Journals of Universitas Teknologi Sumbawa
Not a member yet
2607 research outputs found
Sort by
Pengaruh pemberian trichoderma cair terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) di Balai Perlindungan Tanaman Pertanian Nusa Tenggara Barat
Sawi hijau (Brassica juncea L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak peminat. Sawi hijau memiliki nilai gizi yang tinggi sebagai penunjang kebutuhan tubuh manusia. Selain itu, sawi hijau termasuk salah satu jenis sayuran yang mudah dibudidaya. Penggunaan pupuk kimia yang masif pada sawi hijau memerlukan biaya yang cukup besar karena penggunaannya berkali-kali dan meninggalkan residu yang sulit diurai. Salah satu alternatif yang dibutuhkan saat ini adalah pembuatan pupuk hayati untuk meminimalisir penggunaan bahan kimia. Trichoderma sp. merupakan salah satu mikroba saprofit tanah yang berperan secara alami dapat mengendalikan penyakit, dapat memacu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil tanaman, sebagai agen hayati dan atau biofertilizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh penggunaan Trichoderma cair terhadap pertumbuhan sawi hijau sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia pada budidaya sawi hijau. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman sawi hijau seperti tinggi tanaman (cm), lebar daun (cm), jumlah daun (helai), warna daun, dan kondisi daun (daun yang robek dan bercak daun). Berdasarkan hasil percobaan, tanaman sawi hijau yang diberi Trichoderma cair memiliki pertumbuhan tinggi tanaman dan lebar daun yang lebih baik dibandingkan perlakuan kontrol. Trichoderma cair memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan sawi hijau yang tampak pada tinggi tanaman dan lebar daun. Tidak hanya itu, pemberian Trichoderma cair mampu meminimalisir serangan jamur pathogen maupun gigitan ulat atau hama lainnya. Berdasarkan hasil percobaan, Trichoderma cair juga berpotensi sebagai stimulan untuk memacu pertumbuhan tanaman
The impact of applying liquid organic fertilizer and inorganic fertilizer on the growth and yield of curly red chili in dryland
Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) pada berbagai konsentrasi dan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai keriting. Penelitian telah dilakukan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia pada ketinggian 60 m dpl yang dimulai dari bulan April sampai dengan Juli 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah penerapan konsentrasi POC dan faktor kedua adalah penerapan dosis pupuk anorganik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik tidak memberikan perbedaan nyata pada diameter batang, jumlah cabang/tanaman, dan total berat buah/tanaman, namun berbeda nyata dengan tinggi tanaman pada umur 42 HST (fase vegetatif maksimum). Buah cabai keriting yang diamati tidak menghasilkan nilai berbeda nyata dengan berbagai kombinasi perlakuan. Namun pupuk tunggal pada POC sangat responsif pada awal pertumbuhan (14 HST) yang terlihat pada tinggi tanaman
MANAJEMEN RANTAI PASOK KOMODITAS UBUR-UBUR (RED JELLY FISH) DI KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT
Kemunculan ubur-ubur dilaut menjadi hama dan pengganggu penangkapan ikan, bahkan ubur-ubur menjadi penghalang bagi aktivitas pariwisata bahari karena bisa berbahaya bagi pelancong bahari. Namun tidak bagi ubur-ubur merah Crambione Mastigophora di Kecamatan Tarano Pulau Sumbawa, justru mendatangkan devisa yang besar bagi Negara dan Masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Rantai Pasok Komoditas Ubur-ubur (Red Jelly Fish) di Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap responden seperti nelayan, pengepul dan pekerja. Data dan informasi kualitatif dikumpulkan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menjelaskan model Manajemen Rantai Pasok Ubur-ubur. Hasil penelitian bahwa ubur-ubur ditangkap dalam waktu efektif selama 2-3 bulan yakni dari bulan OktoberDesember. Penangkapan berlangsung pada malam hari, 1-2 trip permalam. Tentakel yang memiliki nilai jual, sementara kepala dibuang. Ratusan nelayan menggeluti penangkapan ubur-ubur dengan penghasilan antara Rp. 800.000-1.200.000/malam. Sehingga devisa satu Desa nelayan lebih dari 2 miliar rupiah perbulan. Devisa lain terhitung adalah gaji buruh, sewa lahan, belanja harian yang menambah gairah ekonomi masyarakat lokal. Dengan pemanfaatan ubur-ubur dapat meningkatkan ekonomi pulau Sumbawa.
Kata kunci; Crambione Mastigophora; Manajemen Rantai Pasok; proses pengolahan ubur-ubur
ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA ZERO POWER PADA COMBINER BOX DI PT. INFRASTRUKTUR TERBARUKAN CEMERLANG PLTS SENGKOL LOMBOK TENGAH MENGGUNAKAN PROBLEM TREE
Solar Power Plants (PLTS) are electrical power generators that convert solar energy into electrical power. One of the companies engaged in electricity generation is PT. Brilliant Renewable Infrastructure. The problem that often occurs in PLTS is zero power in the combiner box. Zero power is a problem that often occurs which causes the energy produced by the PV module to not be optimal. The aim of this research is to analyze the causes of zero power in the combiner box. One way to find out the factors causing zero waste is to use a Problem Tree. Problem Tree is a methodology/technique used to identify the reasons for a problem. The results showed that the factors causing zero power in the combiner box were three causes, namely the cable gland installation was not tight enough, the DC cable was bitten by rats and the strings were not functioning. The impact of these 3 types of damage can cause zero power so that no electrical voltage is generate
ENVIRONMENTAL REVIEW INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DI INDONESIA: STUDI KASUS IPAL KOMUNAL DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
he communal domestic wastewater treatment plant (WWTP) in Distrik of Sleman, Yogyakarta built in 2006 and the latest in 2018. In this study, the assessment of six environmental aspects, quality of effluent, geographic location, land topography, receiving water bodies, floods hazard, and soil types, was carried out in the communal WWTP in the District of Sleman, Yogyakarta. Data collection techniques using Stratified Random Sampling combine with interview technic and field surveys, then an assessment is carried out based on the Likert scale. The results showed that the quality of effluent aspect gets an average score of 2.57, soil types (2.60), geographic location (2.83), land topography (3.13), receiving water bodies (3.17), and floods hazard (3.63). The quality of effluent aspect can improve by integrated with fixed bed process or electrochemical process. Overall, the environmental category of WWTP in the District of Sleman, Yogyakarta, gets an average score of 2.99 from the maximum value of 4 (quite a good).Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di Kabupaten Sleman Yogyakarta dibangun pada tahun 2006 dan yang terbaru di tahun 2018. Dalam kajian ini, penilaian enam aspek lingkungan (kualitas lingkungan, lokasi geografis, topografi lahan, badan air penerima, bahaya banjir dan jenis tanah) dilakukan terhadap IPAL komunal di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Stratified Random Sampling yang dikombinasikan dengan Teknik wawancara dan survey lapangan, kemudian penilaian dilakukan berdasarkan pada Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas effluent memiliki nilai rerata 2,57, jenis tanah (2,6), lokasi geografis (2,83), topografi lahan (3,13), badan penerima air (3,17) dan bahaya banjir (3.63). kualitas effluent dapat ditingkatkan dengan melakukan integrasi proses dengan fixed-bed process atau proses elektrokimia. Secara umum, aspek lingkungan pada IPAL di Kabupaten Sleman, Yogyakarta mendapat nilai rerata 2,99 dari nilai maksimum 4 (kategori lumayan baik)
DIAGNOSIS AWAL AUTISM SPECTRUM DISORDER MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY K-NEAREST NEIGHBOR
Autism Spectrum Disorder (ASD) is a neurodevelopmental condition characterized by cognitive, behavioral and social interaction disorders. ASD can occur in anyone and the rate of occurrence is increasing every year. Experts say that if identification is carried out on children from an early age, then help can be provided more effectively. This is because the brain will more easily absorb changes during development. Early detection of ASD can be done through consultation with a psychologist. However, there are quite a few costs that need to be paid. The existence of computer technology can help in making initial predictions based on the symptoms experienced. In this research, a data mining algorithm, Fuzzy K-Nearest Neighbor (FKNN), was used to make initial predictions of ASD. The results show that ASD predictions using the FKNN algorithm get the highest accuracy value of 96.1% using training data of 70% of the total data.
Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan salah satu gangguan kondisi neurodevelopmental yang ditandai oleh adanya gangguan kognitif, perilaku dan interaksi sosial. ASD dapat terjadi pada siapapun dan laju terjadinya kondisi ini meningkat dari tahun ke tahun. Para ahli mengatakan jika identifikasi dilakukan pada anak sejak usia dini, maka pertolongan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Hal ini dikarenakan otak akan lebih mudah menyerap perubahan dalam masa perkembangan. Deteksi dini ASD dapat dilakukan melalui konsultasi dengan psikolog. Namun, ada biaya dengan jumlah tak sedikit yang perlu dikeluarkan. Adanya teknologi komputer dapat membantu dalam melakukan prediksi awal berdasarkan gejala yang dialami. Pada penelitian ini digunakan algoritma data mining yaitu Fuzzy K-Nearest Neighbor (FKNN) untuk melakukan prediksi awal ASD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi ASD menggunakan algoritma FKNN mendapatkan nilai akurasi tertinggi sebesar 96,1% dengan menggunakan jumlah data latih sebanyak 70% dari keseluruhan data dalam dataset
BUSINESS MODEL CANVAS PADA USAHA PENJUALAN BOX BATERAI MOTOR LISTRIK
In this era of rapid technological growth, especially in the transport sector, the development of electric vehicle in Indonesia has been a major focus since 2012. Government support through various regulations such as Perpres, Permenhub, and Permen ESDM, as well as changes to the taxation system for electric vehicles, create a legal foundation for the use and production of electric vehicles. As the adoption of electric vehicles in Indonesia, particularly electric motorbikes, increases, the need for reliable batteries becomes increasingly important. However, the adoption of electric vehicles is faced with several obstacles, such as the difficulty of finding Public Electric Vehicle Charging Stations (SPKLU) and Public Electric Vehicle Battery Swapping Stations (SPBKLU) and the high price of electric vehicles. The focus of this research is to understand the relationship between the number of stations and community mobility. In an effort to find a solution, this research uses Business Model Canvas (BMC) to describe and evaluate the business model of battery box sales and installation services for electric motorbikes. The BMC results show that this business focuses on electric motorbike owners in areas that do not have SPBKLU, offering a solution to extend the mileage of electric motorbikes. Dalam era pertumbuhan teknologi yang pesat, terutama dalam sektor transportasi, perkembangan mobil listrik di Indonesia telah menjadi fokus utama sejak tahun 2012. Dukungan pemerintah, melalui berbagai regulasi seperti Perpres, Permenhub, dan Permen ESDM, serta perubahan dalam sistem perpajakan untuk kendaraan listrik, menciptakan landasan hukum bagi penggunaan dan produksi kendaraan listrik. Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, terutama motor listrik, kebutuhan akan baterai yang handal menjadi semakin penting. Namun, adopsi kendaraan listrik dihadapkan pada beberapa kendala, seperti sulitnya menemukan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) serta harga kendaraan listrik yang mahal. Fokus penelitian ini mencoba memahami hubungan antara jumlah stasiun dan mobilitas masyarakat. Dalam upaya mencari solusi, penelitian ini menggunakan Business Model Canvas (BMC) untuk menggambarkan dan mengevaluasi model bisnis usaha penjualan box baterai dan jasa pemasangan untuk motor listrik. Hasil BMC menunjukkan bahwa bisnis ini fokus pada pemilik motor listrik di daerah tanpa SPBKLU, menawarkan solusi untuk memperpanjang jarak tempuh motor listrik. Kontribusi penelitian ini adalah rancangan model bisnis untuk mengatasi kendala adopsi motor listrik, dengan implikasi mendukung transisi dan efisiensi energi. Pengembangan desain, rincian biaya, dan analisis kelayakan usaha menjadi tema kelanjutan penelitian ini
SISTEM PENCAHAYAAN DALAM OPERASI PERTAMBANGAN
Penambangan sumber daya alam merupakan kegiatan vital untuk keberlanjutan peradaban manusia, memerlukan penerangan yang efisien baik siang maupun malam, di tambang terbuka maupun bawah tanah. Penelitian ini bertujuan melakukan studi kepustakaan tentang pencahayaan di pertambangan, merinci penelitian sebelumnya, dan mengevaluasi potensi pengembangan di masa mendatang. Fokusnya mencakup sistem penerangan dari aspek metode penambangan, sumber energi, teknologi, desain, hingga biaya. Dalam konteks transisi energi ke sumber terbarukan, penelitian menyoroti peluang pemanfaatan energi terbarukan di sekitar tambang. Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terkemuka, masih minim penelitian terkait sistem penerangan tambang. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan peluang untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan dalam sistem penerangan tambang, dengan biaya minimal yang tetap memenuhi standar penerangan. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut yang lebih efektif dan efisien di Indonesia, mengingat perbedaan geografis dan kondisi cuaca yang menjadi karakteristik unik di negara ini.Penambangan sumber daya alam merupakan kegiatan vital untuk keberlanjutan peradaban manusia, memerlukan penerangan yang efisien baik siang maupun malam, di tambang terbuka maupun bawah tanah. Penelitian ini bertujuan melakukan studi kepustakaan tentang pencahayaan di pertambangan, merinci penelitian sebelumnya, dan mengevaluasi potensi pengembangan di masa mendatang. Fokusnya mencakup sistem penerangan dari aspek metode penambangan, sumber energi, teknologi, desain, hingga biaya. Dalam konteks transisi energi ke sumber terbarukan, penelitian menyoroti peluang pemanfaatan energi terbarukan di sekitar tambang. Indonesia, sebagai salah satu produsen batubara terkemuka, masih minim penelitian terkait sistem penerangan tambang. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan peluang untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan dalam sistem penerangan tambang, dengan biaya minimal yang tetap memenuhi standar penerangan. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut yang lebih efektif dan efisien di Indonesia, mengingat perbedaan geografis dan kondisi cuaca yang menjadi karakteristik unik di negara ini
AUDIT TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 4.1 PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
The Lombok Tengah Regency Manpower & Transmigration Office in the Employment Placement and Expansion Division has problems related to information technology governance related to archiving data on Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI) which is recorded in a ledger and then inputted in excel so that it makes work twice. Therefore, researchers conducted an information technology governance audit to evaluate the extent of the level of maturity or readiness in terms of service architecture, this research uses the COBIT 4.1 framework which provides recommendations for improvement. The results of the information technology governance audit after everything is done can result in improvement recommendations, namely: The overall application of Information Technology is on a scale of 3, which is a defined process which is a stage where all processes have been standardised and documented through training and implemented in accordance with good computerised system development methods, but there is no evaluation. The highest value is DS1 and the lowest is DS10.
Dinas Tenaga Kerja&Transmigrasi Kabuptan Lombok Tengah pada Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja memiliki permasalahan terkait dengan tata kelola teknologi informasi terkait dengan pengarsipan data Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang di catat di buku besar lalu di input di excel sehingga itu membuat pekerjaan dua kali. Maka dari itu peneliti melakukan audit tata kelola teknologi informasi untuk mengevaluasi sejauh mana tingkat kematangan atau kesiapan dari segi arsitektur pelayanan, penelitian ini menggunakan framework COBIT 4.1 yang memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Hasil dari audit tata kelola teknologi informasi setelah semuanya dilakukan maka dapat di hasilkan rekomendasi perbaikan yakni : Penerapan Teknologi Informasi secara keseluruhan berada pada skala 3, yaitu defined proses yang merupakan tahap dimana seluruh proses telah terstandarisasi dan didokumentasikan melalui pelatihan serta dilaksanakan sesuai dengan metode pengembangan sistem terkomputerisasi yang baik, namun belum ada evaluasi. Nilai yang paling tinggi adalah DS1 dan paling rendah adalah DS10
ANALISIS KEEFEKTIFAN CHATGPT DALAM PERANCANGAN APLIKASI
Berdasarkan hasil penelitian yang telah direview, ChatGPT mampu menghasilkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis yang telah ditetapkan. Proses dimulai dari perancangan Use Case Diagram, pembuatan desain database dengan Teknik PDM, hingga penghasilan kode program sesuai dengan permintaan pengguna. Namun, kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut terletak pak pembenaran hasi yang diperoleh, karena mayoritas penelitian yang berkaitan dengan ChatGPT dalam bidang IT lebih difokuskan pada analisis keefektifan pembuatan kode program. Sedikit penelitian yang mendetail pada tahapan SDLC menggunakan ChatGPT. Proses penelitian dimulai dengan pembuatan Use Case Diagram, desain database menggunakan Teknik PDM, pembuatan kode program, dan pembuatan skenario pengujian dengan menggunakan ChatGPT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ChatGPT efektif dalam pembuatan Use Case Diagram, desain database dengan Teknik PDM, dan pembuatan skenario pengujian. Namun, efektivitasnya tergantung pada spesifikasi kebutuhan yang detail dan penjelasan fitur yang lengkap dari aplikasi yang ingin dirancang untuk pembuatan skenario pengujian. Dalam pembuatan program, ChatGPT efektif dalam pembuatan program sederhana seperti login, dengan yarat intruksi yang diberikan harus mencakup database yang diguunakan dan variable kode program yang diperlukan. Namun, untuk pembuatan program yang kompleks, ChatGPT belum spenuhnya efektif. Hal ini karena ChatGPT dapat menciptakan kode program tanpa masalah, programmer harus memberikan intruksi secara sistematis.Berdasarkan hasil penelitian yang telah direview, ChatGPT mampu menghasilkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis yang telah ditetapkan. Proses dimulai dari perancangan Use Case Diagram, pembuatan desain database dengan Teknik PDM, hingga penghasilan kode program sesuai dengan permintaan pengguna. Namun, kekurangan dari penelitian-penelitian tersebut terletak pak pembenaran hasi yang diperoleh, karena mayoritas penelitian yang berkaitan dengan ChatGPT dalam bidang IT lebih difokuskan pada analisis keefektifan pembuatan kode program. Sedikit penelitian yang mendetail pada tahapan SDLC menggunakan ChatGPT. Proses penelitian dimulai dengan pembuatan Use Case Diagram, desain database menggunakan Teknik PDM, pembuatan kode program, dan pembuatan skenario pengujian dengan menggunakan ChatGPT. Hasil penelitian menunjukan bahwa ChatGPT efektif dalam pembuatan Use Case Diagram, desain database dengan Teknik PDM, dan pembuatan skenario pengujian. Namun, efektivitasnya tergantung pada spesifikasi kebutuhan yang detail dan penjelasan fitur yang lengkap dari aplikasi yang ingin dirancang untuk pembuatan skenario pengujian. Dalam pembuatan program, ChatGPT efektif dalam pembuatan program sederhana seperti login, dengan yarat intruksi yang diberikan harus mencakup database yang diguunakan dan variable kode program yang diperlukan. Namun, untuk pembuatan program yang kompleks, ChatGPT belum spenuhnya efektif. Hal ini karena ChatGPT dapat menciptakan kode program tanpa masalah, programmer harus memberikan intruksi secara sistematis