Jurnal Universitas Pancasakti Makassar
Not a member yet
1188 research outputs found
Sort by
Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis LMS Netboard terhadap Pengetahuan Ibu Hamil
Rendahnya pengetahuan asupan gizi pada ibu hamil tetap menjadi persoalan prioritas karena berimplikasi pada kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi gizi melalui LMS berbasis Netboard dalam meningkatkan pengetahuan asupan gizi ibu hamil. Rancangan yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dua-kelompok pretest–posttest pada 40 ibu hamil trimester kedua yang dibagi menjadi kelompok eksperimen sebanyak 20 responden dan kontrol sebanyak 20 responden. Instrumen berupa tes pilihan ganda (skor 0–100) yang mencakup makronutrien, mikronutrien, dan pola makan; intervensi pada kelompok eksperimen diberikan melalui LMS berbasis Netboard, sedangkan kontrol menerima metode konvensional. Uji asumsi normalitas dan homogenitas dipenuhi; analisis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil pada pre-test, rerata kedua kelompok setara yaknik kelompok eksperimen sebesar 62,05 sedangkan kelompok kontrol sebesar 59,95. Hasil uji independent samples t-test pada tahap pre-test menunjukan p-value sebesar 0,595. Pada post-test, rerata kelompok eksperimen meningkat menjadi 81,60, sedangkan kontrol 60,80. Hasil uji independent samples t-test pada tahap post-test menunjukan p-value 0.001. Disimpulkan bahwa edukasi gizi melalui LMS berbasis Netboard efektif meningkatkan pengetahuan asupan gizi ibu hamil dan layak dipertimbangkan untuk diintegrasikan pada layanan primer
Determinan Upaya Pencegahan Bunuh Diri pada Kelompok Usia 15–29 Tahun di Provinsi Gorontalo
Bunuh diri merupakan salah satu penyebab utama kematian pada kelompok usia muda, dan berbagai determinannya masih kurang dipahami dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan bunuh diri pada kelompok usia 15–29 tahun di Provinsi Gorontalo. Menggunakan penelitian kuantitatif desain cross sectional study dengan 351 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar dan dianalisis menggunakan uji korelasi serta regresi logistik untuk mengidentifikasi variabel yang berhubungan dengan upaya pencegahan bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, akses layanan kesehatan, tingkat tekanan akademik/pekerjaan, dan kondisi lingkungan memiliki hubungan signifikan dengan upaya pencegahan bunuh diri (p < 0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan remaja merupakan prediktor paling kuat. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi peningkatan literasi kesehatan mental sebagai strategi pencegahan bunuh diri di kalangan remaja dan dewasa muda
Pengaruh Konseling Dengan Metode Motivational Interview (MI) Terhadap Status Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Remaja
Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam kesehatan masyarakat, namun masalah seperti karies dan penyakit periodontal masih tinggi prevalensinya secara global, termasuk di Indonesia. Di Kota Gorontalo, skor OHI-S remaja mencapai 3,1, yang menunjukkan kebersihan gigi dan mulut yang buruk, dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, edukasi, dan kebiasaan menyikat gigi yang benar. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Konseling Dengan Metode Motivational Interview (MI) Terhadap Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Remaja di Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test, melibatkan 20 remaja di Kota Gorontalo. Intervensi dilakukan melalui konseling Motivational Interview (MI) selama 4 minggu, dengan instrumen seperti kuesioner pengetahuan, pemeriksaan keterampilan menyikat gigi, dan indeks OHI-S. Data dianalisis menggunakan paired t-test untuk menilai perbedaan signifikan pre dan post. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dari 5,35 menjadi 12,75, keterampilan menyikat gigi dari 8,4 menjadi 21,05, dan OHI-S dari 3,842 menjadi 1,545 (p=0,000<0,05). Kesimpulan: Konseling MI efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan status kesehatan gigi serta mulut remaja
Formulasi dan Evaluasi Fisik Sediaan Hair tonic Ekstrak Etanol Daun Pare (Momordica charantia L)
Daun pare (Momordica charantia L.) mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang menunjukkan aktivitas antibakteri, antioksidan, dan keratolitik, yang berpotensi meningkatkan mikrosirkulasi kulit kepala dan mendorong pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengevaluasi sifat fisik tonik rambut yang mengandung ekstrak etanol daun M. charantia. Ekstrak diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96%, dan tiga formulasi disiapkan dengan konsentrasi ekstrak 2%, 3%, dan 4%. Evaluasi fisik meliputi sifat organoleptik, berat jenis, pH, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi persyaratan untuk uji organoleptik dan berat jenis. Nilai pH formulasi 2 dan 3 berada dalam kisaran yang dapat diterima untuk aplikasi kulit kepala (3,0–7,0), sedangkan formulasi 1 berada di bawah tingkat yang direkomendasikan. Namun, nilai viskositas semua formulasi lebih rendah dari standar yang disyaratkan (<5 cP). Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Momordica charantia dapat dimasukkan ke dalam formulasi tonik rambut, meskipun optimasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan viskositas dan stabilitas produk secara keseluruhan
Hill Cipher-Based Visual Cryptography for Copyright Protection of Images Using Flexible Matrix Keys
The widespread distribution of digital images on the internet has diminished the copyright protection associated with them. In some cases, copyrighted and economically valuable digital images should not be modified or distributed without permission, as altering the original image can harm its owner. This violation is common, but many internet users are unaware of it. The goal of this research is to protect intellectual property rights of digital images using visual cryptography based on the Hill Cipher algorithm with matrix key flexibility. Hill Cipher is chosen for its ability to encrypt data in blocks, making it more secure than classical cryptographic algorithms that encrypt data individually. Visual cryptography is used to secure digital images through encryption and decryption. Encryption scrambles the image, while decryption restores it. The research method involves collecting digital image datasets, preprocessing, Hill Cipher encryption, and decryption. Key flexibility includes matrix keys of 2x2, 3x3, and 4x4 to enhance security. This research has demonstrated the effectiveness of the Hill Cipher algorithm in protecting digital images through encryption and decryption processes with flexible matrix keys of size 2x2 and 3x3. The results of the experiments, including encryption and decryption using both matrix sizes, have been thoroughly analyzed with respect to various cryptographic metrics: histogram analysis, energy, entropy, and running time
Performance Analysis of API in Google Cloud Storage Service Integration
Google Cloud Storage (GCS) is one of the leading cloud storage services that supports large-scale data management through API integration. APIs allow applications to upload, download, and manage data in real-time. This study aims to analyze the performance of APIs in integration with GCS using response time, throughput, and latency parameters. Tests were conducted on various scenarios, including massive data transfer, distributed data management, and caching usage. The results showed that the average API response time reached 120 ms under normal conditions and increased to 180 ms under high load. Throughput reached an average of 400 MB/s, but decreased when the number of simultaneous requests increased. The average server latency was recorded at 60 ms and can be optimized with caching technology. Implementation of strategies such as Content Delivery Network (CDN) and request header optimization can improve performance by up to 30%. This study provides practical guidance for developers to optimally utilize GCS APIs in large-scale data management.Google Cloud Storage (GCS) adalah salah satu layanan penyimpanan cloud terkemuka yang mendukung manajemen data skala besar melalui integrasi API. API memungkinkan aplikasi mengunggah, mengunduh, dan mengelola data secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja API dalam integrasi dengan GCS menggunakan parameter waktu respon, throughput, dan latensi. Pengujian dilakukan pada berbagai skenario, termasuk transfer data masif, pengelolaan data terdistribusi, dan penggunaan caching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu respon API rata-rata mencapai 120 ms dalam kondisi normal dan meningkat menjadi 180 ms pada beban tinggi. Throughput mencapai rata-rata 400 MB/s, tetapi mengalami penurunan saat jumlah permintaan simultan meningkat. Latensi server rata-rata tercatat sebesar 60 ms dan dapat dioptimalkan dengan teknologi caching. Implementasi strategi seperti Content Delivery Network (CDN) dan optimasi header permintaan mampu meningkatkan kinerja hingga 30%. Studi ini memberikan panduan praktis bagi pengembang untuk memanfaatkan API GCS secara optimal dalam manajemen data skala besar. 
Implementation of Patient Safety Goals in Hospitals: A Systematic Literature Review
The provision of healthcare services to patients in hospitals carries the potential for incidents and injuries. Implementing the six patient safety goals serves as an organized framework to establish a culture, processes, behaviors, and environment that ensure safety for patients, healthcare providers, and the surrounding community. The aim of this study was to evaluate the implementation of the six patient safety goals in hospitals. This research employed a systematic literature review using the PRISMA technique (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis). Literature searches were conducted using Google Scholar, with criteria for articles published between 2019 and 2024. The search terms included “Patient Safety Goals” AND “Hospitals.” Articles considered were original research discussing the six patient safety goals in full. A total of 2,250 articles were identified through Google Scholar, but only 12 articles met the inclusion criteria. Five articles specifically described the implementation of the six patient safety goals, while seven articles linked the goals to education, gender, work tenure, age, leadership, knowledge, work experience, and communication. In general, the implementation of patient safety goals adheres to the standards set by the Ministry of Health. However, improvements are needed in areas such as staff compliance and consistency, adequacy of facilities and infrastructure, as well as leadership support
The Impact of Hospital Management Information Systems (HMIS) on Human Resource Efficiency and Effectiveness: A Literature Review
The Hospital Management Information System (HMIS) is an information technology platform that integrates all service workflows in a hospital to obtain precise and accurate information. The use of HMIS is considered essential for improving healthcare service quality and hospital operational efficiency. This study aims to explore the impact of HMIS on the efficiency and effectiveness of human resource (HR) performance in hospitals. The research employs a literature review method, collecting data from various relevant sources such as journals, books, and online resources, primarily from the last five years (2020–2024). The implementation of HMIS in hospitals has demonstrated improvements in HR performance efficiency and effectiveness. HMIS facilitates better data management, enhances coordination among work units, and accelerates healthcare service processes. However, effective implementation heavily relies on management support, workforce readiness, and the availability of adequate technological infrastructure. Investments in HMIS not only enhance HR performance but also contribute to the overall improvement of service quality for patients
Enhancing Intrusion Detection Using Random Forest and SMOTE on the NSL‑KDD Dataset
Intrusion Detection Systems (IDS) play a crucial role in identifying suspicious activities on computer networks. However, a major challenge in developing machine learning-based IDS is the issue of class imbalance, where attacks—being minority classes—are often overlooked by classification models. This study aims to construct an intrusion detection system based on the Random Forest algorithm integrated with the Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) to address this problem. The NSL-KDD dataset is used for evaluation, with the data split into 80% for training and 30% for testing. Experiments include Random Forest-based feature selection and performance evaluation using accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The results show that the Random Forest–SMOTE combination achieves an accuracy of 99.78%, precision of 99.70%, recall of 99.88%, and an F1-score of 99.79%. The confusion matrix indicates a very low rate of false positives and false negatives. Additionally, selecting the most influential features such as src_bytes and dst_bytes improves model efficiency. Thus, the integration of Random Forest and SMOTE proves to be effective in enhancing detection sensitivity toward attacks without compromising model precision. This approach offers a significant contribution to the development of adaptive, accurate, and deployable IDS in real-world network environments
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Sanitasi pada Petugas Penanganan Makanan di Unit Gizi Rumah Sakit di Indonesia
Sanitasi penjamah makanan merupakan aspek krusial dalam pengendalian risiko kontaminasi silang dan penyebaran penyakit bawaan makanan, terutama di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap sanitasi pada penjamah makanan di Unit Gizi Rumah Sakit di Indonesia. Desain penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada Desember 2024 di Kemenkes RS Mohammad Hoesin Palembang dengan 94 responden yang dipilih melalui total sampling sesuai kriteria inklusi Data dikumpulkan menggunakan kuesioner adaptasi instrumen terdahulu, diuji validitas (r > 0,361) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha > 0,7). Pengisian kuesioner dilakukan secara self-administered. Hubungan diuji menggunakan Spearman rank karena data tidak normal. Hasil menunjukkan responden memiliki pengetahuan (94,7%) dan sikap (93,6%) kategori baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap sanitasi (p-value < 0,001; ρ = 0,444), dengan arah hubungan positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan penjamah makanan, semakin baik sikap sanitasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik berkontribusi terhadap terbentuknya sikap positif terhadap sanitas