganggap isu tersebut sebagai hal tabu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi. Desain penelitian menggunakan cross-sectional study dengan pendekatan survei analitik. Penelitian dilakukan di Universitas Prima Indonesia pada Juli 2025 dengan sampel sebanyak 120 mahasiswa jurusan Kesehatan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas (r hitung > r tabel 0,361; p < 0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0,60). Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan media sosial terhadap pengetahuan remaja berdasarkan platform yang digunakan (p=0,000), durasi penggunaan (p=0,005), tujuan penggunaan (p=0,012), dan kualitas informasi (p=0,008). Selain itu, terdapat pengaruh signifikan terhadap sikap remaja pada variabel platform media sosial (p=0,001), durasi penggunaan (p=0,006), tujuan penggunaan (p=0,011), serta kualitas informasi (p=0,011). Kesimpulannya, media sosial berperan penting dalam membentuk pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi, sehingga dapat menjadi sarana strategis untuk intervensi edukasi kesehatan

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENGUBAH POLA PIKIR PESERTA DIDIK

    Full text link
    Terdapat dua jenis pola pikir, yakni fixed mindset dan growth mindset. Penelitian ini mengembangkan perangkat pembelajaran matematika model Problem Based Learning (PBL) untuk mengubah pola pikir peserta didik. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan terdiri dari modul ajar dan  LKPD. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses pengembangan, kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran matematika model PBL untuk mengubah pola pikir peserta didik. Penelitian merupakan jenis penelitian pengembangan yang dilaksanakan di MTs Negeri 1 Lamongan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan tujuan memperoleh peserta didik dengan fixed mindset. Penelitian dikembangkan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga fase. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik catatan lapangan, teknik validasi, kepraktisan dan teknik angket pola pikir peserta didik. Teknik analisis data kevalidan dan kepraktisan menggunakan metode Aiken’s, analisis data keefektifan menggunakan persentase hasil angket pola pikir sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase investigasi awal telah dilakukan analisis masalah, kurikulum, karakteristik peserta didik dan materi ajar. Perangkat pembelajaran disusun pada fase pembuatan prototipe. Pada fase penilaian, perangkat pembelajaran dinilai dan divalidasi, diujicobakan. Modul ajar dan  LKPD memiliki tingkat validitas “sangat tinggi” , nilai rata-rata kevalidan modul ajar sebesar 0,9 dan nilai rata-rata kevalidan LKPD sebesar 0,8. Modul ajar dan  LKPD juga memiliki tingkat kepraktisan “sangat tinggi”, nilai rata-rata kepraktisan modul ajar sebesar 0,8 dan nilai rata-rata kepraktisan LKPD sebesar 0,8. Keefektifan perangkat pembelajaran dikatakan efektif berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan angka keefektifan yakni sebesar 85,71%

    The Relationship Between Coding Knowledge and Genitorinary Diagnosis Coding Accuracy: A Cross-Sectional Study at Drs. H. Amri Tambunan Hospital

    Full text link
    The accuracy of the genitourinary diagnosis code is considered precise and accurate and in accordance with ICD 10. The inaccuracy of the diagnosis code is influenced by the lack of knowledge of the coder to code specifically in genitourinary cases in medical records. Inaccurate coding impacts the quality of medical record data, financing claims, clinical decision-making in disease coding. The purpose of this study was to identify the relationship between coder knowledge and the accuracy of genitourinary diagnosis codes. The study design used a cross-sectional analytical approach. The study sample consisted of 35 coders, medical record officers, and polyclinic registration officers using a total sampling technique. The instruments used were a coder knowledge questionnaire and a genitourinary diagnosis code accuracy checklist. Data analysis used a chi-square test. The results of the study obtained high coder knowledge in 18 people (51.4%), and the accuracy of genitourinary diagnosis was correct in 25 people (71.4%). The Chi-square test results showed a p-value of 0.003 (p <0.05). This indicates a significant relationship between coder knowledge and the accuracy of genitourinary diagnosis codes. Hospitals are expected to conduct disease coding training to improve the coding process, which is consistent with claims

    Analisis Mekanisme Penanganan Pengaduan di Puskesmas Makrayu Kota Palembang

    Full text link
    Peningkatan kualitas layanan puskesmas menjadi prioritas penting dalam upaya memenuhi harapan masyarakat dan meningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas Makrayu memiliki jumlah kunjungan tertinggi di Kota Palembang pada Juni–Agustus 2024 sebanyak 16.947 kunjungan, yang berpotensi menimbulkan banyak keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penanganan pengaduan di Puskesmas Makrayu, termasuk respons dan umpan balik terhadap keluhan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan tujuh informan, terdiri dari Kepala Puskesmas, dua tim penanganan pengaduan, staf BPJS Kesehatan, dan tiga pasien, serta diperkuat dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas telah membangun jalur komunikasi dengan BPJS Kesehatan dan pasien, namun masih terdapat kendala berupa strategi komunikasi yang belum konsisten, keterbatasan akses informasi bagi kelompok rentan digital, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyampaikan keluhan. Jumlah staf memadai, tetapi pelatihan dan sistem dokumentasi perlu ditingkatkan, sementara SOP pengaduan belum diperbarui. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme pengaduan belum terlaksana secara optimal. Penelitian ini berkontribusi terhadap penguatan kebijakan pelayanan publik di sektor kesehatan, khususnya dalam pengembangan sistem penanganan pengaduan yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan pasien

    Faktor Determinan Stunting pada Anak Usia 0–24 Bulan di Indonesia: Fokus pada MP-ASI dan Faktor Ibu

    Full text link
    Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, terutama pada bayi usia 0–24 bulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko stunting pada bayi usia 0–24 bulan di Indonesia, dengan fokus pada pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dan faktor maternal lainnya, menggunakan data sekunder dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Dengan desain potong lintang, penelitian melibatkan sampel 118.736 dari populasi 334.878, menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat melalui regresi logistik berganda. Hasil bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara waktu pemberian MP-ASI (p=0,776) atau usia ibu saat kehamilan pertama (p=0,349) dengan stunting. Sebaliknya, paritas, akses layanan kesehatan, dan kepatuhan antenatal care (ANC) memiliki hubungan signifikan (p=0,000). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa MP-ASI tidak signifikan terkait stunting (p=0,649), dengan paritas multigravida sebagai faktor dominan (OR=1,28 dibandingkan primigravida). Faktor maternal seperti paritas tinggi dan ANC tidak memadai lebih berpengaruh terhadap stunting. Pencegahan stunting memerlukan intervensi terpadu yang menargetkan peningkatan kesehatan ibu, cakupan ANC, dan akses layanan kesehatan selama 1.000 hari pertama kehidupan

    Analisis Implementasi Kebijakan Vaksinasi Booster Pasca Pandemi di Sulawesi Utara

    Full text link
    Program vaksinasi booster COVID-19 merupakan strategi pemerintah Indonesia untuk memperkuat kekebalan masyarakat pasca pandemi. Meski demikian, capaian target di berbagai daerah, termasuk Provinsi Sulawesi Utara, belum optimal. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas kebijakan vaksinasi booster dengan menelaah data kesehatan masyarakat serta perspektif pemangku kepentingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan delapan informan kunci, terdiri atas pejabat dinas kesehatan, kepala puskesmas, pemegang program, dan masyarakat penerima vaksin. Data diperoleh melalui wawancara mendalam serta observasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan cakupan vaksinasi booster di Kota Manado baru mencapai 46,2%, jauh di bawah target 80% untuk pembentukan herd immunity. Rendahnya capaian dipengaruhi oleh persepsi masyarakat yang menganggap COVID-19 sudah terkendali serta hambatan distribusi vaksin. Namun, sebagian besar informan menilai booster tetap penting sebagai proteksi spesifik untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Temuan ini konsisten dengan studi terdahulu yang menekankan pentingnya komunikasi, distribusi merata, dan dukungan kebijakan berkelanjutan. Kesimpulannya, implementasi vaksinasi booster di Sulawesi Utara berjalan, tetapi belum efektif. Peningkatan edukasi publik, pemerataan akses vaksin, serta penguatan sistem monitoring sangat dibutuhkan

    Peningkatan Pemahaman Orang Tua Melalui Pelatihan Edukasi Gizi dan Praktik Orang Tua Dalam Pencegahan Stunting: Studi Kuasi Eksperimental di Gorontalo

    Full text link
    Stunting masih menjadi masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia, termasuk di Provinsi Gorontalo yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan penyediaan komponen makanan bergizi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu balita terkait pencegahan stunting. Desain penelitian ini menggunakan kuasi-eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 72 orang yang memiliki balita usia 24-59 bulan, dengan tehnik pengambilan total sampling. Intervensi dilakukan melalui tiga sesi pelatihan dalam satu minggu, yang mencakup ceramah interaktif, focus group discussion (FGD), demonstrasi emosional (emo demo), praktik langsung, dan pemerian leaflet. data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan. Signifikan pengetahuan ibu, dari rata-rata 34,38±4,67 menjadi 43,32±2,74 pada saat posttest. Sikap ibu juga meningkat., dari rata-rata 37,18±3,54 menjadi 41,58±2,43. Uji statistic menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan sigifikan sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan gizi berbasis partisipatif mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap orang tua, serta berpotensi menjadi strategi efektif dalam menurunkan prevalensi stunting di Gorontalo

    Hubungan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) dengan Kualitas Tidur pada Pasien PPOK di Rumah Sakit Paru Provinsi Sumatera Utara

    Full text link
    Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronik yang dapat dicegah dan diobati, terutama ditandai dengan obstruksi saluran napas yang menetap dan progresif serta peningkatan peradangan saluran napas akibat paparan gas atau partikulat beracun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Peak Expiratory Flow Rate (PEFR) dengan kualitas tidur pasien PPOK yang dirawat di Rumah Sakit Paru Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain potong lintang, dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat dan signifikan antara APK dan kualitas tidur pada pasien PPOK dengan koefisien korelasi sebesar 0,672, koefisien determinasi (R2) sebesar 0,452, dan nilai p sebesar 0,000 (<0,05). Analisis General Linear Model (GLM) lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor demografis pasien seperti usia, jenis kelamin, dan pekerjaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas tidur (p > 0,05; R² = 0,029). Temuan ini menegaskan bahwa penurunan fungsi paru lebih dominan memengaruhi kualitas tidur pasien PPOK dibandingkan faktor demografis

    1,137

    full texts

    1,188

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Pancasakti Makassar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇